What Is Love

What Is Love
niko dan rizi bertemu macan jalanan



Seorang pria sedang menggenggam ponselnya dengan sangat kuat "kau membuatku semakin gila"kata pria itu "bagaimana?"pria itu menatap orang di depannya "nomornya aktif tetapi dia tidak mengangkat panggilan dari ku yu"kata pria itu tak lain adalah niko "kemana dia"kata niko.


"HEEEIII....KAU MENCURI!!!"jeje berlari dengan sangat cepat mengejar seorang pria yang membawa lari tas kecil "Heeeii..."jeje terus berlari melompati pagar dan menabrak apapun yang di depannya.


rizi terlihat tidak bersemangat "kak niko"kata rizi "ya"niko berbalik menatap rizi "pak gilang meminta ku untuk membawa mu mencari kertas hvs"kata rizi "pergilah"kata wahyu sambil menyerahkan kunci motor "tidak naik taxi saja kak, debu sangat banyak"kata rizi "oh..ok"kata niko sambil mengangguk.


meja, tong sampah,kursi,orang,pagar semua di lalui jeje tidak peduli apapun itu "hiyyaaa"jeje melompat dan berayun di sebuah tiang lalu menendang pria yang membawa tas nya lalu menindih pria itu dan memukulinya "dasar berengsek!!! Aku jadi tidak ke kampus gara gara kau!!"jeje memukuli pria itu orang orang yang melihat itu mencoba menelpon polisi "aakkh.....ampun...ampun...akkhh"pria itu sudah babak belur "hei..kau bisa membunuhnya!!"kata orang orang "biar saja dia mati"kata jeje "HEEEEIIII...MACAN JALANAN!!!!"jeje menoleh ke arah suara "aih..paman ..jangan salah paham..dia..dia mengambil tas ku dan kau tas ini adalah benda kesayangan ku"kata jeje "aku tidak peduli..aku akan menangkap mu"kata fengki "samu bawa pencuri ini ke kantor dan aku akan membawa anak itu"fengki tak melihat jeje lagi "HEEEIIII...JANGAN LARI KAU!!"seru fengki "KAU MEMBELA NYA PAMAN AKU LARIII!!"jeje menabrak beberapa orang "awas...hati hati"ada beberapa orang yang jatuh setelah di tabrak oleh jeje "astaga kak niko lihat itu ada pencuri sepertinya"kata rizi sambil menunjuk seseorang yang melompat ke meja dan naik ke atas sebuah toko lalu melompat lagi "AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNIMU!!!"seru fengki "itu..polisi yang waktu itu"fikir niko "sial sial"jeje lari ke jalanan "gubragggggg!!!"ada suara yang sangat keras "zzzkitt"tubuh niko dan rizi terdorong ke depan "ada apa pak?"tanya niko "sepertinya ada kecelakaan di depan"kata supir taxi "ahhh...perut ku sakit"jeje naik ke atas sebuah mobil "turun kau!!"kata fengki "aahh..duh.aduh..paman ..gara gara kau ini.."jeje duduk sambil memegang perut nya "makanya jangan buat kekacauan!!"kata fengki "paman..dia merampok tas ku tentu saja aku harus mengajarnya!"kata jeje "aduhh..lama sekali"kata rizi jalanan menjadi macet darah keluar dari hidung jeje "paman ..aku tidak akan turun"kata jeje "aku tidak akan melarang mobil ini jalan"kata fengki rizi menatap niko begitu juga niko "aku kenal dia"kata rizi niko segera keluar dari mobil "hei..paman yang di dalam mobil ayo jalan"kata jeje "tidak"kata fengki "pak polisi"kata niko "hei..kau yang waktu itu kan"kata polisi itu jeje segera melorot turun ke sisi yang berbeda "jeje"kata rizi ketika melihat wanita dengan hidung berdarah di depannya meskipun wajah nya tidak terlalu jelas terlihat karena tertutup topi hoodie "awas"jeje segera pergi "apa yang terjadi pak?"tanya niko "anak in--"fengki terlihat kaget jeje sudah menghilang "macan jalanan memukuli seorang pencuri"kata polisi "aku yakin itu jeje, jika bukan mengapa dia melihat ke arah ku di saat aku menyebut nama jeje"kata rizi "ayo ke tepi"kata polisi "macan jalanan itu seorang penjahat atau apa?"tanya niko "huf..aku tidak tau..dia terkadang..berbuat baik, menolong orang namun terkadang dia juga merugikan orang, memukuli orang, menghancurkan kendaraan orang, melakukan balapan di jalan begini"kata fengki "dia sendiri atau ada sekolompok?"tanya niko "dia memiliki teman, tapi terkadang aku sebenarnya tidak bisa marah sepenuhnya pada nya"kata fengki "kenapa?"tanya niko lagi "karena dia sebenarnya anak yang baik"kata fengki "oh ya, kenapa kau banyak bertanya tentang nya apa kau mengenal nya?"tanya fengki "aku tidak mengenalnya"niko menggelengkan kepalanya "tetapi..aku sepertinya mengenalnya seperti pernah bertemu"kata niko "kau tau dia itu seorang wanita cuma dia gayanya seperti pria"kata fengki "hoodie itu, seperti milik nya"guman niko pelan.


niko menatap rizi setelah keluar dari kantor "rizi"ucap niko "ya kak"kata rizi "apa kau melihat wajah orang berhoodie di atas mobil itu?"kata niko "kak, entah mengapa saat orang berhoodie tadi menatap ku sekilas aku langsung merasa aku mengenalinya"kata rizi "matanya mirip dengan sahabatku"ujar rizi "oh baiklah aku pergi dulu"niko pergi berjalan menjauh.


"byurrr"lino menggeliat di dalam air "daging apa yang barusan dia makan kok, rasa nya seperti..bukan daging sapi"jeje menatap jerico "daging mahal yang baru di beli"kata jerico "sebenarnya daging orang sih"kata jerico di dalam hati "jerico kenapa di kandang lino ada jam tangan tuh, lihat..lihat"kata jeje "mungkin jam tangan pengawal yang terjatuh"ucap kal "jeje ponselmu berdering"kata jerico "aku tidak tau ada nomor ponsel baru yang menelpon ku"kata jeje "oh...mungkin lim, dia tadi bilang pada ku akan mengganti nomor nya"kata jerico "ya ampun..kenapa dia tidak bilang"kata jeje segera dia mengeluarkan ponselnya "aku jawab telpon dulu mungkim lim mau mengatakan sesuatu"kata jeje "oke"kata kal "ya..halo.."jeje berbicara niko segera melirik ke wahyu sambil tersenyum "kak kenapa kau menelponku, bukan kan jika kau ingin bicara kau bisa langsung menemuiku, aku berada di kandang buaya nih kau kemari lah "kata jeje "kandang buaya?"ujar niko "aih kenapa suaramu jadi berbeda kak, aku sedang di belakang rumah utama"kata jeje "lalu mengapa-"niko gugup "hai guys"lim datang dengan steven "aih..kak ..lalu yang menelpon ku siapa, kau tidak memegang ponsel"jeje menatap lim "aku tidak jadi ganti nomor"kata lim "hah"kal langsung menatap jeje "hei, kau siapa beraninya menelponku!!"jeje segera memblokir nomor asing itu.


Wahyu menatap niko "bagaimana?"tanya wahyu "di matikan dan di blokir sepertinya"kata niko "tadi dia bicara apa"kata wahyu "entah lah dia tidak ada bicara apapun cuma aku mendengar dia menyebut kandang buaya lalu mati panggilannya"kata niko "aih..tidak papa..jangan sedih"kata wahyu sambil menepuk nepuk bahu niko "nanti juga dia akan datang " kata wahyu sambil tersenyum.