
Malam hari yang dingin bintang masih bertebaran menghiasi langit "waktu itu aku langsung lari di kejarnya" "hahaha kau payah sekali" "gak kebayang sih"ada yang sibuk bercerita ada yang sibuk menyanyi "yu, dia sedang di tenda atau di mana?"bisik niko yang masih memegang gitar nya "aku tidak melihat nya"bisik wahyu "jeje!!"rizi menghampiri tenda jeje "jeje"kata dila "tidak ada suara"kata rizi dila segera membuka tenda nya "****..kalian ngapain"terlihat ada headset melingkar di telinga jeje"kau tidak dengar aku memanggilmu?"kata dila "jaringan sedang bagus...apa apa guys aku tidak dengar ada orang yang membuka tenda ku"kata jeje "jeje"kata rizi jeje menurunkan headset nya "ada apa?"tanya jeje "ayo keluar ini malam terakhir kita disini"kata rizi "ayo"dila menarik jeje keluar "itu dia"kata wahyu niko langsung tersenyum "ayo tambah kayunya"kata baim "teman teman nanti foto ya aku bawa kamera"kata rizi "boleh boleh"kata yang lain "kau sudah membunuh berapa orang?"ada suara kecil terdengar dari headset yang di leher jeje "belum banyak masih tuju ribu kaya nya"kata jeje "yuuuhuuuuuu!"mereka mengelilingi api unggun "membunuh??"beberapa orang melihat jeje "hum..dia sedang main game"ujar rizi sambil tertawa lalu merekam teman temannya dan memotret jeje yang masih main game "kau main game apa"wahyu duduk di dekat jeje "ini game pembunuhan tapi sial jaringan nya payah ahh sial game tidak bisa berjalan lagi"guman jeje sambil memasukan ponselnya ke saku dia menatap sekitarnya "wahyu punya rencana apa ya?"fikir niko "pegang ini, ayo minum"archie membagi minuman ke semua nya "kita harus happy fun"kata yang lain "minum"niko mengulurkan segelas minuman ke jeje "ambil minumannya"kata rizi jeje mengambil minuman dari niko "ayo ayo foto guys"beberapa orang masih sibuk berfoto jeje terlihat tidak terlalu peduli . Malam semakin larut "ayo kau juga foto"riki menarik jeje ke tengah dekat api ungun "ayo kak niko juga ikut"kata rizi "aku benci ini"guman jeje "ayo yang lain"kata wahyu niko melihat gadis di sebelahnya yang terlihat kebingungan niko tersenyum "ayo angkat tangan kalian!!"seru rizi sambil mengangkat tangan kanan jeje lalu menatap jeje dengan tersenyum "lagi lagi"kata dila "kelihatan nya kau jarang berfoto"kata niko sambil menatap jeje "bukan urusan mu"kata jeje "bersiapppp!"riki berlari ke sisi jeje "senyum lah sedikit seperti ini"kata niko sambil menggerakan tangannya ke bibir jeje agar membentuk sebuah senyuman jeje memukul wajah niko lalu menginjak kaki nya setelah menghabiskan waktu hampir semua orang masuk ke tenda "jeje"rizi menghampiri jeje yang mau pergi sepertinya "bisakah kita berfoto berdua?"kata rizi "kita sudah melakukannya tadi"kata jeje "lagi ya"kata rizi "ayoalah..."kata rizi "baik"kata rizi. Wahyu menambah kayu ke api unggun "bisakah kau duduk di sana aku akan memfotomu"kata rizi "kau beruntung aku lagi baik"kata jeje rizi pun memfoto jeje dengan semangat.
"aku sudah mengamati setiap tempat yang biasa nya dia datangi tapi kenapa dia tidak muncul juga dalam beberapa hari ini "fikir han "aku juga heran"kata afdal "mungkin ada yang menculiknya duluan"kata athan "mustahil tidak sembarang orang yang bisa menangkap anak itu"kata han sambil melihat langit malam dari jendela.
Keesokanya..
Semuanya berjalan keluar dari hutan "perkemahan ini sangat seru lain kali bisakah kita melakukannya lagi"ucap dila sambi melihat gadis bertopi hitam di dekatnya "dia diam saja seperti biasa"fikir dila "hei"rizi mendekati jeje "lihat aku menemukan bunga bunga yang cantik"kata rizi "dasar bodoh"ujar jeje "loh..aku salah ya?"tanya rizi "kau itu seorang pria"kata jeje "wah bunga nya cantik"kata dila jeje mengambil bunga dari rizi "ambil jika kau menyukainya"jeje memberikan bunga itu ke dila dan mereka terus berjalan "beruang itu mana ya?"fikir niko sambil melihat sekitarnya "kau mencari apa?"tanya archie "cari uang"kata niko "uang?"kata archie "bercanda"kata niko "ku fikir kau kehilangan uang di hutan "kata archie "beruang yuk muncul lagi"kata niko dalam hati "Aaaaa kak ada ular di jalan"kata beberapa orang "ular"niko melihat apa yang mereka tunjuk "bagaimana ini"kata mereka "duh...ada ular"kata rizi "terus saja menunggu"kata jeje sambil terus berjalan "hei jeje itu ular"kata baim "dia hanya tidur dan aku lewat"jeje melangkahi ular itu "ular tidak berbisa pun takut"guman jeje "ayo jalan pelan pelan seperti anak nakal itu"kata niko "takut kak"ucap mereka "ayo ayo tidak papa"kata wahyu sambil membimbing yang lain agar lewat. "hei kau kok tau ular nya tidur"kata rizi "diam tidak bergerak ya apa lagi kalau tidak tidur"ucap jeje "ooh...kau luar biasa kawan..semua nya tau"kata rizi "lihat ada orang datang pasti mereka mau berkemah juga"kata archie "hai cewek"ada yang menyapa jeje "sombong sekali gadis itu"kata mereka "dia barusan menyapa mu"kata rizi "jadi aku harus memukul mereka atau diam?"kata jeje rizi terdiam "oh ya jangan lupa sampaikan salam ku pada pria baik itu"kata rizi "aku sudah lupa"kata jeje tiba tiba jeje mengulurkan sebuah benda ke rizi "apa ini?"tanya rizi "bukankah kau menginginkan nya ambil lah"kata jeje rizi mengambilnya "apa ini alat penangkap ikan itu"kata rizi jeje mengangguk "tapi..waktu berangkat aku melihatmu membawa tas kecil sekarang kemana tas mu?"tanya rizi "ku bawa kau saja yang tidak lihat"kata jeje sambil terus berjalan.
Mereka tiba di kampus setelah hari menjelang siang "aku akan mengantarmu"kata rizi "aku lupa jalan pulang"jeje pergi keluar gerbang "rizi"niko menghampirinya "iya kak"kata rizi "aku dan wahyu ingin mencuci foto nya bisa berikan kamera nya?"kata niko "oh baik bai ini kak"kata rizi sebuah mobil mewah masuk ke gerbang seorang pria berjas hitam keluar "tuan silahkan"rizi yang melihat itu segera pamit ke niko dan pergi masu ke dalam mobil, niko tersenyum menatap kamera di tangannya.
Pagi hari yang cerah jeje memakai sketboard nya untuk pergi keluar rumah "kau lama sekali"wahyu membuka kamar niko terlihat ada foto jeje sendirian sudah terpajang di kamar niko dan juga ada foto bersama di mana niko menatap jeje, menegang kepala jeje,memaksa jeje tersenyum,dan juga ada telihat di foto wajah niko kesakitan."hei pemuda yang jatuh cinta sekarang berhenti memandang fotonya dan ayo ke kampus"kata wahyu "ck...tanpa senyuman saja dia sangat menawan"kata niko "aku akan berangkat duluan jika kau lama"kata wahyu. "itu bukanya jeje"baim melihat seorang wanita dengan hoodie hitam berdiri di atas sketboard sedang memberi kan sebuah box kecil ke anak anak yang kumuh di jalan "apa aku salah lihat"fikir baim .
"wuizzz"jeje meluncur di jalanan "hmm...na..na.na ehhhkh"jeje terkejut di saat ada orang yang menarik hoodie nya "mau kemana kamu?"tanya gilang "akh...eh..lepas tangan mu!! "ujar jeje "pak jangan terlalu ngebut"ucap gilang "singkirkan tangan mu, jangan sampai aku memukul mu"kata jeje "kau tidak membawa apapun, berarti kau tidak ke kampus"ucap gilang "hari ini aku libur"kata jeje "tidak ada libur hari ini"kata gilang "aku hum..aku juga mau ke kampus maksudku"kata jeje "oh ya tapi kaya nya kau mau jalan ke arah arah lain"kata gilang "tidak kok kampus kan di sana "kata jeje gilang terkekeh "apa kau lupa kampus di arah kiri bukan di sana, kau mau menipu dosen mu?"kata gilang "siapa yang menipu aku juga ke sana mau beli aqua"kata jeje "di kantin ada ngapain ke sana"kata gilang "bibi kantin tidak menjual aqua"kata jeje "sial hari ini aku mau latihan bukan ke kampus"fikir jeje "udah sampai pak"kata supir taxi gilang membayar lalu keluar "tidak bisakah kau melepaskan ku?"ucap jeje "tidak akan aku antar kamu ke ke arah kelas"kata gilang "AAAHH...kau dosen macam apa, dasar sialan"kata jeje sambil memberontak "lihat itu"kata orang orang "pasti dia buat ulah"kata mereka "DOSEN SIALAN"kata jeje "kau bilang apa barusan?"kata gilang "kau tau kau sangat menyebalkan aku membencimu dan akan memukul mu sampai kau lupa bernafas"kata jeje "pukul saja kalau bisa, aku akan menghukum mu di lapangan seharian"kata gilang "aku bisa lari kau fikir aku bodoh"ucap jeje "aku mengikatmu"kata gilang "pak ada apa ini?"tanya mawar "dia mau lari dari kelas"kata gilang "pak apa dia buat ulah?"niko dan wahyu datang "lepas dulu aku...hei..kau kejam sekali pada ku "kata jeje "biar aku pak"wahyu menahan tangan jeje "tolong urus dia saya ada rapat"kata gilang "baik pak"kata niko "jeje apa yang kau lakukan?"tanya mawar "jangan sok peduli"jeje berusaha menarik dirinya "kau pasti buat ulah kan"kata wahyu "sok tau!"kata jeje "jeje"rizi datang "menjauh dariku..aku tidak akan kemana kemana kok"kata jeje "tunggu...dulu kau harus berjanji kalau kau tidak akan lari"kata wahyu "iya aku janji jika aku lari kalian boleh pukul dua orang yang memegang tangan ku"kata jeje "enak saja"kata niko "begini kak aku yang menjamin kalau dia tidak akan lari"kata rizi "kau yakin?"kata niko "iya kak aku saja yakin"kata mawar niko dan wahyu melepas jeje "aduh..tangan jahat ku eh tangan baik ku sakit"fikir jeje "awas kalian!"jeje pergi begitu saja .
"dengar ya itu wanita yang harus kau beri pelajaran"kata bunga pada empat orang pria "baik nona kami akan lakukan permintaanmu"kata empat pria itu, "kau akan tau rasa jika berurusan dengan ku.jangan panggil aku bunga jika kau tidak keluar dari kampus ini"kata bunga "kau menyuruh orang lagi"kata dini "tentu saja"kata bunga "biar saja si jeje bakal mampus"ujat nasya .
Jeje duduk di kursinya dila yang melihat jeje langsung berdiri dan menghampiri nya "jeje"dila mengulurkan sebuah hoodie ke jeje "terimakasih sudah membantu waktu itu, hoodie nya sudah ku cuci bersih"kata dila, gilang yang masuk ke kelas melihat dila yang sedang berbicara ke jeje yang sedang memainkan ponselnya "sekali lagi terimakasih, aku akan selalu ingat itu"kata dila jeje meletakan ponselnya di meja lalu menatap dila jeje mengambil hoodie dari tangan dila "kembalilah ada dosen galak"kata jeje dila segera menoleh "oh.oo..mmaaf ..pak..maaf " dila kembali duduk di kursinya gilang tersenyum "tidak papa dila santai saja. Jangan percaya kalau ada rumor yang mengatakan saya galak"kata gilang sambil tersenyum dan sekilas melirik jeje "baik semuanya selamat pagi dan apa kabar?"ucap gilang sambil membuka buku tebal di meja "pagi juga pak dan kami kabar kami baik"kata mereka "baguslah saya senang mendengar nya"kata gilang "langsung saja ya, indonesia negara yang di kenal dengan ragam budaya dan juga sejarahnya tolong..letakan ponsel kalian dan fokus dengan materi hari ini"kata gilang "jeje"kata vito melihat jeje sedang main game "perjalanan sejarah indonesia, memiliki banyak pengaruh budaya pendatang yang berinteraksi dengan budaya lokal. Sebelum indonesia menjadi negara kesatuan dulunya merupakan banyak kerajaan..tolong ponselnya saya masih dengar loh"kata gilang "semua ponsel tolong letakan di meja saya cepat!' kata gilang "eh.. Niko sini"gilang melihat niko lewat "iya pak"kata niko "masuk bantu saya mengumpulkan ponsel mereka"kata gilang "baik"niko pun berjalan ke arah para mahasiswa sambil meminta ponsel mereka "ayo cepat kumpulkan segera.."kata niko "ponsel"niko berhenti dekat jeje.
Jeje meletakan hoodie nya yang dari dila ke loker "haha waktunya pergi"kata jeje saat di jalan tini juga sedang berjalan berlawan arah dengan jeje "jeje apa kabar"kata tini "tanya pada dirimu sendiri"kata jeje sambil terus berjalan.
"wuaaa"jeje menghindari sebuah serangan yang datang tiba tiba "tangkap dia!!"kata empat pria "gawat siapa mereka"jeje segera meluncur dengan sketboard nya "bisa kacau kalau aku berkelahi di depan kampus setidak nya aku harus menjauh dulu"guman jeje, dia belok ke jalan lain dan pergi masuk ke atas gedung kosong "hiyaaaaa"satu pria menyerang "eh eh tunggu"jeje dengan cepat menghindar lalu segera mengeluarkan benda kecil dari sakunya "hiyaa"ada satu pria lagi datang "hiyaaa"jeje maju dengan tongkat panjang.
"dia belum datang"kata jerico "iya dia lama sekali"ujar kal "ada sinyal jelek dari jeje"kata lim "aku akan cari dia"kata kal sambil melihat benda di lengannya "pip pip..pip"lokasi jeje langsung terlihat .
"bruaaggg"satu pria terjatuh ke bawah "bam!!"jeje terjatuh saat sebuah kursi mengenainya "tahan"kata satu pria yang lain "akkkhh"jeje melawan leher jeje di jerat dengan tali "hahaha gampang kan"kata salah satu dari mereka "huaaaaaakh"pria yang menjerat leher jeje berteriak kesakitan"aw sial"jeje berdiri nafas nya tersengal sengal "hiyaaa"yang lain mulai menyerang "haaaa"jeje melawan sebisanya "buaggg"satu pria terjatuh "you ok"kata kal "leherku hampir putus"ujar jeje "ayo lanjut"kal menghadapi satu pria "akkhkk"jeje menahan satu pria dengan kaki nya "mampus lu!! Mati lu!!"ujar jeje sambil memukuli pria yang tercekik di kakinya "prang!!"kaca pecah jeje berdiri "aduhh...sakit"guman jeje "hiyaaa"pria itu maju satu pria menahan kakinya "sial sial"kata jeje kal membidik tembakan ke arah pria yang menahan kaki jeje.
"motor nya tidak akan menyala bensin nya di kuras habis, ban nya juga di bocorin, beberapa kabel nya juga di potong"kata wahyu "siapa sih"kata niko "kak niko ayo pulang bersama ku motornya nanti biar di derek sama bodyguard ku"kata rizi "tapi"kata wahyu "tidak papa kak yuk masuk"kata rizi.
"anak itu cerdas juga dan aku sangat tidak menyangka"guman gilang "dia juga menolong dila, dan juga membantu mawar"kata gilang "aku yakin dia tidak berada di kegelapan sungguhan. Anak itu membuatku bingung dan kagum"kata gilang.
"terimakasih ya rizi"kata wahyu saat di mobil "iya kak, lagi pula kok bisa motornya jadi rusak?"kata rizi "aku juga tidak tau"kata wahyu "sama aku juga , tapi ini aneh saat datang motornya baik baik saja"kata niko "pasti ini ulah nya"fikir niko "kalian lap--"belum siap rizi bicara "bruaaak"ada suara keras dari atas mobil dan seseorang melorot turun di depan kaca mobil "akkh sial"orang itu terlihat kesakitan, mobil berhenti mendadak "astaga dia jatuh"kata kal "ck aduhh duh"orang melihat sekilas ke kaca lalu turun ke bawah dia terjatuh "uhuk"darah keluar dari mulutnya lalu dia pergi lari "siapa dia?"kata supir rizi "rasanya tidak asing"kata rizi "kok bisa ada orang jatuh dari langit"kata niko "mungkin orang mau bunuh diri"kata wahyu "tuan mobilnya jadi kotor"kata supirnya "kita cuci saja sambil makan"kata rizi "baik tuan"kata supirnya "tadi kayanya aku kenal deh, tapi mukanya kurang jelas"guman rizi sambil melihat kaca mobil depannya yang ada noda darah "kok aku jadi kwatir dengan teman ku ya"rizi teringat bagaimana orang itu tadi terjatuh dengan begitu keras.