
Milli melihat jeje berjalan ke arahnya "siapa nama singa ini?"tanya jeje "nikoko nona"kata milli "waw...koko nama yang baik"kata jeje "jeje kau tidak ada kelas hari ini?"tanya kal "tidak ada!"kata jeje sambil melihat seekor singa sedang mengunyah sepotong daging besar "apa dia sudah jinak?"kata jeje "sudah mulai nona"kata milli "koko...koko..."kata jeje "nona"kata lim "hm"jeje menoleh "jangan terlalu dekat"kata lim sambil tersenyum.
Vito melihat ke arah kursi jeje yang kosong "dia tidak datang lagi kan?"kata baim "dunia serasa milik nya sendiri"kata brox "kemana jeje ya"fikir dila "halo"mawar datang "eh"dila menghampiri mawar "tumben kemari, ada apa?"tanya dila "aku mau tanya apa jeje datang hari ini?"tanya mawar dila menoleh ke arah kursi jeje lalu menggelengkan kepalanya "tidak datang"kata mawar.
"duh...pelan pelan" "iya tahan dikit dong" "papa lu kok jadi kasar sih" "mana aku tau" "du...h ngeri nih" tini mendengar ada suara dari ruangan di depannya "grriit"pintu di buka terlihat bunga dan teman temannya ada di dalam "astaga, muka kamu kenapa bunga?"kata tini "ini karena pap-- hm"mulut nasya di tutup oleh dila "sebenarnya ini karena jeje bu, dia memukuli saya beberapa hari ini. Saya tau saya dulu pernah membuly nya dan saya sudah minta maaf tapi..hisk..hisk...dia memukuli saya bu"bunga mulai menangis "loh kok jeje"fikir nasya "i..iya bu jeje sepertinya balas dendam"kata dini "nah betul tuh"ucap lusy "jeje melakukan ini semua?"fikir tini "ahhh..aduh sakit sekali..ibu pasti tidak percaya kan, aw...sakit tangan jeje memang kuat sekali"kata bunga sambil melirik ke arah tini yang terlihat sedang berfikir.
Archie duduk dengan buku di tangannya matanya menatap ke arah buku tetapi dia tidak sedang membaca nya, "apa niko beneran suka jeje?"fikir archie "tapi apa mungkin, kenapa bisa?"guman archie "bagaimana orang yang memiliki sifat dingin malah menyukai orang yang bersifat dingin juga?"kata archie sambil memejamkan matanya ada rasa sesak di dada nya yang entah dari mana asalnya.
Gilang kembali menggelengkan kepalanya "tidak hadir lagi"kata gilang "anak yang unik. Aku harus cari cara agar bisa dekat dengan nya"guman gilang.
Chai mendengarkan jadwal nya yang di bacakan oleh bai "baiklah"ucap chai "iya tuan"kata bai "tuan apa nona akan ikut ke acara besok?"tanya wut "kemungkinan dia ikut"kata chai "baiklah tuan"kata bai "jadi siapkan pengawalan yang ketat"kata chai "tuan nona tan datang"kata wut "suruh dia masuk"chai langsung duduk dengan tenang "maaf mengganggu waktu istirahat mu tuan chai" kata tan "santai saja"kata chai "ada seorang pria dari perusahaan citra jaya yang memaksa ingin bertemu dengan anda"ujar tan "citra jaya"kata chai "iya dia sangat sangat memaksa ingin bertemu dengan anda"kata tan "suruh dia menunggu ku, aku akan datang"kata chai "baik tuan"kata tan.
Han menatap tangan kirinya yang terkepal dengan penuh amarah dan dendam "aku akan membunuh mu gadis ****** sialan!! Aku akan membuat mu tersiksa, dan mati dengan penuh penderitaan"kata han athan hanya diam saja melihat temannya itu "apa kau akan kembali ke tuan alder?"tanya azam han makin terlihat penuh amarah "aku selalu mengalah dengan tuan alder, melihat saudara saudaraku mati satu persatu di tangannya dan bahkan dia juga menghabisi ayahku dan dia juga sangat ingin menghabisiku! Maka aku tidak akan kembali padanya!! Aku akan bangkit sendiri dan menunjukan kekuatanku pada nya"kata han dengan mata merah.
Sara turun dari motornya keringat membanjiri wajahnya setelah seharian latihan "hah..hah..hah"dengan nafas tersengal sengal dia berjalan menghampiri rekannya lalu mengambil sebotol air dan meneguknya "kau semakin cepat"kata guff "iya bos"kata sara "tetapi saat pertandingan bukan hanya kecepatan yang harus di perhatikan tetapi juga para pemainnya"kata guff "menurutku hanya ada satu pemain yang sangat berbahaya"ucap sara "jeje?"kata guff sara menggelengkan kepalanya "pemain dengan motor kuning"kata sara "siapa?"guff menunjukan semua foto para pemain "ini"kata sara "crist? Kenapa? Dia bahkan belum pernah mengalahkan jeje"kata guff "dia menggunakan cara curang, bahkan tidak segan membunuh para pemain lainnya.salah satunya diriku sendiri"kata sara dengan yakin.
Malam harinya..
Plot non menyiapkan hidangan di meja, may menyiapkan minuman untuk chai dan juga jeje "kau akan ikut besok?"tanya chai "hum..acara yang..hum..apa ya lupa lagi.."kata jeje "lelang nona"kata milli "nah ya..tapi jangan lama lama ya aku bosan di sana melihat para orang kaya yang bodoh! Mereka membeli barang yang tidak mereka butuhkan dengan harga tinggi"kata jeje chai terkekeh mendengar ocehan adikknya "tidak akan lama"kata chai "baiklah usahakan kau bijak memilih ya, jangan terlihat seperti orang bodoh di sana"kata jeje semua nya terdiam jeje juga menyadari suasana jadi hening di saat dia berhenti bicara "siapa yang kau sebut orang bodoh?"tanya seseorang jeje langsung berdiri dan berbalik melihat seorang pria berjas merah maron "siapa dia kak chai?"tanya jeje "kenapa kau kemari papa?"kata chai "papa?"guman jeje "siapa gadis ini?"kata pria itu "kau tau jawabannya"kata chai "kalian keluar semua aku mau bicara dengannya"kata pria itu semua nya pun beranjak pergi termasuk jeje "TUNGGU!!"kata chai "jeje tetap lah di sini, kau adalah keluarga ku"kata chai jeje pun menatap chai dan mengisyarat kan agar jeje duduk di dekatnya "ada apa papa, kau barusan menggangguku "kata chai dengan ketus "ada satu hal penting yang ingin ku bahas, tetapi lupakan . Apa dia gadis yang kau masukan ke dalam keluarga kita?"kata pria itu "betul"kata chai "kau sudah tau, lalu mengapa kau masih bertanya?"ujar chai yang terlihat agak enggan bicara dengan papa nya sendiri.
Niko meneguk minumannya "dia sekarang menjadi buta arah, dia tidak tau apa apa tetang cinta dia hanya melihat dunianya yang penuh kebebasan"niko teringat perkataan ariel "dia juga atheis karena jeje tidak percaya pada tuhan lagi"kata ariel. Niko menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan "sesakit itu kah luka mu?"guman niko wahyu yang melihat niko seperti orang yang frustasi segera datang mendekat "apa lagi? Apa karena dia tidak datang ke kampus?"ujar wahyu "hum..iya juga tapi ada yang lain lagi"kata niko "apa? Apa kau takut dia tidak akan menerimamu terus"ujar wahyu "aku ingin mengubah pola fikirnya yu, tetapi itu akan sulit karena luka di masa lalunya sangat sangat dalam sekali. Dan dia masih sangat terluka"kata niko "kenapa kau berfikir begitu?"kata wahyu "jeje ternyata dulu gadis yang ceria yu , bukan dingin seperti saat ini. Karena jeje yang sekarang telah menutup rapat hatinya dan membutakan diri akan rasa cinta dia bahkan jauh dari segelanya, karena lukanya dia meninggalkan sebuah keyakinan yang seharusnya di miliki seseorang di dalam diri mereka"kata niko "maksudmu?"ujar wahyu "karena rasa sakit yang mendalam jeje menjadi benci kepada semua hal dan juga meninggal kan banyak hal salah satunya rasa cinta dan juga keyakinan pada tuhannya"kata niko lalu dia menatap wahyu "jeje tidak percaya pada tuhan"kata niko.
Jeje memperhatikan pria yang bicara pada chai "aku pernah melihat nya"fikir jeje "tapi kapan"kata jeje dalam hati "gadis macam apa ini? Kau tau gadis yang berdiri di samping mu adalah seorang petarung"kata pria itu "cukup tuan soikham!!"kata chai "ya..dia pria yang mobilnya menabrak cafe saat aku dengan dog bego"fikir jeje "ku fikir gadis lucu dan lembut , gadis ini bisa membunuhmu kapan pun jika dia mau, ku yakin gadis seperti dia pasti tidak memiliki status yang benar"kata pria itu "jika membahas tentang ku maka aku akan diam! Tetapi tidak dengan adikku"kata chai sambil mengepal tangan nya "kak chai"jeje menggenggam tangan chai "dia papa mu, dan dia tidak salah"kata jeje sambil membuka topinya pria itu langsung terkejut "dia bukan hanya gadis petarung tapi dia juga gadis yang di cafe itu, tapi apapun itu dia tetap tidak pantas di sini bisa saja dia ada niat buruk dan juga dia terlihat seperti brandalan tidak jelas terlihat seperti binatang liar. Anak jalanan tetap anak jalanan"fikir pria itu "dia tidak salah kak chai"kata jeje "papamu dan aku pernah bertemu di saat mobil papamu menabrak area laga dan juga cafe dia melihat semuanya"kata jeje "apapun itu aku tidak suka dia bicara seperti itu dari tadi, seolah olah dia meremehkan mu"kata chai "ya ya..aku juga pernah melihat mu tidur di halte kau anak jalanan"kata pria itu "di mana orang tua mu?"tanya pria itu "papa!!!"chai terlihat marah "dia memang pernah tidur di halte dan itu tidak salah! Dia juga pernah menolong nyawa mu apa kau lupa!! Jika masih bicara aku akan membuat keluarga ku sendiri dengan adikku"kata chai "maaf tuan.."jeje memberi salam pada pria itu lalu pergi "jeje kembali!!"kata chai tetapi jeje tidak berbalik "ini semua salah mu!!"kata chai.
Kal berdiri melihat jeje keluar "kau mau kemana ? Apa sudah selesai?"tanya kal "kak chai menyuruhku pergi sendiri ke suatu tempat kalian tetap di sini"jeje membawa motornya lalu pergi "ini aneh bukan?"kata hary "sejak kapan tuan chai menyuruh nona pergi sendiri"kata zio.
chai langsung masuk ke dalam mobil setelah memarahi jerico yang tidak mengikuti jeje. "cari ke rumah nya"kata chai "baik tuan"kata bai mobil meluncur di jalanan dengan kecepatan tinggi, chai langsung turun di saat mobil berhenti di depan rumah jeje "selamat datang tuan"sapa penjaga rumah "apa nona di sini?"tanya chai "tidak tuan sudah lama nona tidak pulang"kata penjaga rumah "JANGAN BERBOHONG!!"kata chai "sungguh tuan anda bisa memeriksa semuanya tuan"kata penjaga rumah chai langsung menyuruh pengawal memeriksa ke dalam rumah namun jeje tidak di temukan. "tuan mungkin nona pergi ke klub"kata wut "ayo cepat"kata chai mereka segera pergi lagi "kal!!"bai menghentikan mobilnya "dimana nona?"tanya chai "tuan mohon maaf saya kehilangan jejak nona berjalan ke arah sana tuan dia langsung menghilang"kata kal "hah!! Cari lagi!!"kata chai.
Niko terlihat sedang kesal "kenapa gak dari tadi bilang nya sih"gerutu niko "ya...maaf aku baru ingat kalau pak gilang menyuruhku mencari spidol merah, pena merah,dan juga penggaris segitiga yang besar"kata wahyu "ganggu orang mengkhayal saja"kata niko "memang di koperasi gak ada ya"kata niko "gak ada niko berhentilah menggerutu aku selalu menemanimu kapannpun loh"kata wahyu "oh..jadi kau gak ikhlas?"kata niko "huh ikhlas lah, diam lah aku traktir kau sesuatu"kata wahyu.
chai terlihat semakin kesal karena jeje tidak di temukan bahkan di tempat biasa dia kunjungi bersama jeje juga tidak ada, "kemana kau jeje"fikir kal tiba tiba ponsel nya berbunyi kal segera meminggirkan kendaraanya "halo, aku juga tidak menemukannya lim.jeje hilang begitu saja saat di keramaian, dan aku sudah mencoba mencarinya tetapi nihil"kata kal "diam saja di sini jika tidak mau turun, biar aku yang masuk. Spidol merah tuh susah nyarinya"kata wahyu "aku juga ikut ngapain aku di sini"kata niko "eh!?"niko melihat kal yang berdiri tidak jauh darinya "kau duluan yu, nanti aku nyusul"kata niko "heleh"wahyu pun pergi duluan "aku juga tidak tau dia di mana?"kata kal "iya..dia cepat sekali menghilangnya jadi apa yang harus kita lakukan?"ucap kal "pak polisi"kata niko kal langsung menoleh "nanti aku kabari"kal mematikan ponselnya "kau sedang apa malam malam begini?"ujar kal "menemani saudara ku membeli sesuatu, apa kau sedang bertugas pak?"kata niko "eh..aku tanya dia aja kali ya"fikir kal "apa kau melihat seorang gadis yang lewat di sini?"kata kal "gadis? Aku belum ada lihat aku juga baru datang"kata niko tetapi kal langsung pergi "aneh sekali dia"fikir niko "oh..pasti pak polisi sedang kencan"guman niko.
Ariel melihat jeje yang sudah tertidur pulas di sofa "ini tidak seperti biasa nya dia tidur cepat"kata jojo "aku juga merasa begitu"kata yang lainnya.
chai semakin marah dari sorot matanya terlihat bahwa chai sangat menghkwatirkan adik satu satunya.
matahari mulai muncul menerangi alam, chai terlihat memakai baju rapi dengan dasi berwarna hitam "cari terus nona sampai ketemu"kata chai tiba tiba ponselnya berdering "halo"kata chai "kakak apa kau sudah bersiap? Jangan bilang kau lupa jadwal mu"terdengar suara jeje "**** you!! Dari mana saja kau semalam?"kata chai "aku cuma pergi sebentar saja"kata jeje "kau menelpon ku pakai ponsel siapa, ponsel mu ada di rumah"kata chai "pakai telpon umum"ujar jeje "telpon umum di mana?"tanya chai "di jalan langit biru"kata jeje, chai langsung menutup telpon "segera ke sana"kata chai.
Jeje mengerutkan dahinya "kebiasaan buruk mu kak, aku bahkan belum selesai bicara"kata jeje sambil kembali meletakan telepon yang di pegang, lalu pergi keluar "huaamm...tidur yang damai sekali"guman jeje "hey!"niko segera turun dari mobil "pecundang"jeje langsung berjalan ke arah motornya "tunggu dulu"niko menarik tangan jeje "jangan ganggu aku!"ujar jeje "apa yang kau lakukan di sini? Para dosen mencarimu"kata niko "bukan urusan mu!! Lepas kan aku"kata jeje "DIAM!"kata niko sambil menatap mata jeje "apa kau marah pada ku? Sampai kau tidak datang ke kampus beberapa hari"kata niko "cih..fikiran mu terlalu pendek, kau fikir aku marah pada mu gara gara fans mu menyerang ku!!"kata jeje lalu jeje mendorong niko dengan tangan kirinya "aku membencimu!! apa kau tidak sadar betapa bodohnya dan buruknya yang kau katakan tentang ku, semua menghujat ku tidak masalah tapi aku mau kau yang merasakannya!! Karena ini salah mu!! INI SALAHMU!!"kata jeje "demi tuhan jika kau berfikir ini salah ku, ya ini memang salah ku"kata niko "salah ku mencintai orang yang tidak mencintai ku. Apa kau sadar aku tersiksa karena cinta ini. Menunggu mu agar kau mengerti apa itu cinta"kata niko "kau mau tau?"kata jeje "hum?"niko melihat sorot mata jeje seketika berubah menjadi tatapan orang dengan kebencian yang mendalam "cinta adalah kebohongan, cinta adalah kepalsuan!!, dan cinta adalah rasa sakit yang berkedok kasih sayang"kata jeje dengan suara penuh tekanan "kau salah"kata niko "kau yang salah! Bukan kah kau bilang kau sangat tersiksa karena cinta kan!! Jangan pernah mengatakan hal bodoh di depan ku da--"jeje terkejut di saat niko menariknya ke dalam dekapan niko "apa kau merasakan? Bahkan jantung ku langsung bergerak cepat saat aku melihat mu.cobalah rasakan sedikit kehangatan dengan hatimu"kata niko "huh"jeje menarik dirinya lalu mengayunkan tangan dan menampar niko "tampar aku lagi"kata niko jeje pun menampar niko lagi "kau mungkin mengalami luka berat sangat berat, sampai kau mengubur rapat rapat hatimu. Hati tempat menyimpan perasaan, kasih sayang.kau juga lupa kalau kau masih hidup, kau masih hidup jadi jangan bunuh hati yang ada di dalam dirimu"kata niko "aku tau apa yang baik untuk ku"jeje berbalik "TUNGGU"kata niko tetapi jeje tetap tidak berhenti "beri aku waktu AKU AKAN MENUNJUKAN PADAMU BAHWA UCAPANKU BUKAN HANYA PERKATAAN BODOH! AKU AKAN BUKTIKAN CINTA KU PADAMU BUKAN SEKEDAR KEBOHONGAN!!"kata niko tetapi jeje mengangkat tangannya menunjukan jari tengah untuk niko.
Lusy melihat bunga yang tersenyum "kuka luka ku ini ada gunanya juga"kata bunga "maksudmu kau senang papamu memukul mu?"kata dini "dasar bodoh, tentu saja tidak, tapi..dengan ini aku bisa menyingkan jeje cepet foto aku dan salah satu dari kalian pakai lah hoodie agar terlihat jeje memukuli ku"kata bunga sambil tersenyum licik.
jeje menghentikan motornya "oi..oi..kalian mau menabrakku!!"kata jeje chai keluar dari mobil segera menghampiri jeje "tuk!!"jeje terdiam di saat tangan chai mengetuk dahinya "anak nakal"kata chai.
Seorang wanita merapikan rambut jeje "jadi kau semalam kemana?"kata chai sambil duduk di meja "aku cuma main dengan ariel"kata jeje "apa kau marah karena kejadian itu?"kata chai "hahaha jangan bercanda kak"jeje terkekeh "papa mu tidak salah dia mengatakan hal yang benar. Aku anak jalanan tidak ada siapapun dan juga aku seorang petarung da--"kata jeje "dan aku bukan siapa siapa bagi mu?"kata chai yang terlihat murung "jangan marah kak.kakak ya kakak ku dan aku adikmu kau milikku aku milikmu jika tidak mengapa aku selalu menelpon mu untuk mengingatkan jadwal mu"kata jeje chai tersenyum "kau juga adikku satu satunya , brandal kecilku yang manis"guman chai "kai bicara apa?"kata jeje "tidak ada"kata chai.
Niko melihat foto di mading seorang memakai topi hoodie putih sedang memukul bunga dengan tongkat basebal dan juga ada foto bunga di pukul dengan benda lainnya "apa apaan ini!"kata niko "aduh..aku benar benar di pukul sama jeje"ujar bunga "kapan?"kata orang "belakangan hari ini"kata bunga "coba siapa yang memakai hoodie selain jeje"ujar dini "aku!"kata niko terlihat di tangannya memegang hoodie berwarna krim topi dan lengan hoodie berwarna putih "kak niko"kata yang lainnya niko berjalan menarik tangan bunga dengan kasar dan membawa bunga pergi dari sana "aduuh kak niko sakit!! Aduhhh"kata bunga "kau"niko menghempaskan bunga begitu saja "aduuuuh..kak"kata bunga "apa apaan kau ini"kata niko sambil melempar hoodie nya "aku tau..aku sangat tau kau marah dan tidak terima kalau memang jeje yang memukul ku"kata bunga "jeje sudah hampir seminggu tidak hadir!!"kata niko dan vito bersamaan namun berbeda tempat "aku tidak bohong teman teman, bunga hanya memfitnah jeje"kata vito "ooh..jadi jeje gak melakukan itu"kata mereka "jika kalian tidak percaya kalian boleh lihat ini"wahyu menunjukan sebuah buka absen "benar teman teman jeje tidak hadir"kata mereka . "jika kau melakukan ini lagi aku gak akan segan melaporkan mu ke polisi karena ini fitnah !"niko langsung membawa hoodie nya pergi.
Suasana semakin ramai "kau mau kemana?"chai memegang lengan jeje di saat jeje hendak berdiri "aku bosan jadi aku mau duduk dekat meja di sana, aku juga bisa pesan minuman kesukaanku"kata jeje "jangan jauh jauh"kata chai "aku mengawasimu"kata chai dan jeje bersamaan "kenapa kau ikut ikut sih! dengar ya aku mengawasimu dari sana awas jika kau membeli barang yang tidak berguna"kata jeje "aku juga mengawasimu. Jika kau pergi lagi tanpa izinku aku akan memborgol mu"ujar chai "bawel"jeje pergi menghampiri sebuah meja panjang "patung tangan ini terbuat dengan campuran emas"kata seorang pria yang berdiri di depan tetapi chai sibuk melirik adiknya "ada ingin minum sesuatu?"tanya seseorang "hum"jeje mengangguk "buatkan aku minuman yang terbaik"kata jeje "sstt"jerico memberi kode pada pria yang sedang meracik minuman agar membuatkan jeje minuman tanpa akohol "enam ratus juta" "delapan ratus juta" "wah..semakin tinggi ada lagi yang ingin menawarkan harga yang lebih tinggi?"kata pria berjas hitam. Jeje memberi kode ke chai agar tidak membeli patung itu chai terseyum "lima miliyar"kata seorang pria "wah tuan soikham luar biasa"kata pria berjas hitam itu. "nona minuman anda"jeje melihat pria itu menyodorkan segelas minuman "kalung indah ini memiliki lima belas berlian "kata pria itu jeje mulai meneguk minumannya lalu memberi kode lagi ke chai "aku mengawasimu"kata jeje chai tersenyum melihat tingkah jeje acara terus berjalan sampai pria di depan menawarkan sebuah gelang yang indah chai teringat jeje sangat menyukai gelang "seratus juta" "seratus lima puluh juta" "tiga ratus juta"orang orang mulai menawarkan harga tinggi jeje mengerutkan dahinya "ada apa ini?"fikir jeje "sembilan ratus juta"kata chai "ada lagi?"kata pria di depannya "jeje"kata jerico "aku mau ke kamar mandi"kata jeje "ayo"kata jerico tetapi pandangan jeje mulai terlihat samar samar "selamat tuan chai "kata pria itu "huk..huk.."jeje segera berlari baru sampai pintu kamar mandi jeje muntah "huekk..huekkk"jeje memegangi dadanya "kal..kal..kemarilah..di kamar mandi wanita"kata jerico sambil memegangi tubuh jeje busa keluar dari mulut jeje "loh?"chai tidak melihat adikknya lagi segera berdiri "tuan nona keracunan"kata kal "apa??"kata chai dia langsung melihat jeje di gendong jerico busa keluar banyak dari mulutnya "bagaiman mungkin"fikir chai dia segera masuk ke dalam mobil dan membawa adiknya ke rumah sakit.