
"wah ini sangat besar"kata jeje "kau suka kan?"kata chai "hum suka dong"kata jeje "aku bakal betah nih"kata jeje "aku tidak bisa menemani mu lagi aku harus ke kantor hari ini ada meeting membahas produk baru"kata chai "baik lah "kata jeje sambil melihat chai pergi naik mobil "ini luar biasa je"kata jerico "aku juga sedikit terkejut kak chai membeli vila sebesar ini"kata jeje "nona anda tidak ke kampus?"tanya hary "tidak aku malas hari ini sekarang kita santai saja"kata jeje sambil dudu di sofa.
Dila menoleh ke kursi belakang "sepertinya hari ini dia tidak datang lagi"kata vito "siapa?"kata dila "tentu saja jeje"kata zin "anak itu hidup di alam sendiri "kata baim "apa pun yang dia mau pasti di lakukan"kata baim lagi "sepertinya aku harus mengubah cara berfikirku buktinya orang yang selama ini aku jauhi karena selalu membuat onar ternyata orang baik"fikir dila "halo"niko datang "halo kak"kata mereka "aku ke sini untul meminta absen kalian ayo ketua kumpulkan pada ku"kata niko sambil melirik kursi belakang "kemana lagi anak itu"kata niko dalam hati "ini absen nya kak"kata baim "oke terimakasih"niko segera pergi .
Rizi mengamati mahasiswa yang keluar dari kelas jeje sambil memegang dua cola dan burger keju "mencari siapa?"tanya vito "humm jeje hadir tidak?"kata rizi "dia tidak datang"kata vito "yah.."rizi berbalik "ada apa?"wahyu melihat rizi "kak mau cola dan burger aku membelinya kelebihan"kata rizi "oh mau deh"kata wahyu "hei...kau sedang apa yu, membuly orang ya"kata niko "tidak lah "kata wahyu "kak niko ini sisa satu untuk mu saja aku sudah kekenyangan"kata rizi "sungguh?"kata niko "iya sungguh"kata rizi "terimakasih ya"kata niko "sama sama kalau begitu aku pergi dulu"kata rizi "iya iya"kata wahyu "aku mau bicara pada mu"kata niko "ada apa?"kata wahyu "jangan di sini di taman aja yuk"kata niko "ya ya aku ikut dengan mu"kata wahyu.
"yu, ternyata aku tau sekarang kenapa jeje tidak mau dekat dengan siapapun"kata niko "humm yam hm kenapa"kata wahyu sambil menguyah makanan nya "jeje ternyata hidup nya penuh ancaman waktu itu dia bilang sesuatu padaku yang intinya dia tidak sengaja mendengar rahasiah seseorang tapi dia ketauan jadi orang itu akan terus mencari jeje untuk di habisi"kata niko "huahaha ngarang kau kapan jeje bilang aku sangat tau jeje itu jarang bicara"kata wahyu "aku ini sahabat mu loh masa gak percaya aku serius loh yu, malah ketawa"kata niko kesal "kapan dia bilang tapi kok dia tidak telpon polisi ya"kata wahyu "tapi niko"wahyu melihat niko "satu hari yang lalu jeje bicara pada ku soal perkemahan dan sepertinya dia tertarik"kata wahyu "sungguh?"kata niko "iya mana mungkin aku bohong"kata wahyu "kapan perkemahan di lakukan?"tanya niko "satu hari lagi".
Keesokanya..
Saat berangkat kemah jeje terlihat tidak terlalu membawa barang mereka sudah tiba di lokasi "kenapa banyak yang ikut"kata jeje "loh rame bukannya bagus"kata wahyu "apa kau lupa perkataan ku!"kata jeje kesal. Tenda di bangun satu tenda dua orang "jeje melempar tas nya ke salah satu tenda lalu pergi semuanya sibuk masing masing "yu...aku tenda yang mana?"kata niko "kalau aku yang itu tapi ku rasa archie akan tidur dengan ku"kata wahyu "aaku gimana kata niko . Matahari mulai terbenam cahaya kuning keemasan menyinari alam sebelum berubah jadi gelap "tunggu semua nya sepertinya ada yang kurang"kata wahyu "apa"kata vito "jeje dimana"kata wahyu "coba cek di dalam tenda"kata niko semua tenda di periksa tapi cuma ada barang jeje di tenda paling pojok "kak wahyu ayo cari jeje"kata dila dengan wajah panik, jeje masih duduk santai dari sore sampai malam "jeje!!!"ada suara di kejauhan jeje pun berbalik dan berjalan "itu jeje"kata zin "astaga jeje kamu dari mana?"kata dila "tumben dila panik soal jeje"fikir baim "mencari ular"kata jeje sambil pergi ke tendanya "ular?"orang orang heran jeje berbaring sendirian di tenda "je "dila tidak mendengar suara jeje "jeje kamu tidak makan?"kata vito "biar saja mungkin dia sudah tidur"kata archie dan memang benar jeje sudah terlelap dengan pulas.
Jeje membuka tenda nya hanya ada beberapa orang yang sudah bangun "jeje kau mau kemana?"tanya rizi "ke kamar mandi"kata jeje "aku ikut"kata dila jeje tidak peduli dan terus berjalan dila mengikuti nya sampai di sungai jeje masuk ke air dan duduk di batu "jeje kau terlihat sangat menikmati alam"kata dila "hum sikap ku memang tidak pernah baik pada mu tapi sekarang aku sadar hum..kau mau berteman dengan ku tidak"kata dila jeje menatap dila "kau ikut ke sini hanya untuk bicara omong kosong atau berendam"kata jeje "hum yah aku aku juga mau berendam"kata dila.
"huf huf huf"wahyu meniup api perlahan agar cepat membesar "bisa tidak aku bawa kompor"kata rizi "hah!!"wahyu terkejut "agar lebih simpel"kata rizi "hei kita kemah harus mandiri bukan manja masak ya pakai kayu"kata baim "ya ya aku bawa juga buat jaga jaga"kata rizi. Dila memperhatikan jeje yang berendam dengan santai layak nya sedang berada di bathup bersandar di batu dengan mata terpejam dila mencoba meniru dia mulai memejamkan mata nya perlahan lalu membuka matanya jeje sudah tidak ada di tempat dila segera berdiri barulah dia melihat jeje sedang duduk di darat dan mengayunkan kayu dengan ujung nya terdapat sesuatu yang berbentuk jaring "kau bisa membunuh ikan"kata jeje "apa maksudmu memotong ikan?"kata dila "haah lupakan bawa ini ke sana"jeje melipat jaring nya dila menurut dia membawa kain yang sudah berbentuk bulat "dila"baim melihat dila seperti keberatan membawa sesuatu "apa itu?"kata niko "aku tidak tau jeje menyuruhku untuk membawa ini kemari"kata dila wahyu pun membuka nya seketika banyak ikan yang melompat lompat "astaga ini banyak sekali"kata niko "bagaimana mungkin?"kata yang lain "jeje yang menangkap nya dengan alat nya"kata dila "alat ku rasa dia cuma membawa tas kecil "kata mereka "ya sudah potong ikannya "kata wahyu "yok yok semuanya"kata niko "jaringan agak susah woi"tampak jeje muncul dengan pakaian yang berbeda dan sudah ada headset di kepalanya "kita harus membunuh lebih banyak aku sudah membunuh dua ratus orang bahkan lebih"kata jeje semua melongo "jeje"wahyu menghampiri jeje "jangan berisik aku sedang bermain game "kata jeje wahyu melihat ponsel jeje semua orang bernafas lega dan lanjut membersihkan ikan dan jeje masuk ke tendanya .