
"kakak, aku merasa ini penculikan"kata jeje dengan mata tertutup "ya anggap saja ini penculikan"kata chai sambil menuntun jeje berjalan "apa kau ingin membelikan aku seekor tirex"ucap jeje "tidak, baiklah sudah sampai siap kan dirimu"kata chai sambil membuka penutup mata jeje "wah..apa ini?"kata jeje "apa? Kau belum tau"kata chai jeje menggelengkan kepalanya "calista chaije "kata chai "kau membeli ini?"kata jeje chai mengangguk "ini milikmu"kata chai sambil menarik jeje masuk ke dalam "SELAMAT DATANG NONA JEJE, KAMI AKAN BERKERJA LEBIH GIAT LAGI"jeje melihat orang banyak di depannya "kakak...ku rasa kau tidak waras"kata jeje "perusahaan ini atas nama mu, kal akan membantu mu "kata chai "ayo...bersulang!!"kata mereka.
Niko terlihat sedang menyiapkan beberapa alat musik tiba tiba dia terdiam saat melihat gitar di depannya seketika ingatannya kembali saat dia bernyanyi untuk jeje .
kal menghampiri chai "makanan dan minuman nya aman tuan"bisik kal chai mengangguk "ayo semuanya silahkan di nikmati hidangannya"kata chai "dan untuk mu "chai melihat ke arah jeje "semoga bahagia selalu"kata chai jeje tersenyum "selamat makan"kata jeje "selamat makan!!"kata yang lain jeje menatap chai lalu perlahan tersenyum "selamat makan "kata jeje chai tersenyum melihat jeje mulai memakan makanan nya "kau harus lekas bangun, bantu aku untuk mengurus adikku"kata chai dalam hati.
malam hari nya niko terlihat kelelahan "minum"gilang menyodorkan sebotol air mineral "terimakasih pak"kata niko "sudah selesaikan?"kata gilang "udah pak"kata niko "baiklah saya duluan ya"kata gilang "iya pak, hati hati"kata niko.
Jeje turun dari mobil chai terlihat memegangi tubuh jeje "haah..ayo berenang"kata jeje "tidak akan"chai membawa jeje masuk ke dalam rumah "bersulang"kata jeje kal menggelengkan kepalanya melihat nona kecil nya mabuk "kakak..apa kau pernah melihat film yang di lihat akemi"kata jeje chai tetap memaksa jeje berjalan di atas tangga "aku tidak suka menonton"kata chai "uh..ya..ya.."kata jeje plot non segera membuka pintu kamar jeje "buat kan air madu untuknya dan bersihkan badannya"kata chai plot non mengangguk.
jeje membuka matanya ketika sinar mentari menerobos masuk lewat celah tirai jendela "hah jam berapa ini?"tanya jeje lalu dia segera melihat ponselnya "apa jam sembilan!!"jeje segera melompat dan pergi ke kamar mandi.
niko dan wahyu memeriksa semua persiapan karena acara akan segera di mulai, jeje turun dari mobil "kal kau pergi saja ke calista chaije aku aman di sini"kata jeje "tidak bisa aku harus mengawasi mu"kata kal "bisa pergi saja jika ada apa apa aku akan langsung menelpon mu"kata jeje, "du..h jeje mana sih"kata rizi "ayo rizi kaya nya jeje gak datang nih"kata mawar "iya"kata rizi "loh..kok"jeje melihat kelas nya kosong "jeje ayo ke sana, acara akan di mulai"kata dila "acara apa?"jeje duduk santai di kursinya "acara valentine"kata dila sambil mendekati jeje. "periksa semua ruangan pastikan semuanya datang ke bawah"kata wahyu "iya"kata niko "jadi acara ini gelar untuk memberikan kita "gilang sudah memulai penyambutan "ayo je jangan begitu"kata dila "hei kalian!!"niko berdiri di pintu "tunggu kak aku sedang mengajak jeje"kata dila "kau bisa pergi"kata jeje "ada kak niko tau"kata dila "kau takut padannya?"kata jeje "dila pergilah aku yang akan mengurusnya"kata niko lalu dia berjalan ke arah jeje dila pergi keluar "kau tau yang membantah padaku akan menerima hukuman berat"kata niko jeje terlihat tidak peduli dan hanya diam saja "oh..baik lah kau kelihatannya membantah ku ya"kata niko "kau fikir aku takut"jeje berdiri "jika dia berani maka kau harus lebih berani"niko teringat perkataan jojo "aku juga tidak takut padamu"kata niko "kau sekarang pergi keluar dan lihat acara nya"kata niko jeje menatap niko "kenapa kau tidak pergi? Apa kau cuma bisa menyuruh orang orang dan mengancam nya?"kata jeje "aku akan pergi tapi aku harus memastikan anak nakal sepertimu harus hadir ke sana atau kau akan menerima hukuman"kata niko "cih, dia mencoba menakutiku. Dia fikir dia siapa"kata jeje dalam hati "baiklah kau masih membantah maka aku harus menghukummu, bersiaplah"kata niko "huh"jeje melipat kedua tangannya "hukuman untukmu tidak terlalu sulit karena hukumannya adalah ciuman"kata niko "jadi kau sudah siap ku cium?"kata niko jeje mengerutkan dahinya "kau kelihatannya sudah terlalu siap ya"niko perlahan semakin dekat dengan jeje "siap aku selalu siap dan ini aku mau jalan"kata jeje "hah? Jalan bukannya kau bilang kau tidak mau pergi?"kata niko "kapan aku mengatakannya"jeje segera melangkah "hei"niko berlari lalu mengambil topi jeje "kau!!"kata jeje "jika marah aku sungguhan akan mencium mu, ngomong ngomong aku pinjam topinya"kata niko jeje langsung pergi .
hari menjelang sore jeje duduk di sofa kamar nya "oh"jeje membuka tas nya dan mengeluarkan kotak makanan dari tas nya lalu membawanya ke sofa dan membuka kotak makanan itu jeje melihat kue coklat berbentuk beruang dan juga ada manisan berbentuk bunga mawar .
han melihat tangannya di suntik oleh dokter "kapan aku bisa keluar?"tanya han "beberapa minggu lagi tuan sambil menunggu kaki dan tangan palsu anda datang"kata dokter "bagus lah, aku akan mencarimu dan mengeluarkan jantung mu"kata han dalam hati.
Bunga terjatuh setelah papa nya menamparnya dengan keras "dasar anak tidak tau di untung aku sudah mengatakan padamu untuk tidak membuat ulah!! Sekarang jangan harap kau bisa kuliah lagi!!"kata papa bunga mamanya hanya bisa menangis "apa papa merasakan apa yang ku rasakan, aku tidak mendorong jeje papa!! dia jatuh sendiri!! dan juga"bunga berdiri "AKU MENYESAL JADI ANAK PAPA YANG MISKIN, GARA GARA PAPA KITA BANG--"bunga di pukul lagi "anak seperti mu memang harus di buang!"kata papa bunga "oh papa mau buang aku silahkan"kata bunga "jangan pa"kata mama bunga "oke lihat saja dengan cara apa kau bertahan hidup kemasi barang barang mu dan pergi dari sini!!!".
niko tersenyum melihat foto jeje saat acara tadi "entah mengapa aku rasanya semakin mencintai mu"kata niko "hiyah...pandangin aja terus fotonya biar jeje keselek saat makan"kata wahyu "emang nya bisa?"kata niko "bisa lah siapa tau dia lagi makan coklat dari mu lalu dia terbatuk"kata wahyu.
"uhuk..uhuk..uhuk"jeje tersedak dan langsung membuka sekaleng cola lalu membuka pintu "kau membuat ku tersedak"kata jeje "maaf maaf nona"kata may "ada apa?"kata jeje "makan malam sudah siap nona"kata may jeje mengangguk lalu menutup pintu dan pergi ke meja makan "kau habis makan sesuatu?"tanya chai "hm?"jeje menatap chai "di sudut bibir mu ada coklat sepertinya"kata chai jeje mengambil tisu dan mengelap mulutnya "makan lebih banyak"kata chai "iya"ujar jeje sambil memotong daging di piring nya "YOK SAMA SAMA I WILL MISS YOU..I MISS YOU"jeje berhenti mengunyah makanan nya lalu memegang telinga nya suara niko menggema di telinga nya "kenapa suara pecundang berada di kepala ku?"fikir jeje "ada apa?"kata chai "tidak ada"kata jeje sambil melanjutkan makan malam nya.