
mobil polisi masuk melalui pintu gerbang, jeje memperhatikan dua polisi keluar dari mobil "jeje" kata mawar , jeje menatap mawar "aku mau ke kelas " jeje pergi "jeje kelihatan nya mencari sesuatu" kata rizi sambil menatap jeje berjalan menjauh sambil melihat ke kanan dan ke kiri "astaga aku mikir apa sih" gumam jeje sambil membuka loker nya mengambil sesuatu "tapi rasa nya aneh dia biasanya selalu muncul!! sial lupakan dia lebih baik makan di kelas" kata jeje.
di tempat lain
Crist masuk ke ruangan feat "tuan ini sudah waktunya " kata Crist "belum, kita tunggu beberapa hari lagi biarkan dia tenang dulu lalu kita datang" kata feat "apa? kenapa lama sekali? " kata Crist "belajar lah untuk bersikap tenang Crist" kata feat sambil menutup laptop nya "lanjut kan saja perkerjaan mu" kata feat.
di depan kalender monnie tersenyum senang "dengar sayang beberapa hari lagi usia mu akan menjadi empat bulan kau mau mama buat kejutan seperti apa? " monnie mengusap usap perut nya "kita akan menghubungi dokter buat janji pemeriksaan" monnie pergi mendekati telpon rumah yang ada di tuang tamu "halo dokter".
pintu di buka Gilang masuk bersama dua polisi " jeje"kata Gilang "oih.. paman samu sama fengki oi oi tumben sekali" kata jeje "kau harus ikut dengan kami" kata samu "oih" jeje melompat ke atas meja "jeje tidak sopan begitu" kata Gilang "diam dosen payah " jeje memasukkan kentang goreng ke mulut nya "kau membuat ulah lagi di jalanan" kata fengki "kapan? aku di kampus kau bisa tanya pada mereka, pada dosen payah juga nih" kata jeje "tapi kemarin ada saksi yang melihat mu" kata samu "saksi apa? baik baik tunggu" jeje duduk "aku kemarin memang ada di jalan tapi aku tidak membuat keributan aku gak tawuran lagi" jeje membela diri "tapi kau tetap harus ikut kami" kata samu "dosen payah mereka mau membawa ku loh" kata jeje "pak dia.. " kata Gilang "maafkan kami pak dosen. kami har--?? " fengki menatap samu "kemana dia? " kata Gilang "dia kabur, cari dia!!" kata samu.
"sial sial aku tidak mau ikut dengan mereka" jeje meluncur dengan sketboard nya "jeje dilarang memakai sketboard di sini" kata Tini "diam kau" ucap jeje "eh aku harus ke mana ya? aku tau" jeje pergi ke dalam laboratorium "siapa yang mau ke sini coba" kata jeje.
jeje menatap pria di dekat nya yang tersenyum "berani nya kau" kata jeje "berterimakasih lah pada ku, karena aku menarik mu tepat waktu" kata niko "jangan harap! kau membawa ku ke tempat sempit seperti ini" kata jeje "aku menahan tubuh mu" kata niko "aku yakin dia di sini" kata samu "jangan bergerak" kata jeje yang duduk di pangkuan niko "tapi tidak ada siapapun di sini" kata fengki "di dalam lemari coba cek" kata samu "jangan kawatir ini lemari terbaik ku" bisik niko "lemari ini sangat sempit kau sengaja ya menarik ku ke sini" protes jeje "jika kau bicara lagi atau bergerak terus paha ku bisa patah " kata niko jeje langsung diam. "ayo pergi" kata samu "masalah apa yang kau buat" bisik niko "bukan urusan mu" kata jeje "kau terlihat sangat lucu" kata niko "kaya nya mereka sudah pergi" gumam jeje "pegang bahu ku aku akan membuka pintu nya" kata niko "kau mau mengerjai ku? " jeje mendorong pintu namun tidak bisa terbuka "kenapa tidak bisa? " kata jeje "pintu ini suka terkunci tiba-tiba, untung aku membawa nya " kata niko "cepat buka udah pengap nih" kata jeje "aku ada untuk memberi mu nafas buatan" kata niko "sial" kata jeje "jangan gerak kuncinya ada di saku ku" kata niko.
begitu pintu terbuka jeje langsung keluar menghirup oksigen dengan puas "huf.. " jeje melihat kotak tempat dia bersembunyi barusan "kau sengaja menarik ku ke kotak kayu itu kan? iya kan? " kata jeje "hei baby Soikham kau seharusnya berterimakasih pada ku, ku yakin ada sesuatu yang kau lakukan" kata niko "jangan sok tau" jeje melihat ke jendela "yeay siapa yang mau ikut dengan mereka " kata jeje "kau buat apa sih? sampai mereka mengejar mu? " tanya niko "plak" niko memegang pipi nya "jaga jarak" kata jeje "apa? " kata niko "jangan cari kesempatan dalam kesempitan" kata jeje "apa dia tidak sadar saat aku menarik nya tadi aku sempat mencium nya bahkan dia memegang ku dengan erat" kata niko dalam hati "aman" jeje memperhatikan keadaan di luar lalu pergi "baby.. aku mencintai mu kau tau kan" kata niko "**** you" kata jeje niko tertawa kecil "satu poin".
Di rumah tuan muda soikham
kohsoom menjilati wajah jeje yang tidak bergerak sama sekali " kenapa dia? "kata jerico " diam atau melamun? "tanya Steven " apa yang aku lakukan aku benar-benar sadar, dia mencium ku namun kenapa aku membiarkan nya. kenapa aku memeluk nya di saat dia menarik ku? tidak tidak ini tidak boleh terjadi "kata jeje sambil perlahan berbaring " jeje"kata monnie "jeje jangan berbaring" kata kal "kenapa aku diam? seharusnya aku menghajarnya kenapa sekarang tubuh ku tidak bergerak sesuai keinginan ku? bahkan waktu itu aku sudah siap membunuh nya dengan pistol kakak, tapi kenapa? sial. apa yang terjadi? " kata jeje dalam hati "rraww"jeje baru menyadari kohsoom menjilati tangan nya " oih kohsoom peluk aku"kata jeje "adik sudah ayo keluar" kata monnie "iya bentar" jeje memeluk kohsoom "aku tidak akan memberi nya celah sedikit pun lagi" kata jeje sambil menatap kohsoom .