
di pagi hari yang cerah seperti biasa suara musik dari kamar jeje kembali terdengar "nona kau akan terlambat nanti" kata may "iya iya" jeje mematikan musik nya dan pergi keluar kamar dia menghampiri kamar chai "kakak!!! kau tida--kalian masih tidur? " jeje terdiam melihat chai dan monnie masih di bawah selimut "astaga! " monnie terkejut "kenapa kau asal masuk? " kata chai "cuma mau bilang kau akan terlambat ke kantor ayolah bangun dasar orang dewasa pemalas" kata jeje "kami sudah bangun kok" kata chai "pergilah keluar" kata chai "jika lama aku akan merobek selimut mu" kata jeje monnie menatap chai "du.. dudu.. du" jeje pergi "ka tidak mengunci pintu? " tanya monnie "aku selalu mengunci pintu dan dia tau semua sandi di pintu yang ada di rumah ini" kata chai sambil mencium dahi monnie "apakah dia akan curiga kala--" kata monnie "dia itu gak tau apa apa dia hanya tau game, maan cumi panggang dan berteriak" kata chai "kakak!! ada telpon untuk mu!!! " seru jeje "iya iya aku datang" chai buru buru berdiri memakai jubah mandi lalu pergi membuka pintu.
milli dan kal merapikan pakaian jeje "oke sudah beres" kata kal "kakak ipar" jeje melihat monnie turun dari tangga "ada apa? " kata monnie "kau habis jatuh? " jeje menghampiri monnie "jatuh? " kata monnie jeje langsung memegang tangan monnie memperhatikan dua garis merah di lengan atas monnie "ini merah kaya habis jatuh " kata jeje muka monnie terlihat panik "pasti jatuh dari kamar mandi kan? lalu ini terkena tali shower" kata jeje "I.. iya" kata monnie "kakak ku tidak berguna masa istri bisa jatuh" kata jeje "aku mendengar mu" kata chai "lihat tangan kak monnie luka ken-- oih.. milli!! obati kakak ku bibir juga luka aku akan ke kampus " jeje pergi "anak bodoh" kata chai "tunggu aku akan mengantar mu" kata chai "kau tidak ke kantor? " kata jeje "aku cuti selama beberapa minggu untuk honeymoon" kata chai "istri mu sedang terluka tapi kau malah mengantar ku? " kata jeje "cuma luka ringan ayo cepat nanti kau terlambat" kata chai "aduh.. niat nya mau main bola gagal deh" kata jeje dalam hati.
"kenapa? kau gagal bolos? " kata chai "siapa yang mau bolos? " kata jeje "berhenti lah makan permen karet di pagi hari" kata chai "kau akan ikut aku pergi kan nanti? " kata chai "kemana? " kata jeje "honeymoon di thailand" kata chai "haa.. kau mau mengajak ku liburan pasti ada sesuatu" kata jeje "kau selalu curigaan dengan ku" kata chai "biasanya kalau mau liburan kau akan bicara pada ku dua hari sebelum akan bersiap " kata jeje "karena ini buka liburan" kata chai "jadi? sekarang kau sudah seperti dosen fisika bicara nya suka berbelit-belit" kata jeje chai mengetuk kepala nya sendiri "yang akan liburan hanya kau kami berdua akan bersantai" kata chai "kak aku mau menendang mu sekarang, kita berlibur bertiga lalu aku akan jalan sendiri bersantai kemaa mana dan kalian" kata jeje "di rumah kita yang di thailand" kata chai "**** lah aku tidak mau apa guna nya liburan membawa dua orang dewasa yang sangat pemalas masa liburan di rumah aja gak keliling keliling dasar bodoh kalian pergi saja berdua" kata jeje "lalu kau akan sendiri di sini" kata chai "kau berfikir apa? aku tidak akan melakukan apapun aku akan di rumah setelah pulang dari kampus dan bermain game sesekali ke calista chaije" kata jeje "bagaimana jika--" kata chai "gak akan ada yang terjadi pada ku, kau meremehkan ku ya aku tuh bisa jaga diri tau! gak bodoh" kata jeje "kau akan ikut! " kata chai "tidak mau!! " kata jeje mobil berhenti "ajak aku bertemu Billie elish aku akan ikut" jeje pergi keluar dari mobil.
"zruuttt" jeje meluncur di lorong dengan sketboard nya "mana foto yang tadi malam? " tanya leo "ini" kata ale "guys.. " wahyu menunjuk seseorang yang ada di foto "pak Gilang kan ini? " kata wahyu "woah... dia seperti seorang ceo dia tampan banget" kata adhi "lebih tampan dari niko" kata leo "ya ya.. terserah" kata niko "eh.. itu jeje lewat" kata aciel "mana " niko langsung pergi keluar kelas terlihat jeje meluncurkan dengan gaya khas nya "tap" jeje turun dari sketboard nya membuka loker nya "ah.. ah.. mai zboara-n Panama" jeje meletakan sesuatu di loker nya "pagi baby" jeje terdiam perlahan berbalik melihat niko "mau sandwich buah? " tanya niko "gak" jeje pergi "Hai baby.. tunggu.. tunggu dong" kata niko "eh kemarin dansa kita yang paling keren loh" kata niko "ku akui deh kau sangat lincah dan mahir berdansa" kata niko "jeje" kata mawar jeje menatap teman teman nya dengan tajam "kalian tau apa yang kalian lakukan semalam? kenapa kalian ke sana? " kata jeje "hum? " rizi bingung "katakan pada ku siapa yang menyuruh kalian datang? " kata jeje "apa yang kau permasalahan? " tanya niko "diam! " kata jeje "jeje maaf" kata anggel "dia sana penuh bahaya aku kan sudah bilang kalian tidak datang kenapa kalian masih bersikeras bagaimana jika kemarin kondisi berubah? di mata kalian itu pesta buat bersenang-senang di mata mereka itu tempat eksekusi kekacauan bisa saja terjadi kalian mau membahayakan diri kalian" kata jeje "kami--" jeje mengangkat satu tangan nya saat vito sedang bicara "aku cuma mau kalian mati" jeje berbalik dan langsung pergi "baby.. baby.. kenapa kau berkata seperti itu pada mereka, kau tau --" kata niko "tau kah kau apa yang ku lihat? tau kah kau apa yang ku rasa kan? bukan hanya pada mereka tapi semuanya.. kalian tidak akan menyadari bahaya apa yang ada di sekitar kalian dan ju"jeje terdiam ketika niko menepuk kepala nya " itu lah kasih sayang "kata niko " di mana kau memiliki rasa kawatir akan sesuatu, takut hal buruk terjadi dan juga takut kehilangan.. kau menyayangi mereka itu lah yang di nama kan kasih sayang.. "kata niko " dengar.. di mata mu kau adalah seorang Bajingan orang yang brengsek tidak pantas apapun tapi di mata kami di mata teman mu di mata ku kau adalah gadis baik, gadis yang penuh kasih sayang, penuh perhatian sosok malaikat yang bersembunyi di balik topeng iblis"kata niko "apapun yang kau lakukan di mata ku atau di mata kakak mu kau adalah gadis baik, gadis yang penuh kasih sayang, perhatian, kau memiliki sisi malaikat yang kau sembunyikan dengan wajah iblis mu" jeje teringat perkataan monnie di masa lalu "kami juga kawatir pada mu, bahkan aku sulit bernafas rasanya jika melihat mu menghadapi bahaya aku bahkan tidak dapat melakukan apapun ketika tau kau terluka" kata niko "tidak perlu terburu buru kau akan memahami nya perlahan di sini tidak ada yang salah tapi kebenaran dan kebenarannya adalah kau sudah dapat merasakan apa itu kasih sayang bagaimana itu kasih sayang" kata niko "jadi apakah itu kasih sayang? tidak!! tidak!! itu bukan kasih sayang!! " kata jeje dalam hati "ayolah jeje lawan diri mu" kata niko dalam hati
"dia mengatakan itu kasih sayang. ketika aku kawatir dan takut"
"tidak!!! itu bukan kasih sayang"
"jadi yang mana yang benar? "
"kasih sayang itu adalah tipuan.. kau tida kawatir kau juga tidak takut kau hanya mengatakan amarah pada mereka dan itu bukan kasih sayang"
"lalu"
"kau benar.. kasih sayang adalah tipuan"
"bagus.. jangan terpengaruh pada ucapan pria itu"
"iya"
jeje menatap niko "itu bukan kasih sayang" kata jeje "tidak bisakah ka mengalah kan kebencian mu!! " kata niko jeje terdiam sesaat "apa kata mu? " kata jeje "itu lah kasih sayang.. apa yang kau fikir kan? kau berfikir kasih sayang adalah drama lagi? tipuan lagi? " kata niko "itulah kenyataan nya" kata jeje "tidak! kali ini akan ku katakan pada mu" kata niko "bukan kau tapi kebencian yang ada di dalam hati mu itu.. kasih sayang dan tipuan itu berbeda tipuan sama dengan kebohongan kepalsuan tidak ada rasa di dalam nya.. tapi kalau kasih sayang kita akan dapat merasakan nya, tenang melihat orang yang kita sayangi! takut, cemas, kawatir kalau orang yang kita sayangi terluka!! " kata niko "pegang" niko menarik tangan jeje ke dada nya "jagung ku, darah ku dan perasaan ku tidak terkendali kan kenapa? karena aku sedang berhadapan dengan orang yang aku cintai. cinta membuat ku seperti ini merasakan ini semua seperti kasih sayang yang ku katakan kalau itu tipuan aku tidak akan merasakan apapun.. semua nya akan kosong" kata niko "deg!! " jeje terdiam "kebencian yang ada di dalam dirimu harus kau lawan baby.. jangan biarkan dia mengendalikan apapun tentang dirimu.. jangan menyakiti dirimu.. jangan berprilaku kejam pada dirimu" kata niko air mata nya turun perlahan jeje menatap air mata niko menetes di tangan nya "ahh" kata jeje dalam hati "apa ini.. kenapa rasa nya sakit sekali.. apa yang salah" fikir jeje "aku mendengar bila seseorang sedang bicara dan dia menangis itu tandanya dia benar-benar bicara dengan tulus dari hati" kata Ariel "jangan terpengaruh... jangan terpengaruh.. bukti nya pria itu menagis di depan ku dulu dan dia masih juga menyakiti ku dan pria di depan ku ini kemungkinan akan melakukan hal yang sama" fikir jeje "aku terlalu lemah sekarang" kata niko "mungkin kau berfikir aku sedang mencoba mempengaruhi mu tapi percaya lah aku tidak sedang mempengaruhi mu aku cuma ingin menyadar kan hati mu yang di tertutup rapat oleh kebencian, maaf.. maaf.. kita memang hidup bersama tapi menjalani kesulitan yang berbeda-beda rasa sakit, penderitaan di masa lalu apapun itu.. terkadang membuat siapa pun trauma" kata niko "dan membuat mereka menjadi hidup dengan kebencian tapi percayalah akan ada seseorang yang mencoba membuat mu bahagia" kata niko "aku merasakan hal yang sama.. penderitaan penghianat, penghinaan, dan rasa sakit serta dendam di masa lalu aku merasakan nya persis seperti mu sampai akhir nya ada cahaya yang muncul membawa ku untuk tetap hidup dan keluar dari rasa penderitaan itu semua" kata niko jeje menatap wajah niko perlahan ucapan niko membuat nya mengingat akan ruangan gelap, pintu yang terkunci, cahaya yang singkat dan diri nya yang terkurung di dalam ruangan itu seorang diri "tidak papa" niko mengusap air mata nya lalu tersenyum "perlahan kau akan mengerti" kata niko "baru kali ini aku kalah dalam pembicaraan dengan seseorang" kata jeje dalam hati.
beberapa koper di masukan ke dalam mobil chai melihat jeje duduk melamun di depan aquarium "kau duluan aku akan bicara pada nya" kata chai "oke" kata monnie, chai duduk di samping jeje tangan nya merangkul bahu adik nya "ada apa? " tanya chai "hm? " jeje terkejut "kok belum berangkat? " tanya jeje "jika kau begini aku tidak akan jadi berangkat" kata chai "apa? aku baik baik saja? " kata jeje "kau melamun dari awal mobil kosong sampai terisi penuh" kata chai "aku cuma kesal kalah main game" kata jeje "benarkah? " kata chai "iya ayo aku bantu kau berkemas, jaga kak monnie baik baik jangan buat dia terluka ya" kata jeje sambil berdiri.
jeje menatap kakak nya "aku akan menelpon mu nanti" kata monnie "tidak perlu kau jaga kakak ku ya dia sedikit keras kepala " kata jeje "tentu kau juga hati hati jangan suka bolos ya " monnie pergi masuk ke dalam mobil "apapun itu jangan terlalu di fikir kan, tetap lah dalam pengawasan mereka " kata chai "iya" kata jeje "greeb" chai menarik adiknya ke pelukan "apapun yang kau fikir kan dan apapun yang terjadi kau tidak sendiri kakak mu ada dengan mu" kata chai "saralew " kata jeje chai tersenyum "jadilah anak baik selama aku pergi" kata chai "ya kau juga jangan buat kakak ipar menderita karena sifat mu" kata jeje sambil menatap kakak nya masuk ke dalam mobil, "bye anak bodoh" kata chai "bye brengsek" kata jeje.
"aku merasa jeje sedang tidak baik" kata monnie di mobil "tidak papa dia sedang berdebat dengan diri nya nanti juga akan membaik" kata chai "kenapa kau begitu yakin? aku kawatir meninggalkan nya" kata monnie "jika dia diam dia sedang berdebat dengan diri nya mungkin butuh waktu tapi nanti dia akan kembali biasanya seperti itu setelah habis mendengar kan kata kata di ponsel nya" kata chai "percaya lah malam nanti dia akan memaki mu lagi" kata chai monnie tersenyum "tapi aku menyukai nya" kata monnie chai langsung memeluk nya dengan erat.