
milli menyalahkan lilin di kamar mandi "lebih rileks? " kata milli "iya" kata jeje "kau terlihat sedang ada yang ingin di katakan" milli duduk di samping jeje yang sedang berendam "kak milli apa kau akan menyukai seseorang? " tanya jeje "hum? " milli menatap jeje "aku selalu menyukai beberapa orang, tapi aku habay mencintai satu orang" kata milli "apa bedanya? " tanya jeje "cinta dan suka itu berbeda" milli memasukan beberapa kelopak bunga lagi ke bathup jeje "suka adalah suka tidak lebih berbeda dengan cinta kalau dalam sebuah game jabatan suka itu ada di bawah cinta jika kau menyukai seseorang kau hanya menyukai mengganggap nya teman, sahabat atau keluarga berbeda dengan cinta jika cinta kau akan menuangkan kan semua perasaan diri mu, kasih sayang, perhatian pada satu orang yang spesial seperti pacar, lebih tepat nya seperti tuan chai dan nona monnie" kata milli "jadi apa kau sudah menyukai atau mencintai seseorang? " tanya milli "tidak kak milli aku tidak merasakan itu semua" kata jeje "apa kau tidak ingin menikah? " tanya milli "aku tidak pernah berfikir ke sana dan aku mungkin tidak akan menikah" kata jeje "apa yang kau katakan? " kata milli "waktu itu aku hampir membunuh keyakinan ku aku hampir percaya pada nya tapi dia malah menghancurkan nya. dia melakukan apa yang tidak ku fikir kalau dia akan melakukan nya pada diri ku yang palsu jika dia tau itu bukan aku kenapa? kenapa mereka berciuman? " fikir jeje "setiap gadis akan memiliki impian hidup bahagia dengan pasangan mereka" kata milli "tapi tidak dengan ku! " jeje menatap milli "aku tidak seperti itu! " kata jeje "lalu bagaimana jika ada yang menyukai mu? " kata milli "aku tidak tau, bahkan aku tidak mengetahui bagaimana orang itu menyukai ku semuanya penuh drama kak" kata jeje "bagaimana jika ada yang menginginkan mu? " kata milli "aku tidak tau tapi kemungkinan aku akan menyuruh nya pergi sebelum aku menjadi kan nya hewan peliharaan ku atau mungkin saja aku langsung membunuhnya" kata jeje "sampai kapan kebencian mu pada cinta bisa hilang" fikir milli "aku yakin suatu saat akan ada yang meluluhkan hati mu" kata milli "tidak kak, aku sudah mengunci nya rapat rapat aku hanya akan melihat kak chai menikah dan punya anak dan aku hanya akan berdiri di belakang nya" kata jeje "sampai kapan? apa kau tidak dapat melihat mereka bahagia karena saling mencintai, cinta itu bisa menjadi sumber kebahagiaan" kata milli "kak jangan coba menipu ku" kata jeje "apa aku menipu mu? " kata milli "kau mengatakan cinta itu sumber bahagia" kata jeje "itu tidak salah" kata milli "itu salah" kata jeje "karena cinta bukan kebahagiaan " kata jeje "cinta hanyalah kebohongan yang berkedok kebahagiaan katakan pada ku jika cinta adalah kebahagiaan lalu kenapa masih ada yang terluka karena nya? " kata jeje milli tersenyum "itu bukan salah cinta tapi salah orang yang menggunakan cinta untuk suatu keburukan cinta tidak salah jeje.. cinta benar benar kebahagiaan mereka yang terluka karena sebuah penghianat bukan karena salah cinta tapi tapi salah orang yang menggunakan cinta itu dia melakukan hal buruk atas nama cinta seperti melakukan perselingkuhan, penghianat, dan lain nya membuat nama cinta menjadi buruk. cinta adalah anugerah yang di turun kan Tuhan dari langit untuk kita" kata milli "Tuhan ya.. " jeje tersenyum sinis "suatu saat kebencian mu akan di kalah kan oleh cinta dari pria yang tulus" kata milli dalam hati.
monnie keluar dari ruang ganti "Hai" kata monnie chai langsung berbalik dia terdiam melihat monnie begitu cantik dengan gaun nya "bagaimana kalau yang ini? " tanya monnie dia tersenyum melihat chai tidak berkedip "Hai.. ada apa" kata monnie "kau begitu cantik" kata chai "kau juga begitu tampan" kata monnie "kau suka? " tanya monnie "terasa nyaman tidak? jika tidak maka aku tidak suka" kata chai "ini sangat nyaman" kata monnie "kau mau yang warna apa? " kata chai "ku rasa warna biru langit bagus cocok dengan jas mu" kata monnie "lalu untuk pendamping nya warna hitam kalau enggak merah" kata monnie "baiklah " kata chai "tapi untuk jeje" kata monnie "kita akan bawa dia untuk pilih dia tidak suka dress atau gaun" kata chai "jika dia mau pakai selain dress juga tidak papa" kata monnie "kau terlalu memanjakan nya" kata chai.
malam hari nya..
para penonton bersorak senang ketika jeje sampai ke garis finish lebih dahulu "itu baru jeje"
"benar akhirnya jeje kembali"
"luar biasa!! "
"jeje aku fans mu!! "
"gitu dong itu baru jeje"
"jeje..... "
kal langsung membuka helm jeje "akhirnya" kata kal "mereka membuat telinga ku sakit" kata jeje "mereka terlalu kagum pada mu" kata kal "Hai je" al datang menghampiri nya "Hai je lama tidak bertemu" kata sara sambil menepuk bahu jeje "singkirkan tangan mu" kata jeje "bagaimana kalau kita pergi minum" kata sam "ide bagus" kata Bimo "jeje kau akan ikut kan? " kata sara "ayolah je" ucap al "apa apaan mereka" fikir crist "bukan nya jeje kemarin kalah kok sekarang bisa menang" kata crist "gunakan cara lain" kata feat "apa? " kata crist "jika secara halus kau akan tetap kalah maka gunakan lah cara kasar" kata feat.
di bar...
crist datang diam diam datang dan mendekati seorang bartender "aku juga mau pesan wine " kata crist "oke" kata bartender itu crist memasukkan sesuatu ke minuman yang ada di dekat nya "ini buat nona jeje kan? " kata bartender lain "iya tolong antar ya" kata temanya.
"aku aneh loh, aku setiap ingin mengajak crist bergabung dia selalu menolak" kata sam "dia itu bukan seperti kita dia berbeda" kata al "minuman datang guys" kata sara jeje mengambil segelas wine "kau jeje sungguhan? " bisik sara jeje langsung menatap nya "bagaimana mana dia tau" fikir jeje "kemarin itu ku yakin bukan diri mu" kata sara sambil berbisik "ayo angkat gelas kalian" ucap bad "BERSULANG!!! " jeje meminum sedikit wine nya "jeje waktu itu kenapa kau bisa jatuh" kata sam "sungguh? " kata jeje "iya aku benar-benar terkejut karena itu menabrak ku juga" kata bad "anggap saja itu tidak terjadi" jeje kembali meminum wine nya "uhuk" jeje memegang perut nya "ada apa? " kata sara "ahkk.. " jeje merasakan rasa sakit yang teramat sangat di perut nya "apa ada yang salah dengan minuman nya? " kata bad "uhuk.. puff" jeje memuntahkan darah "astaga" kata Bimo "kak kal!! " kata sam lim menghampiri jeje "bagaimana bisa" kata lim "kal dimana kal" kata lim "kal sedang mengejar seseorang yang mencurigakan" kata zio "jeje" kata lim "biar aku gendong" kata al "tidak tidak" jeje berdiri "ayo kak lim" kata jeje al membantu jeje berjalan "ayo masuk ke dalam mobil" kata lim.
niko berdiri "aku akan pulang" kata niko "biar aku antar" kata desi "tidak perlu aku bisa pulang sendiri terimakasih waktunya" kata niko "tapi niko kau mau pulang pakai apa? saudara mu kan membawa motor mu" kata Ariel "benar juga" ujar memo "aduh.. aku lupa lagi" kata niko "biar aku antar saja" kata desi "eh.. tunggu" kata niko "aku waktu itu pernah lihat sepeda deh di sini" kata niko "kau mau pakai sepeda? " kata jojo "iya" kata niko "besok aku kembali kan" kata niko.
"apa ini? " kata lim "kelihatan nya ada kecelakaan di depan biar aku lihat" kata zio "cepat cepat" kata lim "aahh.. sial" jeje meremas perut nya "bertahan lah" kata lim terlihat zio sedang berdebat dengan polisi membuat lim semakin kesal "kenapa lama sekali" kata lim "tolong lah.. kau tau siapa yang ada di mobil itu? " kata zio "kak lim" kata jeje "bentar aku akan cari cara lain" lim membuka pintu mobil "aduhh!! " lim terkejut.
niko terkejut tiba-tiba ada pintu mobil terbuka membuatnya tidak dapat menghindar lagi "aduhh" niko terjatuh "ya ampun" kata lim "aduh.. gimana sih" jeje melihat samar samar orang di dalam mobil "kau anak waktu itu" kata lim "kak lim.. aku haus" kata jeje "iya nona" kata lim sambil membuka pintu belakang "astaga jeje" kata niko "kau masih kuat" kata lim "aku akan mencari kendaraan lain" kata lim "baby kau kenapa? " niko turun dari sepeda "siapa kau!! awas" kata jeje "kau terluka? kenapa kau berdarah" kata niko "lepas" kata jeje "hei mau mau apa" kata lim "aku bisa membawa nya" kata niko "dengan apa? " kata lim "sepeda ini" kata niko "jeje dengar aku" kata lim "tidak mau kak aku tidak kenal dia" kata jeje "aku akan mengikuti mu dari belakang" kata lim "tapi" kata jeje "ini lebih baik dari pada kita terjebak di sini" kata lim.
"duduk kan dia di depan" kata niko "uhh" jeje meringis "ehh"lim memegang jeje yang mau terjatuh " paman berikan itu pada ku"kata niko "apa? " kata lim "tali pinggang mu" kata niko.
niko melingkar kan tali pinggang ke tubuh jeje dan tubuh nya "letakan tangan mu di leher ku atau di dada ku" kata niko "oke ayo berangkat" kata niko .
jojo berdiri sambil menjatuhkan ponsel nya "jeje keracunan" kata jojo "apa kau kata siapa? " tanya Ariel "kata al tadi mereka minum wine bersama sampai tiba-tiba jeje muntah darah" kata jojo "astaga" kata desi.
"ya Allah ya allah... " niko terus melajukan sepeda nya "bertahan lah baby" kata niko jeje menatap niko "kenapa kau selalu ada di mana pun? " kata jeje "kau bilang apa? " kata niko "aku tidak dengar" kata niko "kenapa harus kau yang menolong ku" fikir jeje "kau yang kuat ya aku akan berusaha secepatnya" kata niko.
chai menatap bai yang mendekati nya "ada apa? " kata bai "nona keracunan wine tuan" kata bai "apa? " chai langsung menarik monnie "ada apa? " kata monnie yang baru ingin memilih sepatu "kita akan lanjutkan nanti" kata chai.
niko menghentikan sepeda nya lalu membuka tali pinggang yang menahan tubuh jeje "aku bisa sendiri" kata jeje "jangan keras kepala" niko langsung menggendong jeje "kenapa? " kata jeje "apa yang kenapa? ketahuilah meskipun kau belum bisa mempercayai ku atau membenci ku bukan berarti aku harus menyerah dan meninggal kan mu. karena cinta tidak mengajar kan begitu" niko menatap jeje "cinta mengajarkan untuk saling mengerti dan percaya dan juga untuk saling melengkapi bukan meninggal kan satu sama lain mungkin saat ini kau masih membenci ku atau mau masih di kuasai rasa sakit dan benci di hatimu karena luka masa lalu tapi percayalah aku akan mengalahkan nya" niko melihat sekeliling "DOKTER DOKTER TOLONG DIA!!! " seru niko.
niko menatap tubuh jeje yang di atas ranjang dorong "dokter tolong selamatkan dia" kata niko "iya tentu anak muda" kata dokter "baby.. aku ada di sini kau tidak sendiri" kata niko sambil menatap pintu yang di tutup oleh perawat "aku tau untuk mendapatkan hati mu tidak mudah, kebencian yang menguasai mu masih mengendalikan mu membutakan mu akan cinta yang sesungguhnya mungkin aku terlambat datang, seharusnya baku datang lebih awal agar kau tidak merasakan rasa sakit tapi sayang nya Tuhan baru menakdirkan kita untuk bertemu. aku tidak akan pernah pergi meskipun nanti kau membunuh ku aku akan Terima semua kebencian mu dan juga apapun tentang mu akan ku bukti kan pada mu berapa indah nya cinta" kata niko.
jeje terbangun di sebuah ruangan dia menatap sekitar nya "sekarang kenapa kau ragu" jeje melihat seseorang yang menyerupai diri nya mendekati nya
"benar kenapa dengan nya"
"kita sudah menyatu lama jangan biarkan apapun membuat mu ragu"
"cinta tidak ada dia sudah membuktikan nya"
"dia menipumu"
"dia mencium gadis itu"
"kau mau seberapa banyak luka lagi? "
"bahkan luka yang dulu masih terasa sakit" jeje melihat diri nya jadi banyak
"kau hanya akan menangis dan melukai diri mu sendiri"
"kau jangan mau di bodohi"
"cinta adalah kebohongan"
"kau akan bersama kami selama nya"
"kau tidak akan bisa pergi"
"percayalah kami akan membuat mu bahagia apa gunanya cinta jika hati mu nanti nya akan kembali terluka"
"tetap tutup jangan ada yang biarkan siap pun membuka nya"
"TIDAK JEJE" jeje menoleh ke belakang terlihat samar samar ada pintu di sana
"kau bisa bahagia" kata seseorang di luar pintu "ayo lah keluar kau dari sana!! tinggal kan rasa dendam, rasa benci dan rasa sakit itu "
jeje terlihat kebingungan "tolong jangan siksa aku" kata jeje
"kau akan tetap bersama kami"
"benar di luar sana kau akan mendapatkan luka"
"ingat dendam mu"
"ingat rasa sakit ini!! "
"ingat kebencian ini"
"kau tidak akan bisa pergi"
jeje berdiri di antara mereka perlahan semuanya tersenyum masuk ke dalam tubuh jeje suasana jadi hening "aku mau keluar!! " kata jeje "kau bisa keluar" jeje menatap ke arah pintu yang ada di belakang nya "kau siapa? " tanya jeje
"aku adalah dirimu meskipun aku kalah dengan sisi jahat tapi aku tidak akan menyerah ayolah berjuang keluar dari sana"
"bagaimana? "
"bisa jika kau setuju pintu akan terbuka walaupun tidak lama kau harus lari secepatnya dari sana"
"tolong bawa aku keluar aku tersiksa"
pintu perlahan terbuka cahaya begitu terang "ayo lari ke sini cepat"
jeje menganggukkan kepala dan segera lari tapi entah kenapa tenaga nya menjadi lemah "cepat lah!! sebelum pintu tertutup!! "
"aku gak kuat"
"kau kuat kau harus ingat kau adalah jeje!! kau penguasa"
"kau tidak akan bisa lari" jeje kembali mendengar suara dari dalam diri nya perlahan cahaya mulai menghilang jeje sampai ke pintu yang sudah tertutup "buka!! tolong jangan kurung aku di sini lagi"
"aku juga sedang berusaha menolong mu"
"bantu aku!! "
"jangan menyerah.. "
"aku merasa kalah lagi, aku lemah sekali"
"tidak papa aku ada bersama mu aku ada di sebalik pintu ini"
"kenapa? "
"kita harus berjuang lagi dan lagi"
jeje bersandar di pintu "pada akhirnya aku kalah lagi dengan diri ku sendiri aku kembali merasa terkurung di ruangan gelap tanpa cahaya tanpa siapapun dan walaupun di sini ada pintu namun aku tetap tidak bisa keluar" jeje berjalan ke tengah ruangan itu perlahan menjatuhkan diri nya yang sudah tidak bertenaga "aku akan terkurung selama nya tidak akan ada yang tau kalau aku di sini tidak akan yang bisa menolong walapun diri ku sendiri. lagi lagi aku kalah dan hanya bisa diam dan pasrah dengan keadaan dan lagi lagi aku terkurung bersama kesunyian dan rasa sakit ini, dulu ku fikir akan ada yang menolong ku namun tidak ada sampai sekarang".