What Is Love

What Is Love
sebuah harapan



seorang pria melihat ke arah seorang wanita yang membawa sketboard dan memakai topi "pak..cepat banget di tutup gerbangnya"kata wanita itu "bukan ke cepatan, lihat ini sudah jam setengah sepuluh"kata satpam "aih"wanita itu mengeluarkan ponselnya "jadi kau mau masuk biar aku panggilkan si--"kata satpam "aih aih..tidak perlu"jeje memasukan kembali ponselnya ke dalam saku "kau mau kembali pulang?"tanya satpam "tidak, aku akan masuk lewat gerbang satunya..bye..jangan lupa minum kopimu"wanita yang tak lain adalah jeje pun segera pergi "gerbang lain?"satpam terlihat kebingungan.


Seorang dosen sedang menjelaskan di depan kelas "aku ngantuk"bisik leo "jangan tidur kau bodoh"bisik wahyu "huf.."niko menarik nafas dalam dalam "mau guys"bisik adhie teman temannya pun melihat tangan adhi yang memegang sebuah snack "gila kalian ya"bisik wahyu "ayolah yu, jangan terlalu fokus"bisik leo "ada yang bertanya?"tanya dosen di depan "hmm.pak"niko berdiri "niko"kata wahyu "ya niko ada yang mau kamu tanyakan?"kata dosen itu "boleh izin ke kamar mandi?"tanya niko "tumben"guman adhi "oh..ya ya silahkan"kata dosen itu "aku melihat niko sepertinya kurang semangat, tidak seperti biasanya?"bisik zio "iya aku juga merasa begitu, biasanya dia yang paling semangat"bisik aciel "HEH!! SIAPA SURUH KALIAN MAKAN!!!"kata dosen "gawat"kata adhie ketika semua temannya menunjuk ke arah nya "kan ku bilang juga apa"kata wahyu "ampun pak..."kata adhi.


"hupp"jeje melompat ke atas pagar tembok lalu turun melihat sekitar "hah..sudah lama rasanya tidak melompat di sini"kata jeje lalu dia pergi berjalan "ayo guys mulai lagi"kata jeje "kau sudah sampai kelas?"tanya jojo "belum, santai saja. Eh..nyett ada musuh..kanan..kananmu"jeje berjalan sambil bermain "ayo guys maju bareng bareng"kata desi "kau pasti terlambat kan?"kata jojo "iya..haah kalian tau padahal aku tadi berangkat pagi loh"kata jeje "gimana gak terlambat kau mampir ke toko dulu membeli makanan dan pergi ke tukang roti bakar langgananmu kau duduk dulu sambil minum jus, kau bahkan melihat badut jalanan ya kan"kata memo. Niko menyibak rambut nya setelah keluar dari kamar mandi "entah kenapa aku jadi gagal fokus rasanya aku mau pulang"kata niko sambil berjalan "eh, itu..itu kan"niko melihat seorang wanita yang sedang berjalan ke arah nya sambil memperhatikan ponsel di tangan nya "kau nanti di hukum je"kata jojo "tidak ada yang berani menghukum ku nyet, kalian seperti tidak tau saja aduh.."jeje berhenti berjalan dia melihat ada sepasang kaki dengan sepatu berwarna hitam "musuh!! Musuh datang"terdengar suara dari ponselnya tapi jeje memperhatikan siapa pemilik kaki itu "pecundang"kata jeje.


"paham semuanya?"tanya tini "paham bu"kata para mahasiswa "baik kita absen dulu, siapa yang tidak hadir?"tanya tini "jeje bu"jawab hima "jeje lagi"ucap tini "iya bu, mungkin saja dia sudah berhenti "kata baim "jangan sembarangan"kata dila "hum..mungkin dia sakit bu"kata vito.


Ruangan yang sunyi banyak botol botol dan peralatan di sana "apa kau tau apa yang sudah kau lakukan?"suara niko memecahkan keheningan di ruangan itu. Niko menatap gadis di depanya yang diam saja "kau tau kau membuatku hampir GILA! kau menghilang tiba tiba seperti hantu, aku tau..kau bisa bebas melakukan apa saja ya, apa saja sampai kau tidak sadar ada orang yang merasa kehilangan di saat kau pergi tanpa kabar"kata niko masih dengan satu tangan lurus ke dinding dia menatap gadis di depannya "ku rasa kau yang gila, apa maksudmu dengan membawa ku ke tempat seperti ini, dan kau dengan lancang menyudutkan ku di dinding"kata jeje "ya..aku tau..aku tau aku lancang kau tau AKU BEGINI KARENA MU"kata niko "kau menyalahkan ku?"kata jeje "menurutmu kau tidak salah"kata niko sambil terus menatap mata jeje yang sangat sangat dingin "kau pergi begitu saja, menghilang begitu saj-"jeje langsung memotong ucapan niko "lalu apa masalah nya dengan mu, hidupku ya terserahku aku mau bagaimana kenapa kau terlihat marah"kata jeje "karena aku--"niko tidak melanjutkan ucapannya dia mengusap rambutnya seperti orang frustasi "kau juga tidak membalas pesan ku sedikitpun je, bahkan kau mengabaikan panggilanku"kata niko "kenapa kau melakukan hal itu pada ku"niko mengacak ngacak rambutnya lalu menatap jeje "apa kau mabuk?"ucap jeje niko menggeleng gelengkan kepalanya jeje ingin pergi namun dengan cepat niko menahannya menarik jeje ke tempat semula"kau jawab aku dulu"kata niko "apa kau gila? Memberi spam panggilan, jadi itu kau? "ujar jeje "ya..itu aku..kau bertanya apa aku gila? Maka akan ku jawab ya, aku memang gila"kata niko "gila karena apa yang sudah kau lakukan padaku"kata niko nafasnya tersengal sengal "aku tidak melakukan apapun "kata jeje "tidak menurutmu! Kau tidak sadar je, tidak sadar dan tidak mengerti"kata niko "awas..aku mau pergi"jeje berusaha mendorong tubuh dan tangan pria di hadapannya "diam! "kata niko "apa kau tidak waras, kau juga tiba tiba muncul seperti hantu lalu menarikku dengan kuat dan membawa ku kemari hanya untuk berkata omong kosong"kata jeje "omong kosong katamu"niko semakin terlihat frustasi "ini karena aku peduli pada mu"kata niko "aku peduli padamu, tapi sepertinya di matamu kepedulian ku tidak ada artinya di matamu"kata niko jeje terdiam menatap pria di depannya yang terlihat sedang berapi api "aku- tidak- peduli"ucap jeje niko menyipitkan matanya lalu memandang ke arah lain sambil tertawa kecil "aku tau, aku tau kau tidak akan pernah peduli tentang apapun itu, bukankan kau membenci semuanya ya kan. Percuma juga aku berkata panjang lebar"mata niko berkaca kaca sementara di tempat lain jojo menatap teman temannya "pria itu pasti jatuh cinta dengan jeje"bisik jojo yang lain mengangguk sambil menanti perkataan jeje di sebrang melalui ponsel mereka "kau sudah tau mengapa kau masih melakukannya"kata jeje "itu karena-"niko terdiam "ku rasa kau sudah di butakan oleh drama kehidupan"kata jeje "kau lah yang buta sehingga tidak menyadari kepedulian seseorang"kata niko "karena kepedulian mereka palsu itulah yang harus kau tau"kata jeje dengan tenang "palsu katamu?"kata niko "lalu mengapa kau melindungiku dari serangan beruang waktu di hutan? Kenapa kau menutupi tubuhku dengan daun, kau juga meletakan ikat di emberku, kau juga memberikan topi mu untuk rizi, kau juga menolong mawar. Apa itu tidak peduli? Hah"kata niko jeje terdiam sesaat "bukan"kata jeje niko terlihat geram dan kesal "lalu apa namanya? Kau juga meminjam kan kaos dan hoodie mu waktu di kolam renang"kata niko "apa itu bukan peduli?"kata niko "bukan"kata jeje dengan muka datar "lalu apa?"kata niko jeje menatap ke arah jendela "kau tidak bisa menjawab kan?"kata niko "yang pasti itu bukan kepedulian yang seperti kau katakan"kata jeje sambil menatap niko "apa yang harus ku lakukan untuk mu agar kau tau apa itu kepedulian?"kata niko "jauhi aku"jeje menahan tubuh niko yang semakin mendekat "bagaimana aku bisa menjauh dari mu"kat niko dengan muka sedih "kau bisa biarkan aku pergi"kata jeje niko menggeleng kan kepala "bagaimana aku bisa membiarkan mu pergi begitu saja"kata niko jeje menatap niko dengan tatapan datar "kau mempersulit hidupmu"kata jeje "tidak"niko menggelengkan kepalanya "kau salah, kau lah yang mempersulit semuanya..demi tuhan"wajah niko memerah "aku?"jeje menatap mata niko "ya kau, kau tau mengapa aku tidak bisa membiarkan mu pergi? Dan mengapa aku tidak bisa menjauh ? Kau tau kenapa? KAU TAU!! KAU TAU!!"seru niko jeje tersenyum sinis "kau tidak tau kan?"kata niko "aku tau..tapi menurutku pendapat kita berbeda. Kau terlalu berbelit belit dengan takdirmu sendiri sementara aku tidak, kau juga bodoh kau bisa membiarkan ku pergi ya kau tinggal biarkan aku pergi saja tidak perlu di cegah atau di tahan simpel bukan?"kata jeje niko terkekeh "semudah itu jalan fikirmu"kata niko "kau salah je, salah sekali sungguh sangat sangat salah"kata niko "ya ya..mungkin kau berfikir kalau aku salah, nanti kau juga paham"kata jeje "kau lah yang harus paham"kata niko "aku dan aku saja yang ada di fikiran mu!!"kata jeje "karena aku mencin--"niko dan jeje melihat ke arah pintu archie dan wahyu berdiri di pintu "aku rasa aku mendengar suara dari sini"kata archie "aku juga"kata wahyu "he--"baru saja mau bersuara niko menutup mulut jeje dengan tangan nya "hmpph"jeje memberontak "aku bertanya padamu, apa kau membenciku?"bisik niko sambil menahan tubuh jeje agar tidak memberontak "ku rasa kita salah dengar"kata archie sambil kembali menutup pintu "plak"jeje menampar niko "uhh"jojo menggeleng kan kepalanya mendengar suara tamparan "apa kau gila, apa yang kau lakukan? Kau mau menculikku?"ujar jeje sambil mendorong niko "jika aku bisa aku akam menculikmu dan menyembunyikan mu dari mata dunia"kata niko sambil berdiri "aku bisa menghajarmu jika aku mau"kata jeje "mau kau menghajar ku sampai aku matipun tidak papa"niko mendekat ke jeje "ayo hajar aku! Ayo lakukan"kata niko "kau sudah tidak waras"jeje mengepal tangannya "dengar je"ucap niko dengan penuh kelembutan "mau satu pukulan atau seribu pukulan, aku akan terima jika kau yang melakukannya dan satu hal yang harus kau ketahui. Aku- tidak- akan -menjauh- dari mu"kata niko mata jeje menatap lurus ke depan "aku tidak akan menjauh darimu" "ah bagaimana kau bisa menyuruhku menjauh" "jangan kan satu hari, baru satu jam aja berat banget jauh darimu" "aku berjanji aku tidak akan membiarkanmu sendirian"mata jeje menerawang jauh ke belakang "mungkin hari ini kau tidak mengerti"kata niko "suatu saat nanti kau akan mengerti kenapa aku melakukan hal in-"kata niko "tidak perlu "jeje menatap niko dengan mata yang sangat tajam "aku mengerti kau sedang mencoba membawaku masuk ke dalam drama mu"kata jeje "drama?"niko terkejut mendengar ucapan jeje barusan "jika kau tidak menjauh dariku aku lah yang akan membuatmu menjauh"kata jeje sambil melangkah pergi "tunggu"niko memegang tangan jeje "brug"jeje menarik tangannya sampai tubuh niko ikut tertarik ke depan "jika kau menggangguku aku tidak akan segan melukaimu"bisik jeje di telinga niko lalu pergi, niko menatap jeje yang keluar dari pintu "aku juga tidak akan segan menerima semua luka itu dari mu"kata niko sambil menunduk "eh"ada sebuah ponsel "je, lu dah selesai?"ada suara dari ponsel itu niko memungutnya terlihat dari layar ponsel sebuah game masih menyala "je, lu gak papa?"ada suara wanita "je,lu oke"ada suara lainnya "je, lu kalau ada apa apa cerita je, jangan diam aja kebiasaan lu" "je..bagaimana kita ketemuan aja biar lu tenang" "dia diam aja jo, pasti dia keingat hal itu dan ku yakin ponselnya di banting nih" niko mendengar suara teman teman jeje "je...udahlah jangan diam aja" ada suara wanita lagi "hum..halo"kata niko "heh itu suara pria tadi"kata memo "bisa kah kita bertemu"kata niko "jeje nya mana?"tanya jojo "dia pergi"kata niko "hum..oke oke kau tau cafe love story?"tanya memo "tau tau"kata niko sambil mengangguk.


Rizi dan mawar menatap sebuah pintu "dia lama sekali"kata rizi "apa kau sudah bilang"kata mawar rizi mengangguk "tap tap tap tap"pintu terbuka jeje masuk menghampiri dua orang yang sedang berdiri di dekat kolam renang "jeje"mawar tersenyum "tap"jeje menahan tubuh mawar yang hendak memeluknya "oh..maaf aku terlalu senang"kata mawar "jeje kau dari mana saja?"kata rizi "kau marah padaku?"tanya rizi "apa aku mengatakannya?"jeje menatap air jernih di kolam "tidak"kata rizi "berarti kau tidak marah"kata mawar "bodoh sekali"ucap jeje "lalu kau kemana saja?"tanya mawar jeje melepas sepatunya lalu duduk di tepi kolam sambil merendam kakinya "kenapa kau tidak menjawab?"kata rizi "kau sedang ada masalah atau apa?"kata mawar "ha-ah..aku sedang ada kerjaan"jeje berdiri dan masuk ke sebuah ruangan "dia menjadi lebih dingin dari sebelumnya"kata rizi lalu mereka berdua melihat jeje sudah keluar dengan kaos lengan pendek dan celana panjang "jeje kelas akan di mulai bentar lagi"kata mawar "aku akan di sini sampai kelas itu selesai"jeje masuk ke dalam kolam "jeje kau tidak ingin mengatakan sesuatu "kata rizi jeje bersandar di dinding kolam "kalian ingin aku mengatakan apa?"tanya jeje "hum..sepertinya dia tidak tau"kata mawar dengan pelan lalu mawar duduk tak jauh dari jeje "jeje aku dan rizi mengkhwatirkan dirimu"kata mawar "setidaknya ceritakan kepada kami apa saja yang kau lakukan sampai kau tidak ke kampus dalam waktu yang lama"kata mawar "lalu?"jeje menatap mawar "sebagai teman kami ingin tau saja apa yang kau lakukan karena kami peduli pada mu dan tidak ingin ada sesuatu terjadi pada mu"kata mawar "jadi aku harus mengatakan sesuatu"jeje menatap rizi "ya, setidaknya ceritakan apa yang kau lakukan saat tidak ke kampus"ujar rizi "baik..jika kalian ingin tau"kata jeje "ya"kata mawar "aku kerja "kata jeje lalu dia diam "lalu?"kata rizi dan mawar bersamaan "ya ..aku kerja aja apa lagi"kata jeje "tidak ada yang lain?"mawar terlihat heran "kerja, makan, tidur,kerja udah"kata jeje "dia benar benar tidak pintar bercerita"kata rizi dan mawar di dalam hati "hum.."jeje melihat ke dua wajah temannya yang terlihat keheranan "apa aku salah bicara?"kata jeje "hum..tidak"kata mawar "kau tidak ke kelas sepuluh menit lagi masuk"kata rizi "tidak aku sudah kehilangan minat belajar aku akan berendam sampai kelas selesai"kata jeje "hum..lain kali jangan begitu ya, kau harus semangat belajar"kata mawar "jeje..cola dan camilan ada di kursi ini kami ke kelas dulu"kata rizi "ya"kata jeje sambil melihat kedua temannya yang tidak beranjak pergi "kenapa masih diam?"tanya jeje "hum.."rizi dan mawar saling bertukar pandangan "aku jadi malas ke kelas bagaimana bisa aku meninggalkan kau sendirian"kata rizi mawar juga mengangguk "selesai kelas kalian bisa ke sini lagi"kata jeje "pergilah, nilai kalian bisa terancam"kata jeje "tapi"kata mawar "aku menunggu kalian di sini jika kalian tidak ke kelas ya jangan harap untuk bertemu dengan ku besok"kata jeje rizi menatap mawar tiba tiba rizi tersenyum "selesai kelas kita kumpul makan bersama ya?"kata rizi "what??"kata jeje "ya"kata mawar dengan nada memohon "hm"jeje mengangguk.


Suasana sangat ramai orang orang lalu lalang "ayolah katakan sesuatu"kata niko "apapun akan ku lakukan sungguh"kata niko "hmm"memo menatap beberapa temannya "ayolah..aku yakin kalian pasti bukan hanya teman game nya kan?"kata niko tetapi lawan bicaranya tetap diam niko memijat dahinya perlahan "jojo..apa yang harus kita lakukan?"bisik ariel lama lama dia merasa iba melihat pria di depannya yang terlihat frustasi "tapi aku tidak yakin dengan pria ini"bisik jojo "baik lah jika kalian tidak mengatakan apapun"niko menunduk lalu membuang pandangannya ke arah lain "aku pamit terimakasih atas waktunya"kata niko "eh"ariel menahan tangan niko "ariel!"kata jojo "aku tau rasanya bagaimana jo, aku tidak bisa menahan"kata ariel "apa aku bisa mempercayaimu?"tanya ariel "aku akan melakukan apapun sungguh demi nyawa ku"ujar niko "aku juga tidak bisa banyak membantu"memo juga berdiri "tapi kami akan menceritakan satu hal tentang sahabat kami tapi kami tidak punya banyak waktu sekarang karena kami ingin ikut suatu pekerjaan di jepang"kata ariel "jepang?"kata niko "kami akan kerja sebagai pengisi suara "kata memo "dan satu hal tentang jeje adalah dia anak yang baik, penurut,sedikit pemberontak jika dia tidak suka dia akan melawan, dia "ariel menatap jojo "sudah cukup"jojo berdiri "hum...bisakah aku meminta nomor ponsel kalian?"tanya niko ariel mengangguk sambil mencatat nomor mereka ke sebuah kertas "sahabatku orang yang sangat suka dengan kepedulian tapi dia tidak tau dengan benar kepedulian itu sendiri, di matanya hanya ada drama masa masa yang menyakitkan"kata ariel lalu dia menepuk nepuk bahu niko "jika kau mencintai nya tolong jangan sakiti dia, dia gadis yang baik"setelah berkata begitu ariel pun pergi niko menatap beberapa nomor di kertas dan ada pesan singkat "aku akan memberitaumu tentang sahabatku nanti"niko tersenyum "setidaknya aku masih punya harapan"kata niko.


Di sebuah rumah makan mewah jeje menatap dua orang di depannya "bahaya jika anak genk langit melihat ku di sini"fikir jeje "kenapa kau tidak makan?"tanya mawar "ayo ayo makan"ucap rizi sambil meletakan daging yang dia panggang ke mangkok jeje "kau juga harus makan yang ini, ini sangat enak"mawar juga meletakan sepotong daging kepiting ke mangkok jeje "mereka melakukan apa yang di lakukan kak chai"fikir jeje "ayo je"kata rizi jeje pun memakan makanannya perlahan "dia kaku sekali"fikir rizi "kelihatannya jeje jarang merasakan perhatian dan kasih sayang"fikir mawar "aku senang sekali kita bisa makan di luar"kata rizi "benar aku juga"kata mawar jeje melihat ke dua orang di depannya makan dengan ceria dan tak lupa sesekali mereka mengambilkan lauk untuk nya "lain kali jangan ajak aku begini"ucap jeje "hm?"rizi terkejut begitu juga dengan mawar "kenapa?"tanya rizi dan mawar bersamaan "aku tidak suka"ucap jeje "hm..baik lah..maaf jika kau tidak nyaman"kata rizi "hum.."jeje terlihat sedang berfikir "apa yang harus ku katakan ya?"fikir jeje dia teringat dengan chai "terimakasih sudah mengundang kami makan bersama"dia teringat chai selalu menguncapkan kata itu saat di ajak makan dengan orang lain "gluk"jeje merasa sedikit aneh dia berdiri perlahan "ada apa?"tanya mawar "hum"jeje menatap sekitar ternyata tidak ada yang memperhatikannya "terimakasih sudah mengajak ku makan bersama"setelah itu jeje pergi rizi dan mawar saling melihat satu sama lain "waw"kata mawar "ku rasa kita perlu memberikan beberapa contoh agar jeje mengerti"kata rizi mawar mengangguk.


Wahyu melihat niko sedang memegang sebuah ponsel "ponsel siapa?"tanya wahyu "ini ponsel miliknya"ucap niko wahyu tersenyum melihat niko mulai kembali memiliki semangat "jadi kau bertemu dengannya?"ucap wahyu "aah..sayang sekali saat aku tadi mengatakan isi hati ku kalau aku mencintainya kau malah datang"kata niko "aku?"wahyu menaikan alisnya "kau tidak ingat kau membuka pintu bersama archie"kata niko "oh...jadi kau berada di dalam bersama nya?"kata wahyu "iya, aku membawanya aku pertama nya sangat gugup"kata niko "aku mencoba berbicara padanya semua yang aku rasakan"kata niko "lalu lalu lal..lalu bagaimana?"tanya wahyu "dia marah padaku dan mengancam akan menghajarku jika aku mengganggunya tapi yu, kau pasti tidak menyangka"niko tersenyum lebar "apa lagi ayo katakan"ujar wahyu "ternyata jeje memiliki beberapa sahabat dan aku sudah menemui sahabat nya dan bicara pada mereka dan pada saat itu aku merasa harapan ku yang hampir mati kembali hidup lebih kuat"kata niko "jangan lupa aku juga selalu mendukung mu"kata wahyu "iya iya..menurutmu kapan dia akan mengerti ya?"kata niko "yah..semuanya butuh proses niko, tapi ku yakin dia akan mengerti dan aku juga harus menunjukan perjuangan mu"kata wahyu "kau benar"kata niko "eh..ponselnya gak ada foto fotonya atau catatan gitu"kata wahyu "aku sudah mengecek nya tidak ada foto lain selain sketboard dan aku tidak berani buka yang lain kecuali galeri itu pun di depan sahabat nya "kata niko "baiklah simpan ponselnya besok kau harus mengembalikan nya sekarang ayo istirahat"kata wahyu sambil menepuk nepuk bahu niko dengan lembut "tuhan kabulkan lah harapan saudaraku"kata wahyu di dalam hati sambil menutup pintu kamar niko dengan sangat pelan.