What Is Love

What Is Love
kampus kedatangan tamu



"humm.. hm.. " niko membuka sedikit matanya "kita akan terlambat nanti" kata wahyu "huaaamm.. ngantuk banget yu" kata niko "ini jam tuju kau mau ke kampus jam berapa? " tanya wahyu "humm.. " niko duduk dan kembali menguap "bagaimana jika di kampus jeje di dekati yang lain? " kata wahyu "archie!! " niko langsung melompat dan lari ke kamar mandi "giliran jeje ada langsung ngebut" kata wahyu.


chai melihat jeje memegangi lehernya "apa leher mu sakit? " tanya chai "hum.. " jeje mengangguk "sakit sekali rasa nya kak" kata jeje "kau tidak habis berkelahi kan? " kata chai "tidak.. " kata jeje sambil duduk di kursi nya "milli setelah ini ganti ranjang dan bantal nona" kata chai "kenapa? " kata jeje "agar leher mu tidak sakit" kata chai "oi.. oi.. ini gara gara tad--" jeje diam "gawat nih aku bisa di ceramahin kak chai kalau aku tadi malam bergadang sampai pagi " fikir jeje "kau mengatakan sesuatu? " kata chai "tidak ada" kata jeje.


"ka tidak akan bisa mengalah kan chai" kata seorang pria dengan tato ular di tangan nya "chai bukan orang sembarangan dia berkerja sama dengan banyak mafia terkenal seperti tuan fang " kata pria itu "tidak papa" kata alder "suatu saat nanti aku bisa menghancurkan nya " kata alder "jika kau ingin menghancurkan nya dengan melawan nya kau akan mati " kata pria itu "aku juga punya pasukan seperti nya" kata alder "tapi sampai sekarang kau masih saja kalah dari nya" kata pria itu alder terlihat kesal tapi dia tidak menyangkal dia memang selalu kalah dari chai bahkan usaha nya semalam juga gagal untuk mengacaukan perusahaan baru milik chai tetapi semua orang suruhan nya tidak kembali "untuk mengalahkan orang kuat harus menggunakan akal" kata pria itu alder memperhatikan pria itu "cari lah kelemahan nya" kata pria itu dengan tenang.


jeje keluar dari mobil "kau lihat dulu calista chaije cek keadaan di sana baru datang ke sini" kata jeje "hum.. ya ya" kata kal "aku pergi dulu" kata jeje kal langsung menjalankan mobilnya "Steven kau jaga jaga kalau ada serangan mendadak di kampus" kata kal "iya iya aku lagi membeli camilan" kata Steven di telpon.


mobil hitam meluncur di jalanan "begitulah tuan, pria berkemeja itu menghilang tapi kal mengatakan kalau pria itu adalah han " kata hary "han"chai masih menatap layar ponsel nya " iya tuan ada kemungkinan han masih hidup "kata hary " telpon kal suruh beberapa pengawal mengawasi kampus nona"kata chai "baik tuan" kata hary.


bell berbunyi rizi keluar dari kelas "jeje kemana ya? " kata rizi "hei makan bareng yuk" kata anggel "tunggu kita cari yang lain" kata mawar mereka pergi mencari vito "dimana jeje? " kata rizi "kami juga gak tau" kata vito "tadi aku melihat nya bukannya dia di kelas? " kata mawar "tidak ada dari tadi" kata dila "dimana dia? " kata anggel "huff.. di mana lagi kalau gak di dekat air" kata rizi.


"huaam.. udah ngantuk malah di suruh ngangkat beginian"niko membuka pintu sambil membawa box besar " eh.. "dia melihat ada orang tidur di atas pelampung besar " itukan dia"kata niko dalam hati "pasti dia di--" rizi melihat niko memegang box besar "kak niko" kata vito "ssttt" kata niko sambil melihat ke arah kolam dia langsung meletakkan box itu ke lantai "dia lagi tidur" kata niko "astaga.. dia kok tidur di situ" kata anggel "tidak papa kalian pergi sana" kata niko "hmm? " vito menatap niko "kenapa? " kata niko "kakak mau ngapain? " kata vito "aku juga mau tidur di kursi itu aku juga ngantuk jangan berisik sana" kata niko "sudah ayo" rizi membawa teman teman nya pergi niko kembali mengangkat box itu dan menyimpan nya lalu duduk di tepi kolam melihat jeje yang tertidur pulas "kau pasti juga mengantuk kan" kata niko dalam hati dan kembali teringat kejadian tadi malam. "pid jika kau buat tim ini kalah aku akan menggantung mu di atas kolam buaya" kata jeje "iya iya aku akan fokus untuk menang" kata niko, "majuuuu" kata jojo "lawan lawan.. jangan kasih ampuuun" kata Ariel "pid!! jangan diam saja majuuu" kata jeje "oke oke" kata niko, cepat cepat "kata memo mereka terus bermain sampai larut " yeaahh.. menaaaang.. aku bangga pada mu pid, rasanya aku ingin menendang mu"kata jeje "yeeahh menaang" kata jojo "kenapa kau mau menendang nya? " tanya memo "dia mulai pintar gak sia sia aku mengajari nya ayo main lagi sampai pagi".niko tersenyum " rasa nya aku ingin satu rumah dengan mu"guman niko "siaal!! " jeje terkejut saat membuka matanya melihat niko ada di tepi kolam "eh.. maaf maaf" kata niko jeje langsung ke tepi "kau sedang apa dasar kurang ajar! " kata jeje "bu.. bukan apa apa! aku tadi sedang mengantar box dan aku melihat mu ku fikir kau pingsan" kata niko "banyak alasan" jeje tidak melihat ada box di dekat niko "sungguh aku tidak bohong" kata niko "plak" jeje menampar niko "eh" jeje menyadari ada sesuatu di leher niko jeje langsung menarik niko agar niko berputar ada stiker beruang di leher niko dia kembali teringat si stupid anak baru di dalam game "ada apa? " kata niko jeje mundur "apa ini kebetulan ya? " fikir jeje "apa sih? " kata niko "dari mana kau dapat stiker yang di leher mu" kata jeje "stiker? " niko meraba leher nya "waduuuh.. gawat.. ini pasti stiker yang ada di kamar kok bisa lengket di leher sih" fikir niko "habis lah dia pasti curiga, kata niko dalam hati " pergi sana! "kata jeje " hum? "niko kebingungan " iya sana pergi "kata jeje niko pun berjalan keluar pintu jeje langsung mengeluarkan ponsel nya melihat layar ponsel nya " huff... bagus lah barusan fikiran ku salah"ucap jeje.


"huff.. untung aja cuma satu yang nempel" kata niko sambil terus berjalan membawa buku keluar kelas nya. "jeje kau mau kemana? " tanya Tini sambil menatap jeje yang berdiri "ke toilet" kata jeje "oke pergilah" kata Tini, jeje keluar kelas "apaan sedikit sedikit bertanya dosen memang menyebalkan" jeje memperhatikan seseorang yang mencurigakan "siapa itu jangan jangan" jeje melihat sekitar lalu segera berlari untuk memastikan apa yang dia lihat "pasti penyusup lagi gak bosan apa mengganggu anak baik seperti ku, kita lihat aku akan menangkap mu habis lah kau jadi acar"jeje terus berlari " bruaaakk!!! "jeje terjatuh di lantai " ffuuucckk!!! "seru jeje " kau baik baik saja"kata niko "kenapa kau ada dimana mana aku muak deng--" jeje melihat beberapa stiker beruang jatuh dekat tumpukan buku "haaah.. nanti saja" fikir jeje sambil berdiri dan lanjut berlari "ku fikir aku bakal kaya di film film dia jatuh aku yang tanggap kan romantis" kata niko "hei" jeje menarik orang yang dia kejar "kak Steven? " kata jeje "Hai nona" Steven tersenyum, melihat raut wajah jeje Steven pun bertanya tanya "ada apa nona? " tanya Steven "ku fikir kau penyusup dasar sialan ngapain juga kakak di sini? " kata jeje "mengawasi keadaan kampus" kata Steven "ya.. jangan di sini gimana kalau ada yang lihat? " kata jeje "iya iya aku akan pergi " kata Steven "pergilah siap kan mobil aku akan ke sana mengambil sesuatu lalu pulang" kata jeje "sudah selesai kelas? " tanya Steven "sudah cepat sana" kata jeje Steven pun pergi.


jeje berjalan ke arah loker nya "waktu itu di loker ku ada stiker beruang, di meja juga, kotak makanan juga, dan aku menyuruh si pid memakai stiker beruang karena aku sering melihat nya, lalu kenapa pecundang juga memiliki stiker beruang sebanyak itu? apa gunanya juga" jeje membuka loker nya mengambil pena lalu menutup pintu loker "****!! " kata jeje di saat berbalik archie tiba-tiba muncul di depan nya "oh.. maaf membuat mu terkejut" kata archie jeje menatap archie "hum.. aku ingin bicara pada mu" kata archie "tidak sekarang" kata jeje sambil bersiap untuk pergi "kau selalu tidak punya waktu untuk ku, bahkan untuk bicara berdua pun tidak bisa kenapa sulit sekali" kata archie jeje berhenti lalu berbalik menatap mata archie "waktu ku bukan milikmu" lalu jeje kembali pergi "aku cuma takut, kau menjauh dan semakin menjauh" kata archie.


jeje melompati pagar tembok lalu berjalan menghampiri mobil merah "jeje nanti malam main lagi gak? " jeje membaca pesan di ponsel nya "kita mau ke mana? " tanya Steven "ke calista chaije, kata jeje.


empat orang pria berjas hitam keluar dari sebuah gedung besar mereka menghampiri mobil berwarna merah " silahkan nona"kata mereka sambil membuka pintu jeje keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung itu "kak kal" kata jeje "ah.. kebetulan kau datang aku tadi mau pergi melihat orang orang yang ingin interview kerja karena kau sudah datang kau yang lakukan aku akan mendampingi mu" kata kal "tapi gimana? " kata jeje "ayo sekalian belajar" kal menarik jeje ke sebuah ruangan "pakai pakaian ini" kata kal "aih.. yang ini saja " jeje melepaskan hoodie nya lalu memakai kemeja putih "dan siap siap mereka akan datang" kata kal sambil duduk di dekat jeje tak lama kemudian ada seorang pria dengan kemeja biru datang "permisi" kata nya "silahkan masuk" kata jeje "duduklah" kata kal pria itu pun duduk dan memperkenalkan dirinya.


chai datang ke calista chaije dengan beberapa bodyguard "tuan" Steven menyambut nya "bukan kah kau seharusnya ada di kampus? " kata chai "nona sudah selesai kelas dan langsung meminta kemari" kata Steven "dimana dia? " kata chai "sedang meng interview bersama kal" kata Steven chai mengangguk dan tersenyum .


"tunggu beberapa hari perusahaan akan mengabari mu" kata kal "terimakasih" kata seorang wanita "hum tunggu" jeje mengeluarkan sebuah box "oleh oleh dari perusahaan" kata jeje "terimakasih terimakasih nona tuan" kata wanita itu "bye" kata jeje wanita itu mundur dan langsung pergi "silahkan selanjutnya" kata kal pintu terbuka jeje mengerutkan dahinya melihat siapa yang datang begitu juga dengan orang yang baru masuk dia langsung mematung "seperti nya yang satu ini gak asing" bisik kal "aku juga kaya nya pernah memukul nya" bisik jeje "ka.. kau.. " wanita itu berkata terbata-bata "silahkan duduk" kata kal "bruugg" wanita itu jatuh pingsan di lantai "yo.. ku rasa dia gugup" kata jeje "halo.. tolong angkat wanita di ruang interview" kata kal "siap" kata seorang pria di telpon chai melihat dia orang pria mengangkat seseorang "tunggu! " kata chai "siapa itu? " tanya chai sambil melihat wanita yang mereka bawa "ini kan.. anaknya rohan" fikir chai "aku tidak tahu tuan dia siapa dia pingsan saat hendak interview" kata mereka "letakan saja di sana aku akan telpon keluarga nya" kata chai sambil menatap bai "baik" bai mengerti maksud chai dia langsung mengeluarkan ponsel dari jas nya untuk menelpon rohan.


"kakak" jeje melihat chai "hum, apa kau sedang berkerja? " tanya chai jeje menatap kal di samping nya "hum.. aku sedang kerja apa anda ingin interview tuan? " tanya jeje chai langsung mengetuk kepala jeje "baik aku ingin interview tapi ngomong ngomong aku akan dapat pekerjaan apa? " kata chai "hum.. tukang angkat barang" kata jeje "oh.. tidak bisakah aku jadi asisten mu? " kata chai "baik baik bisa sekarang bisa bawa aku makan aku lapar" kata jeje chai tersenyum singkat "ayo kal bawa yang lain kita cari makan bos kecil sudah lapar" kata chai kal mengangguk sambil tersenyum.


rohan mengangkat seorang wanita masuk ke dalam rumah nya "kenapa dia? " tanya imlie "awas dulu.. biar aku letakan dia dulu" kata rohan imlie mengangguk sambil memberikan jalan rohan meletakkan wanita yang dia bawa ke atas sofa "kenapa dengan anak ku? " kata imlie "tuan chai bilang bunga pingsan saat hendak interview jadi menyuruhku membawa pulang" kata rohan "bunga.. bunga.. nak.. bangun" kata imlie "bunga" kata imlie sambil menggoyang goyang kan tubuh anaknya yang masih belum sadar.


"aduh.. aku lapar banget " kata jeje "kalau begitu makan lah yang banyak" ucap chai "hum.. makanan di sini sangat enak" kata jeje "tentu saja kau tau koki yang membuat makanan kita barusan" kata chai "hum" jeje dengan mulut masih mengunyah menatap chai "dia koki dari luar negri, kalau yang di sini tadi dia chef terkenal di Indonesia" kata chai "kok kau tau? " kata jeje chai tersenyum "aku baru saja membelinya beberapa hari lalu" kata chai "puufff.. " jeje terkejut "pelan pelan" kata chai "kenapa? kau membeli nya? " kata jeje "aku ingin saja" kata chai "astaga.. lain kali beri tau aku dulu" kata jeje "aku sudah mencoba memberi tau mu tapi kau sibuk dengan game mu" kata chai "kan biasanya kau mengganggu ku saat aku bermain kenapa tidak mengatakan saja saat aku bermain game" jeje mengambil sepotong cumi cumi di piring nya "sudah lah makan saja nanti lihat monnie" kata chai "oke" kata jeje.


di rumah sakit...


malam harinya..


jerico menyalakan motor di depan nya jeje masih duduk santai di dekat kal, sara sudah siap di atas motor nya dia melirik ke arah jeje yang masih duduk dengan tenang "jeje yok" kata jerico "ayo semangat" kata kal jeje berdiri dan naik ke atas motor nya menuju area "siap semuanya!!! " seru mc "siaaapppp!!! " seru para penonton "gimana para pembalap?? " tanya mc semuanya mengacungkan jempol "baiklah.. kita mulai saja" kata mc seorang gadis dengan pakaian minim berjalan ke tengah dengan membawa bendera "siaappp... satu... dua.. " kata mc "fokus je... fokus" fikir jeje "tiga!!!!! mulai" kata mc semuanya pembalap melajukan motor nya masing-masing.


keesokannya..


jeje membuka pintu kelas "masuk saja" kata Tini jeje berjalan ke arah kursi nya "baik kita akan kembali ke materi kita ya--" ada suara ketukan di pintu "permisi bu" kata niko "oh ada apa? " kata Tini "boleh minta waktu nya sebentar" kata niko "masuk niko" kata Tini niko pun masuk ke dalam kelas "halo semuanya.. saya ingin menyampaikan kepada rekan rekan sekalian hari ini kita akan kedatangan tamu dari kota lain di harapkan nanti kita sama sama menyambut nya dan juga kita sama sama menjaga sikap kita" kata niko "dan juga nanti kita akan mendapatkan tamu dari luar negri jadi di harapkan kita dapat berkerjasama" kata niko "baik kaak!! "seru yang lain " terimakasih kasih dan maaf waktu belajar kalian jadi terganggu, terimakasih ibu saya permisi dulu"kata niko sambil melirik ke arah jeje lalu pergi keluar.


tak lama kemudian bel terdengar semua mahasiswa keluar dari kelas "itu kayanya tamu kita" kata beberapa orang sambil melihat empat mobil masuk ke parkiran kampus "ayo kita sambut " kata baim. "jeje ayo" kata dila sambil melihat jeje masih duduk di kursi sambil memakan camilan "pergi saja sana jangan ganggu aku" kata jeje "ayo ayo" kata vito.


ridho dan para dosen lainya juga ikut menyambut "mari jika ingin melihat lihat dulu " kata Gilang "kita ngobrol aja dulu" kata seorang pria tinggi dan berkulit putih "ayo ayo silahkan" kata Gilang "mari silahkan" kata nilam "duuh... cakep cakep banget" kata adhi "sstt... mulut kalian" kata leo.


di sebuah ruangan...


beberapa dosen duduk dan ngobrol dengan para tamu "begini pak kami utusan dari lima kampus kebetulan ingin menyampaikan kalau akan ada sebuah acara besar di gedung satria " kata pria tinggi itu.


empat orang melihat lihat ke sekitar kampus "itu pasti yang dari luar negri" kata leo archie dan niko memandu mereka "mati aku mereka pakai bahasa apa ini? " fikir niko "kok mereka gak pakai bahasa Inggris sih" kata archie dalam hati "ohh.. lihat"salah satu dari mereka menunjuk ke beberapa tempat " aku kenal bahasa ini"niko menatap archie begitu juga dengan archie "maaf kak bisa kah kamu memakai bahasa Inggris" kata archie "oh tentu" kata mereka.


"aku selalu menang" kata jeje "hebat dong ku rasa para pembalap lain pasrah" kata jojo "hum.. nanti kita bahas lagi aku lapar" kata jeje "oh.oke aku juga mau belanja dulu" kata jojo jeje mematikan ponsel nya lalu membuka pintu "hum?? " orang orang di depan nya memperhatikan nya "aduh" kata archie dalam hati "dia salah satu ad-" kata niko "halo" pria berkulit putih menyodorkan tangannya ke jeje "halo salam" kata jeje setelah lama diam "wow.. kau paham bahasa ku? " tanya pria itu niko menatap jeje "apa lagi akan dia katakan" fikir niko lalu dia memberi isyarat agar jeje menjaga sikap ke orang di depan nya jeje menyadari itu langsung tersenyum usil "matilah aku" kata niko dalam hati "ya.. sedikit" kata jeje "halo aku big, ini than,ini fan,ini niki" kata big "aku jeje" kata jeje kemudian jeje pergi melangkah "ouh jeje" kata big jeje berbalik "archie di mana kau menemukan orang orang aneh seperti mu? " kata jeje niko mengusap wajahnya "dah lah" kata niko dalam hati "hum.. kalian pergi saja aku benci berbicara panjang" kata jeje big menatap teman teman nya "oh.. ya sampai ketemu nanti" kata big "entah apa yang dia bicara kan ku yakin habis ini aku dapat nilai f" kata niko dalam hati jeje pun pergi "dia orang yang unik" kata than "ya.. itu menarik" kata big "ayo kita lanjut" kata niki.


"jadi kami boleh melihat lihat sebelum pergi? " tanya seorang pria "boleh boleh silahkan" kata ridho "mari saya antar" kata wahyu sambil berdiri enam orang tamu juga berdiri dan keluar dari ruangan itu.


niko memperhatikan big dan yang lainnya "bisa kah kami menemui para dosen" kata niki "boleh aku akan mengantarkan kalian" kata archie "baik lah" kata fan "ayo" kata niko "di sini sangat damai ya" kata than.


niko menghela nafas setelah mengantar tamu "akhirnya" kata archie "tapi tadi itu bahasa apa? " kata archie "setahu ku big itu menggunakan bahasa Thai kalau niki kaya nya bahasa Mandarin" kata niko "halo" ada enam orang menghampiri mereka "halo" kata archie dan niko "kami mencari kantin dan toilet" kata salah satu dari mereka "aku bisa mengantar kalian ke toilet" kata archie "baik kalian ke kantin saja duluan kami ke toilet dulu " dua orang pergi bersama archie dan sisa nya pergi dengan niko "gawattt kok ada jeje di sini" kata niko dalam hati "ini kantin nya silahkan jika ingin memesan ke meja sana" kata niko empat wanita di dekat nya tersenyum .


"ha.. jeje kemana? " vito melihat jeje gak ada di kursi nya "tadi kan di sini" kata dila "waduhh ayo cari" kata mawar.


niko melirik ke arah jeje yang sedang menikmati makanan nya "hum.. kalian bertiga aja sana pesan aku nitip aja capek nih" kata wanita berbaju biru "oke kami pergi dulu" kata ketiga temannya "hum.. nama mu siapa? " tanya wanita itu sambil menatap niko "aku niko" kata niko "aku sakura" kata wanita itu sambil terus menatap niko "sial.. ini tidak nyaman" kata niko dalam hati "kamu kayanya orang yang gak suka bergaul ya, dari tadi diam saja" kata sakura niko hanya mengangguk "yu... tolong" kata niko dalam hati "hum.. kalian bisa lanjutkan sendiri kan, aku akan pergi" kata niko "hum.. kau mau kemana" sakura memegang tangan niko erat erat "tetap lah di sini gimana kalau kami butuh sesuatu" kata sakura "hum.. baik" kata niko sambil berusaha menarik tangannya "ngomong ngomong kamu biasa nya ikut kegiatan apa? " tanya sakura "hum.. basket" kata niko "wah.. sudah tampan pintar main basket lagi" kata sakura "ya.. tangan ku tolong" kata niko "aah.. kenapa kau dingin sekali apa kau tidak menyukai seorang gadis" kata sakura "aku.. aku punya pacar" kata niko "huff.. hahahaha.. huahahahha.. sial aku mau ketawa melihat pemandangan di depan ku.. hahahahah.. kenapa pecundang jadi takut dengan wanita hahaha kemarin gaya nya sok berani huahahaha" jeje tertawa puas di dalam hatinya "jeje ka di sini" rizi dan yang lain datang "kemari lah" kata jeje "kak niko kenapa? " tanya mawar "dia keliatan tidak nyaman" kata dila "biar saja" kata jeje. "oke pesanan akan datang" ketiga temannya datang "" hei kalian lihat gimana misalnya kalau aku dekat dengan pria ini"kata sakura "haah.. ku rasa dia akan tertekan" "benar kau kan boros" "haahaha.. kau mau dengan pria ini? " kata teman teman nya "aahh.. kalian kenapa buka aib ku" kata sakura "jangan pegang pegang tangan nya sakura ini tempat orang jaga sikap" kata salah satu temannya "jeje kenapa kau tertawa" kata mawar "hum.. aku dari tadi diam saja" kata jeje "kau keliatan seperti menahan tawa" kata vito "kak niko kirim pesan" kata rizi sambil menunjukkan ponsel nya "tolong panggil kan wahyu, atau bantu aku pergi" jeje terkekeh menikmati penderitaan niko "kak wahyu kan lagi ngumpul bareng dosen" kata mawar "niko bisa kita foto" kata sakura "aku gak suka berfoto" kata niko "sakura jangan memaksa" kata teman teman nya bibi kantin datang mengantarkan pesanan "cih.. makanan apa ini kok geli sekali" sakura membuang seporsi mie ke lantai "sakura!! apa apaan kamu ini" teman teman nya marah "maaf aku kaget aku kita tadi itu kotoran" kata sakura "ku rasa dia mirip dengan bunga" kata dila "tidak papa nanti aku ganti" kata bibi kantin "oi.. oi bibi" jeje menghampiri bibi kantin "iya je" kata bibi kantin "aku juga mau seporsi mie" kata jeje "tambah juga buat yang ada di meja saja" jeje menunjuk ke arah teman temannya "niko apa kau makan mie juga? " sakura menatap niko "maaf ya atas ketidak nyamanan nya" kata teman teman sakura "hum" niko mengangguk. jeje memilih milih camilan "ini " bibi kantin mengantarkan pesanan milik sakura lalu milik nya "di kampus kita kok gak ada yang begini ya" kata sakura bibi kantin membersihkan kotoran yang di lantai akibat sakura tadi "mana sih mereka kok lama banget" "iya ke toilet aja lama banget" kata teman teman sakura "nih mau gak" jeje meletakan beberapa bungkus camilan ke atas meja "niko nanti kita habis ini foto ya sekali aja" kata sakura niko menganggukkan kepala "yeah" sakura senang "byurr!! " jus nya tumpah mengenai bibi kantin "ya ampun" teman teman sakura langsung berdiri dan mengambil tisu niko ingin menolong tapi sakura memegang tangan nya "maaf" kata sakura "jeje" vito memegang tangan jeje muka jeje terlihat tidak senang melihat sakura "plak" sakura terkejut melihat ada benda mengenai kepalanya jeje bediri di hadapan sakura dan niko "maaf permen karet ku melompat" kata jeje tema teman sakura pergi membawa bibi kantin, what?? permen karet "sakura meraba rambut nya " kau ini gimana sih pasti sengaja ya"kata sakura "kenapa? " kata jeje "eeew.. pasti kotor" kata sakura "tinggal cuci" jeje menyiram jus niko ke rambut sakura membuat sakura semakin terkejut "niko.. apa ini teman mu atau adik kelas mu" tanya sakura jeje mengeluarkan pisau kecil dari saku nya "lepas tangan mu dari nya atau aku memotong tangan mu" kata jeje "berani sekali kau mengancam ku? apa hubungannya dengan mu? aku ini tamu" kata sakura lalu dia menatap niko "niko kau akan diam saja saat tamu di kampus mu di tindas? " tanya sakura "gret" jeje menarik tangan sakura lalu meletakan nya di meja dan mengayunkan pisau "jeje!! " niko panik "teekk!! " sakura gemetar perlahan membuka matanya melihat pisau kecil itu berada di antara jarinya "hanya tamu yang mengerti sopan santun di Terima di sini bukan seorang penggoda" kata jeje "ada apa? " dua tema sakura datang dengan archie "teman ku aku di tindas di sini dan aku juga di lempari aww" sakura terkejut jeje melempari nya dengan permen "cukup je"niko menarik jeje ke arahnya temannya sakura yang lain datang " aku sudah melemparmu baru boleh kau cerita ke teman mu jika aku belum melempar mu itu fitnah"kata jeje "sakura cukup jangan buat masalah" kata ketiga teman wanita nya kemudian mereka cerita ke dua teman nya "oh.. maaf" kata dua pria itu "teman kami memang suka usil" kata mereka "oi.. oi.. tidak papa aku juga suka usil" kata jeje "kalau begitu kami pamit dulu" kata mereka niko berjabat tangan dengan mereka archie mengantarkan mereka keluar jeje tersenyum sambil memberi jari tengah ke sakura yang melihat ke arahnya niko tersenyum melihat jeje yang di samping nya jeje menoleh melihat niko menatapnya "apa kau lihat lihat? suka ya di goda gadis itu" jeje menarik tangan nya lalu kembali duduk ke meja nya tadi niko berbalik menatap jeje "baby kau marah? " tanya niko semua teman teman jeje pura pura sibuk seketika "hei baby aku bertanya" kata niko jeje menatap niko "aku sudah punya pacar" kata jeje niko terkekeh melihat muka jeje "kenapa dia jadi kesal juga padaku" fikir niko sambil berdiri dan mengambil minuman di kulkas dia terus menatap jeje tanpa henti teringat jeje memarahi sakura membuat niko tak bisa berhenti tersenyum sambil melihat stiker beruang yang dia keluar kan dari saku nya.