What Is Love

What Is Love
persiapan tunangan



"haaah" jeje terbangun "ya ampun" monnie terkejut melihat jeje langsung duduk "jeje.. " kata monnie jeje menatap nya lalu melihat sekitar nya "apa masih ada yang terasa sakit? " tanya monnie "jeje " chai datang dengan membawa selimut dia langsung menghampiri jeje "kakak" kata jeje "iya ini aku" kata chai dan monnie bersamaan "kapan kalian datang? " tanya jeje "dari kemarin " kata monnie "aku akan ada di sisi mu kapan pun" ujar chai "apa masih sakit? " tanya chai "tidak" ucap jeje "ayo makan dulu" monnie mengambil makanan yang sudah dia siapkan "iya makan dulu aku akan menemui dokter" ucap chai sambil berjalan pergi "kau harus makan yang bernutrisi seperti sup sarang burung" kata monnie "kakak kau terlihat sedang bahagia" kata jeje "aku sebenarnya ingin bawa mu pergi melihat sesuatu tapi kau sedang sakit " kata monnie "kita bisa pergi nanti" kata jeje "tidak kita bisa pergi lain kali " monnie mengusap rambut jeje "kau fikir aku anak kecil singkirkan tangan mu" kata jeje "ya ya kebiasaan buruk mu" kata monnie "jadi ayo kita pergi" kata jeje "kau keras kepala ya.. biarkan tubuh mu fit dulu" kata monnie "aku sudah fit aku juga sudah mendapatkan perawatan kemarin aku sudah sembuh jika kau tidak percaya aku bisa melempar mu keluar dari jendela itu" kata jeje monnie tersenyum "aku tidak bisa melawan mu" kata monnie "kalian bahas apa? " kata chai "kak chai ayo kita pergi" kata jeje "apa? " kata chai "aku sudah sembuh" kata jeje sambil berdiri "gak percaya" jeje menendang perut chai "aahh" chai menunduk "baik baik" kata chai.


monnie berjalan di samping jeje "ngomong ngomong kemana kita akan pergi? " kata jeje "kemana kakak ipar mu ingin pergi" kata chai sementara jojo dan niko memperhatikan jeje yang lewat begitu saja "baby aku ada di sini kau tidak sendiri" jeje tiba tiba berhenti melangkah "ada apa? " kata chai jeje menoleh ke arah belakang "apa ada yang ketinggalan? " tanya monnie "tidak ada aku hanya memastikan tidak ada darah saat aku lewat" kata jeje "ayo" kata jeje "dia sudah sehat" kata jojo "aku senang melihat nya" kata niko "kau harus lebih banyak berjuang lepaskan jeje dari kebencian nya" kata jojo.


monnie menarik tangan jeje "aduh.. ruangan apa ini apa apaan sih" kata jeje "ini adalah tempat untuk mencari perlengkapan pernikahan" kata monnie "ya ya ter-- apa!! pernikahan? " kata jeje "benar" kata monnie "tapi untuk apa? " kata jeje "untuk acara tunangan" kata monnie "oh.. tapi siapa yang mau tunangan? " tanya jeje "kau yakin kau sudah sembuh? " chai memegang dahi jeje "kau ini!! " kata jeje "kenapa marah? " kata chai "kak monnie aku mau melempar nya" kata jeje "jangan.. aku akan jelaskan pada mu waktu itu kami ingin membahas pertunangan kami dengan mu tapi kau malah sibuk dengan wolfy jadi sekarang aku akan jelaskan ulang kita akan tunangan kami sudah memiliki baju dan semuanya tinggal untuk mu" kata monnie "aku? " kata jeje "iya tinggal menentukan pakaian untuk mu" kata chai "kakak ipar mu kawatir kau tidak suka pilihan nya" kata chai "ya ampun" kata jeje "kalian berdua bodoh banget" kata jeje "baju apa ini coba? " jeje terlihat tidak tertarik dengan baju di sekitar nya "setidaknya lihat dress gaun, atau yang lain" kata monnie "ini ini" jeje melihat kebelakang terlihat chai berpelukan dengan monnie "demi apa?? kalian ini mau mengundang ku tidak" ucap jeje monnie tertawa "maaf maaf namanya sudah terlanjur cinta berat baik kau sudah bisa memilih" kata monnie "cinta apaan" fikir jeje "aku mau ini setelan jas ini sekalian kemeja nya" kata jeje "kau yakin? " kata chai "tentu" kata jeje "mau warna apa nona? " jeje menatap wanita di depan nya "hitam" kata jeje "aku juga pakai jas hitam kenapa sama? " kata chai "kau ganti saja warna lain" kata jeje "apa? " kata chai "iya warna navi cocok untuk mu jangan protes oh ya di mana sepatu nya" kata jeje "anak nakal" kata chai "tidak papa yang penting dia senang" kata monnie "jam yang ini aku mau coba" kata jeje chai menghampiri jeje "kau cari jam tangan? " kata chai "kau tau jawabannya" kata jeje "kalung yang itu sama ada topi? " kata jeje "topi? kau sungguh mau ke acara tunangan pakai topi? " kata chai "memang nya kenapa? " kata jeje "ya ya terserah" kata chai.


anggel tersenyum "jadi kau baik baik saja? " kata anggel "hum" jeje tersenyum "bagus lah aku sudah kawatir lalu kau sedang apa? " tanya anggel "kau menelpon ku cuma buat bertanya hal bodoh? " kata jeje "tidak tidak aku hanya ingin tau" kata anggel "aku sedang membantu kakak ku untuk mempersiapkan segala keperluan buat acara tunangan nya" kata jeje "benarkah apa yang kau lakukan? " tanya mawar "aku makan takoyaki, minum soda dan memarahi tukang dekorasi" kata jeje "astaga" kata rizi "hum siapa yang ada di dekat mu? " tanya jeje anggel menatap teman teman nya dan juga niko "biasa dengan yang lain" kata anggel "kau pergi ke kelas ku ambil kotak makanan di meja lalu beri pada kurir untuk mengantarkan pada ku" kata jeje "kotak makanan? " kata anggel "iya cepat " kata jeje "baik lah" kata anggel jeje mematikan telpon nya .


semuanya terlihat sangat rapi dan indah hiasan dan juga perlengkapan sudah tersedia "nona jeje apakah kau mau menikah dengan ku" akemi berlutut di depan jeje "lihat itu" kata lim "oh.. manis sekali.. setelah ini akan ku buang kaset drakor mu" kata jeje "eh jangan" akemi langsung berdiri "hahah.. kapok" kata zio "bantu sana yang lain dan ingat tempat ini harus benar-benar di jaga" kata jeje "siap nona!! "seru para bodyguard " terutama keselamatan kakak"kata jeje dalam hati.