
"aku juga tau"
"tau dari mana? "
"kal yang memberitahu ku"
"lalu kenapa kau tid--"
"kau tau sendiri dia seperti apa"
"aku mengerti aku mengerti"
"tidak mudah bicara hal seperti itu pada nya"
"chai.. aku ingin mengundang nya dalam pernikahan kita aku juga ingin mengenalnya dengan baik"
"tidak masalah, itu beb--"
"oi.. oi.. oi.. kalian sedang membahas apa" jeje berjalan melompati sofa "bukan urusan mu" kata chai "siapa yang ingin kalian undang? diam kau kak aku tidak bicara pada mu aku sedang bicara pada wanita ini" kata jeje "ya ya... " kata chai "aku ingin mengundang banyak orang" kata monnie "undang aja sekalian presiden rusia" kata jeje "kau adik ku yang ku sayangi aku bahagia sekali" kata monnie "singkirkan tangan mu! " kata jeje ketika monnie hendak memeluk nya "baik lah" kata monnie.
di depan cermin niko tersenyum lebar sampai menampakkan gigi nya yang rapi dan putih "sampai kapan kau begitu terus" kata wahyu sambil duduk di ranjang menatap niko yang sedang duduk di depan cermin "kau tau saat ini darah ku panas dingin naik turun dan.. membuat jantung ku bergetar terus" kata niko "memang nya apa yang di lakukan jeje pada mu" kata wahyu "lampu hijau" kata niko "lampu hijau?? " kata wahyu "ahh.. kau tidak mengerti" kata niko.
keesokan harinya...
jeje berjalan di samping monnie "kau mau membeli jas? " kata jeje "iya" kata monnie "untuk kakak? " kata jeje "iya dan untuk tamu khusus" kata monnie "ya terserah deh aku juga mau membeli jam tangan " kata jeje "pilih kan satu untuk ku" kata monnie "iya" kata jeje, "permisi aku mau jas untuk pria se-- setinggi ini" kata monnie.
malam hari...
mobil masih berjalan "jeje kau mau mak--" monnie melihat jeje sudah tidur dengan earphone melingkar di kepala nya "aku berharap kau akan menemukan jalan yang sangat terang" kata monnie "aku mendengar mu bodoh" kata jeje monnie terkejut "kau tidak tidur? " tanya monnie "aku sedang tidur tapi telinga ku masih tetap aktif" kata jeje "oh.. jangan salah paham aku cuma berharap radha bersatu dengan Krisna" kata monnie "terserah".
" kak milli aku lapar"jeje berhala ke meja makan "tolong beri aku sesuatu aku lapar" kata jeje "iya iya sebentar" kata milli "astaga kalian membeli apa? " kata chai yang baru pulang dari kantor "kami memborong apa kau tidak lihat mobil box di depan" kata jeje "tapi.. untuk siapa? " kata chai "untuk istri mu " kata jeje "monnie" kata chai "nanti aku akan jelaskan pada mu" kata monnie.
dengan tenang niko membaca teks yang muncul di layar ponsel nya "iya aku sedang bahagia" kata niko "aku akan cerita kan pada kalian.. aku mendapatkan lampu hijau dari.. astaga aku terlalu senang" kata niko "kak niko semakin hati sering menunjukkan ekspresi nya gak seperti dulu" niko membaca komentar di live nya "jadi seperti apa aku dulu? " kata niko "dulu saat live kak niko lebih sering diam dan hanya bicara sedikit dan bercerita dan sesekali melakukan tantangan" niko tersenyum singkat "hari ini bebas kalian bisa bertanya apapun aku akan jawab" kata niko.
pagi harinya...
kotak makanan di letakan ke atas meja "ayo mulai maju" kata jojo "tap tap tap tap" jeje turun dari mobil "selamat pagi nona jeje" kata orang orang jeje berjalan menghampiri teman nya "masuk!! " kata jeje dua mobil truk besar datang "jeje apa itu? " tanya desi "dengar aku tidak akan mengulangi nya " kata jeje seketika semua nya terdiam "setelah mengambil makanan ambil satu kantong tas dari tangan pria itu hari ini aku akan sampai kan juga pembagian seperti ini akan di lakukan satu bulan tiga kali aku tidak perduli kalian mau makan atau tidak!! setidaknya kalian harus melangkah lebih berani untuk keluarga dari kegelapan!! jalan terus buat diri kalian menjadi hebat" kata jeje "sakit gak kalau tiap saat kalian miskin terus, susah terus hanya mengandalkan makanan sumbangan ingat.. tidak selama nya aku begini, bagaimana kalau aku berubah dan tidak membagikan apapun" kata jeje sambil berbalik "desi aku sudah antar barang di markas " jeje langsung pergi "kalian dengar kan apa katanya " kata Ariel "kita harus berkerja lebih keras" kata jojo "siap!! " kata orang orang itu.
beberapa hari berlalu..
"OIIIIHHH... JANGAN SENTUH WAJAH KU... AAA.. KAKAK" seru jeje beberapa pengawal datang bersama dengan chai "ada apa? " chai terlihat panik "mereka menyentuh nyentuh wajah ku" kata jeje "dengar jeje mereka bukan menyentuh tapi mereka hanya ingin merias wajah mu" kata chai "aku tidak mau tidak mau" kata jeje "uhm.. " chai mendekati jeje "semua memakai riasan di wajah" kata chai "biar kan saja" kata jeje "biar aku saja kak" kata Ariel sambil mendekati jeje "aku akan merias mu seperti saat dance " kata Ariel "tidak usah bau nya saja membuat ku mual" kata jeje "maka nya aku bawa bedak khusus untuk mu" kata Ariel "natural aja aku gak akan Pakaikan apapun cuma bedak sedikit " kata Ariel "penipu" kata jeje "hanya sedikit.. demi kakak mu ayolah" kata desi "oke sedikit ya" kata jeje "iya" kata Ariel "pergilah bersiap kak chai " kata jojo "sedikit!! " kata jeje "iya belum aku pakai kan tunggu sebentar" kata Ariel .
acara pernikahan sangat meriah para tamu undangan baik dari dalam dan luar negri terlihat ada di sana, dengan pakaian yang terlihat elegan dan menawan gelas gelas tersusun indah di atas meja, ada hidangan beraneka ragam di sana. orang tua chai terlihat menghadiri acara pernikahan itu "halo tuan soikham selamat ya atas pernikahan anak mu" kata beberapa orang "kakak!! aku sudah siap jadi penggiring mu" kata jeje monnie membeku melihat jeje "astaga... kau benar-benar memakai stelan jas, kau terlihat tampan sekali " kata monnie "sudah siap ke pelaminan ratu soikham muda" kata jeje sambil membungkuk ala ala pangeran kerajaan monnie tersenyum "dengar ya bodoh jika aku hari ini cantik orang akan berfikir aneh dan berkata yang mana mempelai nya" kata jeje "heleh.. mau di pakain bedak ada harus mengomel berjam jam" kata desi "sstt" kata jeje "oh ya kenapa kau tidak berpenampilan seperti radha yang kau idolakan itu, dan juga tidak seperti Juliet dan para penemu cinta lainnya seperti yang kau cerita kan" kata jeje "kau ini bicara apa kak monnie sekarang terlihat seperti cinderela" kata desi "tidak sama sekali sepatu dia utuh Cinderella cuma punya satu kaki" kata jeje "satu sepatu" kata jojo "nah satu sepatu" kata jeje "BAIKLAH MARI KITA SAMBUT MEMPELAI WANITA!! " jeje mengerutkan dahinya "kenapa cepat sekali? " kata jeje "hei cepat antar jangan banyak mengeluh" kata jojo "iya iya bawain bunga nya aku akan antar pengejar cinta satu ini oih mulut mu iritasi saat mengatakan kalimat itu" jeje menatap monnie "ayo kita temui calon suami mu" kata jeje.
semua orang terdiam bahkan tidak berkedip melihat monnie datang jeje berjalan di samping monnie. chai menatap dua orang yang dia sayangi berjalan ke arah nya jeje memegang tangan chai lalu menyatukan nya dengan tangan monnie , setelah nya dia merapikan gaun monnie yang di lantai agar tidak ter injak "bunga nya" kata seorang pria "oh ya ampun aku lup--" jeje terdiam melihat pria berjas navi di depan nya jeje terdiam sesaat sementara monnie tersenyum sambil menatap chai "kita akan buktikan pada nya tentang kekuatan cinta" kata monnie, pria di depan jeje menelan liur nya terpesona akan penampilan jeje, begitu juga dengan jeje dia bahkan tidak berkedip mulut nya tidak bisa berkata apapun waktu seakan menjadi sangat lama tatapan mata jeje sama sekali tidak berpaling kemana pun. kita kira siapa pria di depan jeje? kalian ada yang tau?.