
Jeje turun dari mobil "jeje"jeje pun menoleh ke arah kal "apa?"kata jeje "kau pakai itukan?"kata kal "pakai kok"jeje merasa heran gerbang masih terbuka dia melihat ke arah jam yang di lengannya sudah menunjukan jam sepuluh "kenapa diam saja ayo masuk"kata satpam "oi.oi..ada apa ini? Kenapa gerbang nya masih terbuka?"tanya jeje "hari ini gerbang akan terbuka selama dua puluh empat jam"kata satpam "oi...oi..apa hari ini kau malas membuka tutup gerbang nya?"kata jeje "hehe ku rasa iya"kata satpam "HAI..JEJE"jeje menoleh ke arah suara itu dari lantai dua terlihat rizi melambaikan tangannya lalu jeje pun pergi masuk ke dalam "jeje bagaimana kondisimu?"tanya tini "apa kau tidak bisa melihatnya"jawab jeje sambil terus jalan "jeje"kata tini lagi sambil berjalan ke depan jeje "aku baru saja membeli roti kering berlebihan ini untuk mu satu"kata tini sambil menyodorkan sebungkus roti jeje hanya diam saja memperhatikan tangan tini "kau tidak suka ya?"kata tini "itu jeje"kata mawar "kau ingin apa dariku?"jeje menatap tini "tidak ada aku hanya ingin berbagi dengan mu"kata tini "selalu curiga pada ku"kata tini di dalam hati "kau bisa berbagi dengan yang lain"kata jeje "jadi kau menolaknya?"kata tini dia pun perlahan menunduk "apa kau mau yang lain?"tanya tini "ini aneh dia biasanya tidak memberikan apapun padaku kenapa sekarang tiba tiba memberikan makanan pada ku, dia pasti ingin sesuatu"kata jeje di dalam hati.kemudian jeje pun lanjut berjalan "pagi je"kata seorang pria yang lewat "pagi je!" "hai je" "pagi jeje" "apa kabar je?"kata beberapa orang yang lewat "apa mereka tidak waras?"fikir jeje "jeje"kata mawar "hm?"jeje melihat ada orang lain di samping mawar "jeje halo..aku anggel"kata anggel "aku sibuk"jeje mau pergi "jeje!"kata mawar "anggel hanya ingin bicara sebentar pada mu"kata mawar "kau ingin apa?"jeje menatap anggel "aku mau berterimakasih pada mu karena mu sekarang aku masih hidup dan makin berani mengeluarkan keinginan ku dan melawan orang yang menindas ku, walaupun aku sekarang hanya punya kakek dan nenek tapi aku senang. Bisakah kita berteman?"kata anggel "oh"kata jeje anggel terkejut melihat ekspresi wajah jeje yang datar padahal waktu di atas atap jeje sangat banyak bicara "udah selesai?"kata jeje "jadi kita akan berteman kan?"kata anggel "ku rasa tidak"kata jeje "oh..ya sudah tidak papa..tapi terimakasih banyak ya"anggel mau memeluk jeje "tap"jeje mundur sambil mendorong anggel "kau tidak sua di peluk ya?"kata anggel tapi jeje malah langsung pergi saja "dia sangat datar"kata anggel "itulah jeje, dia sangat dingin tapi dia memiliki hati yang baik"ucap mawar "tapi kenapa dia tidak langsung menghalangiku saat aku ingin memeluknya?"kata anggel "dari awal kami berteman dengan nya, dia memang tidak suka di peluk ataupun jabat tangan"kata mawar "gadis yang aneh"fikir anggel.
"hai je"sapa leo "halo je"kata orang yang lewat "kau terlihat aneh saat mereka menyapa mu?"ujar rizi " kenapa orang orang bersikap aneh?"ucap jeje "aneh dari mana? Mereka hanya menyapa mu"kata rizi "biasanya tidak"kata jeje "mereka baru berani menyapa mu, karena kau sedikit dingin saat di ajak bicara"rizi menyodorkan sekaleng soda "kau tau je, kau sangat luar biasa dan kau harus sadar bahwa banyak orang yang kwatir pada mu"kata rizi "apa kau mabuk?"kata jeje "ck mabuk dari mana? Aku sedang sadar dan aku malah lebih dari sadar kau tau untuk pertama kalinya aku lihat pria dingin yang selalu di kejar wanita mengamuk saat melihat mu gagal di selamatkan saat terjun"kata rizi "dan juga ku rasa dia menangis mata nya terlihat merah saat di rumah sakit dia juga yang sangat terlihat cemas"kata rizi "lalu kau?"kata jeje "hum..aku juga cemas tapi aku menahan nya "kata rizi "sebenarnya kau membahas aku jatuh atau aku yang di rumah sakit?"kata jeje "aku membahas kak niko"bisik rizi "apa dia memukulmu?"ucap jeje "aduhhhh...dengar je , kak niko terlihat kwatir padamu bahkan aku baru pertama kali melihat dia memukul orang "kata rizi "pagi je"wahyu datang "panjang umur"guman rizi "gimana kondisimu?"tanya niko "dia bertanya padamu"bisik rizi "kenapa kalian datang ke sini?"kata jeje "kau ini lucu ya, kami ke sini karena kuliah"kata wahyu "hum..jeje"kata niko "tuh kan cara kak niko mandang jeje aja bisa di tebak kalau kak niko suka jeje"kata rizindi dalam hati "aduhh..perutku tiba tiba sakit kak wahyu temenin ke toilet yuk"rizi segera menarik tangan wahyu. "ke toilet berdua?"fikir jeje lalu dia bersiap mau pergi tapi "tap!"niko memegang tangan jeje "aku mau bicara?"kata niko "bufff..."archie tersedak saat melihat tak jauh dari tempatnya berdiri terlihat niko memegang tangan jeje "lain kali saja aku --"jeje di tarik niko "apa yang kau lakukan?"kata jeje "aku tau kau tidak nyaman saat bicara di keramaian"niko membawa jeje ke sebuah ruangan "anak aneh"fikir jeje "hum..jadi..aku..ak..aku"kata niko "singkarkan dulu tangan mu"kata jeje "oh..i..iya"niko melepas tangan jeje "kau mau bicara apa?"ujar jeje "hum..wak..waktu di rumah ..sakit..hum..aku..aku merasa kau..mau bi..bi.bicara sesuatu ..pa..pada ku"kata niko "siall..niko kok gugup sih"fikir niko "hum..di rumah sakit"kata jeje "i..iya..iya ma..masa kau tidak.ing..ingat yang..waktu...kau..mau pergi"kata niko "kenapa dia bertanya hal bodoh"fikir jeje "tidak penting"jeje berbalik niko dengan cepat menarik jeje dan menyudutkan nya ke dinding "apa maksudnya?"fikir jeje sambil menatap mata niko "tahan dulu aku lupa lagi habis gini ngapain ya..oh ya. Aku harus tarik nafas jangan gugup ingat kata ariel jeje orang yang tidak peka jadi aku harus menyederhanakan kalimat ku agar dia paham"fikir niko "apa kau tidak waras?"kata jeje "ya aku tidak waras di mata mu, kenapa kau lari? Kau belum jawab pertanyaanku"kata niko "bagus niko..tetap tenang seperti kata ariel"fikir niko "kau bertanya apa?"kata jeje "kau mau bicara apa waktu itu?"kata niko sambil terus menatap mata jeje "saat bicara dengannya kau harus menatap mata nya, jika kau menunduk jeje akan menekan mu"kata ariel "waktu di rumah sakit?"kata niko "aku tidak ingin bicara pada mu saat itu, kenapa bisa kau berfikir aku ingin bicara dengan mu"kata jeje "hah"niko tersenyum miring "jadi sekarang biarkan aku pergi atau aku memukulmu"kata jeje "jelas jelas kau mengatakan sesuatu tapi tidak sampai selesai"kata niko "dia terus menatapku ya, lihat sampai mana kau bertahan "fikir jeje sambil terus menatap mata niko "apa kau merasa aku bicara pada mu waktu itu?"kata jeje "iya"kata niko "ku rasa tidak, aku merasa aku tidak melihat mu waktu itu"kata jeje "kau--"baru mau bicara ada orang yang membuka pintu "hum mmhp"niko menjadi terdorong maju saat pintu terbuka. Mata niko tidak berkedip "cepat ambil kursi itu"kata archie "baik kak!"kata baim "hmp"jeje mencoba menahan tubuh niko "oke ayo"archie kembali menutup pintu "huh!"jeje mendorong niko "dasar kurang ajar kau pasti sengaja kan?"kata jeje "pintu terbuka mendadak jadi aku tidak sengaja mencium mu"kata niko "dasar pembohong"kata jeje sambil menampar niko "aduh"niko memegang pipinya lalu berbalik melihat jeje berjalan "gritt"pintu kembali terbuka "sial"jeje reflek berbalik dan mau menghidar "ambil yang itu sama yang itu"kata wahyu "yang ini kak?"tanya vito "iya udah, ayo"mereka pergi niko terkekeh melihat jeje menempel di tubuhnya "jadi siapa yang kurang ajar sekarang?"kata niko "huh"jeje menarik dirinya "eh"jeje langsung menatap niko "tadi saat dia terdorong pintu kok bisa dia pas dengan wajahku, lalu pas tadi aku yang terdorong pintu aku cuma sebatas lehernya jangan jangan"fikir jeje sambil mengepal tangannya "kau yang kurang ajar!!! kau !!"jeje melihat niko dan mengukur tubuh niko dengan menatapnya saja "benar kan kau pasti sengaja!"kata jeje "sengaja apa?"kata niko "dia pura pura tidak tau"kata jeje dalam hati "lupakan!"jeje keluar "mati saja kau"jeje mengunci pintu itu dari luar "kalau aku tidak menunduk sedikit bagaimana aku bisa mencium mu"niko terkekeh lalu berjalan ke arah pintu "loh!! Pintu nya "kata niko "eh..jeje buka dulu pintu nya!!"kata niko tapi tidak ada jawaban dari luar "mati aku"niko menepuk dahinya.
Jeje keluar dari kelas "jeje"rizi sudah ada di depan pintu "kenapa kau datang kesini?"tanya jeje "hum..mm..kami ingin mengajak mu pergi ke suatu tempat"kata rizi "iya gak terlalu jauh kok"kata mawar "tidak mau"kata jeje "hum..kau sibuk ya?"ucap rizi "hei jeje!"wahyu datang menghampiri mereka "hum jeje apa kau melihat niko?"tanya wahyu "mengapa kau bertanya padaku?"tanya jeje "hm..ta..tadikan niko bersama mu"kata wahyu "iya juga ya, kak niko tadi kan bersama mu"kata riki "jadi kau tidak melihat nya lagi ?"kata wahyu "menurutmu"kata jeje "memangnya kak niko kemana?"tanya rizi "dia menghilang sejak pagi tadi"kata wahyu "hei yu, gimana?"tanya leo "ya sudah maaf mengganggu"wahyu mendekati temannya yang lain "belum ketemu"kata wahyu "hm..je ka--"kata rizi "apa lagi?"kata jeje "kau tidak mau pergi bersama kami?"kata rizi "ayolah"kata mawar "humm..gak jadi kemana mana deh kita ngantar mawar aja gimana?"kata rizi "ya ya mau kan ke?"ucap mawar "ck ok lah"kata jeje.
Niko duduk di meja "gila bener tuh si jeje, aku beneran gak di bukain lagi, gila sih"kata niko sambil melihat sekelilingnya "nyampe kapan aku di sini"kata niko sambil rebahan di meja "wahyu kok gak nyariin ya kalau sahabat nya yang baik ini hilang"fikir niko.
Jeje duduk di cafe bersama teman lamanya "mana ariel?"tanya memo "dia bilang mau beli sesuatu"kata jojo . "gimana hari harimu di kampus?"tanya desi "aduh aduh..aku lelah banget"ariel datang "dari mana kau?"kata jeje "beli paket internet"kata ariel "kau belum jawab aku je"kata desi "apa?"kata jeje "gimana harimu saat di kampus?"kata desi "baik saja sih, tapi tadi aku mengunci seseorang"kata jeje "bufff..uhuk uhuk kau mengunci orang di mana?"tanya memo "aku lupa di mana tapi biar saja, dia membuat ku marah"kata jeje "ahh..pasti orang itu membuly mu atau mengganggu mu kan"kata desi "ya dia menganggu ku"kata jeje "hahaha boleh juga tuh sesekali di kasih pelajaran tapi dia wanita atau pria?"tanya jojo "pria yang paling menyebalkan di kampus ku tapi anehnya para gadis menyukai nya ku rasa mereka tidak waras"kata jeje "ku firasat ku gak enak"fikir ariel "kok aku merasa hal buruk"fikir jojo "ooh..berarti dia sangat menyebalkan ya?"kata desi "nona"kal datang "hum apa?"kata jeje "tuan meminta anda kembali segera"kata kal "tuh..kakak mu meminta mu pulang"kata jojo "baiklah aku pergi dulu ya"kata jeje sambil berdiri dan pergi . Jojo langsung menatap ariel "pria itu bilang kalau jeje menyebutnya manusia yang paling menyebalkan "kata jojo "itu yang dari tadi aku fikirkan"ariel mengeluarkan ponselnya dan menguhubungi niko "tidak bisa di hubungi"kata ariel "ayo cari dia"kata memo .
Beberapa orang berpencar ke sekitar kampus "duh...gak bisa terus nih "niko mencoba membuka kunci tralis jendela dengan gunting yang dia temukan "anak itu kemana sih?"wahyu turun dari motornya "di tempat biasa dia datangi juga tidak ada, ponselnya pun dia tinggal di dalam tas"kata wahyu. "gak ada "kata desi "eh"jojo kaya mendengar suara pria bernyanyi "gubraggggg!!"niko menoleh ke arah pintu terlihat seorang pria dengan tongkat besi di tangannya "jantung rasanya pindah ke usus"guman niko .
Ariel menyodorkan minuman ke niko "kau buat dia kesal"jojo menatap tajam ke niko "bukan aku ini salah paham"kata niko "katakan dengan jelas!!"ucap jojo "gini..hum kau tau ruangan tadi kan nah aku sedang bicara dengan nya tiba tiba ada yang membuka pintu"kata niko "lalu"kata memo "kalian tau kan kalau kedorong pintu gimana ya aku jadi terdorong maju memeluknya dia malah mengira aku sengaja"kata niko "jadi masalahnya ada di pintu"kata ariel "iya , ketika orang sudah pergi dia juga ikut pergi tapi mengunciku "kata niko "kau tidak bohong!"kata jojo "sungguh aku tidak bohong karena di mata nya aku ini selalu salah"kata niko "bahkan pintunya yang mendorong ku, tapi aku yang di salahin dan kau juga malah menghancurkan pintunya"kata niko "yah..gimana lagi?"kata jojo "tidak papa pintu nya nanti di ganti saja"kata memo "kenapa kau tidak bisa di hubungi?"tanya ariel "ponsel ku di tas"kata niko "hum..baiklah kau sudah bisa pergi, tapi jika aku melihat kau berbuat jahat ke dia aku akan merebusmu hidup hidup"kata jojo sambil melihatnke arah teman temannya lalu pergi.