What Is Love

What Is Love
telpon dari kakak ipar



suara monnie terdengar dari luar "oih.. " jeje membuka matanya "adik ayo bangun, kau harus ke kampus" kata monnie "iya" kata jeje "cepat ya aku akan siap kan sarapan untuk mu" kata monnie "tidak perlu" kata jeje sambil duduk "tik" jeje menekan tombol di dekat ranjang nya, jendela kamar nya langsung terbuka "kemana ponsel ku? kok tidak ada di tempat nya? oh iya aku melempar nya tadi malam " kata jeje dia langsung mengambil jubah mandi nya.


chai duduk di ruang makan dia menatap istrinya datang menghampiri nya "adik sudah bangun? " tanya chai "sudah" kata monnie.


dengan jubah mandi nya jeje duduk di tepi ranjang lalu membuka laci mengeluarkan ponsel nya yang lain dari laci "panggilan tidak terjawab pria tampan" jeje membaca notifikasi ponsel nya "pria tampan? aku tidak ada menyimpan kontak orang lain" kata jeje.


pelayan menunduk di saat jeje menuruni tangga "bagaimana tidur mu semalam? " tanya chai "gak ingat" jeje duduk. monnie langsung menyiapkan makanan untuk jeje "kakak ipar kenapa kau melakukan ini" kata jeje "tidak papa" kata monnie "baik lah" kata jeje "kakak kau jangan ke kantor langsung siap siap saja ke rumah sakit" kata jeje "tidak bisa kakak mu ada janji dengan client pagi ini" kata monnie "apa? hari ini kan ada acara" kata jeje "tidak papa adik" kata monnie "aku akan bakar kantor mu" kata jeje dengan marah "adik" kata monnie "bela saja dia" jeje berdiri "kalian jangan ada yang ikut aku!! jaga kakak ipar saja, suami nya sibuk " kata jeje "aku tidak akan ke kantor" kata chai ."hanya karena adik marah? tenang saja, dia belum dewasa jangan hiraukan dia pergilah" kata monnie "kalian tetap pergi awasi dia. dia sedang marah pastikan jangan biarkan dia membawa kendaraan nya" kata chai "baik tuan" kata Steven "mama akan datang nanti" kata chai, monnie tersenyum lalu mengangguk "kenapa kau terlihat ragu? apa karena adik terlihat marah? ketauilah aku suka melihat adik seperti itu dia secara tidak langsung menunjukkan ekspresi nya " kata monnie chai tersenyum.


"kak kal, kembali lah bersama yang lain tinggalkan kak jerico bersama ku. keamanan untuk acara nanti harus ketat" jeje masuk ke gerbang "Hai anak nakal" sapa satpam "Hai pa " kata jeje "kau terlihat lain hari ini" kata satpam "diam saja" kata jeje "tumben" kata Tini "oih.. aku berangkat pagi salah siang salah. kalian terlalu sering melihat orang lain di cermin dari pada diri kalian sendiri" kata jeje "tidak ada yang menyalahkan kedatangan mu sayang" kata Tini "sok akrab" jeje pergi "jeje" kata mawar "oi" kata jeje "akhirnya bagaimana kita jalan jalan ke taman? " kata anggel "aku lapar" kata jeje "makan ini" jeje menoleh ke arah sebuah kotak "hum? sial" jeje mundur "kau lapar kan makan ini wahyu yang masak enak loh" kata niko


"jaga jarak"


"jaga jarak"


jeje duduk di kelas nya dia membuka kotak makanan yang sudah ada di meja nya "aku lupa meja ajaib ku ini bisa memberi ku makanan" kata jeje, niko tersenyum di depan pintu menatap jeje makan "jeje" dila datang jeje menatap dila "di mading ada" kata dila.


"sial!! " jeje menatap foto nya di mading, foto di saat dia tertidur pulas "pecundang!! " jeje terlihat kesal dia langsung menendang mading itu "jeje" kata vito "akh" niko terkejut ada benda mengarah ke arah nya. hidung nya perlahan berdarah akibat pisau kecil yang di lempar jeje "kau mencari masalah pada ku, kalau begitu Terima kematian mu" jeje berjalan dengan empat pisau kecil di sela jari tangan kiri nya "jeje jangan" kata dila "jeje" kata leo "aku, aku gak " niko jatuh ke lantai "jeje" kata archie, jeje menyimpan kembali pisau nya dan langsung menendang niko saat niko baru berdiri "akan ku buktikan kata kata ku semalam bukan gertakan" jeje maju "aku khawatir dia akan menggunakan pukulan itu" kata jerico. jeje berhenti di saat dia sudah siap memukul niko dengan sekuat tenaga "kau tidak akan bisa menyakiti ku"kata niko sambil menatap mata jeje "sial"jeje melepaskan kerah niko " benarkan? "kata niko jeje mengeluarkan ponsel nya lalu pergi menjauh " halo kakak ipar"kata jeje .


niko mengikuti jeje dari belakang "kakak ipar? " raut wajah jeje langsung berubah niko menyadari ada sesuatu yang tidak beres, jeje menyandarkan tubuh nya di dinding "sial"jeje melemparkan ponsel nya " baby ada apa? "niko menghalangi jeje yang hendak pergi " JANGAN DEKATI AKU!! "jeje memukul niko dengan keras lalu berlari dengan cepat " ada apa? "leo membantu niko berdiri " seperti nya ada sesuatu yang terjadi "niko berjalan mengambil ponsel yang di lempar jeje tadi " ada yang beres seperti nya aku harus ikuti dia"kata niko "aku ikut" kata leo "cepat" kata jerico yang mengejar jeje "kau" niko melihat jerico pergi dengan mobil "kita pakai taxi" kata leo "ada apa sebenarnya" kata leo "dia tidak pernah terlihat seperti orang shock saat menerima telpon apalagi dari kakak ipar nya" kata niko "itu jeje" kata leo terlihat jeje berlari di jalanan dengan sangat cepat "hei motor ku!! " jeje merebut motor seseorang "ambil ini" jeje melemparkan beberapa uang ratusan ke orang itu "kenapa dia panik" kata Steven "seperti nya terjadi sesuatu cepat hentikan dia" kata kal yang mengikuti jeje diam diam atas perintah chai "buset dia naik motor kaya naik apa gitu ya" kata leo "pak cepat sedikit dong" kata niko "iya bener jeje makin jauh tuh" kata leo "cepat pak" kata niko terlihat jeje semakin menambah kecepatan kendaraan nya tanpa memperdulikan sekitar nya.


entah apa yang terjadi, mengapa jeje pergi dengan tergesa-gesa?


 apa yang terjadi sebenarnya?


            ..terimakasih sudah membaca..