What Is Love

What Is Love
bertemu calon kakak ipar



"apaaaaa!!!! kau mau apa?? jangan mengada ngada!! aku bukan anak tk tidak perlu siapa pun untuk mengantar ku ke kampus" kata jeje "bukan apa apa aku cuma ingin lihat aja kampus mu seperti apa" kata monnie"kak Chaii.... " kata jeje "aku akan antar kalian berdua" kata chai "tapi buat apa coba, oek deh lihat kampus nya hanya dari mobil jangan keluar mobil! apa jadi nya aku bawa kalian" kata jeje "sungguh merepotkan" kata jeje "kau terlihat gugup apa kau menyembunyikan sesuatu? " kata monnie "siapa? " kata jeje "adik ipar ku" kata monnie "diam lah aku sedang kesal ".


di kampus...


niko melihat para gadis sedang berteriak histeris " ahh.. pak Gilang makin hati makin keren aja dan suara nya juga semakin berat gimana gitu"kata mereka "benar tuh".


" jeje baru saja mengirim pesan pada ku"kata anggel niko melihat teman teman jeje lewat "hei hei" kata niko "kalian bilang apa? " kata niko "kak niko pagi" kata mawar "jeje bilang kakak nya memaksa ingin ikut ke kampus dan menyuruh kita untuk tidak menyapa nya sedikit pun " kata anggel "pagi juga kalian" kata niko "tapi kenapa harus begitu? " kata niko "aku juga gak tau" kata anggel.


dengan muka datar jeje berjalan "ayolah berekspresi sedikit" kata monnie "****" kata jeje "wah.. ramai juga ya" kata monnie sambil berjalan di lorong "kau benar-benar tidak punya teman? " tanya monnie "jangan kan teman aku bahkan tidak punya kelas" jeje terus berjalan "tidak mungkin" kata monnie "oke kak monnie diam lah di sini!!! aku akan pergi ke toilet bentar jangan kemana mana jangan membua ku makin kesal pada mu" jeje pergi "kau selalu tempramen" kata monnie sambil melihat kanan kiri.


"jeje" kata dila "hm" jeje duduk di kursi nya "mana kakak mu? " tanya baim "ku buang di lorong" kata jeje "ya ampun! " kata vito "jangan kawatir" kata jeje "tap--" kata vito "kawatir kan saja diri kalian" kata jeje "kau beneran membuangnya? " kata vito.


jam terus bergerak chai menatap ke arah gerbang "kenapa monnie lama sekali" kata chai.


niko melihat ada seorang gadis cantik berjalan seperti orang tersesat "permisi" kata niko "eh.. permisi aku ingin tanya toilet dimana aku sedang mencari jeje? " kata monnie "hah? dia mencari baby buat apa? jangan jangan dia may menculik baby? " fikir niko "aku akan antar" kata niko "hum.. kau kenal jeje? " tanya monnie "ya aku tentu kenal baby dia adik kelas ku tapi" niko berhenti melangkah dia berbalik menatap monnie "kau siapa? kenapa mencari baby maksud ku mencari jeje!! ingat di sini tidak menerima orang asing demi keamanan" kata niko monnie terdiam "jika kau ingin macam macam dengan baby- jeje aku akan segera melaporkan mu ke polisi" kata jeje monnie tertawa kecil "aku monnie kakak ipar jeje" kata monnie niko mematung seluruh tubuhnya terasa beku "ma-maaf" kata niko "tidak papa tapi aku suka pada mu... dan juga boleh aku bertanya" kata monnie "hm" niko mengangguk "kau barusan menyebut nama adik ipar ku dengan kata baby.. kenapa? apa ada sesuatu" kata monnie "gluk" niko menelan liur nya "mati aku".


" tap tap tap tap tap tap tap "jeje melihat kanan kiri " malah ngilang dia"kata jeje "jeje" monnie muncul di belakang "oi..oi aku menyuruh mu diam kenapa kau bergerak sungguh merepotkan" kata jeje "kau terlalu lama aku bosan jadi aku melihat lihat sekitar" kata monnie "segera pergi dari sini sebelum aku benar-benar mendorong mu dari sini" kata jeje "kau tenang saja aku sedang bahagia sekali sekarang" kata monnie "tidak waras" kata jeje sambil jalan "sungguh aku benar benar bahagia" monnie mengikuti nya "terserah" kata jeje "ayolah buang sikap dingin mu itu ini kampus seharusnya kau bahagia" kata monnie "tiap detik aku berfikir ingin membakar kampus ini" kata jeje "100% duplikat chai" kata monnie "fikirkan saja pernikahan mu" kata jeje "ka tenang saja nona muda" kata monnie sambil tersenyum bahagia "benar-benar tidak waras kenapa aku bisa setuju kak chai memilih mu sebagai kakak ipar" kata jeje "karena kau sayang aku juga kan" kata monnie "jangan harap" kata jeje "aku pergi dulu sayang" kata monnie jeje langsung mundur di saat monnie hendak memeluk nya "oh lupa lupa kalau aku tidak bisa memeluk mu" kata monnie jadi dia melambaikan tangan dan pergi ke dalam mobil, "bagaimana? " tanya chai "sangat menyenangkan" kata monnie.


wahyu memperhatikan niko yang mematung "kau kenapa? " tanya wahyu "niko" kata leo "kumat lagi dia, pasti dia lagi meledak ledak karena jeje" kata adhi "ya mungkin saja" kata ale.


"griittt" pintu di buka "jeje kau dari mana? " tanya Gilang "bukan urusan mu" jeje masuk ke dalam kelas dan duduk di kursinya "bagaimana dengan kakak mu? " bisik vito "sudah ku usir" kata jeje "coba perhatilan gambar di halaman 389 bagian bawah" kata Gilang.