What Is Love

What Is Love
ayah



pagi hari yang cerah seperti biasa niko pergi ke kampus dengan wahyu "tebak yu hari ini dia datang tidak" kata niko "hmm.. feeling ku mengatakan jeje akan memilih tidur dari pada bertemu dengan mu" kata wahyu "feeling mu selalu saja buruk kau tau aku rela di tampar tiap hari yang penting bisa menatap wajah nya memanggilnya, mengganggu nya" kata niko "ya.. hari ini kau akan mendapatkan tamparan dari ku " kata wahyu "eh.. siapa itu? " niko menunjuk seseorang dengan masker hitam "ayo kita hampiri" kata wahyu "hei" kata niko yang melihat wahyu sudah jalan duluan "eh.. ternyata pak gilang" kata wahyu "oohh.. pak Gilang" kata niko "bapak lagi flu ya.. hehe tumben pakai masker" ucap wahyu "iya nih aku sedang sedikit flu " kata Gilang "ini pak" wahyu mengeluarkan sesuatu dari sakunya "hirup ini pasti lega" kata wahyu "oke terimakasih saya duluan ya" Gilang pergi "kurasa dia tidak flu" kata niko "dari mana kau tau? " kata wahyu "ini terlalu mencurigakan tiba-tiba dia datang pakai masker dan topi " kata niko "apa yang mencurigakan? " kata wahyu "aku melihat sudut mata kiri pak Gilang ada luka memar gitu.. mungkin saja pak Gilang.. " kata niko "pak Gilang...?? " kata wahyu "kebentur pintu maka nya luka dan dia malu menunjukkan luka nga makanya pakai topi dan masker" kata niko "nyesal aku mendengar kan mu" kata wahyu "eh.. pak Gilang ganti gaya nih.. dia makin keren. " "iya dia semakin tampan saja aku jadi semakin naksir pada nya" "bahkan dia melebihi si niko itu" "ahh.. niko aku tidak suka lagi dia tidak waras aku pindah ke pak Gilang" kata beberapa gadis yang kebetulan lewat di sebelah wahyu "sekarang aku tau apa yang mencurigakan" kata wahyu "benarkah? " kata niko "ya.. ku rasa yang mencurigakan itu kau niko.. kau iri kan penggemar mu pindah ke pak Gilang " kata wahyu "ya.. ngapain iri udah ah aku mau ke kelas jeje ngantar bekal" kata niko "bekal nya juga nanti di bawa pulang ku do'ain dia gak datang" kata wahyu "doa mu jelek" kata niko.


di dalam sebuah kamar mewah dengan pemandangan indah di luar jendela jeje duduk termenung matanya merah karena dia tidak tidur semalaman "tok tok" jeje menatap ke arah pintu lalu berdiri pria yang menolong nya sudah ada di depan pintu "ini pakaian untuk mu kurasa pas aku meminta bantuan pelayan wanita di sini untuk memilih baju sesuai penampilan mu, makanan akan datang sebentar lagi " kata pria itu "matamu sangat marah kau belum tidur? atau kau hanya merenung semalaman? baik lah aku tidak bisa lama lama aku harus mengurus pekerjaan ku dulu " kata pria itu "tuan" kata jeje "ya" kata pria itu "aku tidak membawa sepeser uang semua kartu ku aku tidak tau ada di mana lagi" kata jeje pria itu tersenyum "tidak ada yang menyuruh mu membayar pergilah mandi sarapan lalu istirahat agar kau kembali pulih" pria itu langsung pergi "bahkan aku juga lupa nomor ponsel kakak" kata jeje sambil duduk kembali di sofa "jika aku tidak ada yang bagaimana bisa aku kembali ke indonesia menemui kakak.. ku yakin dia sekarang cemas dan lupa pada diri nya sendiri" kata jeje.


milli meletakan segelas jus ke meja di samping chai yang sedang duduk dengan tenang "tuan minuman nya" ucap milli "panggil semua nya untuk kemari" kata chai "baik tuan" kata milli "byuuurrr!!! " suara air terdengar keras terlihat lino sedang memakan sepotong lengan manusia "tuan anda memanggil kami" kata akia "sudah di pasang? " kata chai "sudah" lim membawa wandi dan supri "kenapa kau tidak membiarkan kami pergi tuan? " tanya supri "dan kenapa juga kau memakai kan kalung aneh seperti ini? " tanya supri "sudah ada perkembangan? " tanya chai "sudah tuan, menurut rekaman CCTV tempat truk terakhir membawa jeje ada beberapa orang yang memindahkan barang barang yang ada di truk apel ke peti kemas kemungkinan nona ada di dalam salah satu peti kemas itu" kata kal "kalung itu adalah bom " kata chai "tuan kau" kata wandi "kalian juga harus menemukan adikku.. karena kalian yang membawanya pergi dan kalian semua cari adikku sampai dapat jangan kembali sebelum kalian menemukan nya! " kata chai.


malam harinya...


dara menatap tempat biasa jeje muncul namun jeje tidak terlihat sedikit pun melainkan pemain lain "ngomong ngomong jeje kemana ya? " tanya bad "aku juga gak tau" kata sara sambil melepas koas tangan nya,"ini aneh kenapa jeje tiba-tiba menghilang apa dia sakit? "fikir sara.


" tap.. tap.. "seorang pria berhenti melangkah di depan pintu yang tertutup " hei aku datang! "kata pria itu namun tidak ada jawaban dari dalam membuat pria itu menjadi cemas dia terus mengetuk pintu berkali-kali namun tetap tidak ada jawaban dari dalam.


niko turun dari motor nya karena ada beberapa anak anak yang berada di tengah jalan " jangan berkata kasar niko biar aku saja yang bicara "kata wahyu " tidak aku saja"kata niko sambil mendekati anak anak itu "hei.kenapa kali--" niko melihat benda yang di pegang anak anak itu "eh.. boleh aku melihat benda yang kalian pegang? " tanya niko"boleh"salah satu anak itu memberi tas kecil yang dia pegang niko mengamati tas itu ada sebuah simbol yang tidak asing dan juga tulisan kecil di tas itu soikham "ah.. hei.. kalian kartu kartu yang kalian pegang kalian dapat dari dalam tas ini ya? " kata niko anak anak itu mengangguk "dari mana? " kata niko mereka menunjuk sebuah pohon "boleh kalian berikan semuanya pada ku.. hum.. ini milik teman ku" kata niko "tidak ini mainan kami" kata mereka sambil memegang kartu kartu milik jeje dengan erat "aku punya penawaran.. bagaimana aku memberikan banyak mainan untuk kalian tapi berikan itu pada ku? " ucap niko anak anak itu saling tatap kemudian mengangguk setuju.


jerico berhenti berjalan "mereka bilang peti kemas nya di antar ke Korea tapi aku periksa sama sekali tidak ada" kata jerico "iya.. aku sampai kelelahan" kata lim "kurasa riwayat hidup ku tidak lama lagi aku akan jadi santapan pelihara tuan chai" kata jerico "jangan menyerah" kata lim "ahh... siapa ini" jerico mengambil ponsel nya yang berbunyi "ya kal" kata jerico "aku belum menemukan nya bagaimana dengan kalian? " tanya kal "hah.. kami juga tidak menemukan nya semua peti kemas yang kami periksa kosong tidak ada jeje di sana" kata jerico "baiklah aku akan mencarinya lagi" kata kal sambil memutuskan panggilan jerico menarik nafas dalam dalam tiba tiba ponsel nya kembali berbunyi "ada apa lagi" kata jerico "bilang pada lim akan ku tembak dia jika sulit di hubungi" kata kal jerico menatap lim "di mana ponselmu? " tanya jerico "ponselku ada di sak--?? " lim meraba raba sakunya "di mana ponsel ku? " tanya lim "aku tidak tau" kata jerico.


jeje meletakan ponsel shiba ke atas meja "paman tidak bisa" kata jeje "apa kau tidak ingat nomor telpon rumah mu? " tanya shiba "tidak ingat paman aku jarang memakai telpon rumah" kata jeje ponsel shiba berbunyi terlihat gambar dua anak kecil di layar "anak ku menelpon ku bentar ya" kata shiba jeje mengangguk kan kepalanya "halo kak" kata shiba jeje melihat sekilas seseorang yang di sebrang telpon shiba "itu.. mirip saudara nya si pecundang" kata jeje dalam hati "mana niko? bukan nya tadi dia yang ingin bicara pada ayah" kata shiba "niko?? " fikir jeje "iya ayah dia lagi menyiram mawar yang baru dia beli buat baby nya " kata wahyu "jangan jangan pria yang ada di dekat ku adalah ayahnya saudara pencundang" fikir jeje "beli bunga lagi dia? " kata shiba "iya ayah.. bunga yang dia beli layu sebelum di berikan ke jeje karena jeje baby nya si niko tidak datang ke kampus" kata wahyu "halo ayah.. bagaimana dengan kerjaan mu" jeje menatap shiba dia sangat kenal pemilik suara itu "pecundang" kata jeje dalam hati.


keesokannya..


"aduh" may melihat sesuatu yang di pijak di saat menyiram bunga terlihat sebuah ponsel may memungut nya terlihat walpeper di ponsel itu gambar lim yang sedang merokok "ini milik lim" kata may terlihat banyak panggilan tak terjawab dari nomor asing "kau sedang apa? " chai yang hendak pergi melihat may yang mematung "maf maaf tuan.. " may gugup tapi memberanikan diri mendekati chai yang terlihat menatapnya dengan tajam "tuan aku menemukan ponsel milik lim ada di dekat sana" kata may "tap!! " chai mengambil ponsel itu dengan kasar "byurrr!! " chai melempar ponsel itu ke kolam "bisa fokus kerja? " kata chai "bi.. bisa tuan"kata may chai langsung masuk ke dalam mobil may masih diam gemetaran tidak berani bergerak melihat itu milli mendekati may " may.. "kata milli " aku takut"kata may "jangan takut tuan chai sedang di kuasai rasa kawatir ke adiknya yang belum ketemu" kata milli sambil menenangkan may yang ketakutan.


jeje menatap shiba yang bersiap hendak pergi "aku berjanji akan membawa mu pulang bersama ku aku akan menyelesaikan pekerjaan ku secepatnya" kata shiba "oh tuan shiba selamat pagi apa ini anakmu yang kau ceritakan " kata wanita semalam "aku di suruh ayahmu untuk mengantar kan makanan ke kamar mu nona" kata wanita itu "ay.. ayy.. ayah? " kata jeje sambil menatap shiba "iya ayahmu" kata wanita itu "dia ayahmu kan? " kata wanita itu "iya aku ayahnya " kata shiba "oh.. i.. iya ayah.. ayah ku" kata jeje "kenapa kau terlihat kaku sekali ini makanan mu" kata wanita itu "iya" kata jeje wanita itu pun pamit pergi jeje menatap shiba dengan tanda tanya "paman kenapa kau melakukan ini? " kata jeje "aku terpaksa melakukan nya jika tidak kau akan di usir dari sini jika mereka tau kau tidak memiliki identitas" kata shiba "percayalah ini demi kebaikanmu" kata shiba "untuk sementara di saat kita berada di luar kamar kau panggil aku ayah" kata shiba "jangan banyak fikiran, dan jangan kemana mana makan sarapan mu aku akan lembur agar pekerjaan di sini cepat selesai dan kita akan kembali ke indonesia kau percaya pada ku kan" kata shiba "aku tidak ingin melukai mu atau melakukan hal buruk padamu aku hanya ingin kita kembali ke indonesia bersama agar kau aman kau anak wanita orang yang melihat mu akan berniat melakukan hal jahat" kata shiba sambil berjalan pergi jeje pun masuk ke dalam kamar melihat ada notebook di atas meja "astaga milik paman" kata jeje sambil mengambil notebook itu "tap"tiga kertas kecil terjatuh dan selembar foto jeje membungkuk mengambil tiga lembar catatan kecil terlihat catatan itu berisi nasihat dan semangat dari istri, putra pertama, putra ke dua jeje memungut selembar foto yang terjatuh " apa?? "jeje terkejut melihat foto shiba bersama seorang wanita dan dua pria muda di tengah.