
di kampus beberapa orang sedang bermain basket sementara yang lainnya sibuk dengan urusan masing-masing "aku merasa ada yang berbeda dari mu sekarang" kata kal sambil berjalan di sisi jeje "apa yang beda" kata jeje "entah lah tapi aku merasa kau mulai sedikit bersikap hangat dari biasanya" kata kal sambil tersenyum "omong kosong apa ini" kata jeje "selamat bersenang-senang" kata kal sambil mengambil arah lain. jeje berjalan sendirian dengan pandangan lurus ke depan "jeje" rizi datang dengan sekaleng cola di tangan nya "pagi" tini lewat "pagi juga bu" kata rizi "kalian terlihat bahagia" kata Tini "ayo rizi" jeje pergi "eu...jeje, um.. bu pamit dulu ya bye" rizi pergi "di mana yang lain? " kata jeje "mereka menonton basket lihat itu" rizi menunjuk lapangan basket jeje berhenti melangkah dan membuka cola yang di tangan nya "kenapa dia tidak ada di sana? " fikir jeje "kau mau nonton basket? " kata rizi "itu jeje" kata mawar sambil menunjuk jeje yang ada di lantai dua "jeje!!! " seru dila "permainan macam apa ini? sama sekali tidak bisa mencetak poin" kata jeje "ku rasa mereka baru pemanasan" kata rizi "jeje kemari lah" kata anggel.
di tempat lain
di ruang ganti niko terlihat sibuk mencari cari sesuatu "tadi di sini kok gak ada ya" kata niko "apa aku salah meletakkan nya, haah mereka pasti sudah mencetak banyak poin dan aku belum menemukan kaos kaki ku" kata niko.
jeje meletakkan tas nya dan memberikan cola nya ke rizi lalu melompat "jeje kau bisa jatuh" kata rizi "astaga jeje " kata baim "apa dia atlet parkour? " kata vito "tap"jeje menginjak kan kaki nya ke tanah dia berjalan ke lapangan basket " jeje sini"kata dila "greb" jeje menangkap bola yang meluncur ke arah nya
"jeje"
"apa yang dia lakukan"
"dia pasti mau buat masalah"
"mau apa dia"
"hei baby " kata leo jeje berjalan ke tengah lapangan Gilang yang berdiri tak jauh dari lapangan basket seketika langsung terdiam melihat jeje ke lapangan basket "dia mau bergaul dengan orang lain? " kata Gilang "oih.. aku mau main" kata jeje semua langsung diam "kau yakin? " kata beberapa orang "wah itu bagus ayo main bersama kami" kata leo "iya ayo" kata wahyu "tunggu dulu dia mau masuk ke tim mana? " kata adhie "dia benar-benar tidak ada" kata jeje dalam hati "kita tambah satu pemain" kata ale "aku akan masuk ke tim Archie" kata jeje sambil melempar bola ke leo dan berjalan ke arah Archie "selamat datang" kata Archie "oke oke permainan siap di mulai"seorang pria berdiri di tengah garis sambil membawa bola basket gilang tersenyum " seperti nya ada perkembangan baru aku ke sana deh"kata Gilang suara peluit terdengar bersamaan dengan bola melambung ke udara "yo sudah lama tidak main basket " kata jeje dalam hati "kenapa jeje diam saja? " kata mawar "iya yang lain sedang merebut bola" kata rizi jeje mengeluarkan permen karet nya lalu memasukkan nya ke dalam mulut dia melihat bola sedang menuju ke arah nya dua orang dari tim berlawanan melompat untuk mendapatkan bola di depan jeje "HAH!! " semua nya terkejut jeje yang terlihat acuh dari tadi berhasil mengambil bola dengan sangat cepat tanpa di sadari orang orang yang sedang bermain basket "bola nya hilang? " kata wahyu "bola nya? " kata yang lain "jeje membawa bola nya" kata leo "astaga halangi dia" kata ale "jeje" kata Archie jeje mengoper bola ke tim nya "ternyata dia bisa main basket" kata beberapa orang yang ada di situ "uh" Archie melempar bola nya ke tim nya "dia sangat santai" kata baim jeje menatap bola nya dan langsung berlari secepatnya nya lalu melompat mengambil bola itu dan melempar nya ke arah ring "MASUK!!! " kata rizi "yeahhh" Archie tersenyum jeje melompat turun setelah bergelantungan di ring basket "hah? bagaimana bisa? " kata ale "kok bisa? " kata yang lain "kita lebih tinggi dari nya loh" kata yang lain "Archie" jeje melempar bola ke Archie "ah.. aku.. aku benar-benar kagum pada nya" kata baim "jeje membawa bola nya lagi " kata wahyu "rebut" kata leo sambil menghalangi jalan jeje "ambil" kata ale sambil berusaha merebut bola dari tangan jeje "eh? bola nya tidak ada dengan nya? " kata wahyu "kita di kecoh" kata ale "hebat baby" kata leo sambil tersenyum "awas" kata jeje "bugg" bola mengenai kepala leo jeje langsung mengambil nya "ambil cepat" kata tim lawan "bola nya di lempar halangi jangan sampai masuk" kata ale "tukk"bola masuk ke dalam ring " hah? bagaimana bisa jarak jeje sangat jauh dari ring"kata wahyu "harga diri ku hilang deh" kata leo "waw" kata orang orang.
"ternyata di sini hum.. ini ulah mereka pasti menyimpan kaos kaki ku ke kotak seperti ini" kata niko "YEEEEAAHH" niko mendengar suara riuh dari luar "yah.. leo pasti sudah mencetak banyak poin" niko langsung berlari keluar "baby? " kata niko ketika sampai ke lapangan basket "niko cepat kita kalah banyak" kata leo "aku datang" niko masuk ke lapangan dan bergabung ke tim leo "kalah berapa? " kata niko "kita nol mereka udah hampir seratus" kata leo "apa? " kata niko "baby mu lebih jago dari kita" kata leo niko menatap jeje yang sedang berdiri melihat bola sambil mengunyah permen karet "kau yakin bahkan dia terlihat tidak perduli dengan bola" kata niko "lihat nanti" kata leo jeje tiba tiba berlari dan melompat mengambil bola di udara dan langsung melewati tim lawan dengan mudah dan langsung mencetak poin selanjutnya "apa? " kata niko "ka niko!!! kak niko!!! kak niko" kata beberapa orang "niko tangkap bola nya" kata ale "hup" niko melompat mengambil bola dan langsung maju ke arah ring lawan "rebut bola nya" kata tim lawan "tembak niko!! " kata leo niko melempar bola ke arah ring "tap"semua langsung bengong jeje menepis bola itu dengan santai " hah? "kata niko " nih"jeje melempar bola nya ke arah Archie "hebat je" kata Archie.
dirumah Monnie sedang memotong buah buahan dengan di bantu dua orang pelayan Monnie tersenyum ketika teringat jeje tadi pagi "kakak aku merasakan sesuatu yang tidak tau apa namun aku merasa kehangatan mengalir ke dalam diriku dan itu berlangsung saat acara mu" Monnie tersenyum "dia sudah merasakan kehangatan keluarga aku sangat senang itu, aku akan membuat makanan istimewa untuk nya" kata monnie.
jeje memasukkan permen karet lagi ke mulut nya sambil menatap teman teman nya yang sedang menonton permainan basket nya "uh" bola di lempar dan di rebutkan lagi "dugg"bola melambung tinggi " niko!! "ale berlari ke arah bola jeje langsung berjalan perlahan " aku akan membuat kalian kelelahan "kata jeje dalam hati dia langsung berlari dengan cepat lalu melompat tinggi begitu juga dengan beberapa orang lainnya " akhh"semua orang berdiri "kepala mereka berbenturan" kata anggel "akhh" jeje memegang kepala nya "aduuh" niko menunduk sambil memegang kepala nya "astaga" mawar panik "jeje" Archie menghampiri jeje "tidak papa" kata jeje "hidung mu berdarah aku ambil tisu tolong tisu" kata Archie "niko" wahyu menempel kan handuk di hidung niko "ya ampun mereka sampai mimisan" kata beberapa orang "bagaimana apa lanjut? " kata para pemain "lanjut" kata jeje dan niko bersamaan niko menatap jeje "baby ka baik baik saja? " kata niko "brengsek" kata jeje sambil pergi bersama Archie "hei kau" kata niko "ayo mulai lagi" kata niko sambil menatap Archie yang memberikan tisu ke jeje "cih cari kesempatan dalam kesempitan" kata niko dengan kesal "jika kau kesal rebut jeje dari Archie" kata leo "lihat saja nanti" kata niko sambil menerima bola dari ale.
permainan terus berlangsung "jeje" kata Archie sambil melempar bola "hup" niko mengambil bola dari tangan Archie jeje langsung bergerak untuk merebut bola "YEEE KAK NIKO" seru orang orang saat niko berhasil memasukan bola niko tersenyum sambil berjalan menatap jeje "mari buat kesepakatan jika kau kalah kau harus jalan dengan ku malam ini jika kau menang aku akan menerima apapun dari mu" kata niko "malah ngobrol" kata ale "seperti nya mereka sedang diskusi" kata leo "jika aku menang kau harus melakukan apa yang minta" kata jeje sambil tersenyum usil "aku setuju" kata niko "kau akan menyesal" kata jeje sambil berjalan melewati niko bola kembali melambung di udara jeje memutar topinya lalu menatap bola "ayo guys kejar poin mereka" kata leo "tenang saja" kata niko jeje melompat mengambil bola dan langsung melempar ke dalam ring "yeay" Archie senang jeje melirik ke arah niko yang mematung "kok cepat banget" kata niko "fokus niko" kata ale "oke" niko berlari untuk merebut bola "Archie" kata jeje "oke" kata Archie "ambil" niko berlari ke arah Archie "ya ampun" kata orang orang ketika jeje melompat ke atas niko sambil mengambil bola dari Archie dan melempar ke dalam ring jeje langsung turun dari bahu niko "niko kenapa kau lemah" kata ale "dia.. dia barusan naik ke bahu ku? " kata niko dengan muka terkejut "iya dia melompat ke bahu mu dan menciptakan poin baru" kata leo "habislah kita" kata wahyu ketika melihat jeje kembali mencetak poin "ayo jangan mau kalah" kata niko sambil berjalan untuk merebut bola dari tim lawan jeje menatap bola di tangan niko dan niko langsung menatap ke arah jeje sambil tersenyum "tap"bola kembali di rebut tim lawan " aahh niko"kata ale "maaf" kata niko "ayo ayo ayo jeje!! " kata rizi "oihh"jeje menatap niko yang memukul bola yang hampir masuk ke dalam ring " gagal kan"niko pergi membawa bola "tidak akan ku biarkan" kata jeje begitu seterusnya sesekali jeje berhasil memasukan bola dan begitu juga dengan niko.
di atas atap kal duduk sambil makan camilan dengan Steven "pria itu hampir mengejar poin jeje " kata Steven "tapi apapun itu jeje akan menang" kata kal "benarkah bagaimana kalau pria itu mengejar atau melewati poin jeje" kata Steven "lihat saja wajah jeje dia sedang mode serius " kata kal.
"sial" jeje berlari secepatnya untuk mengambil bola "tidak akan ku biarkan jika aku berhasil aku akan mengejar poin nya" kata niko "eh" leo menabrak niko ketika hendak menangkap bola "oih"jeje jatuh ketika niko menabrak nya " maaf ya"kata leo , niko menatap jeje yang ada di bawah nya "Archie bergerak lah" kata jeje sambil mendorong niko yang menindih nya "****" jeje pergi "setidak nya biarkan aku menikmati posisi romantis seperti tadi" kata niko "tangkap" kata leo "uhh" jeje merebut bola dari wahyu "gawat" niko segera mengejar jeje "Archie" kata jeje "Archie" niko langsung berlari ke dekat Archie "yeayy" jeje memasukan bola ke dalam ring "apa?? " kata niko "dia mengecoh kita dengan memanggil Archie" kata leo "waktu berakhir tim kanan menang" kata pria tinggi itu "kau curang" kata niko "terima lah nasib mu" kata jeje.
di pinggir jalan dengan tersenyum canggung niko berdiri dengan rok mini dan stoking jaring jaring dan juga crob berwarna putih memperlihatkan perut niko yang putih bersih "hahahahaha hahahaha" leo tertawa melihat niko jeje tertawa di dalam mobil dia langsung melhat beberapa mahasiswa datang melihat niko yang bertingkah konyol.
"astaga kak niko"
"ya ampun niko"
"niko kau sedang apa? "
"niko kenapa jadi begitu menjijikkan"
"ya ampun wig mu sangat bagus"
"niko foto dulu kita "
"momen langka nih"
"yuu.. " niko melihat ke arah wahyu "niko apa yang kau-- astaga" kata wahyu niko menatap mobil yang tidak jauh dari nya "baby.. ku mohon sudah ya" kata niko. jeje keluar dari mobil dan berjalan ke arah niko yang tinggal bertiga dengan wahyu dan leo "baby.. " kata niko "berikan ponsel mu" kata jeje "di tas" kata niko jeje mengambil tas niko "ambil" kata jeje, niko mengeluarkan ponsel nya "hidupkan" kata jeje "kau mau apa lagi" kata niko jeje mengutak atik ponsel niko lalu memberikan nya ke leo "seratus orang bilang berhenti maka berhenti lah" kata jeje "jangan jangan" kata niko "ini live loh" kata leo "astaga" kata niko "jeje tolong jangan lakukan ini pada saudara ku" kata wahyu "kalau begitu kau saja yang menggantikan nya, ingat ya seratus orang" kata jeje "tidak papa arah ponsel nya ke aku" kata niko "oke" kata leo "guys Halo jangan heran ya hari ini aku menantang orang yang ku suka yang sering ku katakan pada kalian, dan dia juga ada di sini aku mengatakan pada nya jika aku menang dia akan malam bersama ku dan jika dia menang aku akan mengikuti perkataan nya dan ini lah terjadi aku kalah tiga poin dari nya saat main basket" kata niko "dan dia baru mengatakan pada ku jika kalian berkata berhenti hum seratus orang yang mengatakan berhenti untuk mu maka baby akan mengampuni ku dan aku akan berpakaian seperti biasanya ku mohon bantu aku teman teman" kata niko "bagus ada lima puluh orang yang mengatakan berhenti" kata leo "ayo guys bantu saudara ku" kata wahyu "kak niko aku mau bicara pada baby mu, ada komentar nih dia ingin bicara pada baby mu" kata leo "baby kau lihat penggemar ku ingin melihat mu" kata niko "lihat aku saat aku membunuh mu besok" kata jeje sambil berbalik "ingat ya seratus jika tidak diam saja di situ sampai satpol PP datang" kata jeje sambil masuk ke dalam mobil "ahh.. baik" kata niko "sudah ku bilang jangan sembarangan bicara" kata wahyu "jangan omelin aku yu mending datang ke live ku dan bilang berhenti, dan kau yang baca cepat join live ku dan tulis di komentar berhenti nah cuma satu kata doang kok" kata niko.
"selamat datang" kata Monnie yang duduk di sofa "kau sudah kembali? " jeje menatap chai "aku pulang lebih awal agar bisa bersama dengan kalian" kata chai "oho.. ada apa dengan mu" jeje memakai sandal nya "kemari lah je" kata Monnie "bawa tas ku" kata jeje pada pelayan lalu dia duduk di depan Monnie "tunggu dulu aku barusan melihat mu tersenyum" kata Monnie "apa yang kau bicarakan? " kata jeje "benar tadi kau tersenyum pada ku" kata Monnie "ya jika aku memasang wajah asli ku bayi mu akan segera keluar " kata jeje chai tersenyum tipis mendengar adik nya bicara "memang nya wajah asli mu seperti apa? " kata Monnie "kau tau Jonathan galindo? " tanya jeje "tau" kata chai "aku juga tau" kata Monnie "bagus lah kalau kalian tau, wajah ku asli ku lebih mengerikan dari wajah nya Jonathan galindo" kata jeje "oh.. benarkah" kata chai "iya" kata jeje sambil mengambil permen karet dari saku nya "biar aku pegang wajah mu" kata Monnie "jangan sentuh wajah ku" kata jeje sambil menepis tangan Monnie "hei jangan kasar pada istri ku" chai memeluk Monnie "cih kalian menggelikan" kata jeje "bilang saja kau iri, sini aku bisa memelukmu" kata chai "tidak " kata jeje "ka tau aku sudah masak untuk mu" kata Monnie "aku tidak akan makan karena masakan mu tidak enak" kata jeje "jeje" kata chai "ya aku mau mandi dulu, kalian benar benar membuat mood ku buruk" jeje pergi "aku menyayangi mu" kata chai "I hate you"jeje berjalan menaiki tangga.
ponsel niko di masukan ke dalam tas " akhirnya "kata niko " pakai jaket nih"kata wahyu "kenapa kau mau menyelesaikan ini padahal jeje tidak ada di sini? " kata leo "kalian tidak mengerti" niko tersenyum "dia barusan menunjukkan senyuman yang sama waktu kami terjebak di hutan " kata niko "memang nya senyuman jeje seperti apa aku jarang melihat dia tersenyum" kata leo "entah mengapa aku merasakan senyuman jeje kali ini terasa sedikit lebih hangat dari sebelum nya" kata niko "apalagi saat dia tersenyum karena meledek ku di lapangan dia jarang sekali begitu" kata niko "aku akan menelpon nya dulu " kata niko.
jeje memakai minyak rambut sambil melihat ke arah cermin "sial siapa yang menelpon ku " kata jeje sambil mengangkat telpon tanpa melihat siapa yang menelpon nya "baby kau tidak membaca chat ku, ada seratus lima puluh orang yang menulis kata berhenti di kolom komentar, jadi aku berhasil menyelesaikan semua nya kau senang" kata niko jeje diam di menatap layar ponsel nya "aku sudah mengirim bukti nya di whatsapp kau lihat ya" kata niko "tidak penting" jeje mematikan telpon. niko menatap layar ponsel nya "aku belum siap bicara dan dia sudah mematikan telpon dari ku, dasar untung saja aku mencintai mu" kata niko.
jeje duduk sambil menatap makanan di depan nya "selamat makan" kata Monnie "kau yakin ini bisa di makan? " kata jeje "tentu" kata Monnie "ayolah aku bukan tidak mau makan tapi ini sungguh menyedihkan" kata jeje "coba saja sesuap" kata chai "ini sayur utuh? astaga" kata jeje "makan ini" chai menyuapi jeje "kakak" kata jeje "kunyah" kata chai "hum.. ternyata bukan sayuran, di dalam nya ada daging " kata jeje "aku tau kau tidak suka sayuran" kata Monnie "hum.. bilang dong dari tadi kalau cuma di luar nya saja terlihat seperti sayuran aneh di dalam nya ada daging ada juga yang isi nya seafood" kata jeje "nah maka nya coba dulu jangan mengeluh dulu" kata chai "sebenarnya tetap saja rasa nya tidak enak" kata jeje "ya ya baik lah aku memang tidak bisa masak dengan baik" kata Monnie "bagus lah jika kau sadar" kata jeje "lihat dia bilang makanan nya tidak enak tapi dia makan terus" kata chai "jangan ikut campur " kata jeje "ini makan yang ini, seumuran mu harus banyak makan" kata Monnie sambil menambah kan makanan lain ke piring jeje "aku tadi melihat kau tersenyum usil apa yang kau lakukan? kau membuat kejahilan di kampus? " kata chai "kau tau jawabannya" kata jeje "baiklah ceritakan apa itu? " kata chai "aku mengacaukan permainan basket di kampus" kata jeje "hum.. kau mencuri bola basket nya? " kata Monnie "kau meletakkan sesuatu di ring basket" kata chai "tidak" kata jeje "kau menyembunyikan perlengkapan pemain nya" kata Monnie "tidak aku akan cerita kan pada kalian" kata jeje "baik aku akan mendengarkan" chai menatap adik nya "kakak aku melompat dan pergi ke lapangan basket nya aku melawan mereka, aku membuat mereka kebingungan dan mengecoh mereka hahaha muka mereka sangat lucu dan konyol sekali seharusnya kakak ipar ada di sana kau akan tertawa sampai bayi mu lahir sendiri. aku melompati mereka, menempel kan permen karet ku ke baju mereka, dan melempar bola dengan sangat tinggi sampai mereka jatuh " Monnie tersenyum senang mendengar cerita jeje "tapi aku juga jatuh gara gara si pecundang itu kepala kami terbentur sangat keras kepala ku saat itu mau lepas aku akan menjadi kuyang rasa nya dan dengan sombong nya pria pecundang itu menantang ku untuk mencetak poin paling banyak dan aku menang aku menyuruh dia berdiri di pinggir jalan dengan baju jaring jaring dan wig berwarna ungu semua orang menatap dan mentertawakan nya itu sangat menyenangkan da--" jeje menatap ke dua kakak nya "lalu apa lagi? " kata chai "lalu aku kembali pulang tapi ku yakin mereka tidak sadar baju mereka sudah memiliki permen karet " kata jeje "ahh.. kau benar-benar usil aku yakin saat tiba di ruang ganti mereka akan terkejut melihat baju mereka lengket" kata Monnie "benar mereka akan kesal" kata chai "tapi ada satu hal yang membuat aku begitu senang" kata Monnie "apa? " kata jeje "terus lah tersenyum begitu, kau terlihat cantik bila tersenyum seperti itu" kata Monnie "benar juga aku juga baru sadar dia bercerita dengan semangat sambil tersenyum seperti itu, adik ku sudah sering tersenyum sekarang" kata chai "apasih? " kata jeje.
"Aaaaa... yu yu yu seragam basket ku " kata niko "ada apa? " kata wahyu "aku mau membilas cucian dan seragam ku sudah berlipat-lipat begini dan seperti nya kena lem" kata niko "coba lihat" kata wahyu "coba tarik pelan pelan aku akan tarik dari sudut ini" kata niko "oke" kata wahyu sambil menarik seragam basket milik niko "bukan lem tapi permen karet lihat ini sangat banyak" kata wahyu "baik aku tau ini ulah siapa" kata niko sambil menatap wahyu.