
jeje melihat kanan dan kiri benar-benar mengamati sekeliling nya setelah itu dia masuk ke sebuah ruangan "aduuh.. kenapa bisa semua perkataan kak monnie masuk ke dalam kepala ku" jeje mengamati sekitar nya "aku harus membuktikan kalau pemikiran ku benar" jeje mulai memilih milih buku "apa ini? " jeje mengambil satu buku dari rak "philophobia" jeje membuka buku itu "philophobia adalah orang yang memiliki phobia terhadap cinta atau orang yang --" jeje masih membaca "jeje! " jeje terkejut buru buru berbalik terlihat leo dengan ciri khas nya sudah berdiri tak jauh dari jeje dengan pelan pelan jeje mengembalikan buku yang dia sembunyikan ke tempat nya "kau suka baca juga ya? aku jarang bertemu dengan mu di sini" kata leo "aku cuma lihat lihat" jeje pergi "kau mau kemana gak jadi baca? " kata leo "baca saja buku yang membuat mu bodoh itu" ucap jeje "baby... heii.. " niko melambaikan tangan nya di kejauhan "ya ampun si idiot itu" ucap jeje "Hai baby.. kau mau kemana? bagaimana kalau kita jalan jalan ke taman? " tanya niko setelah menghampiri jeje "kenapa diam kau sedang badmood ya? biasanya kalau orang badmood itu harus makan coklat keb--" kata niko "kebetulan atau sengaja? " kata jeje "apa nya? " kata niko "kau terlihat berani saat di sini dan saat waktu itu kenapa kau bersembunyi seperti anjing di bawa kan tongkat pemukul" jeje lanjut berjalan "sebenarnya aku bukan bersembunyi" ucap niko "tapi aku tau aku tidak di undang waktu itu jadi aku memilih diam di mobil hei baby.. baby tunggu" kata niko "jeje" archie datang "hum.. kau mau cookies? " archie menyodorkan box kecil berisi cookies jeje menatap box kecil itu "awas kak niko!! " jeje menoleh terlihat ada bola mengarah ke mereka "awas baby" niko menarik jeje dengan kuat bola itu mengenai punggung niko jeje menatap tangan niko yang memegang lengan atas nya sebelah kiri archie terdiam menyaksikan pemandangan itu di depan nya jeje menatap wajah niko yang sangat dekat dengan nya "apa ini? " jeje kembali merasakan kehangatan dari tangan niko yang mulai merambat ke tubuhnya kehangatan yang terasa sangat nyaman dan juga membuat diri nya menjadi tenang
"ciyeee"
"aye aye.. kak niko"
"ya ampun lihat itu"
"mereka sudah pacaran belum sih? "
"waduh" leo segera mengeluarkan ponsel nya "kau tidak papa kan? " tanya niko "hum? " jeje kembali tersadar "hei kenapa diam" kata niko "singkirkan tangan mu!! " ucap jeje "oh maaf baby" niko melepaskan tangan nya setelah jeje berdiri tegak jeje melihat sekitar nya orang orang menatap ke arah nya "kenapa? apa kau malu di lihat orang " kata niko "hei baby dan niko bisa ulang lagi adegan tadi" ledek leo "aku tidak keberatan kok" niko menunduk "mau ulang lagi? " tanya niko "ku bunuh kau" jeje pergi "aduhh.. aku belum dapat gambar bagus" kata leo "dia sudah pergi" niko berjalan mengikuti jeje "hei baby kau mau kemana aku ikut" kata niko "baby.. astaga kau itu seperti apa ya nama nya yang lomba lomba itu hum ah aku lupa atlit? atl.. satelit ah terserah! baby tunggu" kata niko "bisa tidak jangan ikuti aku! " kata jeje "kau marah pada ku ya? " kata niko "bagaimana aku tidak mengikuti mu aku merindukan tamparan dari mu" kata niko "apa kau tidak waras? " ucap jeje "iya" kata niko "siapa yang akan waras kalau sedang jatuh cinta bagaimana nanti malam kita kencan" kata niko "mau kan baby? " tanya niko "kok tidak melihat ke arah ku ayolah.. kita kencan nanti malam" kata niko "hanya orang bodoh melakukan itu" ucap jeje sambil terus berjalan ke arah kelas nya "setidaknya dua jam saja" niko datang ke kelas jeje "dengar kau lihat ini? " jeje menunjuk kotak makanan di meja jeje "aku lihat" kata niko "aku sibuk nanti malam aku akan pergi dengan orang yang ku suka yang mengantar bekal ini dan itu bukan kau jadi pergilah sebelum ku tampar" kata jeje "ah.. " wajah niko memerah "jadi kau menyukai pengantar bekal itu? " tanya niko "iya kau tidak percaya tanya pada dia" jeje menatap dila "benarkah itu dila? " tanya niko "iya kak" kata dila "aku.. aku akan kembali" niko berlari ke luar "apa ini? kak monnie tidak pernah mengatakan tentang kehangatan seperti ini, tapi ini apa? kenapa aku merasakan nya? " fikir jeje "kenapa dengan orang lain tidak terjadi apapun? " fikir jeje "jeje kau serius suka dengan orang yang mengantar bekal ini" kata dila "anggap saja iya" kata jeje.
wahyu menyipitkan matanya melihat pria yang berlari ke arahnya "yuuu... " niko melompat memeluk wahyu "kenapa dengan mu? " tanya wahyu "ahh.. aku mau pingsan" kata niko "eh.eh" ale menahan tubuh niko yang hampir terjatuh "kau kenapa? " tanya adhi "aku lagi.. lagi.. ahh susah mengatakan nya" niko memeluk leo "apa saudara mu mengonsumsi obat terlarang? " kata aciel "niko kau kenapa? " kata wahyu "tau tau.. ahh kalian tidak tau aduhh rasanya aku mau melompat dari sini" kata niko "kau mau bundir? " kata ale "tidak dengar ya.. tadi jeje bilang seperti ini" niko menceritakan yang terjadi di kelas jeje "ahhh.. dia menyukai ku" kata niko "tapi kan dia tidak tau kalau kau yang mengantar bekal itu" kata aciel "itulah" kata leo "ahh kalian tidak mengerti " kata niko "jelas aku tidak mengerti kenapa pria dingin seperti mu bisa jadi setengah gila" kata ale "gak nyangka dia bisa salting begini" kata leo wahyu tersenyum "ah.sudah sudah bentar lagi bel ayo ke kelas" kata wahyu "dengar yu tadi dia bilang be--" kata niko "iya iya aku tau ayo jalan" kata wahyu "tapi yu--" kata niko "iya aku tau kau sedang jatuh cinta" kata wahyu "dia beneran berkata begitu loh yu aku hampir melompat di depan nya kau tau--" niko terus bicara sambil berjalan terlihat mereka sudah mulai menjauh tapi suara niko masih kedengeran meskipun dia sudah terlihat cukup jauh.
jadi apa kalian pernah mengalami seperti yang di alami niko kali ini?.