What Is Love

What Is Love
jeje mengajari anak baru bermain game



"oi.. oi" jeje keluar dari kamar mandi setengah berlari dia menghampiri ponsel nya "oi.. oi.. kenapa kau menyebalkan? " kata jeje "kau yang menyebalkan bodoh! kenapa susah sekali menelpon mu" kata jojo "aku baru saja selesai mandi" kata jeje "gawat ini gawat" kata jojo "apa yang gawat? " kata jeje "kita mendapatkan tantangan malam ini, tim lawan nya hebat hebat" kata jojo "tunggu tunggu.. kau di tantang orang dalam game" kata jeje "iya.. mereka bilang aku lemah" kata jojo "haah.. kita bantai mereka berani sekali" kata jeje "tapi... mereka itu pro tau" kata jojo "masuk dalam game kita telpon tim kita" kata jeje "oke" kata jojo "aduhh.. ada apa ini aku lagi di toilet" kata memo "diam kau" kata jojo "satu lagi mana? " tanya Ariel "siapa? " kata jeje "anak baru itu" kata Ariel "udah ku masukin" kata ucap desi "halo" kata niko "kenapa dia ikut? dia kan aduuh" kata jeje "kau ajarin dia dulu" kata jojo "memang nya ada apa" kata memo jojo pun menceritakan semuanya "aku tidak yakin pada mu pid" kata jeje "aku juga" kata desi "tapi gimana pun dia tim kita" kata jojo "ahh.. gini gini oi pid rumah mu dimana? " tanya jeje "di Indonesia" kata niko "hei **** you keluar kan saja dia! " kata jeje "ehh.. bercanda rumah ku tidak jauh dari lapangan bola nusantara" kata niko "ahh.. duh.. tungguin tungu aku berfikir bentar" kata jeje "udah belum" kata jojo "sabar monyet" kata jeje "aku hanya punya waktu sebentar karena aku ada latihan hum.. hei stupid kau punya masker? " tanya jeje "buat apa? " kata niko "kita cari aman gini gini kau pakailah sesuatu yang menutupi kepala mu kita ketemu di depan lapangan aku akan datang" kata jeje "eh.. lagi lagi kau pakai lah stiker beruang di bajumu agar aku mengenali mu sekarang berangkat" kata jeje sambil mematikan ponsel nya "yeaahhh berhasil" kata jojo "iya" kata memo sambil membuka sekaleng minuman "tapi aku gimana nih" kata niko "kita dandani dulu anak ini" kata jojo "aku tau pakai saja masker ini" kata memo "masker macam apa ini kok begini bentuknya? " kata niko "gini" Ariel mengambil masker itu "ahh.. aku seperti pencuri" kata niko "ini masker ninja bodoh sekarang pakai jaket ini cepat" kata desi "pakai topi ini baru tutup pakai topi jaketnya" kata jojo "stiker nya kau cari sendiri" kata memo "panas banget" kata niko "demi jeje!! " kata yang lain.


jeje turun dari motor nya berjalan melihat kesana ke sini "puk" niko melompat "astaga" kata niko "kau di dunia nyata juga bodoh ya" kata jeje "hebat kau bisa mengenali ku" kata niko "kok suara nya hampir mirip pecundang haah.. jangan fikir kan pecundang bodoh itu" kata jeje dalam hati "jadi dimana kit-- aaah.. " niko kaget jeje langsung menarik tangan nya "naik" kata jeje "wah.. motor mu keren" kata niko "cepat naik kau masih saja bodoh" kata jeje "iya iya" niko naik ke atas motor "jangan ngebut aku takut" kata niko "bruum!... " jeje menjalan kan motor nya .


angin bertiup sepoi sepoi mengayunkan dedaunan yang hijau beraneka bunga terlihat sangat indah "kenapa kita kita ke sini? " tanya niko "tidur" jeje melemparkan tas ke niko lalu berjalan duluan terlihat beberapa orang lalu lalang sambil berfoto "cepat sini" kata jeje "tapi kenapa harus ke sini " kata niko "aku merasa ini seperti kencan" kata niko "rasanya aku ingin menghabisi mu sekarang" kata jeje "kau ini gampang marah" kata niko sambil duduk di sisi jeje "keluar kan ponsel mu sekarang" jeje mengeluarkan ponsel nya juga "masuk ke game kita by one aja satu lawan satu aku akan ajari kamu dulu caranya menyerah" kata jeje "oh.. oke" kata niko "rasa nya jantung ku mau kabur dari tempat nya" kata niko dalam hati "coba serang aku" kata jeje.


wahyu memperhatikan minumannya "gimana kalau jeje mengenali niko" kata wahyu "jangan kwatir saudara mu akan kembali dengan utuh" kata jojo "iya percaya lah" kata Ariel.


"duaagg!!" jeje menendang niko "dasar payah kau bodoh banget" kata jeje "aduhh.. aku kaget tau" kata niko "kau salah salah terus sebenarnya kau mendengar kan aku tidak? " kata jeje "dengar kok" kata niko "haah" jeje meneguk minumannya lalu naik ke atas batu buatan yang berwarna hijau "kemari" kata jeje "oke" kata niko "buka ke sini tapi duduk lah di depan ku! " kata jeje "duduk di depan mu seperti ini? " kata niko "menghadap ke sana bodoh" kata jeje "oke" kata niko "ponselmu kita akan main dengan satu ponsel" kata jeje "oke" kata niko jeje menunduk niko melirik wajah jeje yang berada di dekat kepala nya "jangan berisik ikuti saja gerakan tanganku" kata jeje sambil memegang tangan niko "kita satu lawan beberapa orang lihat lah caranya" kata jeje "ini sangat dekat, jantung ku bisa membuat ku mati seketika" kata niko dalam hati jeje menyadari pria di samping nya sedang menatap nya "bisa fokus? " kata jeje "oh.. oke oke" kata niko sambil melihat ke layar ponsel nya "kita tekan ini dan ini santai saja ini hanya kecepatan tangan dan juga teknik" kata jeje niko tersenyum "sebenarnya dia tidak sedingin yang ku kita dia bisa hangat juga " kata niko dalam hati.


jeje mengunyah makanan nya dengan santai "malam ini kita harus menang" kata jeje sambil melihat ke arah pria di samping nya "kau kenapa? " kata jeje "tangan ku kesemutan" kata niko "oh.. " kata jeje "duh.. haus" kata niko dalam hati "clek! " jeje membuka sekaleng minuman lalu memberikan nya ke niko tanpa melihat ke arah niko "minum lah" kata jeje "oh.. terimakasih" kata niko "tunggu" jeje memasukkan sedotan ke minuman niko "biar lebih gampang" kata jeje "iya.. " kata niko "tapi jangan buka masker mu, di sini ada orang" kata jeje "kenapa? " tanya niko "kau akan tau nanti" kata jeje sambil membuka sebungkus snack yang dia beli sebelum nya "apa tangan mu masih kesemutan ? " tanya jeje "masih sedikit " kata niko "kau bisa makan? " kata jeje "hum.. " niko gugup "dia tidak pernah bertanya seperti ini sebelum nya" kata niko dalam hati "makan lah" jeje meletakan snack yang baru dia buka ke depan niko "aku mau meledak rasanya" kata niko dalam hati.


"aduuh! " tubuh niko terdorong ke depan "ada apa? " kata niko "turun! " kata jeje "aku salah apa? " kata niko dalam hati ketika di menyadari jeje meminggirkan motor nya "cepat! " kata jeje niko segera turun jeje menatap ke arahnya "kau bawa uang? " kata jeje "hum.. ba.. bawa" kata niko "kenapa muka mu tidak menyakinkan? " kata jeje "oh.. aku aku bawa kok sungguh aku gak bawa kartu ATM tapi aku ada banking kok sungguh" kata niko "ada juga beberapa uang cash" kata niko "bagus lah, sewa taxi aku harus pergi " kata jeje "eh.. hum rekan tim kau baik baik saja kenapa kau terburu buru? " tanya niko "aku masiih ingin bersama mu je... ayolah" kata niko dalam hati "aku harus latihan" setelah selesai bicara jeje langsung pergi niko hanya melihat nya " baik lah pesan taxi"niko mengeluarkan ponsel nya "brum.. brum.. " ada seseorang menghampiri nya "ayo naik" orang itu membuka helm nya "oi.. jojo" kata niko dia langsung naik ke atas motor jojo "kau tau saja aku butuh tumpangan" kata niko jojo menjalankan motor nya .


jeje langsung mengganti bajunya lalu segera menghampiri kal "ayo ayo aku sudah siap" kata jeje "oke oke tumben lama? " kata jerico "perut ku agak sakit" jeje naik ke atas motor yang ada di depan nya jerico mendorong nya ke tengah "siap mulai! " kata kal jeje langsung melajukan motor nya "tuh lihat dia tetap seperti biasa" kata jerico "ya.. " kata kal.


"ku rasa dia tidak waras" kata jojo "aku merinding" kata Ariel "aku harus gimana? " kata wahyu mereka menatap niko yang hanya melihat ke atas sambil tersenyum senyum sendiri muka nya merah "dia kesurupan gak sih? " kata memo "kalian norak dia begitu karena dia jatuh cinta terlalu berat ke jeje" kata desi lalu dia menampar niko dengan keras "aaahh.. kau ini kenapa? " kata niko "SEHARUSNYA KAMI YANG BERTANYA!! KAU MEMBUAT KAMI KWATIR! DASAR IDIOT" kata yang lain dengan bersamaan "eh eh.. bisa kah hal ini terjadi lagi? " kata niko "aku mau seperti tadi lagi" kata niko "bawa dia pulang otak nya konslet tuh" kata jojo "jangan begitu aku serius.. rasanya berat bangettt saat dia menjauh" kata niko yang lain hanya menepuk dahi masing-masing.