What Is Love

What Is Love
menghilang



"humm" jeje membuka matanya melihat keadaan sekeliling nya "sshh" jeje memegang kepalanya "sial " jeje mencoba untuk dudul. "huamm.. ngantuk" kata niko "cepat lah bersiap siap udah jam berapa ini" kata wahyu sambil menuang makanan yang baru dia masak ke mangkuk "gubragg" niko dan wahyu saling tatap "jeje!! " niko langsung lari "ahhh.. " jeje meringkuk memegangi perutnya "astaga" niko langsung masuk "kau tidak papa ada yang luka tidak hum? hei... " niko membantu jeje naik ke atas ranjang "hum.. " jeje memperhatikan orang yang di depan nya "sialll!! " kata jeje "aw.. " niko memegang pipi nya "kenapa aku bisa di sini? " jeje berdiri "apa kau lupa kau mabuk " kata niko "gak.. gak.. " jeje mengusap wajahnya "eh.. hati hati.. jika kepala mu sakit jangan banyak bergerak dulu" kata niko jeje melihat sekitar nya "malam itu aku hanya minum dua gelas tapi kok.. bisa aku mabuk? " fikir jeje "hei baby you ok? " kata niko "aku dan wahyu membawa mu kemari karena kami tidak tau dimana rumah mu kami hanya meletakkan mu, memberi mu air mineral kau muntah banyak tadi malam. jika kau tidak enak badan kau bisa diam saja di sini " kata niko "kau sengaja kan membawa ku ke sini? " kata jeje "demi nama wahyu jika aku tau rumah mu aku akan mengantarkan mu langsung tapi aku tidak tau di mana rumah mu. baik gini saja aku antar kau pulang" kata niko "gak perlu! dasar brengsek" jeje berjalan ke arah pintu niko melihat jeje mendorong pintu kamar tapi pintu itu tidak terbuka "huh.. bukan hanya orang nya yang payah pintu nya juga" jeje menendang pintu itu "ku rasa kau masih belum sadar sepenuhnya" kata niko "oi.. oi mana kunci nya? " jeje menatap niko "aku tidak mengunci pintu" kata niko dia kembali menahan tawa nya melihat jeje tidak bisa membuka pintu "huh" jeje menendang kembali pintu itu namun karena kepala nya masih pusing membuat tendangan jeje membuat tubuhnya oleng "ehh!! " niko menahan tubuh jeje "kau menculik ku ya? " kata jeje "hei" niko mengetuk hidung jeje dengan jari telunjuk nya "begini cara nya" niko menarik gagang pintu jeje melihat pintu itu langsung terbuka "**** you" jeje keluar "pagi je" sapa wahyu jeje terdiam memegang kepala nya "jangan membantah, aku pernah mengalami itu semua.. gimana dia lebih memilih orang lain hahaha temanku seketika berubah menjadi orang asing semua itu drama" jeje mendadak teringat sesuatu dia merasa tadi malam dia bercerita pada seseorang "jangan melamun kemarilah makan" kata wahyu "tidak mau" jeje berjalan ke arah pintu sinar mentari menyambut nya di saat dia membuka pintu "oi.. dimana motor ku? " tanya jeje "niko.. pergi keluar kan motor nya!! " kata wahyu niko pun berjalan ke luar pintu "kau yakin bisa menyetir? dalam kondisi begini? " kata niko "dasar payah, kau fikir aku ini apa! cepat ambil motor nya aku mau pulang" kata jeje niko membuka pintu garasi "biar aku saja yang mengantar mu" kata niko jeje naik ke atas motor nya "sadar je.. bangun.. bangun.. " kata jeje dalam hati "jangan keras kepala, kau bisa jatuh dengan motor ku" kata niko "hum? " jeje melihat motor yang dia naiki ternyata bukan motor nya niko tertawa "ck" jeje turun "ayolah apa salahnya aku mengantarkan mu pulang" kata niko "awas kau" jeje naik ke atas motor nya "kau yakin? " kata niko "aku tidak selemah dirimu" jeje pun pergi.


di kampus mawar menemukan jeje tidur di tepi kolam "jeje" mawar mendekatinya "hum? " jeje masih memejam kan matanya "kenapa kau tidur di sini? " kata anggel jeje membuka matanya "kau sedang apa pergi sana aku mau tidur" kata jeje "astaga kau ini" mawar duduk di dekat jeje "apa kau baik baik saja tadi malam? " tanya anggel tapi jeje tidak merespon seperti nya dia kembali tidur.


niko melihat ke beberapa tempat di kampus namun yang dia cari tidak di temukan "eh.. rizi!! " niko melihat rizi membawa boneka dan juga peper bag ukuran sedang "kau mau memberi hadiah ke seseorang? " kata niko "haha tidak kak ini untuk jeje" kata rizi "hem? " niko menyipitkan mata nya "jangan salah paham kak jeje tidur di tepi kolam jadi aku membeli boneka ini untuk bantal nya" kata rizi "aku ikut" kata niko rizi menganggukkan kepalanya.


anggel menoleh ke arah pintu terlihat rizi datang dengan niko "kak niko" kata anggel "ssttt " niko memberi isyarat agar mereka jangan berisik terlihat jeje tertidur pulas di atas paha mawar "awas" bisik niko mawar mengangguk mereka bertukar posisi "astaga kau seperti bayi di saat tidur" kata niko dalam hati "kelihatan nya dia masih mengantuk " kata rizi "hm.. kalian pergi saja tidak papa aku yang menjaga nya" kata niko "benarkah? " kata anggel "hum" niko mengangguk.


archie melihat meja jeje kosong tidak bahkan tas jeje juga tidak ada "apa dia tidak masuk ya? " kata archie dia menatap bunga yang dia bawa.


wajah jeje terlihat sangat polos dia tidur layak nya anak bayi "terkadang yang harus kamu ketahui je, cinta tidak pernah salah semua tergantung pada diri orang orang itu sendiri bagaimana cara mereka memperlakukan cinta yang ada, jika mereka salah memperlakukan cinta maka akan ada rasa sakit akibat cinta itu sendiri itulah mengapa ada orang yang tersakiti karena cinta. mereka patah hati mereka terluka sama seperti ku dulu" kata niko "aku di buang begitu saja oleh keluarga ku, dan suatu hari dia datang ku fikir aku dan dia akan selama nya dia juga pergi untuk pria lain, aku juga sama seperti mu aku membenci cinta sampai aku sadar bahwa bukan cinta yang salah" kata niko lalu dia tersenyum "aku menjaga jarak dari wanita manapun sampai kau datang kau menghancurkan pertahanan yang ku buat, kau mencairkan dinding es yang menutupi hati ku jadi bagaimana bisa aku jauh darimu, kau lah yang mengubahku jadi kau harus berada di dekat ku jangan tinggalkan aku" ujar niko"humm.. "jeje menggerakkan kepalanya " sialll!!! "jeje reflek langsung bangun ketika melihat wajah niko " apa aku mimpi? "fikir jeje " hei.. ada apa? "kata niko " kenapa kau yang di sini "jeje mundur " aku dari tadi di sini "kata niko " tadi bukannya mawar"fikir jeje "oi.. mawar kepala ku sedikit sakit bisakah kau menjadi bantal ku? " kata jeje tadi "oh.. baik kemarilah mendekat" kata mawar jeje menatap niko "kau sudah tidak ngantuk? " kata niko ponsel jeje berbunyi jeje mengambil ponsel dari sakunya "ya" jeje mengangkat panggilan dari ponsel nya "hei.. ka--" niko di lempar topi "ya aku lag--oh... o.. sial" jeje lupa dia berada di tepi kolam saat berbalik dan berjalan dia langsung terjatuh ke dalam air "byurrrr...!! " suara air di saat jeje terjatuh ke dalam kolam "kan udah ku bilang kau hati hati ada kolam di belakang mu" kata niko "ter-lam-bat!!! " kata jeje "mari lah naik pegang tangan ku" kata niko tapi jeje berenang ke arah lain dan naik sendiri "ouh.. ponsel ku" jeje melihat ponsel di tangan nya "sraak.. " niko menutupi jeje dengan handuk "sini" dia mengambil ponsel jeje "berik--" mulut jeje di tutup oleh jari telunjuk niko "ganti baju mu aku akan kering kan ponselmu baby" kata niko lalu dia pergi keluar membawa ponsel itu "dasar bodoh!! bikin masalah terus" kata jeje lalu dia pergi ke ruang ganti membuka hoodie nya "sial aku jadi basah semua" kata jeje "barang barang ku ada di loker pakaian di ruang ganti ini terlalu mencolok" kata jeje lalu dia membuka pintu terlihat niko sudah ada di kursi "oh dah siap ya" kata niko "mana ponsel ku? "kata jeje niko menoleh terlihat jeje dengan rambut nya yang sedikit berantakan dan basah dengan kaos lengan panjang dan celana pendek tangan jeje yang memegang tas menutupi kakinya " astaga.. beneran jeje yang di depan ku kah"kata niko dalam hati "plak" niko tersadar ketika mendapatkan tamparan dari jeje "apa kau sudah bisu" kata jeje "aku sedang membuka nya untuk membuang air di dalam nya" kata niko "jika makin rusak ponselmu akan ku buang" kata jeje lalu dia berjalan ke arah pintu "lalu kau mau kemana? " kata niko "mengambil baju " kata jeje "tunggu" kata niko sambil berlari mengejar jeje "hum? " jeje melihat niko "biar aku cari pakain untukmu" kata niko jeje tersenyum mengejek "kau fikir kau tau apa yang ingin ku pakai? " kata jeje "tau.. tunggu ya" niko pergi keluar archie masuk dengan mendorong sebuah kotak berisi alat renang dia langsung mematung melihat jeje dengan tampilan tanpa hoodie dan juga celana pendek "aku berfikir barusan dari mana pria cantik ini ternyata ini jeje astaga sekilas terlihat seperti anak pria yang masih berusia sebelah tahun " fikir archie "jeje" kata archie "kau sedang apa di sini? " kata archie "memangnya apa urusan nya dengan mu" kata jeje "dia ini cantik atau tampan sih sebenarnya" fikir archie "kenapa dia melihat ku begitu? " fikir jeje "aku datang baby" niko datang dengan membawa box warna hitam archie menatap niko "oh archie kau sedang apa? " kata niko "seharusnya aku yang bertanya? " kata archie "ini pakailah" kata niko sambil menyerahkan box itu ke jeje dan jeje juga langsung pergi "kenapa jeje gak marah lagi di panggil baby? " fikir archie "jangan melamun kau bisa mati nanti" niko duduk dan lanjut membuka ponsel jeje "apa yang terjadi pada nya? " kata archie. jeje menatap ke arah cermin setelah memakai pakaian dari niko "mustahil dia kenapa tau semua ukuran ku? dari mana box ini" fikir jeje. jeje melihat niko mengipas-ngipasi ponsel nya "apa niko dan jeje sudah pacaran ya? " fikir archie yang berada di dekat jendela "oh.. " jeje berjalan melihat ponselnya "tidak papa.. nanti saat sudah kering bisa di pakai lagi " kata niko "guys" jojo menemui Ariel dengan membawa rompi "sudah beres" kata Ariel "tapi rompi nya kan belum kita masukin ke box nya" kata jojo "memang sengaja kalau kita masukin rompi itu dia pasti langsung curiga" kata desi "tapi.. tapi bahaya kalau jeje gak pakai rompi anti pelurunya" kata jojo "tidak papa dia akan aman" kata Ariel. niko melihat jeje memperhatikan ponselnya terus "kelihatan nya ponsel ini benda kesayangan mu" kata niko "ck.. jangan sok tau" kata jeje niko terkekeh dan masih mengipasi ponsel jeje suara bel terdengar "apa dia tuli? " fikir jeje "kenapa ka diam bell sudah berbunyi pergilah ke kelasmu" kata niko jeje menatap niko terlihat keringat niko mulai mengalir ke pipinya jeje pun pergi niko melihat tas jeje tertinggal "dasar ceroboh" kata niko .


wahyu datang "hei kenapa ka tidak ke kelas? " kata wahyu "astaga yu.. kau buat aku jantungan" kata niko "ayo jangan bilang kau bolos" kata wahyu "enggak kok kau duluan saja oh ya pas bell pulang ingat apa yang ku katakan padamu" kata niko "ckk.. iya" wahyu pun pergi "grriiit.. " pintu terbuka "malah balik lagi si wahyu" kata niko dalam hati "nih" jeje meletakan sebotol air mineral ke depan niko "hum?? " niko melihat jeje sudah duduk di dekatnya "tumben sekali jangan jangan beracun" kata niko jeje langsung menyipitkan mata nya tanpa bicara dia membuka botol mineral itu dan meneguk nya "oh.. berarti aman" kata niko "otakmu selalu tidak waras" kata jeje "sial dia fikir aku psikopat ya, memberi minuman beracun ke orang nyesel aku memberinya minuman" kata jeje dalam hati "aduh.. baby aku lapar sekali" kata niko "cih.. dia pura pura tidak dengar ya" kata niko dalam hati "baby.. bisa berikan aku sedikit makanan" kata niko "ayolah.. jangan abaikan aku" kata niko jeje melihat ponselnya yang mulai kering "ayolah ponsel mu akan baik baik saja tapi perutku laparnya luar biasa" kata niko "cari aja sendiri! " kata jeje "oh.. gini amat punya calon istri" kata niko "siall siapa calon istri mu " kata jeje "kau lah siapa lagi coba di sini cuma ada kau dan aku baby" ucap niko "hanya orang gila yang mau dengan mu" kata jeje"wahyu... semoga kau dengar suara ku.. aku benar benar lapar"kata niko "di masa depan nanti kau harus rajin masak untuk ku, aku tidak akan beli makanan di luar" kata niko "jangan banyak bicara ponsel ku sudah bisa belum? " kata jeje "lapar baby" kata niko "****!! " jeje pergi niko hanya terkekeh melihat jeje kesal "kau akan merindukan tingkah ku nanti" kata niko.


jeje memesan beberapa makanan di kantin "kemana pacar mu je? " tanya bibi kantin "pacar? " jeje terlihat heran "iya pacar mu seharian ini aku tidak melihat nya apalagi mendengar suara nya dia kan biasa nya berteriak baby.. baby.. " kata bibi kantin "pacar? jangan bercanda bibi " kata jeje "lupa aku namanya kalau gak salah.. nilo.. eh.. koko.. hum.. siapa ya.. oh.. suko.. beko.. nilo yah kaya nya ata--" ucapan bibi kantin di potong jeje "niko bibi.. gitu aja gak bisa" kata jeje "ahh.. akhirnya kau menyebutkan namanya juga itu tandanya kalian jodoh" kata bibi kantin "kau saja yang menikah dengan nya" jeje pergi membawa makanannya "kau beli makanan untuk siapa? banyak sekali" kata bibi kantin "buat si pecundang" kata jeje.


"ponsel nya sudah kering tinggal pasang aja nih" kata niko "eh.. tapi nanti dulu deh ponsel nya harus di percikan air sedikit lagi hehe" kata niko "makan lah! " jeje datang "tangan ku sedang mengelap ponselmu agar lebih kering setidaknya nya bantu aku makan sebagai ucapan terimakasih" kata niko "buang saja ponsel nya" kata jeje "yakin? " kata niko "huuuh... jangan" kata jeje sambil membuka bungkus plastik makanan nya "ini ada sendok nya cepat makan dan lanjut perbaiki ponsel ku" kata jeje "makan lah baby aku lihat aja lagian tangan ku kotor aku harus benar-benar mengeringkan ponsel ini secepatnya sebelum rusak" kata niko "terserah" kata jeje "duh.. di ponsel itu game ku sampai tingkat tinggi kalau gak bisa hidup lagi haah.. aku harus mengulang lagi" kata jeje dalam hati niko melirik ke arah makanan "sabar ya perut kau akan ku isi nanti" kata niko "oh ya baby ka--" niko terdiam di saat jeje menatapnya dengan tajam "kenapa kau memanggil baby" kata jeje "apa? " kata niko "kenapa kau memanggilku baby!! " kata jeje "kenapa kau memanggilku apa tadi? " kata niko "baby!! " kata jeje "iya baby ada apa" kata niko "hah! " jeje menyadari niko mempermainkan nya "ada apa baby kenapa kau memanggilku tadi? apa kau sudah berubah fikiran mau menyuapi makanan aku benar-benar lapar baby aku belum ada sarapan" kata niko "berani sekali kau mempermainkan ku" kata jeje "jangan marah kau makin membuat ku tergila gila tapi sungguh aku benar-benar lapar" kata niko "du... h lapar nya" gumam niko berkali-kali jeje makin kesal dia langsung membuka bungkusan makanan nya "kau lapar kan" jeje mencampur kan semua bumbu pedas nya "biar tau rasa" fikir jeje "iya baby aku lapar sekali" kata niko "baiklah buka mulutmu, makan ini, ini juga, yang ini juga ayo buka lagi mulut mu" kata jeje "waduh.. " fikir niko yang belum sempat mengunyah makanan di mulut nya tapi dia terus di suapin "humm.tung.. hum.. tunggu" kata niko "kau bicara apa.. ayo jangan malu malu kau bilang kau lapar kan" kata jeje "ah.. tunggu aku minum dulu"kata niko " tidak perlu makan saja lagi ayo.. ayo selagi aku baik hari ini"kata jeje "buset pedes banget" kata niko dalam hati matanya mulai berair karena menahan pedas.


chai masuk ke dalam rumah melihat ke arah sofa may datang mengambil tas chai "nona belum kembali? " tanya chai "belum tuan tapi dia akan kembali sebentar lagi" kata milli chai pun pergi naik ke atas tangga.


niko tersenyum lalu melihat jeje yang sedang duduk di tepi kolam "baby.. " kata niko jeje menoleh "kemarilah" kata niko jeje pun berdiri lalu mendekat "apa sudah bisa? " kata jeje "lihat dia sudah hidup" kata niko "huf.. apa aman semuanya? " kata jeje "aman karena dia berada di tangan ku ayo pulang" kata niko "oi.. oi.. sini ponselnya lagian belum bell udah mau pulang dasar payah" kata jeje "aku cek sekali lagi ya" kata niko "haah lama sekali aku haus" kata jeje "antar saja ke kantin" jeje pergi "****!! " mendengar suara jeje niko langsung lari keluar "kenapa kau berteriak? " kata niko "jam berapa ini kenapa tidak ada siapapun lagi bahkan kendaraan juga tidak ada? " kata jeje "ahh.. aduuuhhh.. gimana aku pulang ini" kata niko "sini ponsel nya aku mau pulang" kata jeje "gak mau" niko mengangkat ponsel itu tinggi tinggi "dasar brengsek" kata jeje "antar dulu aku pulang aku tidak mau jalan kaki" kata niko.


wahyu terlihat gelisah "bisa gak sih muka mu biasa aja" kata jojo "gimana kalau saudara ku di pukuli sahabat mu" kata wahyu, "hei kau belum mengenal jeje dia gak akan memukul niko dia pasti mengantarkan niko ke sini dalam kondisi utuh" kata jojo "tapi kok mereka lama ya" kata Ariel "hei... di dapur nih ini gak ada makanan ya" kata desi "ada kok" kata wahyu "mana aku lapar nih" kata desi "aahhh" wahyu mengeluh.


"ini " kata pria bertopi abu abu sambil menyerah kan sesuatu ke niko "terimakasih pak" kata niko "ini cumi panggang nya nona" kata seorang wanita yang menjual cumi panggang jeje mengangguk niko sudah berdiri di dekat nya "kita makan di mana? " kata niko "di kuburan" jeje pergi duduk di sebuah kursi "haa.. haus banget" kata jeje dalam hati dia langsung meminum jus nya lalu melihat makanan yang di beli niko "mau? " kata niko jeje menggeleng kan kepalanya "ini namanya siomay masih panas nih enak" kata niko jeje memakan cumi panggang nya "kau mau bakso gak? " kata niko jeje melihat apa yang di pegang niko makanan berbentuk bulat di dalam cup berukuran sedang "bisa diam? " kata jeje "oh.. kau ini jangan terlalu galak baby orang berfikir aku melakukan kdrt padamu" kata niko "terserah" kata jeje niko mulai menikmati makanan yang dia beli "humm.. enak banget.. " kata niko lalu dia mengambil cumi panggang milik jeje lalu menggigit nya "wah.. enak juga ya.. ku rasa ini makanan favorit mu" kata niko jeje hanya diam "**** dia berani sekali memakan makanan ku" kata jeje dalam hati "au.. au.. bakso nya panas" kata niko sambil mengeluarkan bakso dari mulutnya jeje melihat niko yang kepanasan "aw.. aw.. coba ini" niko memasukkan bakso yang di tangan nya ke mulut jeje "udah dingin kan" kata niko "hah?? " jeje masih bingung dengan kejadian barusan "kunyah saja enak kan, aku kepanasan" kata niko "eh?? " jeje langsung mengambil tisu ketika baru menyadari apa yang terjadi "siap udah tertelan setengah" kata jeje dalam hati "huh!! " jeje memukul niko "berani sekali kau" kata jeje "ena kan? lagian itu gak beracun" kata niko "dasar tidak waras" kata jeje.


wahyu mendengar suara motor "i.. itu mereka" kata memo "sembunyi gak? " kata desi "terimakasih ya baby, kau baik sekali hari ini" kata niko "ponsel ku" kata jeje "iya iya" niko mengeluarkan ponsel jeje dari sakunya "motor mu bagus tapi sayang kau tidak memeluk ku tadi saat aku menyetir" kata niko "**** you" kata jeje dia pun langsung menyalakan kembali motor nya "hati hati baby.. jangan ngebut aku cinta kamu" kata niko sambil melihat jeje pergi niko langsung melompat kegirangan "gimana? " kata Ariel di saat niko masuk ke dalam rumah "aku.. bahagia sekali.... yeeeahhh... sebentar lagi dia akan jatuh cinta padaku" kata niko.


"kakak... aku pulang!! " jeje masuk ke dalam rumah chai yang sedang bersantai di sofa melihat jeje masuk "kau terlambat" kata chai "oi.. oi.. jalanan macet membuat ku susah bergerak" jeje menghampiri chai dan meneguk minuman milik kakaknya "ah.. minuman apa ini? " kata jeje "kenapa kau meminumnya? ini milikku" kata chai "aih.. ini wine ya.. " kata jeje chai mengangguk "kau mau mabuk kak? " kata jeje "ini hanya wine dia tidak akan membuat ku mabuk aku bukan diri mu" kata chai "hei.. kau meremehkan ku ya? aku juga bisa minum minuman seperti ini dan tidak mabuk" kata jeje "oh ya, lalu siapa yang waktu itu mabuk sampai aku harus mengangkat nya ke dalam mobil seharusnya ku buang saja waktu itu" kata chai "hei.. itukan dah lama jangan di bahas" kata jeje chai terkekeh "kak gimana dengan kak monnie? " kata jeje "dia masih belum bangun" kata chai "ouh.. baguslah" kata jeje "hem? " chai menatap jeje "jika dia tau kau minum minuman yang begini dia pasti mengomel" kata jeje "ck.. sana sana pergi mandi kau bau" kata chai "hei.. kau juga bau" kata jeje "ini aneh tapi nyata dua duanya sama sama dingin ke orang lain tapi jika sedang berdua mereka menjadi lebih hangat" kata kal.


keesokan nya..


niko mengusap wajahnya dengan handuk setelah selesai latihan basket "ahh.. " zio membasuh wajahnya dengan sebotol air niko melihat jeje berjalan dengan membawa cola niko tersenyum lalu pergi "Hai je" kata mawar jeje menatap mawar sekilas "eh lihat kak niko kemari dia pasti meminta minuman padamu seperti sebelumnya" kata mawar "maka aku akan memukuli nya" kata jeje niko semakin dekat dan benar saja dia berhenti di depan mawar dan jeje "pasti kak niko bakal manja kaya sebelum nya, baby aku haus.. beri aku minuman sebelum aku pingsan" kata mawar dalam hati niko menatap jeje sekilas "mawar.. aku melihat kau membawa teh kotak" kata niko "oh.. iya" kata mawar "boleh aku minta, aku sangat haus" ucap niko "oh" mawar melihat ke arah jeje "hei aku bicara padamu kenapa lihat ke arah lain aku benar benar haus" kata niko mawar pun memberi kan teh kotak milik nya ke niko "anak baik" niko tersenyum lalu pergi niko menggaruk garuk kepalanya "kok gini? " kata mawar "kau kenapa? " kata jeje yang melihat muka mawar seperti orang kebingungan..


rizi duduk di samping jeje dengan membawa makanan "ahh.. tugas ku sangat banyak" kata mawar "aku juga" kata rizi "kami juga ada tugas tapi cuma satu sih dari bu Tini" kata dila "tidak usah di kerjakan " jeje menatap mawar "hah? jangan begitu nanti nilai kita buruk" kata mawar "berikan saja tugas mu ke dosen nya suruh dia yang mengerjakan nya" kata jeje "aduh.. " kata rizi "ayo makan nanti keburu bell" kata vito "aih niko kau makin terlihat tampan" kata bibi kantin "aduh bibi jangan memuji ku nanti aku jadi kepedean" kata niko "lihat baby mu baru saja memesan makanan tadi" kata bibi kantin "baby mana? " kata niko "eaa.. kak niko pura pura lupa" kata yang lain "itu baby mu ada di sana" kata bibi kantin "jangan bibi aku tidak kenal baby ayolah berikan saja aku makanan aku lapar" kata niko setelah mendapatkan makanan niko pergi mencari tempat duduk "kak niko duduk sini" kata angel "oh terimakasih" niko melewati mereka membuat semua nya terheran heran.


"jeje" archie menghampiri jeje "hum? " jeje menoleh "hari ini ada film bagus mau gak pergi menonton dengan ku? " kata archie "aku tidak ada waktu" kata jeje "oh.. baik lah" kata archie "kita bisa menonton lain waktu" kata archie jeje mengeluarkan sesuatu dari sakunya "mau? " mata jeje archie melihat permen karet di tangan jeje "mau" ujar archie sambil mengambil permen karet dari tangan jeje sambil tersenyum.


kelas selesai jeje keluar dari kelas "bye.. bye jeje" kata vito "bye bye" kata dila jeje hanya membalas mereka dengan hormat dua jari lalu pergi "bye.. bye baby" kata beberapa orang saat melihat jeje lewat "jeje mana kak niko" kata mereka tapi jeje hanya diam saja dan pergi.


"aku ingin cola dan juga burger" kata jeje dan seorang pria bersamaan membuat jeje menoleh ternyata niko "kalian satu paket? " kata wanita berbaju merah di depan nya "tidak" kata niko dan jeje lagi wanita berbaju merah itu terdiam "kenapa kau mengikuti ku? " kata jeje "seharusnya aku berkata begitu" kata niko "****.. aku gak jadi" jeje pergi "jadi pesan mas? " tanya wanita itu "jadi pesan burger dua cola nya gak usah" kata niko sambil melihat jeje keluar dari pintu.


seorang pria datang "tuan han aku mendapatkan kabar kalau wanita yang Anda cari masih berkeliaran di kampus nya" kata pria itu "jadi dia sudah ada di kampusnya? " kata han pria itu mengagguk.


jerico menyambut jeje yang baru datang setelah pertandingan "minum lah" kata jerico sambil melepaskan helm di kepala jeje "selamat je" sara datang menghampiri nya sambil membawa box kecil "hum" jeje langsung pergi begitu saja kal langsung menerima box itu "terimakasih" kata kal sara menganggukkan kepalanya.


jeje masuk ke dalam kamarnya "ahh.. lelah banget main game bentar deh baru tidur" jeje memakai headset nya dan mulai bermain. "eh.. kau pemain baru" kata jeje "iya halo kita ketemu lagi" kata pemain baru itu yang tak lain adalah niko "jojo ayo mulai" kata jeje "siap" kata jojo "kau belum tidur" ada suara dari luar "aku mau tidur kak" kata jeje "kenapa kau mengunci pintu? " kata chai "karena aku mau tidur" kata jeje "kakak mu menyuruh mu tidur" kata jojo "iya seperti biasa" kata jeje "kau punya kakak ya" kata pemain baru "iya " ucap jeje "cepat tidur sebelum ku bom kamar mu" kata chai "iya iya" kata jeje.


keesokan nya..


jeje membuka lokernya meletakkan beberapa ponsel di dalam nya "pagi" kata archie jeje menoleh terlihat archie membawa kopi "untuk mu" kata archie jeje menerima kopi dari archie lalu pergi "kenapa aku merasa ada yang aneh" fikir jeje dia langsung memeriksa tas nya sakunya "aman semua tapi.. kaya ada sesuatu yang hilang" kata jeje dalam hati perlahan dia melihat ke arah jendela "isss.. aku mikir apa sih" guman jeje "aku juga tidak ada melihat nya seharusnya dia latihan, kak aciel aja bertanya pada ku" kata baim "jadi kemana dia kok tumben dia menghilang" kata shela "ini tidak seperti biasanya kak niko menghilang" fikir shela "Hai je" vito datang "lihat aku bawa apa? " dila datang dengan membawa peper bag "apa itu? " kata hima "ini strawberry manis banget loh ayo je coba" kata dila "ayolah" kata vito jeje mengambil dua Strawberry nya "hum.. manis" kata vito "aku mau dil" kata shela "ambil saja nih" kata dila jeje menggigit strawberry nya lalu mengunyah nya perlahan "greet.. zruut grek" semua nya menoleh ke arah jendela "suara apa tadi? " kata baim "kaya nya dari jendela" kata vito "mungkin jendela nya tergesek karena tertiup angin" kata hima "enak kan? " tanya dila jeje mengangguk.


saat keluar kelas jeje melihat sekeliling nya "hari ini aneh dan makin aneh ku rasa aku ini kenapa" kata jeje dalam hati tidak terjadi sesuatu tapi dia merasakan ada yang kurang dalam diri nya "yeeeeahhh" terdengar suara dari lapangan basket jeje pun melihat beberapa orang sedang bermain basket "ayo ke kantin" kata anggel sambil menarik tangan jeje "baby aku cinta kamu!! " "baby.. aku haus" "baby.. lihat aku" "ouh.. baby" "Hai baby" "aku hanya ingin dekat dengan mu" jeje berhenti berjalan membuat teman teman nya melihat ke arahnya "ada apa? " kata rizi "sial.. kenapa suara pecundang tiba tiba terdengar di telinga ku" jeje melihat sekitar nya "dia juga tidak ada tapi.. kenapa suara nya serasa ada di dalam kepalaku" fikir jeje "jeje.. kau sakit? " kata mawar "oh.. tidak" kata jeje.


satu hari berlalu..


"aku mau ramen bi" kata jeje "siap.. " kata bibi kantin "jeje kita di meja biasa nya ya" kata mawar jeje mengangguk "kau terlihat ingin mengatakan sesuatu" kata bibi kantin "bibi sok tau" kata jeje "iya katakan saja jika kau ingin bertanya atau ingin bicara apapun" kata bibi kantin "ya" jeje pun pergi duduk dekat mawar. "aku dengar pertandingan basket di tunda beberapa hari" kata leo yang tak jauh dari meja jeje "kenapa? " kata aciel "tim lain ada yang mengalami kendala gitu katanya" kata leo "ah.. masa" kata wahyu "wah.. masakan bibi kantin memang enak" kata vito "iya.. pokoknya enak banget" kata dila .


"tap.. tap" bibi kantin menoleh melihat siapa yang datang "loh.. barusan bel bunyi kenapa kau ke sini lagi masih lapar ya? " ucap bibi kantin "bukan" kata orang yang datang tadi "lalu? " tanya bibi kantin itu "bibi kau tidak melihat nya? " kata orang itu "melihat apa? siapa? " kata bibi kantin "hum.. yang biasa itu" kata orang itu "siapa? " kata bibi kantin "sudah lupakan ka payah" orang itu pergi bibi kantin hanya tersenyum melihat orang itu pergi.


wahyu melihat jeje berjalan sendirian "jeje" kata wahyu "kau dari mana kenapa tidak masuk ke kelas? " tanya wahyu "bukan urusan mu" kata jeje tapi baru jalan selangkah jeje kembali berbalik "oi" ucap jeje wahyu menoleh "ada apa? " ujar wahyu "kelihatan dia ingin mengatakan sesuatu" fikir wahyu "kau.. hum.. tidak jadi" jeje langsung pergi "haah? " wahyu kebingungan.


jeje kembali ke rumah dia duduk di dekat kandang lino "tidak.. tidak" jeje menepuk-nepuk wajahnya "kenapa bisa aku memikirkan orang payah dan pecundang seperti nya dia tidak berguna dan menyebalkan" kata jeje "tapi.. kemana dia aku tidak ada melihat nya belakangan ini aduuuh.. sadar.. buat apa aku peduli padanya dia orang payah" kata jeje tetapi tetap saja walaupun dia tidak ingin memikirkan bayangan niko tetap


muncul dan juga suara suara niko yang kerap kali dia dengar terus menggema di telinga nya. tapi kemana niko sebenarnya? .