What Is Love

What Is Love
sip malam



Jam sudah menunjukkan pukul 18.15, yang artinya putri harus bekerja lagi jam 7 nanti.


Putri beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya, setelah itu ia mengenakan seragam satpam nya.


penguncirt rambut nya tinggi, memakai bedak baby ke wajah nya asal asalan.


kemudian mengambil tas ransel nya yang sudah lengkap dengan laptop pinjaman dari teman nya.


Ini salah satu cara ia mengerjakan skipsi, karna di tempat ia bekerja melayani wifi gratis, tentu saja putri akan memanfaat kan nya.


putri keluar dari rumah, mengunci pintu rumah nya dan berjalan menuju supermarket tempat ia bekerja, untung nya supermarket itu tak jauh dari rumah nya.


sesampai nya di sana.


Ia melihat karyawati kasir yang menyapa nya sambil tersenyum, putri melihat karyawati kasir itu sinis.


(( ck! sksd banget dah, gk kenal juga ngapain sapa sapa? cp banget! keliatan tuh pencitraan sama bos, mentang mentang bos masih muda, ck! cewek gk guna! ))


putri hanya menggelengkan kepalanya, kemudian duduk di kursi depan supermarket, meletakkan laptop nya di atas meja, dan memulai mengerjakan skipsi nya.


Di sisi lain


" ayo fan, temenin mama ke supermarket bentar aja " ucap mama refan sambil menggoyangkan lengan anak nya itu.


" gk mah, masa seorang refano masuk ke supermarket? no! "


" sekali sekali bantu mama kenapa? durhaka kamu sama mama! " ucap mama nya sambil memanyunkan bibirnya.


" astaga.. huh! yaudah ayo! "


refan keluar dari mobil, begitu juga mama nya, mereka masuk ke dalam supermarket beriringan.


" bantu mama pilih sayuran untuk stok di rumah ya? "


" hmm.. yang sehat sehat aja mah, jangan belikan mie untuk lisa, gk baik "


" ok ok mama ngerti "


mereka mulai berjalan memilih barang belanjaan mereka, tiba tiba..


" angkat tangan!!!! serahkan semua harta kalian!!! uang!!! "


tiba tiba semua ricuh, refan dan mama nya pun terkejut mendengar suara itu.


mama nya memegang lengan refan erat singkan ketakutan nya, refan ingin menghadapi perampok itu, namun di tahan oleh mama nya.


" no! refan! they are dangerous! "


refan hanya terdiam menuruti mama nya, tiba tiba ada seorang gadis masuk ke dalam supermarket.


Di lain sisi..


putri sedang fokus dengan tugas skipsi nya, tapi tiba tiba dia terganggu dengan suara ricuh yang berasal dari dalam supermarket tempat ia kerja.


Tanpa ragu putri melangkah masuk kedalam, terlihat dua orang bertopeng di dalam supermarket tempat ia bekerja.


yang satu memegang pistol dan mengancam semua orang, dan yang satu nya lagi sedang merampas uang dari kasir penjualan.


putri berjalan medekati orang yang memegang pistol itu, menepuk pindak nya dua kali.


" siapa!? "


BRAK!


putri melayangkan tendangan nya ke arah kepala permpok itu, hingga ia terjatuh dan pistol nya terlepas cukup jauh dari nya.


Dan putri meninju leher dan perut teman dari orang yang memegang pistol tadi hingga tersungkur juga ke arah teman nya.


" punya tangan punya kaki, punya tenaga, masih cari uang yang haram, demen banget dah! " ucap putri emosi.


Ia mengambil tali yang terletak di bagian sudut pintu, dan mengikat tangan dua perampok tadi sambil menjitaki kepala mereka masing masing.


" bodoh! nyerin diri sendiri ke penjara!


woy! lo, telfon polisi sekarang! " ucap putri kepada karyawati penjaga kasir yang tadi sempat menyapa nya.


" i' iya.. "


" mbak, tolong lepaskan kami.. kami punya keluarga " ucap kedua perampok tadi memohon


" kalo dah tau ada keluarga? jangan lakuin hal yang bodoh, rugi in diri sendiri! " ucap putri kembali menjitak kepala mereka berdua.


pandangan putri kini menyebar luas ke sekeliling nya.


" gk usah khawatir ibu bapak, kalian bisa lanjut belanja, tidak ada yang perlu di takuti " ucap putri menenangkan pengunjung.


Ia mendekati pistol yang terlempar dari tadi, ia mengambil dan melihat isi dari pistol itu, kening nya mengernyit.


kemudian menarik platuk pistol itu, mengarahkan nya ke atas, dann..


creeettt..


" sialan! lo nipu mereka semua dengan pistol mainan kek gini? cih! "


putri melemparkan pistol tadi ke arah dua perampok itu.


" bukan nya mati malah basah peak! "


tiba tiba ada yang memegang tangan nya, putri pun terkejut dan refleks melirik ke samping.


kening nya mengerut melihat ibu ibu yang sedang menahan tangan nya ini.