
Chai melangkah di iringi beberapa pengawal "tuan chai"kal segera berdiri memberi hormat chai melihat jeje duduk di kursi segera memegang kepala jeje untuk melihat luka di leher jeje akibat jeratan tali "akkh kak chai"jeje terkejut "saya sedang mengobati nya tuan"kata jerico "siapa orang orang itu?"kata chai "mereka suruhan dari gadis bernama bunga yang satu kampus dengan jeje"kata kal, chai menatap jeje "kenapa kau tidak bercerita jika kau memiliki musuh di sana"kata chai "ai kak chai.. Aku tidak merasa memiliki musuh kau tenang saja dia bisa ku atasi, hanya perkara kecil kau tidak perlu merepotkan tanganmu"kata jeje "dia melukaimu anak bodoh"kata chai "hum..iya iya aku akan segera mengurusnya jika aku kesulitan aku akan panggil dirimu. Bukan kah pengawal kita banyak"kata jeje "baik kau juga harus bilang pada nya jika sekali lagi dia buat masalah aku tidak akan segan"kata chai "sip"kata jeje "angkat lehermu aku akan membalutnya dengan perban agar obat nya menyerap"kata jerico.
Bunga tersenyum puas "aku yakin kali ini dia tidak akan kembali"kata bunga "ya semoga saja"ucap dini "sepertinya mereka merencana kan sesuatu"fikir rizi lalu dia mengambil kamera kecil dan di sembunyikan "jeje...hati hati" "jeje...awas kau" "astaga anak itu nakal sekali"ada suara di kejauhan "kal tuan memintamu mengawasi jeje"kata jerico "sip aku akan menjaga nya"kata kal "wuuuizzz"jeje meluncur bunga terkejut melihat nya "d..di..dia masih hidup?"kata bunga jeje semakin dekat lalu berhenti di dekat bunga "bagaimana mungkin"kata bunga "dia masih utuh"kata dini "kau..semakin berani ya"jeje tersenyum sinis sambil turun dari sketboard nya "kau fikir kau siapa!"kata bunga "untuk saat ini kau dengar baik baik mungkin ini peringatan terakhir"jeje menatap tajam ke bunga "berani melukai ku minimal kau harus memiliki seribu nyawa, jika satu ku harap kau berhati hati jika tidak ingin melihat matahari lagi"bisik jeje "siapa kau berani sekali meng--"kata nasya sambil menyerang jeje tapi dengan mudah jeje menangkisnya dengan satu tangan "greb"nasya di tarik "jika kau hidup tenang maka jangan campuri urusan orang lain"nasya di dorong keras "ada apa itu"niko melihat keributan kecil "itu jeje"kata wahyu "ingat itu"jeje bersiap mau pergi bunga menahan nya "ku rasa dengan kau selamat terus menerus dari orang kiriman ku bukan berarti kau sok membentak ku"kata bunga "kau belum bosan dua orang di toilet dua orang di kampus,empat orang lalu kemarin empat orang lagi"jeje membunyikan jari jemarinya "kenapa tidak kau saja yang langsung menyerang ku?"ucap jeje "takut ya?"kata jeje "jaga ucapan mu!!"bunga menarik hoodie jeje "aku berani membunuhmu jika aku mau, apa lagi melenyapkan gadia seperti mu"jeje di dorong "kau yang mulai"jeje melepas perban dari lehernya lalu membelitkan perban itu ke tangan kanan nya "dia akan memukul mu"kata dini "kalian lihat saja siapa sih yang berani melukai ku"kata bunga sambil maju ke arah jeje "kau akan musnah jika menyentuhku"kata bunga "orang akan happy di saat kau di dalam tanah"jeje menangkis tangan bunga lalu mendorong nya "aku tidak peduli siapa pun itu jika kau mengganggu ku maka aku akan menghajar mu"ujar jeje "dasar anak yatim orang yang tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua haha aku tid--"jeje mendorong dini yang mencoba melindungi bunga jeje maju dengan kepalan tangan yang bertenaga full "tapp"niko menahan tangan jeje "tahan je"kata wahyu "lepas lepas!! Aku harus menghajarnya"kata jeje "jeje"rizi juga berusaha menahan jeje yang terus memberontak "pak ada yang berkelahi"kata leo "astaga"kata gilang "hiyyah"niko terlempar ke dinding "niko"kata wahyu "dengar ya !! Aku memang tidak memiliki keluarga tapi setidaknya aku memiliki sifat pemberani bukan pecundang sepertimu yang hanya bisa menyuruh orang untuk menghabisiku!!!"seru jeje "je kau butuh aku?"kata kal jeje menggeleng kal yang melihat itu segera kembali ke tempat "gubragg"bunga jatuh setelah di tendang jeje dan sekarang jeje siap dengan serangan mematikan "grebbb"gilang menarik hoodie jeje "awas sialan"kata jeje "tahan je tenangkan dirimu"gilang menahan tangan jeje "hiaaa"jeje mencoba menyerang gilang "bunga apa benar ya di bilang jeje?"ucap wahyu "apaan sih dia tuh tukang fitnah"kata bunga setelah di bantu berdiri "hei sialan sekarang ayo bertarung di lapangan aku tidak peduli kau bawa ayah mu nenek moyang mu seluruh keluarga terkutukmu aku akan menghadapinya"kata jeje "diam tenangkan dirimu"gilang menahan jeje sampai harus menahan rasa sakit akibat pukulan kaki jeje "bug"jeje di jatuhkan ke lantai "kak niko"kata rizi sambil melihat niko lemas ada darah keluar dari mulutnya "tenang maka aku akan melepaskan mu"kata gilang "tidaak akan awas!!!"seru jeje gilang masih menahan dengan menekan kepala jeje "niko minum air"kata leo "lihat kau sudah melukai orang lain"kata gilang "bunga ikut saya"kata tini "hah hah hah"nafas jeje terdengar keras "lepas kan aku"kata jeje "tidak akan "kata gilang "baik baik aku tidak akan memukul siapapun "kata jeje "tenangkan dulu dirimu"kata gilang "udah kok udah"kata jeje gilang menarik jeje "rizi wahyu bawa niko ke ruangan saya"kata gilang sambil membawa jeje.
"minum je"kata rizi sambil mengulurkan sekaleng cola "kau harus tenang"kata rizi "kak wahyu di panggil bu tini"kata vito wahyu segera pergi "apa yang terjadi"kata gilang "pak jeje tidak salah saksi banyak pak jeje tidak salah dan bunga sudah men--"kata rizi "kau bisa diam"jeje menarik kerah rizi "jeje aku temanmu"kata rizi "kau tidak mengerti! Sekarang pergi dari sini jangan buat kepalaku sakit karena ucapan mu"kata jeje "tapi je kau ti--"kata rizi "PERGI KU BILANG!!"rizi menatap mata jeje merah "baik aku pergi..maaf"rizi pergi "kenapa kau memanggil ku?"tanya jeje "kau bisa bicara baik baik"kata gilang "dengar aku tidak mau mendengar apapun"kata jeje "kau diam di sini saya angkat telpon sebentar"gilang keluar "kau fikir kau siala berani menyuruh ku"kata jeje tiba tiba dia melihat niko jeje teringat tadi dia mendorong niko dengan keras "dia terluka"kata jeje "kau bisa obati dia"kata kal lewat alat komunikasi jeje melihat sekitar lalu mengambil handuk kecil dari lemari keci di sana lalu membasahinya dan perlahan menghampiri niko "tahan ya, menunduk sedikit"kata jeje sambil memegang kepala niko dan mengompres kepala niko di bagian belakang "ahhh"niko meringis "angkat sedikit kepala mu darah mu masih mengalir"kata jeje sambil membersihkan wajah niko "aku tau apa yang kau rasakan"kata niko pelan "lain kali aku yang akan menghajarmu"kata jeje "dia masih berlagak kuat padahal aku tau barusan bunga sangat melukai nya"kata niko di dalam hati "akkh"niko kesakitan "hum"gilang masuk "kau sedang apa?"tanya gilang "menurutmu"kata jeje "aku harus cari cara agar bisa bicara pada nya"fikir niko tiba tiba dia melihat luka di leher jeje "akkhh ini sakit sekali"kata niko "aku harus apa"kata jeje "akkhhh"niko kesakitan "niko"kata gilang "ck..aih ayo"jeje membawa niko .
niko sedang di obati "bagaimana?"jeje masuk "dia akan membaik"kata dokter "dokter..leher nya juga terluka"kata niko dokter menatap jeje yang terdiam.
"aku harus pergi jadi aku akan mengantar mu ke rumah mu "kata jeje "terimakasih"kata niko "alamat nya di mana?"tanya supir taxi "lurus aja pak nanti belok kiri hum..ini.ini"niko memberikan ponsel nya ke supir, jeje melihat sekitar dia merasa aneh "stop"kata niko "apa ini?"kata jeje "pak tunggu ya "niko menarik jeje keluar pemandangan sekitar sangat indah bunga bunga bermekaran penuh dengan warna "apa maksud mu?"jeje menatap sekitarnya sangat sunyi tidak ada siapa pun "tempat ini sangat bagus untuk menenangkan diri"kata niko "aku menyeruhmu unt--"kata jeje "tapi aku mau kau mengerti satu hal"kata niko sambil menatap jeje "di sini kau bisa berteriak sesukanya"kata niko "bukan kah kau lagi kesal"kata niko jeje membuang muka "aku juga bisa merasakan apa yang kau rasakan"kata niko jeje berdiri "jangan sok tau segalanya"jeje hendak pergi niko menahan tangan jeje "apa lagi!! Kau hanya membuang buang waktu ku kau tau"kata jeje "you ok?"kata niko jeje tidak menjawab "greb"niko menarik jeje ke pelukannya "aku tau kau--"jeje menarik dirinya sendiri "KU KATAKAN PADAMU AKU YA AKU DAN YANG HANYA MENGERTI AKU YA AKU SENDIRI KAU TAU APA TENTANG KU, KAU HANYA SOK PEDULI DAN SOK MENGERTI. TAPI KAU TIDAK MENGERTI"kata jeje "aku mengerti, kau lah yang tidak mengerti aku sedang mencoba menenangkan hati mu aku tau..kau sedang tidak baik baik saja"kata niko "hahahaha lucu sekali kau fikir kau siapa hah? Kau fikir kau siapa??"jeje menarik kerah niko "TAU APA KAU TENTANGKU? HAH TAU APA KAU JANGAN HANYA KAU BERCERITA TENTANG ANAK BUANGAN ITU KAU JADI YAKIN KALAU AKU BISA PERCAYA!! DAN SATU LAGI AKU-TIDAK-MEMPUNYAI-HATI!!"seru jeje "DENGAR!! MUNGKIN KAU TIDAK PERCAYA DENGAN KU , YA TIDAK MASALAH..FINE TIDAK PAPA..TAPI KAU HARUS TAU KALAU AKU PEDULI PADA MU AKU TAU KAU SEDANG BERLAGAK KUAT. aku teman mu je tidak bisakah kau mengerti..aku melakukan semuanya untuk mu"kata niko "bawa taxi nya"jeje pergi "aku mencintai mu"kata niko sambil menatap jeje berjalan semakin menjauh.
Wahyu berbalik "kenapa tidak langsung kau katakan bahwa kau mencintainya"kata wahyu "sulit yu, dia masih sulit terbuka aku harus cari cara agar es yang membeku di dalam dirinya mencair, dia juga wanita yang hebat"kata niko "dia berlagak kuat padahal dia rapuh"kata niko dalam hati.
chai sedang makan malam "hati hati" "kok bisa?" "dia terlalu ngebut sampai garis finish pun kelewatan" "hahahhaha jangan terlalu semangat" ada suara dari luar "ada apa di luar"kata chai "nona jeje datang"kata bai "bawa dia kemari untuk makan"kata chai tak lama kemudian jeje datang dengan baju balap nya "kak chai"jeje mendekat "makan lah"kata chai sambil mengambil tisu "aku juga baru selesai makan tapi aku akan makan lagi"kata jeje "makan lah sayur agar kau lebih sehat"kata chai sambil berdiri dan pergi.
"aku tidak mau tau kalian buat peusahaan ini kacau sampai mereka menjualnya semuanya kepada ku"kata chai "siap tuan"kata wut "berani menyakiti jagoanku maka akan ku buat kau jadi pengemis seumur hidup mu"kata chai dengan penuh amarah.