
cahaya mentari mulai menyinari suara auman kohsoom terdengar keras membuat jeje terbangun tirai jendela langsung terbuka di saat jeje menekan tombol kecil di samping tempat tidur "oooooiiiii kohsoom ku cabut gigi mu nanti!!" seru jeje dari jendela para bodyguard tertawa mendengar suara jeje "nona sarapan sudah siap" kata may "ya ya" jeje pergi ke kamar mandi.
chai berjalan ke arah meja makan "kemana nona? " tanya chai "masih bersiap tuan" jawab raylai chai mengangguk tak lama kemudian jeje datang dengan kaos over size dengan lengan pendek dan celana panjang melihat adiknya diam saja chai langsung bertanya "kau masih marah pada ku? " tanya chai "memang nya kapan aku marah pada mu? " kata jeje "oh.. ya ya kau tidak pernah marah pada ku" kata chai "tidak juga" kata jeje chai terdiam mata nya berkedip kedip "hari ini kau ada empat pertemuan segera sarapan dan musnah lah" kata jeje "musnah? " kata chai "ya ya aku bosan melihat mu seharian" kata jeje "oke lah ada titipan? " kata chai "tidak " kata jeje sambil memakan makanan nya.
niko melihat sekitar nya sepi hanya ada beberapa orang niko melihat lokasi di mana jeje menghampiri dan bertanya siapa yang membuat nya terluka niko tersenyum "ternyata kau peduli juga pada ku" kata niko "hei" leo datang menghampiri niko "gimana kondisi mu? " tanya adhi "aku baik baik saja gimana dengan kalian? " tanya niko "kami juga sama" kata mereka "tapi di mana wahyu? "tanya adhi " dia di perpustakaan "kata niko " kami ke sana dulu ya"mereka berdua pergi niko lanjut berjalan "niko" kata archie "hum" niko melihat archie mengulurkan sekaleng minuman "thanks udah menolong ku semalam" kata archie niko mengambil minuman itu dari tangan archie "makasih minuman nya" kata niko sambil pergi ke kelasnya.
vito melihat kursi jeje kosong cuma ada kotak makanan di atas mejanya "kemana jeje ya? " kata dila "mungkin nanti dia datang" kata vito "gimana ya apa dia luka parah" kata dila "jangan bicara sembarangan dia pasti baik baik saja" kata vito "gara gara dia masalah selalu saja datang di kampus" kata baim "ngeri banget yang kemarin aku sampai mimpi buruk" kata hima "mungkin jeje melakukan kesalahan sampai di cari orang orang bersenjata mungkin juga jeje itu perampok yang menyamar jadi mahasiswa" kata shela "aku kemarin merasa masuk dunia mafia " kata brox "aku aja kaget banget" kata hima "apa lagi kak niko terluka parah gara gara melindungi kita" kata hima "kita harus lapor ke pak ridho agar masalah seperti ini tidak terulang dan juga kita harus tau siapa jeje sebenarnya " kata baim "apa maksud mu? " tanya vito "kalian tidak boleh bicara begitu apa lagi orang nya tidak aa da di sini" kata dila "mungkin saja dia lagi sekarat" kata shela "rasa nya aku mau memukulmu" kata dila "hei dila" vito mencegah dila "kenapa kau jadi membela jeje bukan kah kau membenci nya dia juga mengambil niko dari mu" kata baim "tutup mulut mu dasar sialan" kata dila "itu semua karena kalian belum mengetahui siapa jeje sebenarnya" kata dila "jeje kan anak nakal yang membuat onar " kata hima "kau" dila maju tapi vito tetap menahan dila "dila jangan.. ingat kata jeje.. " kata vito dila pun kembali tenang "minum air" kata vito "awas kau lain kali" kata dila dengan marah.
lino dan Lina terlihat saling berebut daging segar di dalam air jeje melihat nya dengan santai percikan air mengenai semuanya termasuk jeje "oiii... lino!! aku baru saja mandi" kata jeje "dia tidak akan mendengarkan mu" kata kal "upss" jeje memejamkan matanya ketika percikan air mengenai wajahnya "**** lino!! " kata jeje kal mengambil handuk kecil dan langsung membersihkan wajah jeje "ayo kau bilang kau ingin melihat nikoko" kata kal jeje mengangguk mereka pun pergi ke kandang nikoko "niko--" jeje terdiam bayangan seorang pria kembali muncul di ingatan nya "Hai anak nakal!! " "kau yang mengajak ku lari" "sekarang giliran mu" "Hai baby!!" "lari!! pergilah dari sini!!! " "maaf ya tidak bisa melindungi" kal menyadari jeje sedang melamun "kenapa? " kata kal "hum.. tidak papa aku sedikit haus" kata jeje "aku akan ambil minum untuk mu" kata kal dia langsung pergi jeje terdiam dan langsung menampar diri nya sendiri dengan kuat berkali kali sampai jeje baru menyadari ada darah yang keluar dari sudut bibir nya dia langsung mengelap darah itu dengan tangannya "dalam dunia hanya boleh ada aku dan kak chai" kata jeje.
niko mengeluarkan ponsel jeje yang masih dia bawa dia belum sempat memberikan nya ke jeje dia melihat ponsel jeje tidak memiliki pasword dia langsung mengecek salah satu ponsel jeje hanya ada beberapa foto jeje sedang memakai baju balap dan foto jeje bersama dua ekor buaya besar "dia sama sekali tidak memakai sosial media" kata niko dalam hati "aku baru tau ada orang yang tidak memakai sosial media" kata niko.
malam harinya jeje terlihat sedang berbaring di tempat tidur nya "kanan jo kanan!! " kata jeje "iya iya aku paham" kata jojo "hei anak baru kau payah sekali" kata jeje "maaf kak masih baru" kata terdengar suara pria "je tadi kau ke kampus? " tanya desi "engga aku sudah bosan datang ke kampus mungkin beberapa hari ini aku tidak ke sana" kata jeje "aiihh... kau ini" kata Ariel "kalian tau aku gampang bosan di sana" kata jeje "kak bisa main dengan teman" kata niko yang sering di panggil jeje pemain baru "teman? haha aku lebih suka tidur dari pada bermain" kata jeje "suka tidur ya kak" kata niko "hei jangan panggil aku kakak aku bukan kakak mu dasar bodoh" kata jeje "maaf" kata niko "kak milli kak" jeje menelpon milli dengan ponsel lain "ada apa nona? " tanya milli "aku lapar bisa tolong beri aku makanan dan juga cola" kata jeje "baik" kata milli. niko melirik wahyu "dia punya seorang pembantu" kata niko dengan suara pelan "mungkin dia orang kaya" bisik wahyu "hei.. anak bodoh kau mati!! " kata jeje niko baru sadar dia melihat layar ponsel nya "kau selalu saja mati di mana rumah mu, biar ku ajarin kau cara bermain" kata jeje "maaf.. maaff" kata niko "mati saja sana huh menyebalkan" kata jeje "jangan marah je" kata jojo "tapi dia sangat payah anak mana dia rasanya aku mau melemparkan nya ke kandang wolfy" kata jeje "kau gila dia bakal di gigit wolfy" kata memo "biar saja" pintu di buka chai datang "eiih kakak" kata jeje "main saja tidak papa" chai duduk di sebelah jeje "aduhh" jeje duduk matanya fokus ke layar ponsel nya "apa kakak mu datang? " tanya jojo "iya" kata jeje "nih" chai menyuapi jeje dengan makanan "kau ada ruang bermain kenapa malah bermain di sini dengan ponsel mata mu bisa sakit" kata chai "oi.. kak chai aku kalau masuk ke ruangan itu rasanya aku akan tidur di sana" kata jeje chai tersenyum tipis sambil terus menyuapi adiknya yang sedang bermain game.
beberapa hari berlalu ..
"ahh.. " kepala niko terkena bola "hei.. fokus" kata gilang "maaf maaf" kata niko "pasti karena jeje tidak datang ke kampus"kata leo " dia akan datang saat pertandingan niko, jadi jangan fikir kan dia fokus fokus semuanya!! "kata Gilang " semua orang mendukung niko dan jeje mereka semua mengabaikan ku"kata archie dalam hati "archie tangkap!! " niko lempar bola ke archie "o.oke" kata archie sambil menangkap bola dari niko.
hari ini suasana begitu ramai orang orang berdesakan masuk ke dalam kampus wahyu melihat niko berdiri sambil berjalan ke sana ke sini "dia pasti menunggu jeje" kata aciel "betul sekali" kata adhi "apa tidak ada nomor yang bisa menghubungi jeje? " kata zio "nomor? " wahyu teringat seseorang "Ariel" kata wahyu.
seorang pria dengan baju kemeja hitam terlihat mencurigakan dia berjalan ke sana ke sini seperti mencari seseorang.
"apaaa!! baik baik aku akan menyeret jeje ke kampus" kata Ariel "baik kau harus cepat pertandingan akan segera di mulai beberapa jam lagi" kata wahyu "baik baik aku cuci muka dulu" kata Ariel.
"ngebuut" kata Ariel "humm" jeje terlihat masih mengantuk di atas motor "ka gila kita tarik tiga" kata desi "gak papa anak malas ini harus ke kampus" kata Ariel "ini masih pagi" kata jeje "pagi dari mana kau belakangan ini jarang ke kampus kau harus mengejar masa depan mu" kata Ariel "aw" motor berhenti "sudah sampai" kata desi "turun ayo" kata Ariel jeje turun dari motor "semangat dong" kata desi "iya iya aku masuk dulu" jeje melihat gerbang masih terbuka dan ramai orang "ada apa ini apa ada kebakaran" jeje mengeluarkan sebungkus permen karet lalu memakannya.
leo menepuk bahu niko "dia akan datang percayalah" kata leo "jeje datang! " kata zio "datang? " wajah niko langsung ceria "iya dia lagi ke arah sini" kata ale "kau tidak berbohong" kata niko "tentu saja tidak" kata zio "itu dia" kata leo terlihat jeje memakai hoodie over size berwarna hitam merah dengan celana jogger dan juga memakai topi jeje berjalan membuka loker mengambil tas nya "aku mau pingsan" kata niko "ei ei jangan pingsan" leo menahan tubuh niko yang mau terjatuh "dia ke arah kita loh" kata zio "aduh.. deg deg kan" kata niko jeje beneran berjalan tanpa bicara apapun dia melewati niko begitu saja "pegang tangan ku aku mau terbang nih" kata niko "haah" temen temen nya yang lain menepuk dahi masing-masing.
"jeje" vito tersenyum menghampiri jeje "hari ini ada pertandingan basket" kata dila "benar ayo nonton" anggel langsung menarik jeje menuju kursi penonton "kak niko kak niko!! " seru rizi bunga melihat jeje duduk di antara anggel dan vito "duuh.. kok aku takut ya" fikir bunga tangan nya bergetar membuat pisau yang dia pegang terjatuh "ayo... kak wahyu" kata baim "ayo ayo semangat " kata shela "haappp!! " niko melompat melemparkan bola ke dalam ring dan langsung melemparkan ciuman ke udara sambil menunjuk ke arah jeje "aaaaahhh" para gadis histeris bola di rebut tim lawan "kal ada gadis yang membawa pisau" bisik jerico "apa? " kal menekan alat komunikasi "kal ada gadis yang membawa pisau dan dia terus menerus melihat ke arah jeje" kata jerico "beri dia tanda kita awasi dia" kata kal "aku sudah menempel kan tanda di atas topi nya" kata jerico "bagus lah, hary pantau yang lain di sini ramai kemungkinan anggota langit juga ada di sini" kata kal "siap" kata hary.
niko melihat ke arah jeje sebentar lalu lanjut berlari merebut bola dari tim lawan "tangkap" niko melemparkan bola ke wahyu "seru kan? " anggel melihat ke arah jeje "hah? " muka jeje tertutup oleh topi "zzzz... " angel menatap yang lain "dia tidur " kata mawar "mungkin dia kelelahan" kata rizi "aahh.. sial" archie terjatuh "hei kau" niko terlihat kesal melihat archie yang di dorong tim lawan "jangan main curang dong" kata niko sambil membantu archie berdiri "terimakasih" kata archie pluit terdengar babak pertama selesai "kak niko ke sini" kata dila "botol botol" kata mawar anggel langsung meletakkan sebotol minuman dingin di dekat jeje "hei" kata niko sambil membuka topi jeje terlihat jeje tertidur dengan tenang niko tertawa kecil "apa ini minum nya? " tanya niko "ya itu milik jeje" kata dila "oke" kata niko sambil mengambil minuman itu lalu meneguk nya jeje seperti merasa ada air yang menetes di sepatu nya dia langsung membuka mata nya terlihat niko sedang minum di depan nya "gluk gluk" jeje melihat air yang mengalir di leher niko "eh" niko baru sadar jeje sedang memperhatikan nya "kau sudah bangun? " tanya niko "jika mengantuk tidur lah di atas kau bisa melihat ku dari atas tanpa harus duduk di sini" kata niko "dug!! " niko meringis kaki nya di injak jeje dengan kuat "jangan terlalu percaya diri" kata jeje "aw.. aw.. sakit" kata niko dalam hati jeje mengerutkan dahinya dia kembali teringat kejadian yang lalu saat pertandingan basket ada orang yang meletakkan serpihan kaca di dalam tas niko "aku pergi dulu ya jangan lupa jagain tas ku" kata niko sambil menepuk kepala jeje dan pergi "tas? " jeje melihat ada tas di dekat kakinya.
pertandingan kembali di mulai bunga sedang melihat lihat kondisi tempat di mana dia bisa menyerang jeje "aku harus berani! " kata bunga dalam hati "yeeaahhh!!! " niko memasukan bola ke dalam ring di sambut teriakan para penonton "makan ini biar gak bosan" kata anggel "apa ini? " jeje melihat makanan yang di pegang anggel "ini cumi kering balado" kata anggel "aku tidak makan pakai tangan" kata jeje "kami tau kebiasaan mu ini" mawar mengeluarkan sepasang sumpit jeje tersenyum tipis lalu mengambil sumpit itu dan membuka plastik nya "terimakasih" kata jeje.
pertandingan berjalan dalam waktu yang cukup lama "hiaaaa" niko melompat menangkap bola dari zio "baby!!" seru niko sambil memasukan bola ke dalam ring dan pertandingan pun berakhir "yeeahhh kita menang!!! " kata aciel "yeaaaahhh!! menang" kata dila "yoooooohooo" seru baim "kita menang!! " kata yang lain niko terlihat sangat senang bersama teman temannya "baby!! aku cinta kamu!! " kata niko sambil menunjuk jeje kal melihat bunga sedang bersiap siap "aku kita cari minuman aku haus" kata jeje "oh.. ayo" kata rizi jeje berdiri pria berkemeja hitam langsung tersenyum ketika melihat jeje "jika orang lain tidak bisa membunuh mu maka aku sendiri yang harus membunuh mu" kata pria itu "aduuhh.. ramai banget" kata mawar "iya sempit" kata vito "geser geser" niko memegang tangan jeje "awas awas tolong beri jalan" kata niko "mungkin seka--" bunga terkejut ada dua pria memegang tangan nya "bawa dia" kata kal pria berkemeja hitam itu berjalan dengan cepat sambil perlahan mengeluarkan pisau "jika berdesakan begini tidak akan ada yang menyadarinya" kata pria itu dia semakin dekat dengan jeje "ini aneh" kata hary "apa lagi" kata jerico sambil mengikat bunga ke dalam mobil "waspada ada pria mendekati jeje dia memakai kemeja hitam" kata hary "cepat" kal langsung berlari mencari jeje "kasih jalan kasih jalan" kata niko dan vito "sekarang" pria itu bergerak semakin cepat "Hai kak niko"kata lucas mahasiswa dari kampus lain dia berjalan mendekati niko " Hai juga"kata niko "ahhgg!" lucas terdiam "awas!! " jeje menarik niko dan yang lain ketika menyadari pria hitam itu menusuk lucas "bett" jeje gak sempat menghindar pisau itu menggores hidung nya "mati kau!! " kata pria itu "kau yang mati" kal datang dengan jerico pria itu langsung berusaha kabur "aahhh... tolong" kata lucas "kak hary" kata jeje hary datang mengangkat tubuh lucas yang mengeluarkan darah "augg"jeje memegangi wajahnya darah mengalir dari celah jarinya " ayo ayo"kata niko tapi orang orang masih ramai jeje berjalan sambil memegangi wajahnya "apa yang terjadi? " kata rizi "jeje" mawar melihat tangan jeje berdarah "tahan sebentar" niko menjatuhkan tas nya lalu mengangkat tubuh jeje "AKU BILANG AWAAASSSS!! " kata niko dengan keras jeje hanya melihat wajah niko "tahan lah sebentar!! " kata niko jeje melihat ada air mata yang keluar dari mata niko yang kemudian mengalir ke pipinya dan mengenai leher jeje "astaga jeje" kata Tini "sini sini pihak medis ada di sini" kata Tini "di mana bu cepat lah dia sudah berdarah" niko terlihat panik jeje hanya diam saja dia tidak tau harus mengatakan apa jeje di letakan di sebuah ruangan dua petugas medis datang "ini tergores lumayan dalam kita harus menjahit nya" kata petugas medis "lakukan saja yang terbaik untuk anakku" kata Tini "baik tahan ya dik" kata petugas itu sambil mengambil sebuah kapas.
kal terus berlari namun sayang orang yang berkemeja hitam itu hilang "soal kemana dia" kata jerico "aku juga tidak tau" kata kal "dia pasti punya anggota lain " kata jerico "iya ayo kita cek jeje" kata kal.
niko menjadi sangat gelisah dia terus menerus berjalan di depan pintu tempat jeje berada "tenang lah" kata wahyu "yu.. dia berdarah" kata niko "iya aku tau tapi tenang lah" kata wahyu pintu terbuka "gimana jeje" fikir dila dua petugas medis keluar "tap tap" jeje melangkah keluar pintu dengan perban kecil di hidung nya yang membuat jeje semakin membuat beberapa orang terdiam "dia malah makin terlihat savage" kata beberapa orang "waw" kata leo "gimana apa masih sakit?" tanya niko "aku baik baik saja " jeje mendorong niko yang mendekati nya "kau selalu saja berlebihan! kau membuat ku muak" kata jeje "aku.. aku hanya kwatir pada mu" kata niko "tidak jeje.. jangan dengar kan perkataan nya" kata jeje dalam hati "dia bukan kwatir tapi dia hanya berpura-pura" kata jeje dalam hati "maaf" kata niko "mungkin aku terlalu berlebihan bagimu" mata niko berkaca kaca "aku tidak bisa mengendalikan diri ku di saat melihat mu terluka, aku langsung panik, kawatir dan juga aku gak bisa melihat mu terluka" kata niko jeje melihat kal tak jauh dari tempat nya "kalu begitu belajar lah mengendalikan diri mu sendiri" jeje pergi.
di dalam rumah..
niko memijat kepala nya sendiri "tidak papa.. tidak papa... dia hanya belum mengerti" kata niko "tenang.. tenang.. suatu saat dia akan mengerti" kata niko.
jeje menatap diri nya di depan kaca dalam waktu yang cukup lama lalu dia berbalik memukuli manekin di depan nya "buang dia jauh jauh!!! " kata jeje dalam hati "dia pasti datang hanya untuk mengulang kembali sejarah masa lalu!! jangan percaya dengan perkataan nya jeje" ucap jeje dalam hati dia memukuli manekin di depan nya berkali kali "semuanya adalah bohong!! orang seperti nya yang datang hanya akan melukai mu setelah kamu lengah!! " kata jeje "buagg" kepala manekin nya terjatuh ke lantai jeje mendekati manekin lainnya "jangan lengah!! jangan lengah!! drama manis terkadang akan melukai kita sendiri!! tidak ada cinta!! tidak ada rasa kwatir!! semuanya bohong!! " jeje menendang manekin itu dengan keras jerico yang ingin mengantarkan minuman ke jeje menjadi diam mematung melihat betapa kuatnya tenaga jeje yang terlihat dari pukulan nya "ku rasa aku bisa mati di saat menganggu nya" jerico menelan liur nya sambil terus memperhatikan nona ciliknya memukuli beberapa manekin dengan brutal.