What Is Love

What Is Love
bertukar cerita



kal menghentikan mobil nya "kak kal kau bisa pergi aku akan bersama nya" kata jeje "ya.. jangan lupa kirim kode pada ku aku akan menunggumu dan mengawasi mu" kata kal "oke" jeje keluar dari mobil mengambil ponselnya sambil berjalan menjauh dari mobil.


niko duduk di sebuah kursi sendirian "hum.. kenapa dia gak datang datang ya" fikir niko sambil melihat ke sana ke sini lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari saku nya.


jeje mengerutkan dahinya melihat nomor yang tidak asing muncul di layar ponsel nya "lo.. h ini bukan nya nomor ponsel ku? " kata jeje lalu dia mengangkat panggilan di ponsel nya "hoi" kata jeje "baby ini aku" terdengar suara niko di sebrang "baby kau dimana aku ada di depan taman cempaka" kata niko "kenapa nomor ku kau pakai? " tanya jeje "nanti ku jelaskan kau dimana baby biar aku menjemput mu" kata niko "tunggu aku akan jalan ke sana" kata jeje "ya ya" kata niko "baby.. jangan matikan ponsel nya" kata niko "klik" jeje mematikan panggilan dari niko "haah.. tidak papa" niko langsung berdiri untuk mencari jeje "di mana dia? dasar menyebalkan" jeje melihat ada papan bertuliskan taman cempaka "bisa nya hanya nyusahin! " kata jeje sambil menoleh ponselnya yang kembali berbunyi "pecundang aku tidak melihat mu kau ini hantu atau orang" kata jeje "kau dimana aku mencarimu, Jangan kemana mana agar aku mudah menemukan mu" kata niko "kau lah yang diam kau selalu saja menyusahkan" kata jeje sambil berjalan masuk ke dalam taman untuk mencari niko "aku saja yang mencari mu" kata niko "aku hanya punya waktu yang singkat" kata jeje "tidak tidak aku lah yang akan mencari mu" kata niko jeje melihat kesana ke sini sama seperti niko "lima menit kau tidak ku temukan aku pulang" kata jeje "baby jangan begitu" kata niko "****.. ****.. ****" jeje terlihat kesal "baby" kata niko tapi jeje tidak menjawab "baby aku menemukan mu" jeje langsung berhenti berjalan melihat kanan kiri tapi dia tidak melihat niko "berbalik lah" kata niko jeje berbalik melihat niko di belakang nya "ehem.. Hai" kata niko beriringan dengan gugur nya dedaunan dan bunga dari atas "ku fikir kau tidak akan datang" kata niko "duggg!! " jeje menendang kaki niko "lama sekali! ayo cepat" jeje berjalan pergi niko hanya berkedip melihat jeje pergi lalu menoleh ke atas "gagal momen nya" kata niko "sudah ku duga" kata jojo di atas pohon "jeje gak peka" kata Ariel "kau pergilah" kata jojo niko mengangguk dan pergi "eh tunggu" jeje terlihat sedang mengingat sesuatu "ponsel yang dia pegang tadi kan... milikku" kata jeje "baby.. kemari lah" kata niko "perlihatkan ponsel mu" kata jeje "apa? " kata niko "ponsel mu" kata jeje "yang ini? " niko mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya "bukan yang kau pegang tadi" kata jeje "oh.. ini" kata niko "ini kan milik ku" jeje mengambil ponsel itu "iya milik mu apa kau lupa? kau pergi setelah mendapatkan hukuman jadi ponsel mu aku yang bawa" kata niko "kapan? " kata jeje "nanti aku cerita kan" kata niko sambil memakai kan helm ke jeje "apa yang--? " jeje terdiam melihat niko memakaikan helm pada nya "kenapa kau diam? " niko mengetuk hidung jeje "kau pasti juga pakai helm kan di saat naik motor, helm ini sangat berguna ayo kita pergi" niko naik ke atas motor "kenapa diam? ayo naik" kata niko "kenapa harus naik ini" kata jeje "kau gak suka ya? baik lah lain kali aku akan beli mobil" kata niko jeje naik ke atas motor niko "pegangan" kata niko "kau mau ku penggal? " kata jeje "bagaimana kalau kau jatuh? " kata niko "grebb" jej3 menarik jaket niko "cepat jalan kalau aku jatuh kau juga jatuh" kata jeje.


kal menghentikan mobilnya lalu menurunkan sedikit kaca mobilnya melihat jeje turun dari motor bersama seorang pria "kenapa kau selalu memasang wajah begitu? " tanya pria yang bersama jeje "bicara lagi aku akan pergi! " kata jeje "Jangan marah baby" kata niko "**** you" kata jeje.


jeje membaca buku menu niko memperhatikan nya "kau mau minum apa? " tanya niko sambil mengayunkan pena yang dia pegang "jus alpokat" kata jeje "makan nya" kata niko "aku tidak makan" kata jeje niko hanya mengangguk sambil tersenyum lalu menulis apa yang dia mau.


han membuka matanya melihat ada seorang pria meletakan makanan ke dalam sel penjara nya "sial.. aku bisa mati jika begini terus aku harus meminta bantuan" fikir han "permisi" kata han pria berjas hitam itu menoleh "bisakah aku menelpon saudara ku untuk memberi kabar" kata han "kami tidak memakai ponsel" kata pria itu lalu pergi "siaal.. aku harus cari cara" kata han.


niko melihat jeje sedang memberikan sesuatu ke tiga orang yang terlihat seperti pengemis "terimakasih nona kau selalu berbagi kepada kami siang dan malam" kata salah satu pengemis itu jeje tidak berkata apa apa dia mengeluarkan uang dari sakunya tidak terlihat berapa yang dia beri ke pada para pengemis itu tetapi di lihat dari raut wajah pengemis itu yang ceria dan senang pasti jeje tidak memberikan uang yang sedikit "pergi pulang dan menjauh lah" kata jeje kemudian dia berbalik dan melihat niko yang sedang mematung melihat ke arahnya.


angin bertiup perlahan mengayunkan rambut niko dengan pelan suasana hening "kenapa kau pelan sekali! " kata jeje "sudah malam jika aku ngebut kau bisa masuk angin orang rumah mu pasti memarahi ku" kata niko "**** aku lapar" kata jeje dalam hati "kenapa kau tadi tidak makan? pasti sekarang kau kelaparan kan" kata niko "sok tau" kata jeje "aku tau.. sebenarnya aku juga lapar gimana kita cari makanan di pinggir jalan" kata niko "aku mau pulang" kata jeje "nanti saja" kata niko.


jeje turun dari motor "buka dulu helm nya" kata niko sambil menatap jeje "hum" jeje memberikan helm nya ke niko "ayo di sini banyak orang yang jual makanan" kata niko jeje melihat sekitar nya banyak para penjual yang menjual aneka makanan "greb" niko memegang tangan jeje lalu menarik tangan jeje "lihat kan banyak makanan di sini kau bisa pilih " kata niko jeje melihat penjual di depan nya "aku mau kebab nya isi ful dua ya" kata niko "kenapa terkadang aku tidak bisa menebak pergerakan anak ini" kata jeje dalam hati "ayo kita cari makanan lain" kata niko sambil kembali menarik tangan jeje "aku mau sosis nya dua ya, sama yang ini dan ini juga" kata niko "kenapa banyak sekali? " kata jeje "biar kita kenyang" kata niko sambil tersenyum.


chai melihat ke arah sofa "nona sudah tidur? " tanya chai "belum tuan dia masih di luar tadi pergi dengan kal" kata may chai mengangguk lalu pergi menuju kamar nya.


niko berhenti menarik jeje "nah.. kita bisa makan di sini" kata niko sambil duduk di atas rumput "oh.. kau mau duduk pakai alas kau bisa memakai jaket ku" kata niko tapi jeje langsung duduk tanpa bicara "ayo makan lah.. ini enak loh bentar ini panas jangan buru buru menggigit nya" kata niko sambil memberikan jeje seporsi kebab "apa kau melakukan nya juga pada yang lain" jeje memakan kebab nya "maksudnya? " kata niko jeje tidak menjawab dia lanjut mengunyah makanan nya "kau pasti paham" kata jeje "aku tidak paham sungguh" kata niko "oh ya.. jujur saja ya aku sedikit grogi jika ada di dekat mu" kata niko jeje menatap niko yang sedang menatap langit "aku tidak pernah jalan dengan seorang wanita seperti ini" kata niko "kira kira sudah ada enam lebih kayanya aku sudah lupa " jeje melihat wajah niko yang di terpa cahaya bulan "jujur aku baru memiliki keberanian, untuk mendekati seorang gadis dulu banyak yang bilang aku ini gay gak suka cewek haha " niko menatap jeje yang sedang mengunyah makanannya dengan santai "mungkin jika aku cerita pada mu kau mungkin tidak percaya orang orang juga pada tidak percaya banyak orang yang mengalami patah hati terbesar dalam hidup nya sama seperti aku itu sangat menyakitkan " niko kembali menatap langit malam "orang yang kita percaya sepenuhnya menghancurkan kita rasa sakit nya terus terasa dan menghantui masa depan yang kita jalani. tapi aku gak tau aku memiliki keberanian seperti ini aku dari dulu bukan tidak ingin mencintai seseorang aku sangat ingin tapi tidak ada yang menarik hati kurasa nya mati lagian siapa juga yang mau dengan ku, aku juga orang buangan lalu di pungut dan di besar kan" kata niko "ku rasa gadis yang bersama ku sekarang juga menolak ku" kata niko "plak" jeje memukul niko "bisa diam tidak dari tadi mau cerewet dan cerita tidak jelas" kata jeje "apa salah nya aku bercerita oh ya aku sudah cerita tentang ku gimana dengan mu" kata niko "apa! " ucap jeje saat melihat niko menatap nya "sesekali cerita kan tentang mu pada ku" kata niko jeje meminum jus yang baru dia beli bersama niko tadi "aku tidak akan cerita ke siapa pun kok sesekali kita bertukar cerita apa salahnya" kata niko "salahnya aku tidak mempercayai siapapun" kata jeje "kenapa? apa kau pernah patah hati seperti ku? atau mengalami hal lain" kata niko jeje meletakan minumanya "karena aku berbeda dengan orang orang seperti mu" kata jeje "apa yang beda? kita sama kok" kata niko "kau tidak akan paham" kata jeje "setidaknya jelas kan sedikit agar aku paham " kata niko "apa kau belum paham? apa kau lupa dengan orang yang menghajar mu di kampus? ku rasa kau paham " kata jeje "oh.. orang orang yang mencari mu itu ya? " kata niko jeje tidak menjawab "ku rasa itu tidak bukan perbedaan orang yang baik akan selalu di incar orang jahat" kata niko "orang baik? " kata jeje "ya.. kau itu orang baik" kata niko "cih.. kau terlalu yakin" kata jeje "aku bisa melihat nya langsung dari mata mu" kata niko "baik ku katakan tentang ku pada mu" kata jeje niko menganggukkan kepala nya "hum katakan lah" kata niko "aku bisa membunuh siapa yang ku mau bahkan dirimu" kata jeje "baik.. jadi itu tentang mu ya.. maka dengar kan lagi tentang ku, sebelum kau bunuh ku, aku akan memelukmu terlebih dahulu untuk mengatakan I love you" kata niko "kau sudah patah hati namun masih berani mengatakan ucapan seperti itu! " kata jeje "apa salah nya? patah hatiku sudah pulih saat ini sudah tumbuh kembali untuk membuat ku semakin jatuh cinta pada mu. aku sudah menerima kenyataan bahwa orang yang membuat kita patah adalah orang yang ingin mengajar kan kita cintai lah orang dengan tulus tanpa harus menyakiti nya" kata niko "duuh... kayanya aku salah dialog nih" fikir niko ponsel jeje berbunyi "yoo.. kak kal" niko melihat jeje yang menjauh "oh.. baik lah" jeje memasukkan ponsel nya "ku katakan lagi pada mu pecundang.. jangan pernah katakan pada siapa pun kalau kau pacar ku atau pun sebaliknya. jangan panggil aku baby! dan.. menjauh lah dariku" kata jeje "dengar dulu" kata niko "tidak bisa waktu ku habis" kata jeje "ak.. aku" niko melihat jeje memakai kembali topi hoodie nya lalu mengeluarkan kembali ponsel nya "aku datang" kata jeje "aku akan mengantar mu" kata niko "makan saja habis kan aku sudah bawa kendaraan" jeje pergi niko membereskan semua nya lalu mengejar jeje terlihat ada mobil di pinggir jalan "kak" jeje mengetuk pintu mobil "kak.. kakak nya datang menjemput nya ternyata" kata niko sambil menatap mobil itu pergi "apapun itu.. siapa pun diri mu aku akan mengejar mu jangan sepele kan kekuatan cinta ya" niko tersenyum lalu pergi menuju motor nya dan pulang.