
malam harinya..
bintang perlahan menghilang di tutupi awan hitam wahyu melihat niko duduk di teras sambil menatap langit "Hai" wahyu duduk di dekat niko "sejak aku melihat mu di hutan sampai di rumah kau jarang bicara? ada apa? " kata wahyu "niko aku bertanya " kata wahyu niko menoleh "ya baby" kata niko "baby? hei kau mimpi? " kata wahyu "oh" niko kembali menatap langit "aku kesal" kata niko "kesal? pada siapa? " kata wahyu "pada mu dan pada pak polisi kenapa kalian begitu cepat menemukan kami padahal aku masih ingin bersama nya" kata niko "astaga... anak bodoh jadi gak ada guna nyaa
aku kawatir pada mu ya, jadi kau lebih senang di hutan dari pada di rumah kau tau bahaya nya di hutan " kata wahyu "cuma di kejar lebah gak masalah kau tidak tau di hutan dia lebih banyak tersenyum dan juga perhatian" kata niko.
di dalam kamar...
"kau tau radha Krisna? " kata kata niko terngiang di telinga nya "shhhh" dia juga teringat saat niko kedinginan "sial!! " jeje memukul kepala nya "kenapa harus teringat dia terus" kata jeje .
ponsel nya bunyi "halo" kata jeje "ya ya sangat susah mengubungi mu ya " kata chai "kau hanya mengirimi ku pesan singkat" kata chai "oih kenapa kau memarahi ku" kata jeje "karena aku cemas pada mu" kata chai "buat apa kau cemas pada ku" kata jeje "jeje.. dengar ya.. kakak mu begitu karena dia menyayangi itu adalah cinta dari seorang kakak dan karena cinta nya itu dia selalu mencemaskan mu dan mengkhawatirkan mu setiap saat" kata monnie "terserah" kata jeje.
" kasih sayang adalah perasaan yang bisa di tunjukkan pada siapapun sedang cinta merupakan perasaan yang hanya di tunjukkan kepada orang spesial secara spesifik, seperti kekasih "jeje mengembalikan buku itu " ya ampun kenapa aku.. aku melakukan hal bodoh seperti ini"kata jeje "haah.. tapi aku ingin tau" jeje meremas tangan nya tapi dia tetap mengambil buku lainnya "Romeo dan juliet adalah kisah cinta yang sangat terkenal, dalam beberapa adegan nya yang terjadi begitu dramatis tapi itu semua karena cinta menggunakan perasaan bukan logika. perasaan berasal dari hati sedang kan logika dari otak. cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang menggunakan perasaan yang ada di hati, cinta sejati adalah rasa cinta dengan perasaan tulus yang datang dari hati yang terdalam" jeje menggelengkan kepala nya "sial aku bisa terpengaruh dengan buku ka monnie" kata jeje "apakah ada seseorang yang sering muncul dalam ingatan mu? muncul begitu saja dalam bentuk bayangan wajahnya, senyuman nya? tingkah nya itu ada beberapa kemungkinan pertama dia sedang memikirkan mu, kedua ada perasaan yang ada di antara kalian berdua, ada sesuatu yang kalian lakukan bersama, cukup" jeje melempar buku itu "dasar buku sesat!! " jeje menatap lukisan dan pantung yang ada di perpustakaan "Hai radha semua orang mengenal mu tapi aku tidak apa hubungan mu tentang dunia sesat percintaan" kata jeje "aku -- oh ya aku pernah menari tarian cinta radha Krisna" jeje mengambil kamera nya memutar video lama "hah.. benar kan" kata jeje "baik baik cari tau siapa radha" jeje kembali mengambil buku yang sebelumnya dia baca "radha adalah dewi cinta " jeje menatap lukisan itu jeje mengambil buku yang lain "cinta dan benci hanya di batasi garis yang sangat tipis namun perasaan cinta di dalam seseorang akan lebih besar dari rasa benci"jeje meletakkan buku itu " seharusnya aku gak di sini ini gara gara kak monnie "jeje pergi ke kamar nya dia menatap ponsel nya ada panggilan tidak terjawab dari nomor tanpa nama " pecundang "kata jeje.
keesokan hari nya...
" tap tap tap"jeje berjalan melihat sekitar nya "kenapa aku merasakan hal yang aneh di dalam diri ku kali ini" kata jeje "hei anak nakal" jeje menoleh "oih dosen payah bisa tidak jangan menyapa ku dengan tiba-tiba" kata jeje "kenapa? aku tidak melihat kau terkejut" kata Gilang "hei aku -- aku marah pada mu dasar bajingan!! " kata jeje "apa!! " kata Gilang "kau bajingan!! kau bilang ada tamu yang akan datang tamu apa nya??? mereka orang yang mau membuat masalah dosen macam apa kau ini" kata jeje "tidak kok tamu nya beneran datang kau kemana saja? rizi yang mengantarkan tamu nya ke kantor" kata Gilang "sungguh? " kata jeje "iya kau bisa bertanya pada nya dan kau kemana saja menghilang terus jika kau sering bolos nilai f untuk mu besok" kata Gilang "oih dosen payah!! kau tidak tau aku tersesat di hutan cuma berdua dan kau bilang aku bolos? " kata jeje "berdua? jadi kau bolos bawa teman? ku yakin bukan ke hutan siapa yang mau bolos di hutan aku dulu saja kalau bolos ke kafe eh-- maksud ku bukan aku" kata Gilang "oi oi.. kau pernah bolos" kata jeje "tidak" kata Gilang "dosen nakal" jeje pergi "aku ini dosen atau bukan ya? " fikir Gilang.
"baby... " niko berlari ke arah jeje "gawat dia kesini" fikir jeje "baby!! hei hei aku merindukan mu!! " seru niko "uh? " jeje melihat tangan niko merah "hum.. tangan ku bengkak karena lebah semalam hum.. kau baik baik kan? " kata niko jeje terdiam "kenapa? apa kau tersengat lebah juga? " tanya niko "apa ada yang sakit? atau.. apa ada yang terjadi aku menelpon beberapa kali tadi malam" kata niko "kenapa tubuh ku menjadi terasa panas dingin" fikir jeje "kenapa kau diam saat di hutan kau selalu mengomeli ku jujur ya saat ini aku masih kesal pada penyelamat itu aku masih ingin berdua denganmu lihat lah kau sekarang sudah menjadi sangat dingin sekali" kata niko "plak!! " niko terdiam ketika jeje memukul tangan niko yang merah "aahh.. baby? " niko terkejut "mau lagi? " kata jeje "sakit baby" kata niko "bodoh amat jangan ikuti aku!! " jeje pergi "apa? kau meninggalkan ku lagi? " kata niko "jeje" kata mawar "kita kumpul di kolam saja bawakan aku cola dingin" kata jeje "oke" kata mawar.