What Is Love

What Is Love
jatuh dari ketinggian



jeje berjalan dengan santai berjalan menuruni tangga, chai melihat jeje datang "kau ke kampus?"kata chai "ya ya tentu saja"kata jeje sambil duduk di kursinya "hum..kak chai aku mau bertanya pada mu"kata jeje chai yang sedang memotong daging di piring nya segera meletakan pisau dan garpunya lalu menatap wanita di depannya "kau ingin bertanya tentang apa?"ucap chai "kak chai waktu di kampus ada seseorang yang datang meminta pertolongan pada ku tapi aku tidak mengerti apa yang harus ku lakukan seseorang itu terus datang, jadi aku harus bagaimana?"tanya jeje "apa kau kenal dengan orang itu?"ucap chai "tidak sih, tapi entah mengapa dia datang padaku"kata jeje "jadi dia bukan teman mu?"kata chai "bukan aku saja tidak tau namanya"kata jeje "jadi..apa kau pernah mengalami yang sekarang terjadi padaku?"kata jeje chai terdiam menarik nafas perlahan "tidak"kata chai "lalu aku harus bagaimana ?"kata jeje "anak ini benar benar polos, apakah dulu aku juga begitu"fikir chai "ahh..kak chai aku sedang meminta jawaban tetapi kau malah diam saja"kata jeje "pergilah cari dia dan bantu dia"kata chai "oh..jadi itu yang harus ku lakukan?"kata jeje chai mengangguk "apa kau masih belum punya teman?"tanya chai "hum..aku tidak tau ada beberapa orang yang ingin berteman dengan ku mereka bilang aku ini temannya tapi aih..aku pusing ku rasa mereka bukan teman ku"kata jeje chai tersenyum "sangat mirip dengan ku"fikir chai "baik lah makan sarapan mu"kata chai "kak waktu kau kuliah hum..tidak adakah orang yang mengatakan kalau kau teman mereka, atau mereka peduli dengan mu, atau mereka ingin tau soal mu"jeje menuang saos ke mangkoknya "mengapa kau bertanya?"ucap chai "aku hanya ingin tau"kata jeje "cepat makan ini udah jam delapan"chai berdiri "oh ya, aku akan pulang agak larut karena harus meeting di empat tempat"kata chai "tumben kau mengatakan jadwal pulang mu pada ku"ujar jeje "agar kau tidak tidur di sofa"chai pergi "heii...jangan berfikir aku tidur di sofa karena mu!!"seru jeje chai yang mendengar itu hanya tersenyum lalu masu ke dalam mobil dan pergi.


kal datang "kau sudah selesai?"kata kal sambil membawa tas dan sketboard milik jeje "sudah"jeje memakai sepatu "rompi anti pelurumu"kata jerico "nona permen anda"kata milli "iya iya"kata jeje sambil berdiri lalu memakai rompi dari jerico lalu memakai satu kaos tipis dan hoodie. "baik ayo kita berangkat kau mau naik apa?"tanya kal "kau antar aku ya"kata jeje "baik ayo kita pergi"ujar kal.


Niko masuk ke dalam sebuah kelas "astaga! Kak niko kau sedang apa??"dila terkejut "hm..aku "niko juga terkejut melihat dila "kotak makanan?"dila melihat sebuah kotak yang berada di sebelah niko "aku sangat terkejut kak, apa kau yang meletakan kotak makanan yang belakangan ini ada di atas meja jeje"kata dila "iya..kau akhirnya melihat ku meletakan ini kotak ini "kata niko "wah..kak niko untuk pertama kalinya aku melihatmu melakukan hal romantis begini, aku aku "mata dila berkaca kaca "aku meenyukainya bisakah kau jaga rahasiah ini untuk ku"kata niko dila mengangguk "terimakasih ya"niko pergi dila mengeluarkan air mata "orang yang ku suka menyukai wanita yang ku anggap teman"kata dila tiba tiba ada seseorang mengulurkan sekaleng minuman dila menoleh "soda bisa membuat ketenangan"kata jeje dila menerima minuman itu "terimakasih"kata dila dengan mata merah jeje duduk ke kursinya dia melihat kotak makanan di mejanya "hum kau"kata jeje dila menoleh "ya"kata dila "dia sedang menangis bagaimana aku tanya tentang kotak makanan dan stiker di meja"fikir jeje lalu dia berdiri "orang yang menangis biasa pasti akan lapar karena lama menangis, makan lah"jeje meletakan kotak makanan itu di tangan dila lalu pergi dila menatap punggung jeje lalu menatap kotak makanan di tangan nya "entah mengapa aki harus menangis"dila mengelap air matanya lalu duduk di kursinya "jeje tidak salah, dia tidak tau apa apa. Akulah yang salah karena menyukai orang yang tidak menyukaiku"kata dila "soda bisa membuat ketenangan"dila teringat perkataan jeje lalu dia membuka tutup soda lalu meminumnya .


"aku tidak ada melihat gadis itu, kemana dia"jeje melihat ke sana ke mari "jeje!"kata rizi "oh kau juga"jeje melihat sekitar "aku ingin bicara ayo"jeje pergi ke aula "ada apa?"tanya rizi "apa kau gila mengantarkan makanan terus ke meja ku? Dan meletakan susu kotak di meja itu kau kan tau aku selalu membawa soda di saku ku"kata jeje "a..aku?"rizi kebingungan "ya kau jadi siapa lagi kalau bukan kau dan hm..aku lupa namanya"kata jeje "tunggu kawan"ujar rizi "hah?"jeje melihat lawan bicaranya "aku dan mawar tidak memberimu apapun, lalu setiap kita ketemu di mana pun aku selalu membawa soda kesukaanmu"rizi mengeluarkan soda dari tas nya "dan kalau kita ketemuan di kolam di situlah kami me.bawakan makanan untuk mu selebih nya tidak"kata rizi "bukan kah kau melarang kami"kata rizi "jadi ..roti yang ku makan di atas meja ku siapa yang meletakannya?"tanya jeje "ooh..pasti wanita itu"kata jeje di dalam hati "aku juga tidak tau"kata rizi "oh..hum..kau tau wanita yang tingginya sepertiku tapi agak tinggi dia sih lalu..kulitnya putih, hum..yah begitulah apa kau melihatnya?"tanya jeje rizi menggaruk garuk kepalanya "banyak wanita di sini aku harus jawab apa tapi.., mengapa kau bertanya?"tanya rizi "tidak ya.."jeje langsung pergi begitu saja rizi jadi kebingungan sendiri.


Beberapa hari kemudian jeje masih tidak dapat menemukan wanita itu "kau sudah sampai"kata kal "iya, pergilah hati hati jerico dan aku akan mengawasi mu"kata kal lalu dia pergi jeje melihat gerbang sudah di tutup "gerbang cadangan"jeje pergi ke tempat biasanya dia kabur "jika hari ini wanita itu benar benar menghilang mau tidak mau aku harus menemui mahluk yang dekat dengan si pecundang"jeje melompat lalu melihat sekitarnya "tolong jangan lakukan itu!!!" "hei..tolong..dengarkan aku!!" "astaga kenapa dia begitu?" "ya tuhan" jeje berjalan melihat dan mendengar orang bicara "jeje!! Sini"kata rizi jeje langsung melompat dari satu tempat ke tempat lainya dengan gesit lalu mendarat ke dekat rizi "anggel tolong jangan lakukan itu nak"kata tini "oi oi kenapa kalian berjemur ramai ramai"kata jeje "lihat"rizi menunjuk ke seseorang yang sedang berdiri di ketinggian "itu kan"fikir jeje "apa yang di lakukan monyet itu?"tanya jeje "jaga mulutmu"kata baim "pak aku sudah menelpon bantuan"kata niko "kita harus membujuknya"kata wahyu "sayang..dengarkan ibu"kata tini "anggel..tolong fikirkan lagi"kata gilang "gue capek!!"kata anggel "demi tuhan jangan lakukan hal itu"kata ridho jeje yang duduk santai dekat rizi akhirnya berdiri "jangan halangi dia biar saja dia lompat"kata jeje "jeje lu keterlaluan"ujar leo "WOI!! BURUAN LOMPAT"kata jeje sambil bersiap mau pergi "tunggu je, lu gak boleh pergi gimana kalau dia lompat kan elu yang nyuruh"kata nasya jeje tersenyum sinis lalu kembali duduk semuanya sedang membujuk anggel "dia akan lompat jika kalian tidak naik ke atas sana"kata jeje "apa kau gila"kata baim "jeje benar"kata gilang "tapi pak, siapa yang berani naik ke atas sana"kata baim tiba tiba rizi berbalik menatap jeje dia sangat ingat bagaimana jeje turun dengan mudah dari lorong langsung ke bawah . jeje sedang meminum cola dengan santai "jeje"kata rizi lalu dia perlahan berlutut di hadapan jeje "ku yakin kau bisa menolong kak anggel je... kau bisa melompat dengan mudah dari ketinggian"kata rizi jeje terdiam beberapa orang melihat ke arah rizi "ku mohon....sahabatku..tolong lah dia"kata rizi "iya je"kata mawar "kalian mau aku menolong monyet itu? Aku diam di sini karena mau melihat dia melompat"kata jeje "demi apapun je, tolonglah dia"kata rizi "jeje jika kau bisa lakukanlah"dila juga mendekati Jeje "huaam..aku akan pulang"kata jeje "jeje.. aku memintamu dengan nama ayahku"kata rizi "ayolah je"kata mawar sementara yang lain sibuk membujuk anggel "kapan bantuan nya datang?"tanya gilang "dua jam lagi pak"kata niko "astaga"kata yang lain "je.."kata rizi jeje tersenyum "tunggu di sini"jeje meletakan tas nya lalu pergi.


"kal..kal..jerico..test kalian dengar aku"kata jeje sambil berjalan ke sudut bangunan "iya aku dengar"kata jerico "datang sekarang cepat"kata jeje tak lama kemudian kal dan jerico datang "kak chai mau aku menolong anak itu"kata jeje.


Anggel maju "aaaaahhhhrrggg"yang lain histeris "anggel..dengar kan aku"kata niko "jangan lakukan hal itu anggel, kami semua menyayangimu percayalah kami lebih suka mendengar ceritamu dari pada kau harus melakukan hal nekat"kata niko . "oioi..oi..percuma kau melompat dari situ kau juga tidak akan mati, tapi kau akan patah kaki"anggel menoleh ke sumber suara "anggel menoleh ke belakang"kata dila "iya ayo niko bujuk lagi"kata wahyu "kau"kata anggel "kau tidak percaya? Coba saja lompat apa perlu aku mendorong mu?"kata jeje anggel terdiam "dan setelah kau melompat kaki mu akan di potong karena tulang mu rusak, dan dunia akan memandang mu rendah"kata jeje "kau tidak tau apa yang ku rasakan! Bagaimana rasa nya tekanan ini rasa sakit ini! Aku menderita!! Dan tidak ada yang mengerti apa yang ku rasakan!!"kata anggel "dia terlihat sedang bicara"kata leo "HUAHAHAHAHAH seberat apa derita mu? Kau sangat payah dan bodoh"kata jeje anggel pun berbalik "apa dia berubah fikiran?"kata zio "kau tau apa? Aku selalu di atur di batasi segala hal, dan juga harus menjadi sasaran kalau ada masalah. aku selalu salah di mata semua nya termasuk teman teman dan keluarga"anggel menangis "cuma itu?"jeje tersenyum sinis "percuma aku cerita kau juga tidak akan paham, gimana rasa nya jadi aku..yang selalu di tuntut untuk sempurna aku lelah..AKU LELAAAAHHHHH"seru anggel "anggel..tolong tenang lah, bantuan akan datang"ujar gilang "kau fikir cuma kau yang lelah, hei payah untuk berjuang hidup semua orang juga merasa lelah"ucap jeje "hisk...hisk...hisk...hisk...huaaaaa..hah...aku mau mati...aku mau mati..."anggel teriak histeris "mati saja...selepas itu semua orang akan datang ke pemakaman mu dan menceritakan hal bodoh yang kau lakukan hahaha..kalau mau mati carilah tempat yang lebih tinggi dong cuma segitu juga percuma"kata jeje "jadi apa aku tidak akan mati jika melompat dari sini?"tanya anggel "tidak"kata jeje "kau tau dari mana?"kata anggel "karena aku masih hidup dan berdiri di depanmu"kata jeje anggel langsung mengerutkan dahinya "maksudmu? Hah!! Jangan jangan kau"kata anggel jeje mengangguk "bohong!"kata anggel jeje memperlihatkan bekas luka di kaki nya "hah...hah"anggel terlihat bingung marah, sedih dia memukul mukul kepalanya "terkadang keluarga terasa seperti orang asing, dan begitu juga sebaliknya"kata jeje "tidak!! Tidak ..TIDAAAAKKKKK...KAU SALAH!! Semuanya asing semuanya palsu!! Semuanya palsu hisk hisk..hisk.."anggel menangis "akhirnya kau sadar..ku fikir gak ada yang sadar kalau semua nya palsu dan penuh drama"kata jeje "HAAAAH ..HAAAH..PALSU..PALSU...AKU BENCI...AKU BENCI SEMUANYA!! Aku selalu berharap semua orang meng--"kata anggel "tidak akan ada yang mengerti dirimu kecuali dirimu sendiri dasar bodoh! Dan saat kau mati orang orang yang membuat mu sadar kalau semuanya palsu. Akan merayakan kematian mu"kata jeje "bantuan akan datang dua puluh menit lagi"kata niko "kau juga hanya banyak bicara, karena kau tidak bisa merasakan apa yang ku rasakan"anggel berbalik dan semakin maju "maaf...maaf..aku tidak sempurna"kata anggel "kau akan lompat?"jeje berdiri "iya..aku tidak peduli kaki ku akan patah, atau nyawaku melayang aku tidak sanggup lagi"kata anggel "astaga dia maju"kata dila "keluarga ku teman temanku dan hidup ku hancur...aku selalu mengalah..dan sabar"kata anggel "anggel...anggel..."kata tini "MAAFKAN AKU SEMUANYA...MAAF"kata anggel "kamu gak ada salah anggel"kata shela "MAAF SEMUANYA"kata anggel dan sambil terus maju "maju saja terus"kata jeje "bahkan kau juga tidak mengerti "kata anggel dia memejamkan matanya "aku bantu hitung satu..dua.."kata jeje "pasang alat itu je agar saat kau jatuh kau akan sedikit aman"kata kal "dia akan lompat "kata jeje "ANGGEL..ANGGEL..PLEASSE..JANGAN MAJU!"kata niko anggel menggelengkan kepalanya dan melompat jeje dengan cepat menarik anggel "astaga"kata orang orang "kenapa kau menolong ku? LEPAS. LEPAS!!!"kata anggel "sial"jeje masih memegang lengan anggel "dasar anak bodoh"tubuh jeje perlahan ikut tertarik dan melorot turun "HYAAAAAA!!!"semua nya histeris jeje merangkul erat anggel "kenapa?"bisik anggel "tuhan cepat"bantuan datang menyiapkan sebuah alat tapi "bruagggg"tubuh jeje jatuh dengan keras "puff..uhuk..uhuk"darah keluar muncrat dari mulut jeje anggel yang di atas tubuh jeje terdiam "ada..sa..tu.hal..yang..ingin - ku - katakan- rasa sakitlah- yang - membuatku- kuat dan- masih hidup- uhuk uhuk - sampai saat ini"kepala jeje jatuh perlahan ke arah kiri "jeje"kata anggel "kalian ini bagaimana lama sekali"niko memukul salah satu petugas pemadam "niko niko"leo menarik niko "hah.."anggel duduk menepuk nepuk wajah jeje "pssttt"alat yang berada di balik hoodie jeje mengempis "jeje"kata rizi "awas AWAS..AWAS"niko duduk dan memangku kepala jeje "hei..hei..bangun lah dan katakan sesuatu"kata niko "jeje"kata gilang "ayo cepat bawa dia ke mobil"kata wahyu anggel merasa pusing tak lama kemudian dia jatuh pingsan.