
Jeje membuka matanya samar samar terlihat seseorang sedang tertidur di sofa, jeje langsung menarik selimutnya lalu turun dari tempat tidurnya jeje langsung tersenyum usil ketika mengetaui orang yang tidur di sofa adalah chai "griiittt"pintu terbuka jeje menoleh "nona"guman kal "ssttt"jeje memberi isyarat kepada kal agar kal tidak bersuara kal langsung mengangguk lalu jeje memberi isyarat lagi ke kal agar kal memberikan ponsel nya kal langsung memberikan ponselnya ke jeje. Jeje tersenyum usil setelah mendapatkan ponsel kal jeje berjalan perlahan mendekati chai "huf.."kal tersenyum melihat tinggkah jeje yang mengendap ngendap ke arah chai "hehe...sesekali aku harus mengabadikan momen ini"jeje mulai merekam vidio lalu memfoto chai, chai membuka matanya perlahan dia menyadari ada seseorang di dekatnya "kau lucu sekali"kata jeje dalam hati "tappp!!"jeje terkejut tangan nya di pegang kakaknya "kakak! "jeje langsung di tarik "anak nakal"kata chai "aduuuh..awas...lepas kan aku"kata jeje tetapi chai tidak melepaskannya chai perlahan duduk dan menarik jeje duduk di pangkuannya "kau sangat usil"chai mengetuk dahi jeje "kenapa kau harus bangun? Aku belum banyak memfoto mu"kata jeje "ponsel siapa itu?"tanya chai "ponsel kal"kata jeje. Chai langsung menarik jeje agar duduk di sebelahnya "kenapa kau tidur di sini kau akan terlambat ke kantor"kata jeje "aku tidak ke kantor"kata chai sambil memperhatikan adiknya yang terlihat sudah sembuh "kenapa? Kau bolos ya?"kata jeje "menurutmu kau tidak datang kekampus beberapa hari ini apa itu tidak bolos namanya?"kata chai sambil mengusap rambut jeje "hum..tidak itu namanya aku sedang cuti"kata jeje "oh..cuti ya"kata chai "iya..kau percaya pada ku kan?"kata jeje "iya ..aku akan selalu percaya padamu"ujar chai "kenapa kita tidur di rumah sakit?"tanya jeje "kau keracunan semalam, jadi kau di bawa ke sini"jawab chai "jadi apa yang kau rasakan sekarang?"tanya chai "oh..aku merasa aku lapar"kata jeje "huh"chai terkekeh "ku rasa kau sudah sehat"kata chai "tentu saja, apa kau tidak tau aku itu kuat sekali bahkan lebih kuat dari mu"kata jeje chai tersenyum lalu mengangguk "kita akan pulang, tapi aku ingin menanyakan kondisi monnie"kata chai jeje mengerutkan dahinya lalu menepuk pipi chai "kau juga harus menjenguk nya"kata jeje "kenapa? Aku sudah melihatnya bulan lalu"kata chai "kau harus sering sering menjenguk nya ayo lakukan"kata jeje "kenapa kau hanya menyuruhku, dia juga calon kakak mu kenapa kau tidak melihat nya"kata chai "aku ..hum..nanti apa yang harus ku katakan"kata jeje "sapa dia itu sudah lebih dari cukup"kata chai.
Niko melihat ke arah jendela namun terlihat kursi jeje kosong dan kotak makanan itu masih utuh "huf...kemana kau pergi"guman niko "ini pasti karena dia di buly waktu itu makanya dia tidak kembali"fikir niko.
Seorang pria berjas putih terlihat frustasi fikirannya teringat saat dia datang ke perusahaan milik chai "kenapa kau kembali, apa belum jelas perkataan ku berkali kali pada mu?"tanya chai "tuan..anda lah harapan perusahan citra jaya tolong lah berkerja sama"kata pria itu "lalu apa kau lupa dengan berita tentang citra jaya yang menipu banyak perusahaan setelah mereka kerja sama, dan juga para pegawai yang korupsi terus menerus"kata chai "itu hanya rumor tuan"kata pria itu "apa kau dapat membuktikannya?"tanya chai pria itu terdiam "gini aja hari ini aku sedikit ingin membantu mu, jual perusahaan itu pada ku dan aku akan membeli nya dengan harga tinggi"kata chai. Pria itu termenung matanya mulai berair para karyawan mulai meninggalkan perusahaan satu demi satu, utusan bank juga mulai datang menekannya rumah sudah di jual, mobil,dan juga lahan "citra jaya hancur"gumannya dia juga semakin heran karena setiap ada yang menawarkan kerja sama mereka langsung menghilang, dan berita buruk tentang perusahaan citra jaya sudah menyebar luas membuat siapa saja enggan bergabung dengan perusahaannya.
hari yang cerah jeje melompati pagar tembok itu "huah...lama sekali rasanya tidak melompat"kata jeje sambil jalan lagi, membuka lokernya meletakan beberapa ponsel di sana "tap!"jeje menutup pintu loker terlihat niko sudah di depannya "dasar sialan"fikir jeje sambil berbalik "tunggu!"niko memegang tangan jeje "apa apaan kau ini"jeje menarik tangannya "seharusnya aku yang berkata begitu"ujar niko "apa mak--- eh..lepas kan aku!!"niko menarik tangan jeje ke sebuah ruangan "aku membenci mu!!"kata jeje "ku bilang apa?"niko langsung memojokan jeje ke dinding "apa kau tidak dengar kau manusia yang menyebalkan"kata jeje "kau tidak masuk beberap hari, kau mengilang setelah menamparku"kata niko "kau pantas mendapatkannya"kata jeje "iya karena aku sudah mendapatkan semua pukulan mu maka kau juga harus mendapatkan cinta ku"kata niko "cih"jeje tersenyum sinis "cinta dan cinta apa hanya itu yang kau tau?"kata jeje "iya, hanya cinta yang ku tau karena semua yang ku lakukan aku melakukannya dengan cinta tidak seperti mu"kata niko "karena kau tidak pernah mengerti apa itu cinta"kata niko jeje tertawa "apa kau kalau dunia sudah menipu mu?"kata jeje niko mengangguk "aku tau. Aku tau dunia menipuku menghancurkan ku, menyakitiku tapi aku tidak menyimpan rasa benci di sini"niko menepuk dadanya "aku tetap menyimpan rasa cinta dan kasih sayang da--" kata niko "dan karena semua nya menyukai mu! Mengidolakan mu iya kan lalu itu yang kau sebut cinta hah!! "kata jeje "mereka lah penipu utusan dunia, asal kau mereka hanya terobsesi pada ku bukan menyukaiku seperti aku menyukai mu"kata niko "dan aku tidak menyukai mereka, aku hanya menyukaimu"kata niko "singkirkan tangan mu"jeje mencoba mendorong tangan niko dengan kuat dan ingin pergi niko langsung menarik jeje dan mencium nya "berengsek!!"jeje mendorong niko "setidak nya beri aku waktu untuk menunjukan padamu bahwa cinta tidak seburuk yang kau fikirkan"kata niko "tapi lebih buruk dari itu"kata jeje "kau salah"kata niko jeje langsung berjalan ke arah pintu niko segera menyusul "gritt"wahyu membuka pintu membuat tubuh jeje mundur mendadak niko langsung menahan tubuh jeje yang hampir terjatuh "du...h ngilang lagi tuh anak udah tau ada tamu yang datang"wahyu menutup pintu kembali "kau baik baik saja?"kata niko "awas"jeje mendorong niko "kau dan saudara mu sama saja!"kata jeje sambil membuka pintu "sraak"jeje berhenti berjalan meraba topi hoodienya yang tersangkut di gelang niko "aku bilang singkirkan tangan mu!!"kata jeje "bukan aku tapi hoodie mu"ucap niko jeje menatap nya dengan kesal "baik baik aku yang salah tunggu sebentar aku akan melepas nya"kata niko mencoba melepas hoodie yang tersangkut di gelangnya "huh dasar pembuat masalah"gerutu jeje "dasar tukang emosian"kata niko dalam hati dia tersenyum gelangnya sudah terlepas "hei"niko mengusap kepala jeje "huh"jeje menendangnya "berengsek!"jeje langsung pergi "aw..lumayan sakit jika kau nikah dengan ku kau harus berhenti menendang ku"kata niko.
wahyu meletakan dua botol di meja terlihat niko juga datang "kau dari mana saja bodoh"bisik wahyu "kerja"bisik niko "silahkan"kata archie dua orang di depan mereka langsung duduk "begini langsung saja ya, kami utusan dari beberapa kampus ingin mengajal kalian untuk berpartisipasi dalam sebuah acara"kata pria berambut rapi "baiklah dalam rangka apa?"tanya wahyu "dalam rangka hari valentine kita akan membuat acara adu bakat dan juga acara lain yang mengarartikan tentang baiknya cinta dan kasih sayang"kata kata wanita di sebelah pria tadi "ooh..ide yang bagus"kata archie "aku juga setuju itu sangat perlu setidaknya menyadarkan para bulying dan juga anak anak nakal lainya"kata niko "tapi kita belum tentukan lokasinya"kata pria itu "di sini saja"kara niko dengan semangat "deal!!".