
Jeje berjalan menuruni tangga "kak aku akan pergi pulang"kata jeje saat melihat chai juga di tangga "tap"tangan jeje di tahan "tetap di sini atau aku bakar rumah mu"kata chai "kaak..kau ini ken--"kata jeje "tuan chai benar nona tetap lah di sini karena akan bahaya bagimu selagi penyusup itu belum di temukan"kata wut "ahh dia memang selalu benar"jeje pergi lalu membuka pintu dan berjalan ke rumah sebelah "jerico!!!!!!"seru jeje chai melihat itu sambil berjalan juga mengikuti jeje "ada apa dengan mu"jerico melihat jeje berjalan melewati nya dengan melipat ke dua tangan "nona kenapa ada kemari ?"kata lim "kalian semua temani aku main ayo cepat"kata jeje "jeje aku harus memeriksa sekeliling"kata jerico "betul aku juga akan memeriksa bagian belakang"kata hary "tetapi nona cilik meminta kita untuk menemani nya"kata han "walaupun kita harus tetap bersiaga jangan terlalu lengah kita tidak tau kapan penyusup itu kembali"kata kal sambil mendekati jeje "ah kalian ini terlalu kwatir"kata jeje chai melihat tingkah jeje dari jauh "jeje kau terlalu tenang bagaimana jika ada kekacauan lagi"kata jerico "kalian terlalu kwatir padahal penyusup itu ada di sini bersama kita"kata jeje semua mata memandang jeje "apa maksud mu ?"tanya kal "apa kau sudah tau penyusup itu siapa?"kata jerico "iya nona apa kau tau siapa penyusup itu"kata han "jeje kau jangan mengada ngada nanti para pengawal jadi saling mencurigai satu sama lain"kata akemi "bahkan penyusup nya juga barusan bertanya pada ku"kata jeje dengan santai "jadi ayo temani aku main "ucap jeje chai terkekeh lalu berjalan mendekat "jeje kau sudah membuat semua jadi tegang"kata akia "sudah cukup"chai datang "astaga tuan chai kenapa anda ke tempat para pengawal"kata jerico "hentikan lelucon mu dan pergi ambil soda mu"kata chai "ah kakak tidak asyik padahal aku baru mengerjai mereka"kata jeje "huff"ada yang menghela nafas lega ada juga yang menghela nafas dengan santai "jadi kau barusan bercanda"kata kal "dan kalian langsung percaya ah payah cepat lah ayo main game aku tunggu di kolam renang awas!"chai menabrak chai "zio ,akia ikut aku"kata chai "tuan apa nona sedang kesal dengan mu?"tanya zio "dia sedang marah biarkan saja sekarang ada hal penting yang harus di bicarakan"kata chai sambil menatap luar jendela dengan tenang.
"kenapa kau gelisah?"wahyu melihat niko di sofa "kenapa aku bicara begitu pada nya sial sekali sekarang aku baru menyadari"fikir niko "aku bicara pada mu niko"kata wahyu "gini yu, hum..aku menemui seseorang dan aku bicara hal yang seharusnya tidak ku katakan pada nya"kata niko "emang kau bilang apa pada orang itu?"tanya wahyu "aku bilang padanya kalau aku peduli pada nya"kata niko "dan siapa orang itu apa dia mahasiswa di kampus kita?"kata wahyu "iya dia mahasiswa eh!!"niko menatap wahyu "sial aku seharusnya tidak cerita ke wahyu nanti pasti dia meledek ku"fikir niko wahyu tersenyum menatap niko "apa kau menyesal mengatakan hal itu pada nya"kata wahyu "ya tentu saja kau ini banyak bicara"kata niko "ku rasa kau tidak menyesal tetapi kau senang"kata wahyu "senang dari mana!! Kau lihat aku sedang kesal bagaimana besok jika dia melihat ku pasti dia akan ingat da--"kata niko "kau jatuh cinta pada orang itu jadi apa orang itu aku mengenal nya?"kata wahyu "lupakan kau bikin aku makin kesal"niko berdiri dan melangkah ke dapur "hahaha aku baru melihat mu begini ternyata sosok pria dingin bisa jatuh cinta"kata wahyu "woi aku mendengar mu bodoh siapa yang jatuh cinta!!"seru niko dari dapur "ya ya aku tau haha ternyata kau pemalu juga"kata wahyu "aku masih mendengar mu yu!! Aku bisa melempar mu dengan garpu"kata niko kesal wahyu pun semakin tertawa melihat tingkah sahabat nya .
"aku mau bicara"kata mawar "aku akan menemui nanti"kata jeje "kenapa ?"kata mawar "jeje!!"rizi menghampiri jeje "apa kau sudah sarapan?"tanya rizi "apa kau gila!"jeje pun pergi begitu saja .setelah selesai pelajaran jeje berjalan ke loker nya "dia lagi"guman jeje sambil tersenyum sinis "semoga bisa dapat sepuluh men--"tini heran dan melihat ke sana ke sini "tap"saat berbalik sebuah kaki sudah ada di sisi kepala nya "apa yang kau lakukan?"jeje menatap wanita di depannya "aku ..aku hanya membuat vidio dokumentasi"kata tini jeje tersenyum sinis sambil merebut kamera dari tangan tini dengan kasar "hei!!"niko melihat itu "buff"niko menunduk saat ada sesuatu yang lengket di dahi nya dan itu ternyata permen karet, jeje mengeluarkan isi kamera sambil menatap wanita di depan nya "jika kau lakukan lagi aku tak akan segan menghabisi mu"kata jeje sambil pergi "ibu tidak apa?"kata niko "tidak"kata tini sambil memandang kameranya "sebenar nya ada apa?"kata niko "aku ingin--".
jeje berjalan santai mau menuju kolam dia melihat chai duduk di kursi "kak chai!! aku ingin membawa beberapa pengawal untuk pulang"seru jeje chai melihat jeje para pengawal juga melihat jeje "kenapa kau diam!! Apa kau lupa dokumen saham perusahaan xia fu ada di rumah ku dan di sana tidak ada orang bagaimana nanti ada penyusup ke rumah ku"seru jeje chai terdiam "jeje apa yang kau lakukan jika dokumen itu ada di rumah mu kau tidak boleh bicara kuat kuat nanti ada yang dengar gimana"kata jerico sambil melihat jeje "aku kesal jerico!! Kak chai sepertinya melupakan keamanan rumah ku"kata jeje sambil melipat kedua tangan nya "kau besok pergilah denga jeje jerico antar dia pulang untuk memastikan hal itu"kata chai "jeje naik ke sini aku perlu bicara kata chai "dia pasti di omeli"kata kal "anak itu polos sekali"kata akia "itu atinya harus ada penjagaan di rumah nona"kata lim "aku sudah menyuruh enam pengawal ke sana buat jaga jaga sampai nona pulang"kata kal .
"kau pasti merencana kan sesuatu"kata chai "kakak penyusup ada di antara kita aku sudah tau orang nya jadi untuk memastikan nya aku harus menjalani ide gilaku"kata jeje "aku akan menyuruh steven ke rumah untuk memasang cctv tersembunyi dan dokumen buatan ku"kata jeje "katakan siapa penyusup nya"kata chai "buat apa kau tau ini sebuah kejutan dari ku"kata jeje "baik terserah mu"kata chai "jadi bukan kah kau bosan dan ingin pergi ke hutan buat liburan dengan alam "kata chai "ahh pasti jerico memberitau mu"kata jeje "kau bisa pergi jika kondisi aman"kata chai "tapi tidak enak jika pergi dengan kalian pasti kau banyak bicara"kata jeje chai meneguk minumannya dengan santai sambil melirik gadis di depannya.