What Is Love

What Is Love
jeje mulai sedikit memahami tentang kepedulian



Jeje masuk ke dalam rumah "di mana tuanmu?"tanya jeje "di atas nona sedang menelpon seseorang"kata wut jeje langsung menaiki tangga "kakak!! Kakak!!"kata jeje bai yang mendengar suara jeje langsung cepat cepat mengakhiri percakapannya di telpon "kakak!!"kata jeje "buka pintu nya bai"kata chai jeje langsung masuk saat pintu terbuka "kenapa kau berteriak?"kata chai "aku marah pada mu!!"kata jeje chai menyipitkan matanya "apa salah ku?"kata chai "diam dulu! Jangan bicara biar aku yang bicara!!"kata jeje "ok ok bicara lah"kata chai "kau menyuruh kal menemui seorang mahasiswa di kampus ku? "kata jeje chai mengangguk "apa kau mengenalinya? "kata jeje chai menggelengkan kepala nya "lalu mengapa kau menyuruh kal menemuinya? Jangan jangan kalian saling kenal ya atau dia adikmu juga?"kata jeje chai yang mendapat pertanyaan beruntun dari adiknya terlihat menarik nafas berat "mengapa kau bertanya begitu?"kata chai "tentu saja aku bertanya! Aku selalu tau urusanmu dengan siapa saja kenapa yang ini aku tidak boleh tau! Ayo katakan kalian punya hubungan apa?"kata jeje "kenapa kau berfikir aku memiliki hubungan dengan nya? Tumben sekali kau pulang langsung marah"kata chai "jika tidak ada hubungan mengapa kau menyuruh kal menemui nya? Kau tau aku kesal "kata jeje chai kelihatan kebingungan "tuan sepertinya nona cemburu"bisik bai "dengar jeny aku menyuruh kal menemui nya bukan apa apa hanya karena aku ingin memberinya sedikit hadiah"kata chai "hum...kau makin kelihatan aneh sekarang kau memberi hadiah pada seorang pria untuk apa?"tanya jeje "kenapa kau tidak bertanya pada kal?"tanya chai "dia bilang aku harus bertanya padamu, jangan coba coba mengalihkan pembicaran"kata jeje "huf..bai bantu aku menjelaskan"kata chai "oi oi..kenapa kau menyuruhnya? Dengar kalian jangan ada yang bicara kecuali dia!!"kata jeje "tenang lah"chai berdiri "jangan jangan si pecundang itu saudara kak chai ah..."fikir jeje "pria itu hampir mati karena dia melihat mu di bawa orang, dan dia di kejar orang sampai motornya hancur di depan mobil ku dan dia juga meminta perlindungan ke kal karena mengira kal adalah seorang polisi. Maka karena dia memohon pada kal dengan berani ya..aku memberinya sedikit hadiah karena juga dia yang memberi lokasi di mana orang orang itu membawa mu"kata chai "jadi buang fikiran buruk mu kau adikku satu satunya tidak ada yang lain kau sadaraku dan jelas ada hubungannya dengan ku dan pria itu tidak ada ..jadi intinya aki hanya memberinya hadiah karena dia memberikan informasi pada ku"kata chai sambil perlahan mendekati jeje dan mengisyaratkan agar para pengawal keluar semuanya. Jeje teringat saat dia dan niko bicara berdua "hum..apa kau terluka?" "hum..aku..aku..hanya ingin tau kondisi mu" karena aku melihat semuanya, melihat dengan mataku sendiri kau seorang diri mencoba ber--" jeje kembali tersadar dari lamunan nya ketika chai menyentuh kepalanya dengan lembut "apa kau cemburu aku dekat dengan orang lain?"kata chai ekpresi jeje yang biasa nya dingin dan datar langsung berubah di depan chai jeje memperlihatkan ekpresi marahnya "siapa yang cemburu"kata jeje "eh tunggu aku baru sadar kak chai juga sering memegang kepala ku sama seperti yang di lakukan si pecundang "fikir jeje "kau masih marah? Gimana kita pergi ke suatu tempat yang ingin kau kunjungi, dan juga aku tidak akan menyuruh kal lagi untuk menemui mahasiswa itu, apa kau senang?"chai menatap mata adiknya "kau memegang kepala ku terus pasti ada sesuatu"kata jeje "haha kau selalu saja memarahiku, dengar jangan marah lagi nanti aku gak fokus kerja"kata chai dengan lembut, lalu chai memegang tangan jeje "apa ini masih sakit?"kata chai "masih lah "kata jeje chai terkekeh "kau masih kesal dengan ku kelihatannya"ucap chai "katakan dulu pada ku apa kau bertemu dengan si pecundang itu?"kata jeje "pencundang?"chai kebingungan "mahasiswa itu lah"kata jeje "iya..bukan hanya aku yang lain juga kok cuma sekali saja saat aku mencoba melacak keberadaan mu"kata chai sambil tersenyum "cuma sekali?"kata jeje "iya..apa kau sudah tidak mempercayai ku lagi?"tanya chai "percaya"kata jeje "lalu apa kau mengenali mahasiswa itu?"kata chai "tidak terlalu, yang aku tau cuma yah..dia tuh tukang ngatur di kampus tapi dia itu menyebalkan"kata jeje "dia mengganggumu?"kata chai "tidak juga "kata jeje "lalu mengapa kau bilang dia menyebalkan?"kata chai "dia selalu mencoba ingin bicara dengan ku, makanya aku pernah bertanya dengan mu pada waktu makan kapan ya..hum..lupa deh..gini aku tanya waktu itu apakah kakak pernah mengalami waktu kuliah ada orang yang memaksa ingin berteman dengan mu"kata jeje "oh..baik lah"kata chai "tapi kenapa kau bertanya lagi tentang si pecundang itu"kata jeje "baik..baik aku tidak akan bertanya lagi..jadi apa kau masih marah?"kata chai "humm masih"kata jeje sambil keluar dari ruangan itu "demi apa?"chai juga ikut menyusul adiknya yang baru keluar dari pintu.


Alder turun dari mobil para pengawal segera menyambut nya "han tuan datang tuh"kata afdal "tenang saja..tapi jangan bilangn kalau kalian udah bantuin aku mendapat kan dokumen nya"ucap han.


Anggel duduk di dalam kamar nya sambil tersenyum dia melukis dengan tenang "kau sedang apa?"nenek nya datang "aku melukis seseorang nek"kata anggel "siapa tuh?"kata neneknya "ini aku dan jeje"kata anggel "dia tomboy sekali"kata neneknya "nenek menurutmu mengapa sifat seseorang bisa berubah?"tanya anggel "karena seseorang itu menyembunyikan sesuatu"kata neneknya "ohh"anggel mengangguk .


Alder membuka map yang dia pegang dia tersenyum melihat halaman pertamanya sambil menganggukkan kepalanya dan membuka halaman keduanya dia masih tersenyum "gimana tuan?"tanya han tiba tiba alder berhenti tersenyum saat membalik halaman berikutnya "sudah jangan terlalu puas karena dokumen nya tidak akan pernah jatuh ke tangan mu, anak buah mu atas nama han menyuruh ku menukar dokumennya dengan uang dengan jumlah yang besar . dan dia juga akan menghabisimu"kalimat itu tertulis di halaman ke tiga dan di halaman ke empat ada koran lama yang menuliskan tentang kejahatan yang di lakukan seseorang di empat perusahaan salah satunya perusahaan xia fu "kau!!"alder meremas dokumen di tangannya "brengsek!!"alder langsung menembak paha han semua nya terkejut "aku akan menyiksa mu sampai mati!!"kata alder sambil melempar gelas ke han "kalian!! Pergi semua tinggalkan kami berdua!!"kata alder sambil melempar kursi ke han.


Vito duduk di sofa sambil membawa segelas jus, "siapa ya, yang meletakan kotak makanan di meja jeje?"kata vito "dan juga cery itu kata jeje kan dari orang, apa beneran ada yang menyukai jeje"ucap vito.


chai menemani jeje ke sebuah tempat "kak malam ini apa aku akan bertanding?"tanya jeje sambil memilih sepatu yang ingin dia beli "kau masih sakit jadi biarkan mereka bertanding jika kau sudah sembuh total kau baru turun ke lokasi"kata chai "duh..sudah berapa hari nih aku tidak turun"jeje meletakan sepatu ke troli yang di bawa lim "sembuhkan dulu luka mu"kata chai sambil melihat lihat sepatu yang di pegang jeje "kak, ini sepatunya cocok untukmu "kata jeje "ya ya nasukan saja"kata chai "eh..kak..aku mau yang model ini tapi dua ya yang satu ukuran dua puluh delapan yang satunya empat puluh"kata jeje "baik nona tunggu sebentar"kata pelayan itu "kenapa hanya sepatu begitu yang kau beli, kau tidak tertarik sama sepatu yang itu"chai menunjuk sepatu hak tinggi "kakak saja yang pakai"kata jeje sambil pergi mencari sepatu lain .


Alder keluar dari pintu dengan baju dan tangan yang penuh dengan darah segar "tuan"lion memberikan sapu tangan ke alder "tidak papa aku mau mandi"kata alder para pelayan pun menyiapkan air untuk alder, afdal langsung masuk ke ruangan itu terlihat han tidak bergerak di tumpukan kaca "dia masih hidup"kata azam "jadi gimana?"kata aldo "biar aku yang membawa nya"kata athan sambil mengangkat tubuh han dan membawanya pergi seluruh ruangan penuh dengan darah terlihat juga di sudut ruangan dekat perapian ada beri panjang dan ada noda darah juga di ujungnya "gila sih"guman azam sambil geleng geleng kepalanya.


Keesokannya ...


Jeje meluncur dengan sketboard nya "loh..kemana anak itu?"kata kal yang sedang duduk nemesan makanan. "heh!! Berikan hartamu!!"kata beberapa orang sambil memukul seorang pria lalu menarik seorang wanita keluar dari mobil putih itu "jangan pukul dia!!"kata wanita itu "heh!! Diam cepat ambil tas nya"kata salah satu orang yang terlihat sepertinya mereka adalah perampok "aku akan telpon polisi "kata wanita itu "heh!! Wanita ****** lepas gelang mu!!"kata para perampok "pukul dia jika dia melawan".


"heiii....jangan pakai sketboard di jalan raya!!" "anak nakal!!" "heiii hati hati!!"kata orang orang di saat jeje melewati mereka "duh..sebenar nya malas nih ke kampus"guman jeje sambil meluncur di jalanan yang mulai agak sepi "lama banget sih, cuma pesan burger doang"guman jeje "akkkhh!!"jeje berhenti mendengar suara orang kesakitan .


Seorang perampok memegang kayu besar sambil berjalan mendekati wanita yang sedang berusaha berdiri "ya allah..aku butuh pertolongan mu"kata wanita itu "mati kau"satu perampok mengayunkan kayu besar itu "buggg"perampok itu terkejut melihat kayunya menghantam sebuah sketboard berwarna merah "oi..oi..masih pagi sudah buat masalah"kata jeje "jangan ikut campur"perampok lainnya maju menyerang "aih"jeje naik ke atas mobil itu "tunggu tunggu om"jeje mengeluarkan benda yang biasa dia gunakan "klik"benda kecil itu menjadi tongkat besi panjang "aku datang!!"jeje melompat ke salah satu tubuh perampok "hiaaa"tongkat di ayunkan mengenai wajah para perampok dua perampok terbaring sambil menjerit kesakitan "plakkk!!"satu lagi langsung jatuh terkena lemparan sketboard merah "nah..mau lagi?"kata jeje tiga perampok itu masih menggeliat kesakitan "ehh"jeje menyadari ada serangan dari belakang segera menghindar tapi pisau kecil yang di gunakan perampok terakhir menggores bahu jeje "oi..oi...berani sekali kau menggores ku"kata jeje sambil mengayunkan tongkatnya dan memukul bagian kepala perampok, perampok itu menangkis nya "bugg!!"jeje memukul bagian terlarang perampok itu "ahhhhh!!"perampok itu langsung menjerit kesakitan "ayo kabur"kata mereka "terimakasih"kata pria berbaju putih kelihatannya dia seorang supir taxi "kau terluka nak, biarkan aku mengobatimu"kata wanita itu tak lain adalah tini "tidak perlu"jeje langsung pergi tini memungut topi jeje yang terjatuh "dia menolong ku"kata tini. "aku tidak peduli!! Apapun yang terjadi!! Jika kau mencoba mendekati aku lagi aku tak akan segan menghajar mu "tini teringat perkataan jeje.


Niko meringis kesakitan "duh..kamu sih kok bisa nabrak pintu!"kata wahyu "ada suara orang yang mau masuk ke dalam kelas saat aku masih meletakan kotak makanannya panik lah aku yu, langsung lari duh...lengan atas ku malah ke bentur pintu"kata niko "aku cari perban dulu"wahyu pergi "duh..duuuh.."niko memegangi lengan atas nya terlihat darah sudah merembes ke bajunya .jeje menutup lokernya dan tak sengaja melihat niko yang sedang berjalan ke arah loker jeje melihat tangan niko berdarah bahkan darahnya menetes ke lantai "aahhh"niko terkejut ada jeje yang menatap ke arahnya "tap tap"jeje berjalan ke arah niko "sesak nafas aku yu"kata niko dalam hati "aku benci bicara pada mu tapi ada hal yanh memang harus di perjelas"kata jeje sambil melihat ke lantai dua tetes darah menetes dari tangan niko .


Wahyu mengacak ngacak rambutnya sendiri "kok ngilang sih "kata wahyu "aku ingat kok niko duduk di situ lah kok pas aku balik dia ngilang perasaan di bukan hantu"kata wahyu.


"dia mau ngapain ya"fikir niko "tapi kalau aku pergi apa kata orang aku cuma pakai kaos dalam"kata niko.jeje datang dengan muka datarnya dia merobek kaos yang di pakai niko yang telah dia robek sebelum nya lalu memegang siku niko dan menuang kan air ke luka niko "aaugggh..ahhh"niko meringis jeje menuangkan cairan dari botol kecil ke luka niko lalu membalut nya dengan sobekan kaos niko tadi "dia membalut luka ku"fikir niko "greeet!!"niko terkejut jeje mengikat luka nya dengan kuat "sakit je"kata niko "itu akibatnya kalau kau melihat wajah ku terus"kata jeje "terciduk aku"kata niko dalam hati "apa ini luka karena dia ingin menolong ku?"fikir jeje "apa udah selesai?"tanya niko "tukk!"jeje melempar sebungkus obat yang di tinggal kan niko waktu itu lalu mengeluarkan soda dari sakunya dan meletakan di kursi dekat niko "hum..jeje kau mau pergikan? Bisakah panggilkan wahyu aku tidak bisa keluar dengan kaos dalam saja"kata niko "pluuk"kaos lengan pendek jatuh di paha niko, lalu pergi keluar niko melihat jeje pergi tiba tiba dia menyadari hoodie jeje seperti ada nona darah dengan cepat niko memakai kaos yang di berikan jeje untuk nya lalu berdiri dia tersenyum melihat obat dan soda di kursi "apa dia berfikir menyuruhku minum obat dengan soda?"kata niko sambil terkekeh lalu pergi keluar .


"jeje!!"tini berjalan cepat saat melihat jeje "kau meninggalkan topimu"kata gini gilang melihat tini bicara dengan jeje, jeje tidak bicara apapun langsung mengambil topinya dari tangan tini "kau terluka aku ingin membantu mu mengobati luka tadi"kata tini jeje mundur selangkah saat tini mau menarik tangannya "jangan berfikir aku baik karena melakukan hal bodoh tadi, aku tidak ingin menolongmu jika aku tau kalau yang di pukuli adalah dirimu aku akan memilih diam"kata jeje "ya..aku tau"kata tini "tapi tadi kau sudah terluka dan kau berdarah bisa infeksi jika tidak di obati"kata tini "luka nya akan sembuh jika kau tidak muncul lagi di depan ku"kata jeje tini menunduk dan melihat perban di telapak tangan jeje "kau di perban? Apa ada luka lain?"tini terlihat kwatir tini melangkah mendekat jeje mendorong nya langsung "jeje!!"anggel segera menghampiri jeje "jangan begitu"kata anggel "aku menyesali yang terjadi di jalan tadi"kata jeje lalu dia pergi "ibu tidak papa?"tanya anggel tini menggelengkan kepalanya air matanya mulai keluar "jeje terluka tapi tidak mau di obati"kata tini "oh..ibu hatimu sangat baik"kata anggel.


Jeje melihat kotak makanan di mejanya membuat dia teringat kotak makanan yang di bawa hancur saat mobil menabrak sebuah toko, jeje membuka kotak makanan itu isinya roti sandwich buah tanpa ragu mulai memakannya niko melihat itu dari jendela "aku berharap suatu saat nanti kebencian di dalam hatimu berubah jadi cinta dan kebaikan"kata niko.


"aahhh"jeje meringis di saat milli mengobati luka nya "tahan ya nona"kata milli "milli"kata jeje "iya nona"kata milli "jika ada orang yang memegang kepala kita hum..kira kira maksudnya apa ya?"tanya jeje "jika seorang memegang kepala kita itu mendakan kasih sayang"kata milli "jika orang itu kakak kita berarti dia sangat menyayangi kita dan jika pacar yah..itu tandanya dia sangat sangat mencintaimu"kata milli "lalu jika seseorang menolong kita sampai terluka artinya apa?"kata jeje "ya..itu artinya sebuah rasa kepedulian, orang yang menyayangi kita pasti melakukan apa saja walaupun bahaya di depan dia tidak akan takut, kepedulian juga sangat penting dalam kehidupan kita harus peduli pada orang orang yang memerlukan bantuan kita, seperti menolong orang, memperhatikan lingkungan sekitar"kata milli jeje terdiam mendengar penjelasan dari milli yang juga merupakan pengasuhnya "gak salah aku memilih milli untuk membimbing nya"fikir chai yang ada di luar pintu "milli aku pernah menembak orang bersama kak chai itu namanya apa?"kata jeje "itu namanya menghukum, kalian menembak orang jahat dan itu tidak salah sebab orang jahat memang harus di hukum"kata milli "sudah selesai nih nona"kata milli "baik terimakasih"kata jeje milli pun segera keluar dari kamar jeje, "apa kau terluka?"kata kata niko ternginga di telinganya "aku melihat nya dengan mataku sendiri!"semua perkataan niko menggema di telinga nya dan juga tentang penjelasan rasa kepedulian dari niko, gilang, tini dan juga rizi serta mawar membuat jeje menatap ke arah cermin melihat dirinya sendiri dengan mata yang sangat sangat dingin "tidak!!...aku tidak akan membiarkan mereka mempengaruhiku!! Mereka hanya pura pura baik tidak seperti kakak"kata jeje . "jika kau hanya diam di sini dunia mu tidak akan berubah, karena perubahan tidak akan datang dari kaki yang diam"kata chai saat bertemu dengan jeje di tengah hujan yang cukup deras "dan jika kau kembali melakukan hal bodoh, mereka yang membuat mu sadar kalau dunia penuh dengan kepalsuan mereka akan tertawa melihat mu mati , dalam kesengsaraan" "kau anak yang baik untuk selanjutnya jadilah adikku, aku yang akan maju di saat dunia menyerang mu" jeje teringat saat di bertemu dengan chai berkali kali, apalagi di saat pertama kalinya jeje melihat chai datang menemuinya kembali saat jeje sedang balapan chai datang dengan membawakan baju dan juga kotak p3k, dan di saat jeje di kejar orang chai juga langsung maju melindungi jeje, chai juga yang membawa jeje saat jeje menenggelamkan dirinya sendiri, chai selalu hadir kapan pun sampai akhirnya jeje ikut dengan chai, dan chai juga mengurus hak asuh jeje dan mengurus semuanya sampai resmi jeje masuk ke dalam keluarga nya, tetapi terkadang jeje lupa kalau dia sudah menjadi keluarga chai sampai terkadang jeje masih menelpon orang tua nya sampai akhirnya jeje mulai menyadari semuanya makanya dia tidak lagi menangis di saat ada yang menghina nya atau mencacinya semua mulai di anggap omong kosong , jeje tersenyum sinis "aku akan membangun dunia ku sendiri dengan kak chai, dunia tanpa drama, tanpa kepalsuan"guman jeje sambil menatap foto di sampingnya "karena kau adalah teman kami"jeje kembali teringat perkataan rizi "kau mendorong semuanya dengan kebencian yang ada di hatimu!"perkataan niko juga "karena aku peduli pada mu"perkataan tini "karena kau adalah teman"kata mawar "dunia terlalu penuh dengan kepalsuan sampai kita sulit membedakan mana yang benar benar asli mana yang hanya drama"kata chai. Jeje menatap gelang buatan mawar "kau berkata cinta pada ku tetapi kau malah bersama orang lain"jeje teringat masa lalunya "karena aku tidak bisa memilih antara kau dan dia"kata seorang pria tinggi, "kami juga tidak tau mengapa kami bisa mendapatkan anak sialan sepertimu"perkataan ibu nya "karena aku peduli dengan mu"perkataan niko "kau adikku satu satunya dari masa sekarang sampai masa yang akan datang"perkataan chai jeje mendadak bimbang dia kembali teringat tubuh niko penuh dengan luka "mungkin yang lain akan menjauh tetapi tidak dengan ku"ucapan niko kembali teringat lagi "aku juga dulu sama sepertimu jadi jangan merasa kalau kau satu satunya pendosa karena akulah pendosa yang pertama sedang kan kau adalah adikku"kata chai . Jeje menghela nafas berat "terkadang aku tau mereka tidak salah tetapi aku menyalahkan mereka"guman jeje.


Chai duduk dengan para pengawalnya "aku tau dia terkadang terlihat baik baik saja tetapi itu tidak, masa lalunya tidak akan bisa hilang semudah itu, sama sepertiku kejahatan yang di terjadi di masa lalu membuat ku jadi kejam seperti sekarang hanya dia yang bisa menenangkanku"kata chai dalam hati "aku juga ingin adikku merasakan cinta dan juga kasih sayang yang penuh bukan kebencian"kata chai di dalam hati "tuan apa anda memikirkan sesuatu?"tanya steven "tidak"kata chai "kita urus saja perusahaan yang akan menjadi milik kita sebentar lagi"kata chai "baik tuan"kata hary "kalian pergilah istirahat aku ingin bicara dengan milli dan kal serta jerico"kata chai.


Wahyu terlihat heran sekaligus senang mendengar cerita niko kalau jeje yang membalut luka nya "kau hanya perlu membuktikan pada nya tentang cinta ku yakin kebencian yang ada di dalam dirinya pasti sirna"kata wahyu "iya yu, tapi kenapa ya dia bisa memiliki kebencian bahkan itu terlihat jelas di saat di bicara"kata niko.


Chai menatap ketiga orang di depannya "nona selalu berubah tuan di saat dekat dengan anda, apalagi di saat anda tidak ada kabar wajah nona akan berubah memiliki satu ekspresi"kata kal "aku tidak ingin dia menderita dengan kebencian dari masa lalunya"kata chai "kebencian itu muncul karena rasa sakit yang mendalam tuan, itu biasanya datang dari prilaku buruk orang sekitar"kata jerico "apa adikku akan menjadi seperti ku dulu"kata chai "saya yakin tidak"kata milli.


Athan melihat dokter keluar dari ruang oprasi "gimana dokter"kata athan "teman anda sedang mengalami koma"kata dokter "kami juga terpaksa memotong kedua kakinya dan tangan kirinya karena tulang nya sudah hancur total"kata dokter athan terkejut mendengar itu.


Jeje keluar dari kamar dan melihat chai duduk di sofa "kenapa belum tidur?"tanya chai "aku lapar"kata jeje "aku juga"chai berdiri menghampiri adikknya "tumben sekali kakak lapar di tengah malam?"kata jeje dua pelayan menyiapkan makanan "aku terlalu banyak mengeluarkan tenaga saat di kantor "kata chai "kau kelelahan?"tanya jeje "ya..sedikit"chai tersenyum "gimana harimu di kampus?"tanya chai "baik baik saja"kata jeje "bagus lah, makanan sudah datang ayo makan"kata chai "mata mu sudah merah kau sudah ngantuk ya"ucap jeje "tidak kok"kata chai lalu keduanya makan bersama sampai selesai"habis makan jangan langsung tidur, duduklah sebentar baru tidur"kata chai jeje mengangguk "kak"kata jeje chai yang baru mau naik tangga langsung berhenti dan mundur mendekati adiknya "ada apa?"tanya chai "perusahaan xia fu"kata jeje "ahh..kau ini kenapa, perusahaan itu masih milikku karena dokumen itu palsu"kata chai sambil mengusap rambut jeje "dengar adikku.."chai menatap jeje "jangan fikirkan apapun yang terjadi, dan yang sudah terjadi biarkan saja terjadi ambil sesuatu dari itu semua , kau tau kenapa aku melarang mu pulang"chai tersenyum jeje menggelengkan kepalanya "karena aku tau han akan menculikmu"kata chai "sungguh?"kata jeje "ya karena aku seorang kakak, maka aku akan melindungimu dan menjaga mu sebab aku peduli dengan mu"kata chai "kak"jeje menatap kakaknya "aku terkadang tidak tau apa itu peduli ku fikir itu hanya kata bodoh yang tidak berguna tetapi tanpa sadar terkadang aku melakukan apa yang mereka sebut dengan peduli"kata jeje chai tersenyum "aku suka mendengar nya"kata chai "kenapa?"kata jeje "aku dulu juga begitu sampai dia datang mengajarkan apa itu kepedulian dan ternyata ku fikir aku tidak melakukan suatu yang di sebut peduli ternyata aku sering melakukannya dan ternyata kepedulian itu sangat penting seperti kau peduli pada ku"kata chai "hah kapan?"kata jeje "kau tidur di sofa karena menungu ku kan?"kata chai "huuh kepedean banget"kata jeje "ayolah ngaku"kata chai "memang tidak kok"kata jeje "jangan jangan kau bertanya pada mereka kemana kak chai kok belum datang"kata chai "ck..iya sih"kata jeje chai tersenyum lebar "itu tanda nya kau sayang padaku, baiklah segera tidur besok kau akan ke kampus kan"kata chai "iya, hum..good night"kata jeje sambil menaiki tangga duluan "adik yang baik"guman chai "gak ku sangka tuan yang dingin jadi semanis itu pada adiknya"bisik lim yang mengintip di pintu "apapun akan berubah jika tepat pada waktu dan tempatnya"kata akia.