
Rizi merenung di tepi kolam renang "di mana jeje?"mawar datang "aku tidak tau"rizi terlihat sedih "apa dia membentak mu juga"kata mawar rizi mengangguk "terkadang aku merasa dia menganggap ku sebagai temannya tapi terkadang aku merasa dia tidak menganggapku apa pun"kata rizi. Jeje bersandar di taman rumah nya "jeje datang lah jika kau benar benar teman ku"guman rizi "kau tidak ke kampus?"tanya kal "tunggu dulu aku sedang memikirkan apa yang ku lakukan di kampus"kata jeje "haah aku harus berangkat hari ini dan besok tidak karena aku harus latihan"ucap jeje sambil berdiri dan memakai hoodie nya.
"kelas akan di mulai"kata mawar "aku akan menunggu nya"kata rizi "kau tau jeje terkadang seperti nya reflek membentak siapapun aku merasa dia anak yang baik"kata mawar "aku juga berfikir begitu"ujar rizi. Jeje berjalan santai sambil membawa tas nya di bahu kanan nya tak lupa juga dia memakan permen karet nya "itu dia ingat rencana kita"kata bunga "baik"kata yang lain "jeje datang"kata wahyu sambil lewat tak jauh dari loker "griit"jeje membuka lokernya "byurr.."ada orang menyiram jeje dengan seember air jeje terdiam semua memandang ke arah jeje "astaga lihat ulah nya si dini"kata zio jeje menatap dini yang pergi menjauh, jeje tersenyum sinis dengan santai membuka hoodie nya "astaga..tubuh nya mungil banget"kata aciel "waw"orang orang pada terkesima melihat jeje membuka hoodie nya "untung saja tidak kena kaos ku"jeje meletakan hoodie yang terkena air ke loker lalu mengambil hoodie yang lain untuk di pakai "dia ramping sekali"kata adhi "jaga mata guys"kata hima jeje berjalan perlahan bunga juga kelihatan nya sudah menunggu nya bunga berdiri sambil melipat kedua tangan nya "dia sendiri iti mustahil mereka merencakan sesuatu dari bayangan di lantai ada orang yang bersembunyi di samping dekat binatang itu berdiri lihat saja"fikir jeje lalu dia berhenti berjalan "aih..aku lupa kalau bicara dengan orang bodoh itu percuma"kata jeje "mereka akan berkelahi panggil kak wahyu"ucap brox "aku memang bodoh tapi kau--"bunga terkejut dia di tarik jeje dan "byurrrr!!"cat dan air mengenai tubuh bunga "aduh..kok lu tukar posisi"kata nasya "ewwww"kata lusy "hahahahahahhahaha"orang orang pada tertawa "senjata makan tuan"kata mereka "awas kau jeje!!!"seru bunga "jika nyawa mu lebih dari satu panggil aku, kita bertarung sampai akhir ku saran kan jangan bawa orang tua ya aku takut kau jadi yatim piatu "kata jeje yang terus berjalan "hahahaha kasihan sekali mereka"kata shela "aku suka melihat jeje melawan bunga"kata zin "kak archie..lihat jeje membuly ku"kata bunga di saat archie lewat dengan leo "yang ku tau"kata archie "jeje tidak akan mengganggu siapun kecuali orang itu mengganggu nya duluan"kata archie sambil pergi "hhiiiiih"bunga kesal.
mawar melihat seorang wanita datang "kenapa kalian di sini?"tanya jeje "jeje"mawar ingin memeluk nya tapi jeje menghindar "oh..kau tidak suka di peluk ya"kata mawar "kau dari mana saja? Aku menunggu mu?"kata rizi jeje tidak mengeluarkan jawaban dia hanya diam "aku bertanya je, kenapa kau diam? Dan kenapa kau memarahiku?"ucap rizi "aku teman mu"kata rizi "aku tau"kata jeje "lalu mengapa kau selalu menghindar dari ku? Aku ini teman mu atau musuh mu"kata rizi sambil menatap jeje yang diam mematung "kau tidak mengerti, aku melakukan sesuatu pada kalian itu ada sebab nya"kata jeje sambil mengeluarkan dua box dari dalam tas nya "pegang ini"kata jeje ke mawar "aku selalu mencoba mengerti tapi"rizi diam ketika jeje menarik leher nya "apa kau mau mati!!! Ku tanya pada mu apa yang ketaui!!! Kau tau apa? Kau tau kan orang yang tidak menyukaiku menyuruh orang untuk membunuh ku!! Jadi kau tidak boleh di dekat ku!! Bagaimana jika orang itu tau kau dan dia temanku!! Mereka juga bisa membunuh mu apa kau paham!! Seorang pembunuh akan terus mengejar target nya tidak peduli dengan cara apapun termasuk membunuh teman nya!"seru jeje "jeje tenang lah"kata mawar "aku tidak mau kau atau pun dia terlibat dalam urusan ku, bunga akan terus menyuruh orang sampai aku mati!!"jeje melepas leher rizi lalu pergi dan menendang tong sampah di dekat nya lalu keluar lewat pintu "dia marah pada ku"kata rizi "tidak rizi kau lah yang harus tenang ini box dari nya"kata mawar rizi mengambil satu box lalu membuka nya ada makanan dan kertas kecil "aku tidak tau apa yang di lakukan sebagai teman tapi yang ku tau seorang teman harus melindungi temannya yang lain aku sedikit kasar terkadang aku mencoba berbuat baik pada kalian tapi itu sulit, jangan cari aku "itulah yang tertulis di kertas kecil "jeje"rizi segera lari keluar mencari jeje mawar juga keluar "jeje di mana?"kata mawar .
pria itu membawa jeje ke rumah nya"siapa yang kau..astaga jeje kau terluka ayo masuk"kata wahyu "kau sang--"jeje kembali terdiam di saat pria yang menolong nya menutup mulutnya "bisa tenang, kau aman di sini"pria yang tidak lain adalah niko melepaskan tangannya dari mulut jeje lalu pergi mengambil kotak p3k "ini minum"kata wahyu "hah hah hah"jeje mulai mengatur nafas nya "dahi mu terluka harus di obati "kata niko "tid--"tangan jeje di tahan niko saat hendak menepis kapas kecil dari tangan niko "ku yakin kau tidak akan kesakitan jadi kau pasti bisa menahan perihnya ini"niko menempelkan kapas itu ke luka jeje "akh"jeje kesakitan tetapi dia tidak mau menunjukannya "bisa buka jaketmu, lengan mu ada goresan"kata niko jeje membuka jaketnya "aku selalu mendorongnya agar dia menjauh tapi dia sama seperti rizi walaupun aku menghantam nya dengan kebencian tetapi tetap menolongku"fikir jeje "aku tidak peduli kau akan semakin membenciku atau apapun yang ku tau aku sudah jatuh cinta pada mu"kata niko di dalam hati wahyu hanya melihat mereka dari jauh "kenapa?"kata jeje "hm?"niko masih membalut lengan jeje dengan perban "mengapa kau melakukan hal bodoh seperti tadi?"kata jeje sambil menatap orang di depannya "apa itu salah?"kata niko sambil menatap jeje lalu lanjut mengobati goresan di betis jeje "kau tau--"ucapan jeje di potong langsung "aku tau itu bahaya, dan aku tau jika mereka menemukan aku membawa mu mereka juga akan menghabisi ku tapi aku bisa apa "kata niko "maksudmu?"jeje terlihat bingung "seperti yang ku katakan saat aku membawa mu ke perpustakaan"kata niko "apa yang kau katakan di sana"kata jeje "ku rasa kau tau"niko berdiri dan membereskan semuanya "aku tidak tau"kata jeje niko berhenti melangkah lalu berbalik menunduk sedikit ke arah jeje "karena aku menyayanginu"kata niko dengan suara yang sangat pelan jeje terlihat kesal " kau mempermainkan ku? Aku yakin semut juga tidak akan dengar suara mu"jeje berdiri "lain kali aku akan katakan , kau bisa istirahat dulu"kata niko "aku harus pergi"jeje memakai jaket nya "kau yakin kau masih terluka?"kata niko "lalu, apa urusan mu?"kata jeje "hum..biar aku yang mengantar mu"kata niko "tidak perlu"jeje merapikan jaket nya baru mau melangkah jeje berbalik lagi "aku juga akan menghajar mu karena apa yang kau lakukan pada ku tadi"kata jeje lalu dia melangkah "aku menunggu!"kata niko sambil melihat jeje keluar "apa yang kau lakukan pada nya?"kata wahyu wajah niko langsung merah "menolongnya lah apa lagi"niko pergi ke kamarnya "kau bohongkan wajah mu merah"kata wahyu "aku belum siap bicara"kata niko "ayo katakan"kata wahyu "astaga aku benar benar mencium nya"kata niko dalam hati "kenapa kau tidak bilang langsung kalau kau suka pada nya"kata wahyu "deg deg kan yu, suara ku hilang kalau di depannya"kata niko sambil memeluk bantal nya.