
pagi hari yang cerah para pelayan menyiapkan sarapan di meja "kak bai" kata jeje "iya nona" kata bai "di perusahaan minuman kakak hari ini ada rapat kau bisa ke sana kan? "kata jeje " tentu"kata bai jeje berjalan ke ruang makan "kak kal" kata jeje "iya bentar" kal menutup pintu mobil lalu berjalan masuk "ada apa? " kata kal "kak kal di calista chaije akan ada penerimaan barang bisa kau menyuruh beberapa orang untuk mengurus nya " kata jeje "aku akan menyuruh anak anak lain mengurus nya" kata kal "di pabrik juga buah akan datang kalian urus saja itu semuanya aku akan ke kampus sendiri lagian hari ini cuma ada satu kelas kami akan ke pantai buat penelitian" kata jeje "tidak bisa kau harus tetap di kawal " kata kal "ayolah kak kenapa kau berfikir hari ini aku sangat penting, pekerjaan lain lebih penting aku akan menghubungi setiap lima jam sekali" kata jeje "tidak tidak apapun itu aku tidak akan membiarkan mu sendirian" kata kal "kak ka..l jangan berfikir pendek aku cuma ke pantai meneliti itu pun aku akan cuma duduk " kata jeje "apa? " kata kal "maksud ku aku juga akan belajar bersama orang orang patah itu gak mungkin kan aku cuma duduk " kata jeje "tetap tidak bisa" kata kal "hum.. dosen payah akan mengawasi semua nya kan" kata jeje "kalau begitu aku harus menemui dosen mu" kata kal "buat apa? " kata jeje "setidaknya aku harus memastikan dia mengawasi mu dengan baik " kata kal "hum biar ku telpon" kata jeje "eh.. aku kaya nya gak simpan nomer dosen payah" fikir jeje "ya ya kau ketemu saja dengan nya" kata jeje.
di kampus..
"dosen payah dengar aku mau bicara pada mu"kata jeje " dosen payah!! "kata jeje Gilang berhenti melangkah " siapa yang mau sebut payah? "kata Gilang " memang nya siapa lagi, ya kau lah"kata jeje "hei murid nakal" Gilang menunduk memegang dagu jeje "apa aku belum mengajarkan pada mu cara memanggil seorang dosen dengan benar? " kata Gilang
"astaga aku mau pingsan rasanya"
"ya ampun itu dekat banget"
"kenapa selalu anak nakal itu yang di dekati pria tampan"
"setidaknya aku memanggil mu dengan benar" kata jeje "benar dari mana? " kata Gilang "dengar jangan bicara, diam dan dengar kan aku hari ini aku tidak ingin bodyguard ku ikut dengan ku jadi aku minta kau bicara pada pria yang di dekat gerbang itu kalau kau akan menjaga ku dengan baik" kata jeje "kau mau meminta ku berbohong? " kata Gilang "kau kan memang harus menjaga murid murid mu dasar payah dosen macam apa kau ini" kata jeje "aku tidak akan menemui pria itu" kata Gilang "duuh... bisa gagal nih main game sambil bersantai di pantai" fikir jeje "ayolah aku akan berbagi sesuatu pada mu" kata jeje "tidak akan" kata Gilang "dasar payah menyebalkan! " kata jeje "brengsek sekali" kata jeje "dengar murid ku yang nakal" kata Gilang sambil kembali berbalik "yeah dia tidak jadi pergi ku yakin dia mau membantu ku" fikir jeje "tap! " jeje terkejut Gilang menyudutkan nya "aku akan lakukan tapi kau harus melakukan beberapa hal untuk ku" kata Gilang "apa? " kata jeje
"anak nakal itu bisa bisa nya bersikap datar dalam posisi begitu"
"aku rasa aku akan pingsan"
"kenapa kalian di jakan" kata niko lalu dia memperhatikan di mana mata gadis itu menatap "aku akan lakukan ayo cepat katakan" kata jeje "aku tidak ingin melihat mu bersantai tapi kau harus benar benar belajar nanti" kata Gilang "oh tidak masalah kebetulan aku anak yang rajin" kata jeje "siapa dia mau mengatur atur aku" kata jeje dalam hati "jangan ciptakan masalah nanti saat pernah penelitian dan di larang bermain game " kata Gilang "oke" kata jeje "dan panggil dosen mu dengan benar!! cepat praktek kan pada ku" Gilang berdiri tegap "dosen payah" kata jeje "panggil dosen mu dengan sopan jika dosen pria katakan selamat pagi pak kalau wanita selamat pagi bu" kata Gilang "merepotkan" kata jeje "kalau begitu aku tidak akan menemuinya" kata Gilang "hum.. oke oke selamat pagi pak Gilang" kata jeje "pagi juga jeje" kata Gilang "nah sekarang ayo temui" kata jeje "belum" kata Gilang "ayolah kenapa kau mempersulit hal sepele" kata jeje "pak Gilang tolong bantu saya , tolong temui pria di luar gerbang ayo katakan" kata Gilang "rasa nya aku ingin menendang si payah ini" kata jeje dalam hati "jika tidak mau tidak papa aku akan pergi sekarang" kata Gilang "dosen pay-- ehem.. ehem pak Gilang... tolong bantu saya.. " kata jeje "terus apa lagi ya lupa lagi" kata jeje dalam hati "bantu apa? " kata Gilang "hm.. tolong temui pria di luar gerbang tolong ya pak Gilang... " kata jeje "bagus aku akan menemui pria itu" kata Gilang "apa apaan ini pagi pagi ada pemandangan yang sangat indah" kata niko "cih" jeje berbalik "tunggu" niko menarik jeje "apa lagi!! " kata jeje "berhenti menarik ku" kata jeje "diam coba jelaskan apa yang baru terjadi antara kau dan pak Gilang kalian terlihat sangat dekat" kata niko "itu bukan urusan mu" kata jeje "bukan? kenapa santai sekali kau mengatakan itu? " kata niko "kau mau aku marah? apapun tentang ku sama sekali tidak ada hubungannya dengan mu" kata jeje "benarkah? " kata niko "bahkan di saat kau melakukan apa saja yang kau mau aku tidak melarang mu tidak juga mencegah mu" kata jeje "lalu kenapa kau marah saat aku melakukan sesuatu" kata jeje "KARENA AKU CEMBURU!! " suasana seketika menjadi Hening "kau tau aku cemburu saat kau ada di dekat pria lain sama seperti waktu di kantin ka mengabaikan ku dan memilih archie kau tau kenapa aku mengatakan kalau aku akan pergi dengan gadis gadis padahal aku diam di markas itu karena aku mau kau mengerti kalau aku sedang cemburu!! sekarang melihat mu dalam posisi tadi itu sangat sangat membakar hati ku" kata niko "aku cemburu baby.. " kata niko "hu-um? " Gilang terdiam melihat niko menatap jeje "pak Gilang" kata niko "hum.. aku cuma mau mengatakan pada jeje, aku sudah menemui bodyguard mu sesuai keinginan mu kalian lanjut saja aku akan pergi" Gilang pergi "bodyguard? " kata niko "aku menyuruh dosen payah menemui bodyguard ku lalu kau memarahi ku? atas hak apa? " kata jeje "maaf" kata niko "plakk plak plak" niko menatap jeje yang baru saja menampar nya "dengan mudah kau mengatakan maaf maaf maaf dan maaf aku sampai bosan mendengar nya" kata jeje "itu karena kau tidak merasakan apa yang kurasa kan baby... aku benar benar tidak bisa melihat mu di dekati pria lain" kata niko "aku terlalu mencintai mu sampai aku kehilangan kendali" kata niko "itu yang kau katakan kalau cinta itu membawa kebaikan? cinta membawa kebahagiaan? fake pendapat ku soal cinta dapat membuat siapa pun menjadi seperti orang gila menjadi bodoh sekarang sudah terbukti dan perkataan mu sama sekali tidak terbukti" kata jeje "akan terbukti dengan perlahan bukti nya kau sudah mulai mengerti dan merasakan apa itu kasih sayang" kata niko "niko" Leo datang "Hai baby" kata leo "kau terlihat kesal biar ku tebak di bodoh ini membuat mu kesal kan? " kata leo laku dia menjitak kepala niko "segera hibur dia atau kau akan menyesal" bisik leo "baik baby aku minta minta maaf bagaimana kalau aku traktir makan? " kata niko "makan tuh cinta" jeje pergi.
bus berhenti...
semua nya turun dari bus "ayo ayo pelan pelan semuanya" kata leo "satu satu" ucap wahyu "jeje ayo turun" kata vito "duluan" kata jeje yang masih bermain game "masih ada yang di dalam? " tanya leo "ada kak jeje masih di dalam" kata vito "biar aku saja" kata niko sambil masuk ke dalam bus "baby.. baby.. " kata niko "baby.. " jeje menoleh sebentar "tidak bisakah biarkan aku bersantai sebelum tiba di pantai" kata jeje "ini sudah di pantai" kata niko "apa! " jeje melihat ke arah jendela "maka nya ponsel nya di simpan dulu" kata niko "terserah aku! " jeje pergi "Tuhan.. geram banget pingin peluk" kata niko.
"dengar semuanya kita akan bagi kelompok satu kelompok berisi tiga orang sampai empat orang kita bagi sekarang" kata Gilang "enak nya bersantai di bawah pohon deh" jeje melihat sekeliling nya "pohon kelapa nya tinggi tinggi banget duduk di bawah nya aman gak ya " fikir jeje "kau lihat apa? " bisik dila "lihat hiu makan rendang" bisik jeje "hah? " dila langsung melihat ke arah air pantai "karena itu semua nya tetap hati hati dan jangan terlalu jauh dari teman teman nya yang lain oke kita mulai sekarang kita berdoa dulu berdoa di mulai" kata Gilang "oke berdoa selesai silahkan" kata Gilang "ayo je kita satu kelompok" kata vito "hah? apa? " kata jeje "kita satu kelompok!! ayo" kata vito "jeje lihat pasir nya gerak gerak" kata anggel "mungkin ada pesta di dalam nya" kata jeje "pesta apa? " kata vito "aku mau gali ah" kata anggel sambil duduk dan mulai menggali dengan tangan nya "anak bodoh" jeje pergi "tadi aku lihat sekop di sini" kata jeje dia melihat niko sedang berdiri "kita coba ke arah sana ya" kata niko "oihh" jeje berjalan ke arah niko lalu mengambil sekop dari tangan niko "eh? " kata niko.
anggel melihat jeje datang "awas" kata jeje "kau mau apa? " kata anggel "gali pakai sekop" jeje menekan sekop itu "jrraaakk" terlihat seekor kepiting yang lumayan besar "ayo je" kata vito "ayo, nih sekop nya ambil" jeje pergi "apa yang mau di teliti " kata jeje "ayo kita lihat lihat dulu" kata hima "jeje!! " vito berlari mengejar jeje "kau bisa jatuh dari batu itu" kata vito "kemari lah" kata jeje "apa? " kata vito sambil mendekati jeje "ya ampun kenapa aku bisa Sekelompok dengan kalian" kata hima "lihat ini " kata jeje "apa guna nya kau menunjukkan batu seperti itu" kata hima "akan kutunjukkan" jeje mengeluarkan pisau lalu terlihat menusuk nusuk batu "krakk"vito terkejut jeje memotong sebuah batu " jeje batu nya bisa terpotong "kata vito " batu apa nya ini kerang"kata jeje "apa!! " kata hima "clekk" jeje membelah cangkang kerang yang terlihat seperti batu "wah iya kerang" kata vito jeje mengeluarkan sebuah benda dari sakunya "cssss" jeje membakar kerang itu lalu memakan nya "hum.. lebih segar" kata jeje "apa? kau menjijikkan" kata hima "tapi ini bisa jadi bahan buat tugas kita kerang ini mirip seperti batu " kata vito "ini kerang yang biasa di jual di restoran" kata jeje "hum kalau gak salah nama nya oyis ois.. O.. lupa lagi O.. oyster ya ya oyster" kata vito "cari yang lain aja deh" kata hima "kalian kerja kan saja aku mau pergi bersantai" kata jeje.
"semua nya kita istirahat dulu" kata Gilang "siap pak" kata beberapa orang "ayo ayo kita istirahat minum dulu" kata anggel "sini guys kita duduk dan minum dulu" kata leo "dimana baby? " tanya niko.
"kanan kanan.. ayo ayo.. kalah kan mereka" kata jeje di bawah akar pohon "terus terus.. teruuss" kata jeje "nih minum dulu" jeje mengangguk "nanti juga aku minum aku sedang sibuk" kata jeje "biar aku bantu buka mulut mu" jeje membuka sedikit mulut nya "hum.. es kelapa ku fikir jus eh?? " jeje menoleh terlihat niko berdiri di samping nya "pecundang " jeje duduk "santai saja" kata niko "jadi kau tidak mengerjakan tugas tapi malah bersantai" kata niko "lagian bukan urusan mu" kata jeje lalu dia memperhatikan sekitar nya "ooihh kenapa sepi? mana yang lain? " kata jeje "sedang istirahat nih makan kelapa nya manis loh" kata niko sambil menyodorkan sesendok kelapa muda ke jeje "tidak mau" kata jeje "kau yakin ini sangat enak loh" kata niko "ngomong ngomong udah maafin aku belum soal di kampus tadi" kata niko "gak termaafkan" jeje berdiri "wah.. ada perahu tuh" jeje tersenyum usil "mau mau apa? " kata niko "ah.. setidaknya jauh dari mu" jeje pergi mendekati sebuah perahu "jeje" jeje menoleh terlihat leo menggeleng kan kepala nya "jangan usil ya" kata leo "cih" jeje pergi menjauh "apa yang enak ya.. " jeje berjalan sambil melihat sekeliling nya.
"yok kita mulai lagi" kata leo "baik kak" kata shela "ayo ayo semuanya" kata niko sambil melihat ke arah jeje tadi pergi "dia sudah tidak terlihat" kata niko "duh.. jeje kemana ya" kata vito di balik batu besar jeje duduk bersandar "halo kak kal aku bak baik saja, kau aman kan? semua teratasi" kata jeje"baik lah aku akan lanjut mengerjakan tugas "kata jeje " baiklah "kata kal. " tugas apaan"kata jeje sambil berbaring "bermalas-malasan adalah hal yang sangat bijak" kata jeje "ayo hima kita cari jeje biar tugas kita cepat selesai" kata vito "nyari di mana coba" kata hima "ya dimana aja" vito berjalan "jeje!! jeje!! " seru vito "oih.. jaringan hilang" kata jeje "aahh.. baru juga mau lanjut main" jeje melihat sesuatu tiba tiba tersenyum usil "tuk" mawar memegang bahu nya "kaya ada yang melempar batu ke arah ku deh" kata mawar "hahaha" jeje tertawa kecil "tuk " buku yang di pegang wahyu jatuh ke air "aduh" leo memegang kepala nya "uh? " ponsel Gilang jatuh ke air "hahaha.. kena dia" kata jeje sambil memungut batu kecil lagi "lumayan kan bikin ketapel dadakan bisa buat main" kata jeje "pak kaya nya ada yang aneh" kata beberapa orang
"iya Pak ada batu kecil mengenai saya"
"saya juga pak"
"iya Pak buku saya jadi basah"
"saya juga pak"
"kaya nya aku tau ulah siapa" kata wahyu "tuk" sebuah batu kecil mengenai leher Gilang "huahahaha.. ini sangat menyenangkan" jeje melanjutkan aksi nya "duh.. batunya habis" jeje melihat lihat di dekat kakinya mencari batu kecil "ehem! pakai ini" kata Gilang "iya untung aja mas--" jeje menoleh ke arah Gilang "oih dosen payah kau membuat ku terkejut" kata jeje "eh maksud nya pak Gilang" kata jeje .
semua mata menatap ke arah Gilang yang membawa jeje "oih.. oih.. jangan main tarik dong" kata jeje "di mana kelompok mu" kata Gilang "hum?? " jeje melihat ke depan "tadi siapa ya sekelompok dengan ku" fikir jeje "vito pak vito dan hum.. itu tuh.. " kata jeje "cepat kerjakan tugas biar sore kita bisa pulang" kata Gilang "iya ya" kata jeje.
di atas batu besar...
hima menulis sesuatu di kertas "rasa nya seperti" kata hima "seperti apa je rasa nya? " kata vito "kenyal, segar, manis dan sedikit lembut " kata jeje "kenyal" kata vito hima kembali menulis. "pak kami sudah selesai" kata baim "oke oke" kata Gilang "dengar semuanya kalian jangan ada yang berpisah saya mau mengurus sesuatu dulu" kata Gilang "siap pak!! ".
beberapa orang sudah mulai bersantai karena tugas nya telah selesai " akhirnya selesai "kata hima " biar aku kumpul "kata vito " BYURRR!! "beberapa orang menoleh ke arah suara " aah.. kak anggel jatuh ka anggel jatuh "kata seseorang yang ada di atas perahu " kak ada yang jatuh ke air!! "seru beberapa orang " anggel!!! "seru mawar jeje langsung melompat dari atas batu " kaki ku keram"kata anggel dalam hati jeje melihat anggel di dalam air "ada apa? " tanya leo "anggel jatuh ke dalam air" kata yang lain "anggel" wahyu melihat ke arah air "hah!! " anggel berpegang ke tepi perahu "akhirnya uh?? " jeje merasa ada yang menarik nya ke dalam air "sial apa ini" kata jeje dia melihat ada sesuatu yang melilit di pergerakan kaki nya "kawat? " jeje berenang mencoba memutuskan kawat itu "pisau? sial pisau nya ada di batu itu" kata jeje "anggel" wahyu membawa anggel ke daratan "hah.. hah.. jeje masih di dalam air" kata anggel "uh?? ini perangkap" kata jeje "jeje!!! jeje!!!! jeje!!! jeje masih di dalam air" kata anggel "kenapa dia tidak muncul muncul" kata leo "jeje!! " kata anggel "sudah berapa lama dia di air? " niko datang dengan tas berisi aqua "sebelas menit" kata anggel "apa!! " niko berlari ke air "niko hati hati" kata wahyu. niko melihat tangan jeje samar samar "baby" niko mendekati nya terlihat jeje masih sadar niko memberi isyarat agar jeje bertahan niko kembali kepermukaan "gunting gunting tolong" kata niko "ini ini" kata dila "niko kenapa? " kata leo "kaki nya kena perangkap kawat" kata niko "niko pakai ini agar bisa bernafas di air" kata leo niko mengangguk setelah memakai oksigen di mulut nya dia kembali menyelam "ini udah tiga puluh menit loh" kata anggel niko berenang semakin dalam lalu mencoba menggunting kawat yang melilit kaki jeje "susah banget sih" kaya niko "ya ampun" kata mawar "tukk" kawat itu satu persatu bisa di gunting niko langsung menarik jeje ke permukaan "huff" niko berenang secepatnya sampai ke darat dia mengangkat tubuh jeje "baby.. baby" niko meluruskan tubuh jeje "baby!!.. hei" niko menepuk nepuk wajah jeje namun jeje sama sekali tidak merespon "baby... " niko menekan dada jeje "baby.. baby bangun buka mata mu" kata niko "kaki nya angkat ke atas" kata leo "oke" niko berdiri mengangkat kaki jeje satu persatu namun jeje belum merespon juga "baby.. baby.. jangan buat aku takut" niko menunduk memberi nafas buatan ke jeje namun tetap saja jeje tidak juga merespon niko menelan liur nya keringat mengalir di wajah nya rasa panik menguasai tubuhnya perlahan dia memegang perut jeje terlihat dari matanya dia semakin panik "niko tenang lah" kata wahyu sambil duduk di samping jeje memeriksa nadi jeje "dia.. " kata niko wahyu seketika juga terdiam "coba lehernya" kata wahyu "yu.. " niko menunduk kan kepala nya mencoba mendengar jantung jeje wajah niko seketika tegang "gak gak mungkin" kata niko "baby.. baby.. apa-apa an kamu ini" kata niko "ini gara gara aku" kata anggel "baby.. baby.. " niko kembali memberi jeje nafas buatan menekan dada jeje air mata niko akhirnya mengalir "baby.. " kata niko "archie ayo telpon ambulan" kata leo "iya iya" kata archie . detak jantung jeje benar benar tidak terdengar, denyut nadi benar benar berhenti dia sama sekali tidak bernafas "jeje" anggel menangis "lanjut kan niko jangan menyerah" kata wahyu "kuat kuat bukan saat nya kau lemah" kata ale niko kembali memberi jeje nafas buatan dan sesekali memompa detak jantung nya tubuh jeje terlihat pucat dan lemas "baby.... baby.. ayolah.. bangun kau tidak boleh meninggal aku" kata niko "tidak boleh" kata niko "bangun lah mu mohon... ku mohon pada mu.. baby.. banguun" kata niko sambil memompa detak jantung jeje "ku mohon... pada mu.. banguun lah" kata niko.