
Chai melihat ke arah jendela "aku merasa ada yang memanggil ku"kata chai dalam hati chai mengerutkan dahinya "aku mendengar sesuatu di dalam kepala ku"kata chai dalam hati dia menjadi gelisah "gimana tuan?"kata pria di depannya "kenapa dengan tuan?"fikir bai "baik, itu sangat baik"kata chai "jadi anda setuju?"tanya mereka chai mengangguk .
"kak kal...kak..kal...mata..ku..mataku!"kata jeje "jangan panik, jangan panik aku di samping mu"kata kal sambil menepuk nepuk bahu jeje yang terlihat panik "mataku..jangan jangan mataku "kata jeje "tidak....tidak....jangan panik"ujar kal lalu dia memeluk jeje "tenang..tenang..jangan panik"kata kal niko terkejut melihat cara kal menenangkan jeje dari luar pintu "pak polisi terlihat santai sekali menenangkan jeje, seakan akan mereka sudah kenal lama"fikir niko "kau jangan panik, matamu baik baik saja"kata kal "baik dari mana mereka...mereka memperban mataku tolong jawab aku apa mataku buta? APA MATAKU BUTA? Mataku mereka tutup dengan perban pasti terjadi sesuatu!! Mata ku pasti buta"kata jeje "tidak je, tidak...kau tidak buta percayalah"kata kal "lalu...lalu gimana pertandingan nya...aku bahkan tidak bisa melihat tangan ku apalagi jalanan! Kak kal, apa kak chai tau mataku di perban"kata jeje "kenapa kau diam kak kal, katakan sesuatu"jeje memegang tangan kal "dia belum tau"kata kal "kak chai pasti panik, jangan katakan apapun padanya kak kal. Tapi bagaimana dengan pertandingan aku aku gak bisa melihat sekarang"kata jeje "pertandingan?"fikir niko "kau tenang kan dirimu, jangan panik"kata kal "permisi"dokter datang.
Chai menatap ponsel nya yang ada di meja "mengapa belum ada kabar?"fikir chai "apa dia sudah pergi bertanding"kata chai "tuan"ada suara dari luar pintu "ada apa!?"kata chai "saya bai tuan"kata bai chai segera bangkit dari ranjang nya dan membuka pintu "mohon maaf tuan"kata bai "katakan ada apa?"kata chai "nona, tuan nona mengalami masalah"kata bai.
Niko duduk di taman rumah sakit sendirian lalu dia memegang lukanya akibat tusukan pisau dari orang misterius kemarin "kak niko"rizi datang "kak niko gimana keadaan jeje?"tanya mawar "ka..kalian kapan datang"niko berdiri "aku membawa mereka"kata wahyu "jadi gimana keadaan nya kak?"tanya anggel "dia sedang di dalam melakukan pemeriksaan lagi"kata niko "minum lah air"wahyu menyodorkan sebotol air ke niko karena dia tau niko tak setenang yang orang lain lihat dia tau niko sedang menghkwatirkan jeje "apa kita boleh melihat nya?"kata rizi "ku rasa tidak sekarang, dokter mencoba menenangkan jeje di dalam"kata niko.
Sara melihat sekitar nya sambil mengerutkan dahinya "ini aneh"fikir sara "ayo cepat mulai"kata crist sambil tersenyum lebar "iya kenapa lama sekali"kata peserta lainnya "PERTANDINGAN DI BATAL KAN!!"tiba tiba ada pemberitahuan crist dan yang lain terkejut "apa apaan!! Kita semua sudah siap"kata crist "tidak ini belum siap"kata sara "apa maksudmu! Apa karena jeje tid-- apa masalah nya"kata crist "jangan jangan jeje "fikir sara peserta lain pun menatap ke arah crist dengan curiga.
Kal keluar dari pintu "gimana?"kata akemi "dia sudah tidur"kata kal "itu dokter yang memeriksa jeje tadi"kata lim "eh dok..dokter"kal menghampiri dokter itu "ada apa?"tanya dokter "gimana keadaan nona kecil ku?"kata kal "hum yang kau periksa barusan"kata kal "oh..nona jeje ya"kata dokter, kal mengangguk "begini tuan, nona jeje mengalami luka di dekat area mata dan juga mengalami iritasi yang lumayan agak parah tetapi kami sudah melakukan yang terbaik untuknya dan dia harus istirahat untuk tiga hari kedepan di sini karena dia harus berada di pengawasan kami"kata dokter "apa..apa dia buta?"kata kal dokter langsung terdiam "kenapa kau diam!! jawab aku"kata kal "kami belum dapat memastikannya tuan, tunggulah beberapa hari lagi, di saat perban nya sudah bisa di buka maka kita akan tau hasilnya"kata dokter kal mengepal tangannya "kau ini bagaimana sih, mana pemilik rumah sakit ini"kata kal "kal!!"kata akia kal menoleh terlihat akia dan chai sudah datang "tuan"kata kal .
Chai menatap jeje yang terbaring "hum"jeje bergerak chai hanya diam dan memperhatikannya jeje duduk tiba tiba terdiam dia merasakan ada tangan yang dia pegang "kakak"kata jeje dia langsung melepaskan tangan yang dia pegang "gawat kakak kok di sini"fikir jeje "kenapa kau tidak menelpon ku?"tanya chai jeje menunduk "kakak aku salah"kata jeje sambil menoleh ke samping chai mengusap wajah nya perlahan setelah menatap jeje "kakak kau marah?"kata jeje "apa kau juga memarahi yang lain?"kata jeje "kakak ayolah"kata jeje "kau tau jawabannya"kata chai "kakak, aku tidak mengapa tubuhku terasa sulit di kendalikan"kata jeje chai memperhatikan jeje "aku meminta ikut dengan jerico di saat jerico mau menjemput kal "kata jeje sambil menunduk "lanjutkan, aku mendengar kan mu"kata chai "jerico meminta ku diam di mobil dan jangan kemana mana tapi ceroboh aku lagi lagi tidak mendengarkan nasihat mereka dengan baik, aku melihat makanan kesukaanmu jadi..jadi aku berusaha keluar dari kaca pintu mobil aku ingin di saat kau kau pulang kita bisa memakannya cumi panggang itu bersama"ujar jeje chai mengerutkan dahinya "jeje adik yang baik meskipun sekarang dia belum memiliki kasih sayang di hatinya tapi suatu saat jika kita memperlihatkan padanya dia pasti akan memahami juga, seperti dirimu dulu dia akan perlahan lahan memiliki rasa kepedulian, dan juga kasih sayang"chai tetingat perkataan monnie "tapi ketika aku membeli cumi panggang aku mendengar teriakan keras di sebrang jalan aku tidak peduli itu aku hanya berdiri menunggu cumi panggang nya selesai tetapi aku tidak tau apa yang terjadi kak, tubuhku bergerak sendiri tanpa kendali aku bergerak ke arah mereka yang sedang berkelahi aku membantu mereka kak, ini tidak seperti yang aku mau"kata jeje chai terlihat terkejut "kak chai..apa yang kau lakukan"monnie teriak keras ketika melihat chai menghadang orang yang hendak menyerang adiknya monnie "jraazzzzzzz!!"darah muncrat "sial..."chai memegang pisau yang menusuk perutnya "dorr dorr"chai masih terlihat berusaha menolong adik nya monnie chai memukul beberapa orang tapi sayang nya salah satu penjahat menendang adik monnie sampai adik monnie terjatuh chai masih berusaha bergerak lebih cepat sampai kembali terkena tusukan dua kali, ketika di rumah sakit monnie menemui chai "kau melakukan sesuatu yang membuat ku takut sekaligus terkejut"kata monnie chai memperhatikan tangannya yang di perban "aku merasa aku tidak melakukan apapun"kata chai "kau menolong teman teman kita, dan juga adikku "ujar monnie "hah?"chai terlihat kebingungan "aku juga terkejut ku fikir aku hanya mimpi, aku merasa tubuhku berada di luar kendali ku dia bergerak sendiri dan aku mengira itu mimpi"ucap chai "kau tidak sedang bermimpi kak chai..kau melakukan semuanya dan inilah yang namanya kepedulian kau memang mengatakan pada mereka kalau kau tidak akan pernah peduli tapi kepedulian itu muncul sendiri dengan kasih sayang seiring berjalannya waktu tanpa kau sadari kau melakukan semua yang ku katakan padamu"kata monnie sambil tersenyum chai kembali tersadar dari lamunan nya di saat jeje memegang tangannya, "kakak kenapa kau diam bisakah tanyakan ke dokter kenapa tubuhku bisa hilang kendali"kata jeje chai tersenyum lalu mengusap kepala jeje "kau akan baik baik saja"kata chai jeje mengangguk "aku percaya pada mu"kata jeje "kalau begitu aku akan pergi sebentar kau jangan kemana mana kali ini patuh lah aku tidak mau kau kenapa kenapa"kata chai jeje mengangguk lalu chai pergi keluar .
Niko melihat ke kanan ke kiri lalu membuka pintu perlahan jeje yang mendengar suara pintu langsung menoleh "kak chai eh bukan"kata jeje "pencundang"ujar jeje "kau masih mengenali ku rupanya"kata niko "mau apa kau kau ke sini sana pergi!!"kata jeje niko duduk di dekat jeje "aku hanya ingin melihat mu"kata niko "gak gak..sana"kata jeje "apa kau sudah sarapan?"tanya niko jeje diam saja "aku menyuruh mu pergi apa kau tuli"ujar jeje "oh..kelihatannya aku mengganggu mu ya?"kata niko "aku membawa sesuatu untuk mu dan juga dari teman teman yang lain"kata niko jeje memutar kepalanya menoleh ke arah niko "gimana kalau kak chai tau mereka menganggap ku teman?"fikir jeje "nanti kak chai fikir aku puny teman"kat jeje dalam hati "jangan!"kata jeje "jangan letakan apapun di sini"jeje mencoba menyingkirkan sesuatu di meja dekat ranjang nya melihat itu niko langsung menyingkirkan gelas dan barang lainnya di meja kecil itu "jangan letakan apapun yang kau bawa di sini!! Dan pergilahhh!!"kata jeje sambil meraba meja di samping nya "tap"niko memegang tangan jeje "kau jangan begini"kata niko "jangan berlebihan, tidak baik"kata niko "aku akan pergi kau istirahat lah, agar segera kembali ke kampus"kata niko lalu dia melepaskan tangannya jeje "pergilah"kata jeje niko berdiri "hei pecundang"kata jeje niko menoleh "kau beneran membawa barang barang dari mereka kan juga milik mu?"kata jeje "jangan diam saja aku bisa menendang mu"kata jeje niko tersenyum "kenapa kau ingin aku membawa nya lagi"kata niko "bawa saja jangan banyak tanya!"ujar jeje niko terkekeh "katakan dulu kenapa?"kata niko "karena ini untuk mu kenapa aku harus membawa nya kembali?"kata niko "kau ini tetap menyebalkan ya!!"kata jeje niko terkekeh "katakan dulu alasannya kenapa"kata niko "kak chai akan segera kembali jika si pecundang tidak pergi mungkin akan terjadi sesuatu"fikir jeje "kau sekarang diam, jadi aku akan mening--"jeje langsung memotong ucapan niko "tinggal kan barang barang itu yang kau bawa hum..kau bawa saja kerumah mu aku akan menjemputnya segera"kata jeje "apa aku kurang jelas mendengar nya"kata niko "sungguh aku akan menenggelam kan mu ke lautan!!!"ujar jeje dengan kesal "yang ada kita akan sama sama tenggelam"niko menggigit bibir bawahnya melihat jeje menekan gigi giginya karena kesal "jangan kesal kau terlihat menggemaskan"kata niko "diam!! Aku bisa saja melempar mu sekarang, dengar ya kau bawa semuanya ke rumah mu dan aku akan menjemputnya"kata jeje "tolong katakan Dengan baik seperti ini kak niko tolong bawa semuanya ke rumah mu"kata niko jeje mengepal tangannya "ayo katakan"kata niko "**** you"kata jeje "aduh..kau kasar sekali ya baik lah aku beri dua pilihan kau katakan yang ku bilang tadi atau kau sisakan waktu luang untuk ku seharian "kata niko "waktu luang nya satu jam atau satu menit?"kata jeje "satu hari"kata niko "apa kau tidak waras?"kata jeje "ya sudah katakan saja kak niko yang baik hati yang tampan aku minta tolong pada mu dengan penuh kasih sayang dan cinta ku minta pada mu bawa kan semua barang ini ke rumah mu dan aku akan menjemputnya"kata niko "aku akan membayar mu saja deh"kata jeje "aku gak mau"kata niko "kalau begitu aku pergi dulu semoga lekas sembuh"kata niko "hei..huh"kata jeje "jadi kau akan memilih?"kata niko "tidak bisakah aku melakukan hal yang lain?"kata jeje "tidak"kata niko "oke oke hum"jeje meremas tempat tidur nya "aku katakan"kata jeje "baik ayo katakan aku akan mendengar kan mu"kata niko "ka.."kata jeje "sial..aku mau"kata jeje dalam hati "masa tidak bisa"kata niko "huh!! Aku akan pergi saja dengan mu "kata jeje niko langsung tersenyum lebar "janji"kata niko "iya aku berjanji! Sekarang bisa kau pergi membawa semuanya"kata jeje "tentu saja dengan senang hati"kata niko "cepat lah pergi!"kata jeje "baik"niko membuka pintu lalu berbalik sebentar terlihat jeje meraba ranjang nya "di mana ponsel ku? "guman jeje lalu jeje meraba meja di dekatnya "ah..dimana botol minum nya?"guman jeje "tap"niko memegang tangan jeje "haus ya?"niko meletakan botol minuman di tangan jeje "minum lah aku bantu"niko memasukan sedotan ke minumannya "ayo minum agar aku cepat pergi"kata niko "habis ini kau akan pergi kan?"ujar jeje "iya..cepat minum nanti kau bisa dehidrasi jika kelamaan kehausan"kata niko jeje mengangguk dan mulai minum setelah selesai niko kembali menutup botol minuman itu "aku meletakan nya di meja samping, agar kau mudah menemukannya jika haus. Aku pergi dulu"niko mengusap kepala jeje "kau masih menyentuh ku"kata jeje "baik baik aku pergi bye...semoga lekas sembuh jangan lupa janji mu"kata niko "iya aku ingat aku akan pergi dengan mu "kata jeje "dan katakan iya apapun yang ku mau"kata niko "iya iya eh..apa? Kau bilang apa?"kata jeje "bye..bye. Aku mencintai mu"niko pergi.
kal berjalan dengan membawa buah buahan perlahan dia membuka pintu "aku datang"kata kal "kau dengan kak chai?"tanya jeje "tidak"kata kal sambil duduk membuka kulit apel "makan lah buah buahan agar semakin fit"kata kal "hum..kenapa dokter tak kunjung datang gimana dengan mataku?"ucap jeje "mereka akan datang nanti, dengar ya pasien seperti mu banyak di sini bahkan mata mereka ada yang harus di lepas"kata kal sambil menyuapi jeje sepotong apel "kau bercanda ya atau kau hanya ingin membuat ku tenang?"kata jeje "aku sungguhan loh, jika kau mau aku bisa meminta dokter membawa mata mereka pada mu"kata kal "jangan!! Aku tidak mau"kata jeje kal tertawa "kau sudah ku anggap adikku sendiri kedepannya aku akan mengawasimu lebih baik"kata kal dalam hati "griitt"pintu terbuka "halo nona jeje apa kabar?"dokter datang dengan dua perawat "oh..dokter ya"kata jeje "aku keluar dulu, dokter akan memeriksa mu"kata kal jeje mengangguk kal pun pergi "siapa di dalam?"chai datang dan melihat kal baru keluar dari kamar rawat jeje "dokter datang memeriksa nona, tuan"kata kal.
Niko tersenyum sambil melihat mejanya "pemandangan yang langka?"ujar leo "aku juga berfikir begitu"kata adhi "hei saudara ku ada apa?"kata wahyu "tidak ada"kata niko "kak niko gimana?"rizi dan beberapa orang datang niko malah menutup mukanya dengan buku mawar dan yang lain langsung saling tatap "aku sibuk nanti saja"kata niko dengan suara khas nya "hum..kak soal tadi gimana?"kata anggel "aku sibuk"kata niko sambil berdiri dan dengan gaya sok membaca buku dia pergi keluar bahkan wahyu juga melongo melihat ulah niko barusan.
"oi..oi gimana dengan mataku?"tanya jeje ketika dokter akan pergi "apa mataku..buta atau ?"ujar jeje "udah selesai?"chai membuka pintu "sudah selesai tuan"kata dokter "pergilah"kata chai "oi..oi. Kak chai dia belum jawab pertanyaan ku"kata jeje "kau sudah tau jawabannya jadi jangan tanya lagi"kata chai sambil menutup pintu dan duduk di sebelah jeje "kau menyebalkan! Aku juga harus tau mataku ini bisa di pakai tidak?"kata jeje "bisa!! Sekarang ayo kita makan"ujar chai "makan apa?"kata jeje "cumi pnggang bukan kah kit harus memakan nya bersama aku barusan menemui penjualnya"kata chai "oh..kau repot repot cumi nya pasti sudah tidak enak"kata jeje "cumi semalam yang kau pesan sudah ku beri pada anjing di jalanan ini aku pesan baru lagi. Sekarang buka mulutmu"kata chai "kau akan menyuapiku?"tanya jeje "tentu saja, siapa lagi yang harus ku perhatikan selain dirimu"ucap chai jeje memakan cumi panggang dengan perlahan "humm..ini enak banget aku...aku juga mau menyuapi mu"kata jeje "boleh"chai membatu jeje memegang tusuk cumi panggang nya dan mengarahkan nya ke mulut chai "enak banget"kata chai "hum..pokoknya harus berlangganan ini enak sekali"kata jeje "kita akan ke sana di saat kau sudah sembuh"chai mengusao kepala jeje dengan lembut.