
langit malam terlihat begitu tenang dan juga indah dengan taburan bintang. menara di samping rumah besar itu terlihat terang di hiasi lampu hias berwarna warni suara motor terdengar ada dimana mana "angkat sedikit leher mu" kata jerico pada jeje "teman teman ku akan datang kak Steven tolong tunggu mereka di dekat jalan masuk oh tidak konfirmasi ke penjaga saja ada empat orang teman ku akan datang" kata jeje "oke" kata Steven "angkat sedikit kaki mu" kata kal sambil memasang pelindung di lutut jeje "oke semua sudah beres" kata kal .
di jalan masuk ke area sirkuit jojo dan teman teman nya masuk "kami teman nya jeje" kata jojo "oh.. ini yang di bilang tuan Steven baik lah silahkan masuk" kata penjaga "astaga tempat balap nya ngeri juga" kata niko dalam hati "eh tunggu? " penjaga satu nya menatap rekan nya "bukan nya kata nya empat orang kok tadi lima orang" kata nya "gawat penyusup".
jeje berdiri di samping motor nya " ini sudah aman, coba dengar kan suara motor nya"kata jerico "oih.. pantas saja aku tidak terlalu dengar ternyata aku masih pakai headset" kata jeje sambil melepaskan headset nya "brum.. brum.. " jeje mendengar kan suara motor nya "penyusup!!! ada penyusup!! " jeje menoleh ke arah penjaga "ada penyusup? lim jaga jeje aku akan atasi penyusup nya" kata jerico "teman teman" jeje menatap sekeliling nya "gawat seperti nya mereka mengejar ku" kata niko "hah? kok bisa" kata jojo "gini saja kita berpencar" kata Ariel "tapi kenapa? " kata jojo "kita berpencar untuk mengalihkan perhatian para penjaga, lalu kita berkumpul di rumah itu ayo sekarang" kata Ariel "oke" kata memo "semuanya pergi cari teman teman ku aku bisa jaga diri" kata jeje "gawat nih" kata niko "penyusup? " al melihat sekeliling nya "penyusup? " kata sara "hah? " jeje memperhatikan seorang pria yang sedang berlari dan terlihat pria itu kebingungan "akhirnya sampai" kata Ariel "tapi dimana niko? " kata jojo "ku rasa dia nyasar" kata memo "gawat" niko melihat sekeliling nya "pria itu mencurigakan" kata kata penjaga "mampus aku" niko langsung berbalik bersiap lari namun dari arah lain penjaga lainnya juga datang "mati aku" kata niko "hei" seorang penjaga menyentuh bahu niko "siapa kau? " tanya penjaga "ak.. aku" kata niko para penjaga menyiapkan senjata mereka "tap.. tap" seseorang datang di saat penjaga siap menangkap niko "huh? " niko menatap seseorang yang ada di depan nya, orang itu mengangkat satu tangan nya para penjaga langsung menunduk "dia datang bersama ku" kata orang itu para penjaga langsung bubar orang itu langsung berbalik menatap niko "apa yang kau lakukan disini! " niko menelan air liur nya "ikut aku" kata orang itu.
"akhh" niko jatuh ke lantai setelah di bawa masuk ke dalam sebuah ruangan "manusia bodoh" orang itu memukul niko lagi "kau tau apa yang kau lakukan? apa kau waras?? tidak sembarangan orang bisa masuk ke tempat ini!! kau hampir saja mati di tangan penjaga itu!! dimana otak mu!! kenapa bisa orang orang mengatakan kalau kau itu cerdas!! " niko meringis kesakitan "aku tidak peduli jika aku mati setidaknya aku bisa melihat mu sebelum aku mati" kata niko "****!! rasa nya aku mau membunuh mu" baru saja orang itu mau melempar niko dengan vas terdengar suara pengumuman "pertandingan akan di mulai lima menit lagi" orang itu melemparkan vas itu ke samping niko "jeje!! " orang yang tidak lain adalah jeje itu menatap Steven yang sedang mencarinya "jangan kemana mana urusan kita belum selesai" kata jeje sambil berbalik dan pergi "pertandingan akan di mulai" kata Steven "jeje" Ariel menghampiri jeje "kalian tersesat? " kata jeje "tidak" kata Ariel "masuk lah kedalam dan naik ke menara kau akan aman di sana" kata jeje lalu dia menatap Steven "temani mereka" jeje pergi "demi santa mood ku hancur sekarang" gumam jeje.
"bersedia!!! siap!! mari hitung sama sama tiga Dua satu" wanita sexy itu mengayunkan bendera yang dia pegang para pembalap langsung memacu kendaraan nya masing-masing .
"JEJE!! JEJE!! JEJE!! JEJE!! "
"SARA... SARA!!! AYO SARA"
"SEMANGAT SAM!!!! "
"BIMO BIMO!! "
"AYO SAM!!! "
Ariel menatap jeje dari atas menara "JEJE!!! KAU HARUS MENANG!! " seru Ariel "akhh" niko meringis kesakitan "sudah ku bilang kan jeje pasti ngamuk" ujar jojo "tidak papa" niko berdiri untuk melihat jeje yang sedang bertanding
"JEJE!! JEJE!! JEJE" seru para penonton "astaga ini sangat bahaya" kata niko dalam hati "oh.. ini seperti balapan yang sering aku lihat di TV " kata niko "jangan heran" kata jojo "apakah jeje akan memenangkan pertandingan ini lagi lihat dia begitu cepat" kata beberapa orang "WOAAHHH... JEJE DIA MELEWATI GARIS FINISH" kata seorang pria di pengeras suara.
jojo berbalik ketika mendengar langkah seseorang "jeje " kata Ariel "kenapa kalian membawa nya? " tanya jeje "aku memaksa ikut" kata niko "kalian bawa semua ke dalam mobil dan bawa pria ini ke ruang aula" jeje pergi "kemana nona kecil? " kata chai "dia menemui teman teman nya tuan" kata kal "anda mengenal nya nona" tanya pria di dekat jeje "tidak ada yang mengizinkan mu bicara" kata jeje "maaf nona" kata pria itu "grebb"jeje menarik kerah niko " mereka tidak salah aku memaksa ingin ikut, aku tau kau akan marah aku akan Terima semua nya"kata niko "ku rasa ini peringatan terakhir " kata jeje "atau aku be--" ponsel jeje bersuara jeje melepaskan niko "halo kakak ipar" kata jeje "kau dimana ini sudah malam" kata Monnie .
jeje keluar dari ruangan itu "hum.. aku sedang kumpul dengan teman ku" kata jeje "tapi tidak terdengar siapa pun" kata Monnie jeje kembali masuk ke dalam ruangan dimana niko berada "katakan sesuatu" kata jeje "ya halo"kata niko " cukup "jeje kembali ke luar " kakak aku akan kembali dalam tiga menit oke"kata jeje "benar ya aku kawatir nih" kata Monnie "aku pulang sekarang matikan telponnya" jeje memasukkan ponsel nya "kau dan kau antar pria itu pulang" jeje langsung pergi , niko di bawa pergi dengan dua pria bertubuh kekar "aku mau di bawa kemana? " tanya niko "nona meminta kami untuk mengantar mu pulang" kata niko "apa? " kata niko.
di atas sofa chai duduk sambil menatap istri nya yang berjalan ke sana ke sini "chai adik belum juga pulang" kata Monnie "kenapa kau jadi mencemaskan nya" kata chai "aku juga tidak tau rasa nya aku tidak tenang hari ini sebelum melihat nya" kata Monnie "kakak aku pulang" jeje membuka pintu "kenapa lama sekali" kata Monnie "kenapa kau jadi cerewet sung-- iya maaf aku terjebak macet" kata jeje "aku tidak tau kenapa aku merasa hal buruk akan terjadi pada mu, saat tidur aku bermimpi melihat mu memukul orang" kata Monnie "hei itu kan cuma mimpi kalau begitu pergilah tidur aku juga akan tidur" kata jeje "tapi tidak ada yang terjadi kan? " kata Monnie "tidak ada sekarang pergilah tidur jaga bayi mu aku akan ke kamar untuk tidur" jeje pergi menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar nya "huff" jeje duduk di atas sofa semua kejadian buruk di sirkuit kembali terbayang di kepala nya "dasar anak bodoh dia tidak tau apa kalau dimana aku berada maka bahaya akan ada di sana, kenapa kau seenaknya saja!! aku ingin memukul mu terus sampai kau sekarat tapi tangan ku tidak mau melakukan nya" kata jeje "kenapa kau seenaknya saja sungguh menyebalkan" kata jeje , "dia marah tapi dia menyuruh orang orang nya mengantar ku" kata niko dalam hati "kenapa aku merasa bersalah ya" kata jeje "aku tau kau pasti kawatir pada ku" kata niko "tidak! yang salah dia kenapa dia datang ke wilayah ku" kata jeje "aku akan mendapatkan mu tunggu saja nanti" kata niko "aku akan mematahkan kaki mu itulah jalan satu satunya agar kau berhenti mengikuti ku" kata jeje sambil mengepal tangan nya.