What Is Love

What Is Love
ganti gaya rambut



semua orang memandang ke arah gadis dengan topi hitam dan headset di telinganya dia berjalan seorang diri dengan tenang bibir nya bergerak mengunyah permen yang ada di dalam mulut nya "griit"dia membuka pintu loker " sial! "dia berbalik dengan cepat sambil mengacungkan pisau kecil " santai oke"gadis itu menyimpan kembali pisau nya "hei dosen payah kenapa kau berdiri di belakang ku, telat sedikit aku bisa membuat urat leher mu putus " gilang tersenyum "kau tidak mungkin melukai ku" kata gilang "tidak waras" kata gadis itu "apa luka mu sudah benar benar pulih je? " gadis di depan gilang terdiam, kelihatan nya sedang berfikir "baby.. baby niko kenapa diam aku sedang bertanya akhh! " gilang menunduk "sekarang kau tau jawabannya" kata jeje gadis yang berdiri di depan gilang "astaga baby.. " niko menghampiri jeje "akhh" niko meringis kesakitan "jaga jarak" kata jeje "pak.. gak papa pak? " tanya niko "tidak papa, dengar je! kemana dia? " kata gilang ketika dia tidak lagi melihat jeje ada di depan nya.


"JEJE!!! " jeje menoleh ke arah dua wanita yang sedang berlari ke arah nya "oih" jeje menghindari mereka berdua, ketika kedua wanita itu hendak memeluk nya "maaf aku lupa" kata anggel "aku juga" kata mawar "pastikan kalian ingat itu" ucap jeje "jeje" rizi datang sambil menyodorkan sekaleng cola "ku fikir kau lu--? " jeje melihat jus alpokat di tangan nya "masih terlalu pagi untuk meminum soda" niko pergi membawa cola yang barusan di pegang jeje "brengsek! " seru jeje "jeje kau kemana saja" ujar mawar "bersenang-senang di rumah sakit" jeje pergi "huh? " kata rizi "bersenang-senang? " kata anggel.


"Hai semua nya hari ini aku menggantikan bu nilam. baiklah sampai mana pembahasan nya? " semua yang ada di dalam kelas langsung tersenyum melihat niko datang. "sampai tentang pembagian fungsi otak" kata shela "aku akan mengganti sedikit metode pengajaran ku pertama sebelum absen aku mau semua nya berdiri di samping meja masing-masing ada yang keberatan?" kata niko "tidak kak" semua berdiri di samping meja "siapa itu yang tidak berdiri? " niko melangkah maju. "jeje.. sstt.. jeje" kata vito "huaam" jeje terlihat benar-benar santai "ehem! " niko menatap jeje yang duduk dengan kedua kaki di atas meja dan permen tangkai di mulut nya. "kenapa bisa terjadi" bisik jeje "hei.. gadis cool" kata niko jeje melirik ke arah niko "oih.. kenapa kau ada di sini? " kata jeje "astaga dia baru sadar" kata dila "oh.. jadi kau tadi dari mana? " kata niko "oih" jeje menendang niko "jaga jarak " kata jeje "kak niko" kata yang lain "tidak papa" niko berdiri "hari ini aku yang mengajar dan di kelasku di larang makan kecuali aku" niko menarik permen tangkai yang ada di mulut jeje "sial, kalau kau mengajar sana mengajar saja!!" kata jeje "kenapa pipi mu terlihat penuh? apa yang ada di dalam mulut mu" kata niko sambil memasukan permen tangkai bekas jeje ke mulut nya "kaki mu turun kan yang lain duduk saja pelajaran tidak akan di mulai jika ada yang tidak patuh" kata niko


"ayolah jeje jangan buat masalah"


"dasar anak gak tau diri"


"berandalan"


"anak nakal"


kata beberapa orang "aku baru mendengar Crist kabur dan si pecundang malah buat masalah lebih baik aku pergi menemui kakak" fikir jeje "eh.. tidak boleh pergi, vito kunci pintu nya" kata niko "dengar ya jangan sampai aku menendang mu lagi" kata jeje "muntahkan" kata niko sambil mengulurkan tangan nya "muntah kan!! aku bilang tidak ada yang boleh makan atau minum kecuali aku, keluar kan yang ada di mulut mu itu" kata niko sambil menganggukkan kepala "jeje" kata dila "aku akan muntah kan di luar" kata jeje "di tangan ku saja, Karena pintu sudah di kunci" kata niko "****" jeje menunduk memuntahkan beberapa permen karet dari mulut nya "bagus " niko mengambil tisu "turunkan kaki mu nona " kata niko "aku akan menghajar mu nanti" kata jeje "iya tidak papa" niko menarik kaki jeje yang ada di atas meja.


dari luar jendela archie melihat niko ada di dalam kelas jeje "deg! " archie terkejut di saat jeje menatap ke arah nya "sstt" jeje memberikan kode ke archie "dia mengatakan apa? aku deg deg kan ku fikir dia akan marah" fikir archie "bentar" kata jeje sambil mengetuk bahu vito "mana buku dan pena mu" kata jeje "ini" kata Vito "aku mau pakai sebentar" kata jeje "oke nih" kata vito


"bukain pintu, si pecundang itu menutup pintu kunci nya ada pada nya aku mau keluar" archie membaca apa yang di tulis jeje "aku akan membantu mu" archie memberi isyarat jeje mengangguk "oke jeje apa yang di katakan hima tadi" kata niko "cepat" niko melihat jeje sedang mengacungkan buku ke arah lain "jeje" kata baim "oih? " jeje melihat ke arah yang lain "oh.. jangan coba coba meminta bantuan ya! kau tidak akan bisa lari, sekarang katakan apa yang di katakan hima " kata niko "oi kau mengatakan apa tadi? " kata jeje "diam hima, dan yang lain jangan beritahu apa yang di katakan hima tadi" kata niko "tok tok tok" niko menatap ke arah pintu "bagus archie" kata jeje "ya archie aku sedang mengajar kau bisa pergi aku akan menemui nanti" jeje melihat niko bicara di telpon "apa? " kata jeje dalam hati "ayo katakan jika tidak bisa menjawab akan mendapatkan hukuman" kata niko "aku tau! kau mau aku menjelaskan nya di depan sekalian gak? " kata jeje dengan tenang "oh boleh silahkan" kata niko jeje langsung maju "pertama tama dia menjelaskan beberapa fungsi otak dan bagian bagian" jeje menatap niko "seperti yang di gambar si bodoh ini di papan tulis bagian yang ini fungsi nya untuk mengatur emosi seperti contoh nya " jeje mengambil buku yang ada di depan niko "aku melempar buku ini" jeje melempar buku itu jauh ke belakang "hei" kata niko "dan otak nya langsung merespon eh.. ternyata kau punya otak juga ya" kata jeje "ya ya lanjut kan" niko berdiri untuk mengambil buku itu "kak niko" kata yang lain "ada apa? " kata niko "jeje" kata hima niko menoleh terlihat topi jeje jatuh dekat jendela "hah? " niko melihat ke arah jendela, terlihat jeje melompat dari berbagai tempat hingga sampai kaki nya ke tanah "PECUNDANG!! **** YOU" seru jeje sambil menatap niko "I LOVE YOU" seru niko.


semua pelayan menatap Monnie yang sedang menempel kan foto di dinding ruangan game jeje "nyonya anda harus istirahat" kata salah satu pelayan "iya " kata monnie sambil tersenyum "telpon adik ku kapan dia pulang" kata monnie "baik nona".


" brum.. brum.. "beberapa motor mengelilingi jeje di jalanan " oih.. ayolah "kata jeje " lama gak ketemu sama lu"jeje tersenyum "bagaimana rasa nya? belum kapok lu" kata jeje "gue bakal tantang lu lagi" jeje tertawa mendengar perkataan orang di dekat nya "bentar" jeje mengeluarkan ponsel nya "yo.. anak genk sebelah kembali " kata jeje.


"astaga macan sudah datang"


"telpon polisi"


"hati hati"


semua orang langsung melarikan diri agar tidak tertabrak dengan kendaraan yang sedang melaju sangat cepat itu.


wahyu membenarkan helm yang di pakai niko lalu mulai menyalahkan motor nya "guys pulang duluan ya" kata niko "yoi! hati hati" kata leo "bye kak niko" kata beberapa gadis niko langsung menutup kaca helm nya.


"bruaaggk" dua motor terjatuh dengan keras karena menabrak bus yang sedang menyebrang "Tuhan lindungi teman ku" kata memo "ku harap dia baik baik saja" kata kal "kenapa mereka belum sampai" kata jerico "wuuizzz!! " gilang memejamkan matanya "astaga siapa itu naik motor kaya orang kesurupan " kata gilang "sial"jeje mengendalikan motor nya " demi Tuhan"wahyu memejamkan matanya "astaga mereka melanggar lalu lintas" kata niko "ngeri banget" kata wahyu "JEJE AWAS!!! " seru Steven jeje melihat dua mobil dari arah berlawanan "kakak!!! " semua orang terdiam motor jeje melayang di udara tepat di atas dua mobil yang bertabrakan itu "braag" jeje menghentikan motor nya "yeeeay" jeje menatap dua motor berhenti di dekat nya "kau membuat ku lupa bernafas" kata jerico "lu lu dan lu yang terakhir bagaimana masih sanggup nantangin gue? " tanya jeje "****" mereka memaki jeje "oih.. ku rasa rekan satu genk mu menabrak sesuatu tadi ayo cari " kata jeje "tidak perlu kami bisa mengurus nya" jeje menatap bodyguard nya "teman mu bukan terbentur aspal tapi bus dan juga saat di terowongan tadi mereka jatuh, polisi akan menangkap mereka jika kau lama" jeje menatap jerico "bawa motor ku kak, aku akan naik mobil" kata jeje "hei" jeje berhenti melangkah "kali ini lu menang tapi gue akan kembali" mereka pergi jeje menatap mereka dengan tenang "sampai jumpa di neraka" kata jeje.


"kakak ipar!!! " monnie menatap jeje yang baru datang "selamat datang" monnie mengambil tas yang di bawa jeje "tidak perlu nyonya" kata milli "muka mu kelihatan jelek ada apa? " kata jeje "aku jelek ya? " kata monnie "iya eh?? " jeje menatap monnie lalu tersenyum "bercanda " kata jeje "adik katakan " kata monnie "tidak kok" kata jeje "aku sudah menyiapkan makanan untuk mu, chai akan pulang larut" kata monnie "aku akan mandi dulu" kata jeje "pergilah" kata monnie "hum.. apa dia sudah di periksa? " tanya jeje "sudah aman kok" kata milli"baik lah" jeje pergi.


wahyu duduk di sofa sambil menyalahkan televisi, niko juga datang sambil membawa camilan "permisa terjadi kecelakaan di dua titik yang berbeda namun di duga korban kecelakaan adalah orang yang memiliki hubungan seperti genk. mereka melakukan kekacauan di jalanan" wahyu mengunyah makanan nya "ini pasti yang tadi" kata niko "iya bahaya banget" kata wahyu "ya ampun aku jadi keingat baby aku telpon dia dulu" kata niko.


"HUAAA!! " mendengar suara jeje semua nya langsung lari untuk melihat apa yang terjadi "ada apa adik? " tanya monnie "jeje" kata kal "sial apa yang terjadi? kenapa banyak foto di ruangan game ku" kata jeje "astaga" kata Steven "sial!! " kata jeje tiba tiba mata nya terfokus ke arah monnie "aku.. " kata monnie sambil menunduk jeje menarik nafas panjang sambil memegang dada nya dan menghembuskan nafas nya dengan pelan pelan, kal mengacungkan jempol "aku menyukai nya kenapa aku tidak berfikir untuk menempel kan foto di sini!! sial ini benar benar bagus" kata jeje "huh? " monnie menatap jeje "ya aku senang" kata jeje "bagaimana kalian suka kan? " tanya jeje "ya ini terlihat bagus" kata jerico "ku fikir kau akan--" kata monnie "ini sangat indah tau gitu dari dulu aku menempel kan foto di sini" kata jeje monnie tersenyum "aku menempel nya dari pagi" kata monnie "kau dapat ide dari mana" kata jeje "aku tidak tau" kata monnie "ya ya lakukan saja apa yang kau ingin kan" kata jeje "sebenarnya tadi saat makan aku ingin mengatakan sesuatu pada mu" kata monnie "kalian pergilah" kata jeje lalu dia menarik monnie agar monnie duduk "kau mau apa? " tanya jeje "aku ingin melihat kau memiliki rambut panjang" kata monnie "sial! " jeje memegang leher nya "uhuk.. sial permen ku masuk ke lobang tenggorokan" kata jeje dalam hati "rambut mu dengan rambut chai hampir sama pendek nya aku ingin melihat mu memanjang rambut" kata monnie "kau ingin? atau" kata jeje "aku tidak tau tiba tiba aku ingin, sangat ingin sekali" kata monnie "oke aku akan memanjangkan sedikit rambut ku, hanya dua ruas jari dari bawah telinga " kata jeje "kau akan melakukan nya? " kata monnie "hum.. " jeje mengangguk "sampai dia lahir aku akan memanjang kan rambut ku sesuai yang aku katakan" kata jeje monnie tersenyum "terimakasih" kata monnie "sekarang pergilah tidur ini sudah larut" kata jeje "kau juga tidur besok kau kan ke kampus" kata monnie "aku juga mau tidur, aku akan ke kamar ku dan kau pergilah ke kamar mu" kata jeje "baik lah good night adik" kata monnie "night to" jeje menatap monnie pergi jeje langsung duduk di lantai mengusap rambut nya "huf.. tenang.. tenang... dia sedang hamil tidak boleh marah huf.. tenang" jeje pergi.


beberapa ekor buaya mungil merayap ke arah air jeje menatap nya dengan tenang "huf.. lina apa saat kau hamil anak mu hamil telur mu kau ngidam juga? " tanya jeje "kenapa kau malah bicara dengan nya bukan nya tidur? " jeje menoleh "apa istri ku membuat mu kesal? " tanya chai "aku kesal tapi ini bukan salah nya, ini kemauan bayi nya " kata jeje "aku akan membuat ruangan game lagi untuk mu" kata chai "tidak perlu, kakak siapa yang membantu Crist kabur? bagaimana jika penyerang misterius itu yang membantu nya keselamatan kakak ipar dalam bahaya" kata jeje "kau tenang saja ada aku" kata chai "aku akan ke kamar " kata jeje "nong" jeje menghentikan langkah nya "kau keliatan stres, apa yang di minta istri ku lagi? " tanya chai "bukan hal besar tidur lah " jeje pergi "memanjang kan rambut ku rasa itu bukan hal yang mudah aku benci itu " kata jeje sambil masuk ke dalam kamar nya.ponsel nya bersuara "pecundang lagi apa dia tidak bosan menelpon ku" jeje memblokir nomor niko lalu kembali meletakkan ponsel nya, "ku rasa ini akan menjadi sejarah jeje memanjang kan rambut nya wah.. pasti terlihat seperti hum.. apa nama hantu wanita berambut panjang itu.. hum.. kanakti eh bukan, kunakti? bukan.. kunsakti? kunaktaryi? bukan.. kunak?lunak? anak lunak? sial.. kenapa jadi lunak? kun anak kaya nya ya ya bodoh amat deh" jeje berbaring di atas ranjang nya .