
"zruutt" jeje berlari lalu meluncur di tangga seperti biasa "jeje!! " kata chai dan monnie "ya ya aku tau" jeje terdiam melihat niko ada di meja makan "oih.. kenapa pecundang sialan itu ada di sini" kata jeje "jeje tidak boleh begitu" kata monnie "iya aku salah" kata jeje "duduk sini" kata chai "tidak mau aku mau duduk di dekat kakak ipar awas" kata jeje "baik" chai pindah tempat duduk "kakak ipar katakan pada ku kenapa mahkluk itu ada di sini" kata jeje "aku menyuruh nya menginap di sini" kata monnie "yang benar saja" gerutu jeje "dia tamu" kata monnie "tamu tidak di undang, aku sudah kenyang " jeje pergi menghampiri milli dan milli langsung merapikan pakaian nya "adik tunggu" kata monnie "apa lagi? " kata jeje "tunggu niko dia sebentar lagi selesai" kata monnie "ya sesuai permintaan mu" jeje pergi ke belakang menemui peliharaan nya "maafkan adik ku" kata monnie "tidak masalah sudah biasa" kata niko.
pintu mobil terbuka niko keluar dari mobil "loh kemana baby? " tanya niko sambil melihat kanan kiri padahal jeje ada di samping mobil nya dengan motor nya tetapi begitu sampai kampus jeje menghilang "pak polisi baby kemana? " kata niko "nanti dia akan sampai" kata kal "tapi kok bisa? " kata niko "ada sesuatu yang dia kerjakan sebelum dia datang ke kampus" kata kal "benarkah ? " kata niko "kau mau tau? " kata kal "mau" kata niko "ayo" kata kal.
"maju cepat!! jadi orang tuh harus cepat ligat dan cekatan" kata jeje "terimakasih nona jeje semoga Tuhan memberkati mu" kata seorang wanita tua sambil membawa bingkisan yang di bagi bagikan "maju lagi" kata jojo "nona jeje makasih ya" kata beberapa orang "lekas cari kerjaan kau tau gak selama nya aku bisa membantu kalian" kata jeje "jika kalian tetap begini terus itu tanda nya kalian manusia yang gagal" kata jeje sambil menatap bodyguard nya membagi bagi amplop "nona jeje!! " seorang wanita muda datang sambil membawa tas "nona jeje kau ingat aku? " kata wanita itu bodyguard jeje mencoba menghalangi wanita itu "biarkan dia " kata jeje "nona jeje aku aku salah satu orang yang menerima bantuan mu, kau tau aku mengikuti saran mu, aku menjual gambar yang ku buat dan itu laris aku juga ikut kursus bahasa Inggris aku mulai menjual gambar yang ku buat secara online dan aku bisa ikut membantu orang orang lain seperti yang kau minta. aku aku mau memberi mu hadiah" kata wanita itu sambil mengeluarkan sesuatu dari tas nya "hei" kata para bodyguard nya "tidak papa.. " kata jeje "aku punya hadiah untuk mu" wanita itu mengeluarkan kotak kecil "gelang.. kau suka pakai gelang kan? aku membeli dua " kata wanita itu sambil memberikan nya ke jeje "kenapa kau melakukan ini? aku menolak" kata jeje "tapi aku membeli nya untuk mu, ini ini tidak mahal nona jeje sesuai yang kau katakan aku melakukan apa yang kau mau" kata wanita itu "aku.. aku mohon" wanita itu berlutut "terima lah nona jeje" kata wanita itu "berdiri lah sebelum aku menendang mu" kata jeje "nona jeje Terima ya.. ku mohon aku akan terlambat pergi ke kelas hari ini" kata wanita itu jeje menatap jerico di samping nya jerico mengangguk jeje langsung mengambil satu gelang yang ada di dalam kotak itu "satu untuk ku satu untuk mu, kak lim antar dia " kata jeje.
beberapa orang dengan kostum unik berkumpul di sebuah tempat "nona jeje datang" kata orang dengan kostum kelinci hijau "nona jeje" yang lain langsung berdiri memberi hormat "oih.. santai saja" kata jeje "kenapa kau datang kau bisa mengirim pelayan mu" kata orang dengan kostum beruang "apa yang kalian makan? " kata jeje "gorengan tadi beli di pinggir jalan" kata mereka "kau mau makan gorengan? " kata orang dengan kostum kucing ungu "memang nya maan gorengan hal terlarang, kalian juga dulu memberiku gorengan" kata jeje "bukan nya seharusnya kau ada di kelas" kata kelinci itu "aku bisa datang ke kelas kapan pun" kata jeje "tunggu kau datang ke sini untuk membantu kami lagi atau ngobrol jika untuk memberi bantuan kami akan pergi" kata mereka "oi oi duduk duduk" kata jeje "siapa yang mau membantu kalian jangan ge-er paman beruang bagaimana dengan istri mu masih hidup kan" kata jeje "masih dia sedang jualan, kau sudah sangat membantu nya " kata orang berkostum beruang itu "cepat sana ke kalas mu" kata si kostum beruang "ayolah aku bisa datang ke kelas kapan pun aku mau" kata jeje "kau harus rajin belajar dan jangan sering bolos nanti kau jadi seperti kami" jeje terkekeh "kalian tidak mau kerja di kantor ku" kata jeje "orang seperti kami ini tidak layak" jeje berdiri "aku akan pergi ini bingkisan buat istri kalian ingin jangan selingkuhi mereka" jeje pergi "hati hati semangat ya!! ".
hari menjelang siang jeje memarkirkan motor nya ke depan gerbang " oih pak satpam ini bingkisan untuk mu dari orang asing "kata jeje " iya aku tau"kata satpam "boleh aku masuk? " kata jeje "gak boleh kau sudah terlambat ini jam sebelah" kata satpam "baiklah kau tetap menyebalkan" jeje pergi ke tempat biasa dia melompat untuk masuk ke dalam kampus "oih.. ini melelahkan" jeje duduk di tepi kolam renang "untuk mu" jeje menoleh melihat siapa yang ada di samping nya "seperti nya aku tidak bisa mengusir nya, walaupun aku memukul nya, mengatakan kutukan, hal buruk, kebencian dia tetap tidak menjauh dari ku seperti nya aku memang harus mendiam kan dirinya sampai dia bosan " kata jeje dalam hati "minum lah" kata niko "kau ingin meracuni ku? " kata jeje "astaga aku tidak meracuni mu jus alpokat ini baru saja di buat bibi kantin" kata niko "buatnya bersamaan dengan punya ku lihat ya aku minum punya ku" kata niko "nih aku gak mati kan? " kata niko "kau mau menagih janji semalam? " kata jeje "ka kelihatan lelah besok saja live nya" kata niko "tidak papa sekarang saja" kata jeje "baik lah" niko menyiapkan ponsel nya "sebenarnya aku kagum pada mu setelah melihat mu melakukan hal yang aku tidak menyangka kau mau melakukan nya" kata niko dalam hati "wahyu benar Tuhan mengirimkan malaikat dalam wujud yang berbeda beda " jeje memperhatikan niko mengusap mata nya "kau menangis? " tanya jeje "iya" kata niko "dasar tidak waras" kata jeje "kau tidak tau aku tadi melihat malaikat Tuhan" kata niko "lelucon mu basi" kata jeje "apa kau tidak bisa melihat malaikat itu? " kata niko "tidak ada malaikat" kata jeje "ya seorang malaikat tidak akan menyadari kalau diri nya adalah malaikat" niko menatap jeje "hah? " jeje menatap niko "maksud nya? " fikir jeje "live nya sudah mulai" kata niko "tunggu dulu aku tidak mau wajah ku terlihat jelas" kata jeje "pakai filter aja " kata niko "filter? " kata jeje "iya tenang saja aku akan menutupi setengah wajah mu" kata niko "baik lah " kata jeje sambil duduk di samping niko "Hai guys hari ini aku akan memulai live kembali kalian tau aku ada dengan siapa? " niko menatap jeje yang terlihat kesal "kenapa ada panda yang menutupi bibir ku dan hidup ku" kata jeje "bukan kah kau tidak mau wajah mu terlihat jelas? jadi aku menutupi nya" kata niko "tapi kenapa harus pakai ini? " kata jeje "kalau begitu ganti ini saja" kata niko terlihat di layar ponsel setengah wajah jeje tertutup dengan mulut berwarna hitam "bagaimana lebih baik kan kau sekarang memiliki mulut venom " kata niko "jauh lebih baik ini terlihat keren" kata jeje niko tersenyum "ini adalah baby " kata niko "dia ada bersama ku sekarang" kata niko
"baby kenapa pakai filter venom"
"kak niko salam dari riau"
"baby perlihatkan wajah mu"
"Hai baby"
"kalian udah jadian? "
"baby kamu terlihat lebih cool dari kak niko"
"ternyata itu baby ku fikir teman pria kak niko"
niko menatap jeje yang sedang mengupas bungkus permen karet nya "kau tidak menyapa penggemar ku? " kata niko "kau mau aku melakukan kan nya? " tanya jeje "iya kita kan live bersama" kata niko "aku tidak tau cara nya" kata jeje niko tertawa "Hai guys begitu" kata niko "hai hum. hai guys aku ya aku baby akan bersama si pecundang ini live berdua " kata jeje
"bagus sekali, kami.. hahaha kami belum jadian tapi akan segera jadian" kata niko jeje menatap niko "tidak akan" kata jeje
"kak niko nyanyi dong"
"baby apa kabar"
"kak niko nyanyi sama baby"
"baby kamu terlihat maskulin"
"baby buka topi mu"
"baca komentar" kata niko "ya" kata jeje "agar lebih mudah kau masuk saja ke live ini dengan ponsel mu" kata niko jeje langsung mengeluarkan ponsel nya "kabar ku baik tadi sekarang buruk" kata jeje "guys kalian mau bertanya apa semalam ayo tanyakan" kata niko "oke" jeje membuka topi nya "kalian tau aku tidak suka menyanyi dan--" kata jeje "dan bisa menyanyi namun gengsi untuk bernyanyi" kata niko "aku akan mengambil gitar sebentar" niko pergi.
"baby jangan pakai filter venom"
"baby senang gak dekat dengan kak niko"
"kak niko selalu membahas tentang mu"
"nyanyi baby"
"baby kapan kalian jadian? "
"baby udah makan"
"aku tidak suka orang melihat wajah ku" kata jeje "kalian tau si pecundang itu memaksa ku untuk live dia benar benar menyebalkan kenapa bisa kalian menyukai nya" kata jeje sambil menancapkan pipet ke jus nya "aku dan dia tidak akan jadian, bagaimana kalau kalian membantu ku mencari kan dia seorang pacar, dia benar benar mengganggu ku setiap saat. aku barusan makan makanan yang dia bawa. jangan minta aku menyanyi aku tidak bisa aku tidak banyak tau lagu lagu" kata jeje
"kak niko bilang kau sering memakai headset dan sering mendengar kan lagu"
"jangan bohong "
"lihat baby aja masih memakai headset"
"hum?? " jeje melepaskan headset nya "aku datang" kata niko "ayo request lagu apa? " kata niko "ngomong ngomong apa dia menceritakan tentang ku? atau dia memarahi kalian? atau mengatakan kalau aku menyebalkan" kata niko "tutup mulut mu" kata jeje.
"gor main roo tum mai dton nee" niko memainkan gitar nya jeje menoleh ke arah niko "dtae mai roo klai pen rak pai dton nai" niko menatap jeje "kakak aku pernah melihat ponsel jeje dan banyak lagu dalam bahasa asing " kata niko saat di rumah chai "chai itu orang thailand jadi jeje terkadang mendengar kan lagu thailand, kadang Inggris ayah chai campuran Indonesia dan thailand" kata monnie "oh.. pantas saja" kata niko.
"dia menyanyikan lagu dalam bahasa" kata jeje dalam hati "bagaimana? " niko melirik jeje "sangat buruk" kata jeje
"lagu fuzii kaze kak"
"lagu Billie kak"
"baby nyanyi dong"
"fuzii kaze lagu apa? " kata niko "matsuri" kata jeje "kau tau? bagus lah kalau begitu nyanyikan" kata niko "apa? " kata jeje "aku akan cari lirik nya agar bisa memainkan nya dan kau yang nyanyi" kata niko "aku? tidak akan" kata jeje "batu kertas gunting" kata niko "oke".
wahyu menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal " kemana niko dia bilang pagi akan kembali"kata wahyu "untuk saja hari ini cuma di kasih tugas" kata leo "telpon saja dia" kata ale "di tolak" kata wahyu.
"ima nara subete uketomeru kara"niko menatap jeje yang sedang bernyanyi niko tersenyum jeje perlahan menatap ke arah nya " ohh ah-ah nanmo shitta koccha nai ohh ah-ah suki ni shite kudasai "jeje membuang muka nya dari niko " sudah selesai "kata jeje " aku akan nyanyikan lagu untuk mu"kata niko "nyanyi lah" kata jeje "aku haus kay nyanyi saja" kata jeje sambil meminum jus nya
"guys filter nya hilang"
"screenshot"
"record"
"gak sadar dia tuh"
"nyanyi lagi "
"nyanyi kak niko"
"baby suara kamu bagus"
niko memainkan gitar nya sambil menatap jeje "kau mungkin jarang mendengar nya" kata niko "jangan lah ada dusta di antara kita berdua dan jika telah berjanji jangan lah engkau ingkari" niko mulai bernyanyi "dengar lah aku bertanya aku ini milik siapa katakan lah... ku butuh jawaban nya agar diriku bahagia mendengar nya.. " jeje menatap niko "lagu apa ini? aku tidak pernah mendengar nya" kata jeje dalam hati niko tersenyum sambil meletakkan gitar nya "bagaimana? " kata niko "kau mengarang nya? " tanya jeje "tidak ini lagu kangen band " kata niko jeje terdiam dan lanjut meneguk jus nya.
"kaya nya baby menyukai lagu nya"
"nyanyi lagi"
"ayo buat grup buat mereka berdua kita dukung mereka sampai jadian"
"nyanyi lagi"
"baby ternyata imut ya kalau pas minum"
"kita akan nyanyi lagi" kata niko.
baim terdiam melihat dari jendela niko dan jeje duduk berdekatan "kau lihat apa? " tanya dila "sstt kak niko sedang bernyanyi" kata baim "pantesan mereka berdua gak kelihatan" kata dila "ayo beri tau kak wahyu" kata baim.
"buka hatimu... buka lah sedikit untuk ku" jeje membaca komentar yang ada di live
"kode tuh baby buka lah hati mu"
"baby kak niko tuh orang nya tulus Loh"
"eaa.. kak niko "
"baby tipe cowok kamu seperti apa? "
jeje terlihat seperti sedang berfikir "selesai" kata niko "tipe.. hum.. aku tidak tau" kata jeje "serius? kau tidak ingin tipe cowok mu seperti apa misalnya seperti aku, tampan, pemberani, kuat, penyayang" kata niko jeje menatap ponsel niko
"betul tuh"
"masa tipe cowok tidak tau"
"katakan baby"
"aku akan memberikan jawaban, aku tidak memiliki tipe cowok yang seperti kalian, aku sama sekali tidak memikirkan hal bodoh seperti itu, itu tidak penting maka nya setiap ada yang bertanya pada ku seperti apa tipe cowok yang aku suka aku akan jawab tidak tau ya karena aku memang tidak tau, ini jawaban jujur aku tidak berbohong mungkin kalian tidak percaya tapi ini nyata" kata jeje "satu pun tidak terfikir oleh mu? " tanya niko "tidak" kata jeje
"baby apa kau pernah pacaran? "
"baby kayanya pernah trauma"
"trauma ya? "
"kok bisa ada yang tidak tau tipe pria idaman"
jeje menatap niko "guys jangan bertanya tentang masa lalu" kata niko "masa lalu biarkan berlalu masa sekarang kita akan hadapi perlahan" niko menatap jeje
"baby siapa orang terdekat mu? "
"kak niko segera tembak baby mu"
"baby ayo kita bersahabat agar kita menjadi dekat"
"baby Terima kak niko jadi pacar mu"
jeje diam "kami tidak akan berpacaran itu tidak akan terjadi" kata jeje "jangan bersahabat dengan ku, lebih baik kita tidak perlu saling mengenal" kata jeje "dia ingin menjadi orang terdekat itu akan sangat bagus" kata niko "kau fikir orang terdekat itu bagus? apa itu baik? " kata jeje "ya jelas baik orang terdekat adalah orang yang paling mengerti kita" kata niko "Kau salah, tidak selamanya orang terdekat adalah orang yang paling mengerti diri kita" kata jeje "benarkah? " kata niko "ya ka--" ponsel jeje bunyi "kakak ipar" kata jeje "hai kakak" kata jeje "kau sudah pulang? " tanya Monnie "sebentar lagi" kata jeje "baik lah semangat ya" jeje menatap niko "live sudah selesai? " kata jeje "belum belum sebentar lagi" kata niko "mau apa lagi? " kata jeje "duduk dulu" kata niko jeje kembali duduk
"kak nyanyi aja lagi"
"duet kak"
"iya nyanyi aja lagi "
"dengar live akan berakhir" kata jeje "ya kalian dengar kata nya live akan berakhir" kata niko
"nyanyi kak"
niko menatap jeje "mau bernyanyi bersama ku" kata niko "ha.. ayo tentukan lagu nya" kata jeje "ayo guys request lagu nya" kata niko
"aku dan kamu satu"
"Agnes matahari ku"
"tak ingin usai"
"rich Brian"
"rasa ini indah"
jeje menatap niko "yang mana? " tanya niko "aku tidak tau semua lagunya tapi aku tau sedikit lagu rich Brian " kata jeje "aku tau lagu Agnes Monica tapi bukan yang matahari" kata jeje "kita cari yang lain agar kau nyaman" kata niko sambil lanjut membaca komentar nya
"lovely Billie eillish"
"lily "
"aku buka bang Toyib"
"pelan pelan saja"
"soni soni"
"oih.. itu itu" jeje menunjuk salah satu komentar "ya mana? " kata niko "tunggu" jeje menunjukkan ponsel nya ke niko "lebih dekat" kata niko "ini yang ini" kata jeje "lovely? " kata niko "iya" kata jeje "oke oke" kata niko mulai memainkan gitar nya "thought I found a way " jeje menatap niko yang sedang bermain gitar "but you never go away so I guess I gotta stay now" niko langsung menatap jeje sambil menganggukkan kepala dan mereka mulai bernyanyi bersama sama "oh.. I hope day I'll make it out of here".
wahyu dan leo saling tatap " apa yang terjadi kenapa mereka jadi dekat "kata leo " awal nya jeje datang ke rumah waktu itu niko memberi tau ku lewat pesan niko akan ikut ke rumah jeje asal jeje mau live bersama nya"kata wahyu.
"ayo jangan berhenti" kata niko , jeje menarik nafas dan lanjut bernyanyi "Isn't it lovely all alone heart made oh glass, my mind of stone" suara jeje terdengar begitu lembut dari biasa nya membuat niko terdiam "kok bisa gitu suaranya? " kata ale "ssstt jangan keras keras" kata leo "hello welcome home" jeje menganggukkan kepala nya niko langsung melanjutkan lagunya "something's on my mind always in my head space" niko mengedipkan mata nya sambil tersenyum "ayo satu dua tiga" kata niko "waw" kata vito "even if it takes all night or a hundred years " Gilang melihat kerumunan mahasiswa di depan jendela tak jauh darinya "ada apa? " kata Gilang "ada yang duet nyanyi pak" kata shela "wanna feel alive outside I can't fight my fear " niko terkejut melihat jeje tersenyum "hello welcome home" jeje menatap niko "lanjut kan" kata jeje "hoooo.. ho yeaay" niko tersenyum jeje langsung memejamkan mata nya "haaa.. aaa... aa.. " Gilang menatap jeje dengan terkejut begitu juga dengan niko "waw.. ini keren" kata vito "kita selesai bersama" kata niko jeje mengangguk "hello welcome home" jeje terdiam "astaga kenapa aku tersenyum" fikir jeje "dengar" niko mengusap rambut jeje "aku suka melihat senyuman mu barusan" kata niko "oihh" jeje menyingkirkan tangan niko "beraninya kau" kata jeje "apa salah nya" kata niko "kau memegang kepala ku" kata jeje "aku akan beritahu pada mu satu hal" kata niko "katakan" kata jeje "di saat orang yang mencintaimu memegang kepala mu seperti ini itu adalah tanda sebuah kasih sayang" kata niko "atas dasar apa? " kata jeje "ku rasa aku tidak bisa menjelaskan nya pada mu hanya orang yang punya hati yang tau maksud ku, dan aku ingat kau pernah mengatakan kalau kau tidak punya hati jadi aku percuma saja menjelaskan nya pada mu kau tidak akan mengerti" kata niko "****" kata jeje sambil berdiri "kau mau kemana? " kata niko "pulang" kata jeje "kau tidak pamit pada fans ku" kata niko jeje berjalan mendekati ponsel niko "tik" niko menatap jeje yang mematikan ponsel nya "kenapa kau matikan? " tanya niko jeje tidak menjawab "tunggu dulu" kata niko "baby tunggu dulu" niko mengejar jeje "apa lagi? " kata jeje "kenapa kau tadi begitu sensitif saat hum.. membahas orang terdekat" kata niko "kau akan tau jawabannya nanti" kata jeje "tapi aku mau tau sekarang" kata jeje "besok atau tidak sama sekali" kata jeje "hu.. m ya tapi bener nih" kata niko "apa aku bisa menghindari mu? " kata jeje kali dia pergi "iya juga ya" kata niko "BABY AKU CINTA KAMU" kata niko sambil tersenyum "plak" niko memegang kepala nya "aduh" kata niko "bolos lagi" kata wahyu "tunggu tunggu biarkan aku menjelaskan kenapa aku tidak masuk kelas" kata niko "katakan sebelum aku memukul mu" kata wahyu "aku mengikuti baby dari pagi dan aku tau alasan dia kenapa dia selalu datang siang ke kampus" kata niko dengan tatapan menyakinkan.