
"wuizz"jeje meluncur dengan kecepatan tinggi "hei"orang orang berteriak "jeje!!"wahyu langsung menghentikan nya "apa kau tau tidak boleh menggunakan sketboard di sini dan kau melakukan nya berkali kali"kata wahyu dan jeje bersamaan "kau meniru ku?"kata wahyu "kau banyak bicara dan"jeje melihat di mading ada pengumuman tentang perkemahan "apakah orang sepertimu tertarik ikut perkemahan?"kata wahyu "oh jadi kau tukang menulis pendaftaran nya jadi berapa orang yang sudah daftar?"tanya jeje wahyu terkejut ternyata gadis nakal dan suka buat onar di kampus bisa tertarik pada acara perkemahan dan bicara pada nya "belum ada yang daftar ku fikir tidak ada yang tertarik jadi apa kau ikut"kata wahyu "humm..jika tidak ada yang ikut maka aku akan pergi kau ingat itu ya"jeje pun pergi jalan menjauh "wah ini kejutan"kata wahyu "dia bicara apa?"kata niko datang "bukan apa apa"kata wahyu sambil jalan "hei.. Aku melihat kalian berbicara dengan obrolan panjang"kata niko "wah"wahyu menatap niko "kenapa kau sekarang jadi peduli dengan hal sepele seperti ini"kata wahyu "aku cuma tanya"kata niko "ooh jangan jangan orang yang kau ceritakan pada ku itu je ...hmmmp"mulut wahyu di tutup "jangan asal bicara kamu"kata niko kesal.
"aku belum pernah ke rumah anak itu dan aku juga tidak tau lokasinya"kata seseorang yang sedang menelpon "lalu di mana anak itu?"tanya lion "ada di tempat dia kuliah aku juga tidak tau di mana kampus nya tapi kau harus cari tau tangkap dia dan paksa dia untuk memberikan dokemen itu"kata orang itu dengan tersenyum penuh kelicikan.
Kelas sudah selesai dan mahasiswa sudah pada pergi masing masing "jeje bangun"kata vito "iya hum..huam sudah bubar ya"kata jeje "aku duluan"kata vito, jeje keluar tampak rizi dari jauh dengan membawa minuman dan mawar ada di sisi rizi "yu mereka siapa?"tanya niko "mereka ini kakak nya jeje jadi ingin bertemu dengan jeje semoga aja jeje belum pergi"kawa wahyu sambil terus melangkah "kok aku gak yakin jeje punya kakak bentuk nya begitu mirip aja tidak "fikir niko jeje tersenyum tipis melihat rizi bersemangat tapi seketika senyuman itu hilang "nah itu jeje"kata wahyu "orang itu"fikir jeje "itu dia kak"kata wahyu "lihat dia malah diam di tempat"kata mawar "mereka malah datang ke sini apa rencana ku gagal"fikir jeje dua pria itu berjalan tidak jauh dari rizi "wuiz"jeje segera lari dengan sketboard nya "kejar dia"kata azam "aduh"mawar jatuh karena kena lion yang berlari kencang "loh"wahyu heran "skiitt..."sketboard semakin kencang menabrak tong sampah "jangan lari"kata lion "**** **** ****"jeje meninggalkan sketboard nya sambil terus berlari dia menjatuhkan kursi,tong sampah,vas. "jeje dalam bahaya"kata mawar "mana dia"fikir azam "greb"jeje menarik mawar dan rizi ke lab "kalian lihat kan segera lari atau mati"jeje pergi "itudia di bawah"kata azam "bruag"jeje jatuh di tangga lalu dia berdiri lagi "dorr dorrr dorrr dorr prang!!! "kaca pecah terkena tembakan niko melihat itu lalu mengambil telpon untuk menelpon polisi "greb"tangan niko di pegang kal "hah"niko kaget melihat pria bermasker dan bertopi hitam sudah ada di sisi nya "aku polisi "kal menunjukan surat kepolisian dari sakunya "sial sial"jeje menghindar lalu keluar gerbang "wuuit"ada mobil yang tiba tiba menarik nya dengan cepat "wah aku kaget"kata jeje "apa kau terluka"kata kal "tidak "kata jeje "sini tangan mu "kata jerico "ikuti dia"kata lion "eh tunggu aku belum menelpon polisi lalu kenapa polisi datang siapa yang menelpon polisi duluan"fikir niko lalu dia melihat rizi dan mawar "pasti mereka"kata niko lalu dia segera mencari wahyu "ini sketboard nya jeje"kata mawar "sepertinya bunga menyuruh orang lagi untuk menghabisi nya"kata rizi "bunga?"mawar menatap rizi dengan tidak mengerti.
jeje masuk ke rumah nya "mereka mengikuti kita"kata kal "ayo sembunyi"jerico menarik jeje lion menembak pengawal di depan lalu masuk "hati hati mereka pasti sembunyi"kata azam "hei..gadis kecil kau dimana ?"kata lion "gadis kecil... Keluar lah "kata lion lagi "sstt jangan berisik"kata jerico sambil melempar sebutir kelereng ke tangga "tap tap tap"kelereng jatuh "dia pasti di atas"kata azam sambil naik tangga "periksa semuanya"kata lion rumah di acak acak lion tersenyum "itu gadis itu dia keluar"kata azam "biar lion biar dia pergi ini dokemen nya ayo pergi".
chai melihat pengawalnya berkumpul "hahahaha penjahat itu tertipu"kata kal "iya sepertinya dia mengambil dokumen palsu di kamarku karena aku meletakan dokumen itu bukan di kamar tapi di balik walpeper kamar hahahaha "jeje tertawa "kau sangat cerdas nona"kata han "tentu saja astaga"jeje menepuk mulutnya "kau selalu saja keceplosan"kata jerico .
Niko melipat kedua tangannya "aku dari awal juga sudah curiga"kata niko "aku juga tidak tau niko aku tau aku salah"kata wahyu "kita tidak tau kondisi nya sekarang tapi kampus hancur"kata niko.
"jadi apa rencana mu sebenarnya?"tanya jerico "kau akan tau nanti penyusup itu akan menelpon genk langit lalu mengatakan apa yang aku katakan tadi percayalah dia akan muncul sebentar lagi"kata jeje "lion dokumen itu palsu"seseorang sedang menelpon dengan sembunyi sembunyi, "kau cerdas"ujar jerico "dan kau akan melihat wajah penyusup itu datang langsung ke rumah ku"kata jeje "baik aku tidak sabar"jerico membuka pintu "sekarang tidurlah kau akan ke kampus besok bye"jerico pun pergi ke rumah sebelah setelah mengantar jeje ke rumah utama jeje melihat chai dengan baju tidur berdiri di tangga "kak kau belum tidur?"tanya jeje sambil menaiki tangga satu per satu "seharusnya aku yang bertanya"kata chai "ini aku juga mau tidur"kata jeje "pergilah besok kau ada kelas kan"kata chai "ku rasa aku tidak ke kampus kak aduhh..aku baru ingat"jeje menepuk kepalanya lalu duduk di tangga chai melihat jeje seperti orang yang gelisah "kenapa?"ucap chai "kampus hancur kaca kaca pada pecah gimana aku ke kampus"kata jeje "serahkan pada ku sekarang pergi tidur sebelum aku melemparmu ke kandang"kata chai "berani sekali kau lihat ya jika rencana ku berhasil kau harus mengatakan iya pada permintaan ku"jeje merebut minuman dari chai lalu pergi, "bai"kata chai "iya tuan"bai datang "bawa beberapa pengawal pergilah ke--".
Niko berdiri dengan heran"mustahil kenapa bisa"dia melihat kampus sangat rapi seperti biasa sepertinya tidak ada kekacauan semalam "aku juga heran"kata wahyu "apa aku halusinasi semalam"kata rizi. niko melihat kesana kesini "ada apa dengan kalian"aciel datang "iya kalian seolah olah heran melihat hantu"kata archie "aku harus cari dia"niko pergi begitu saja meninggalkan temannya .
"kalian sudah memberikan dokumen itu?"tanya seseorang berjas hitam "belum untung saja kau cepat menelpon jika tidak mungkin sekarang aku sudah tiada"kata azam "aku akan ikut ke rumah anak itu dan bawa banyak pengawal buat berjaga jaga"kata orang itu "baik aku siapkan pengawal yang akan di bawa"kata lion. selesai meeting chai berjalan menuju ruangan nya ada pesan masuk "kak jangan lupa pantau cctv nya melalui ponselmu jika tidak aku akan meletakan mu ke kandang"chai tersenyum tipis membaca pesan itu "tuan chai nyonya tan mengajak anda untuk makan bersama"kata bai "katakan padanya aku akan datang sebentar lagi"kata chai "baik tuan"kata bai sambil keluar dari ruangan chai.
"du ddu dudu"jeje memilih beberapa permen "cepat je"kata jerico "tunggu di sini aku mau cari lagi"kata jeje lalu dia melangkah ke tempat bagian makanan ringan "ini"jeje terdiam ketika ada tangan lain yang memegang makanan ringan yang dia pilih "kau"belum sempat bicara jeje di tarik menjauh "aku mau bertanya pada mu! apa kau seorang buronan? Atau seorang agen rahasia seperti di film film atau ah!! Siapa kau sebenarnya?"tanya niko jeje terdiam "jawab aku ku mohon"kata niko "apa aku seburuk itu dalam pandangan mu sampai kau mengira aku seorang buronan"kata jeje "lalu kau seorang polisi atau agen yang menyamar jadi mahasiswa aku tidak mengerti katakan apa yang terjadi mengapa ada orang yang mengejar mu?"kata niko "tentang siapa aku apa urusan mu"kata jeje "jeje"kal mencari jeje "teman ku memanggil ku awas"kata jeje "jawab dulu aku"kata niko "sungguh je kau membuat ku tidak tenang dalam seumur hidup ku baru kali ini aku gelisah karena seorang wanita"kata niko "kenapa kau jadi peduli pada ku? Apa kau di suruh wanita tua itu"kata jeje "siapa? Bu tini ? Dengar je jangan mengalihkan pembicaan dan kenapa kau bisa bersama polisi?"kata niko "polisi?"jeje bingung lalu niko menunjuk kal yang tak jauh dari situ "kenapa kau berfikir dia polisi dia teman ku"kata jeje "apa?? Jadi dia menipuku sial aku tidak mengerti"kata niko "ku bukan buronan, agen rahasiah ataupun polisi seperti yang kau fikirkan sebenarnya malas aku mengatakan nya tapi aku harus kayakan bahwa aku sama seperti mu"kata jeje "bohong kenapa orang orang itu mengejar mu"kata niko "karena aku memiliki kartu as mereka"kata jeje "kartu as??"niko bingung "aku tak sengaja mendengar rahasiah mereka jadi mereka akan mencari ku untuk di habisi sekarang minggir kau sudah dapat jawaban dari ku "kata jeje "itu artinya kau dalam bahaya"kata niko "kau benar dan jika mereka tau ada orang di dekat ku mungkin orang itu ikut di habisi kau mengerti"kata jeje sambil mendorong niko dan pergi."niko niko"aciel mencari niko "iya"niko muncul "ayo sudah dapat kertas hvs nya ayo kembali ke kampus"kata aciel niko berjalan dengan diam tidak bicara apapun.
"mereka akan mencariku untuk di habisi untuk di habisi UNTUK DI HABISI"niko terkejutbdi saat aciel menyentuh bahunya "kita sudah sampai"kata acie "hum ya"niko turun dari mobil."aku lapar sekali"kata kal sambil melahap makanan nya "aku juga lapar"kata jerico "brum brum"ada mobi biru datang "ini rumah nya"seseorang keluar "sial mereka datang"kata jerico "dor dorrr"adu tembak terjadi di lantai bawah "cari kamar nya aku akan habisi pengawal ini"kata lion "dorr dorr" "prang"kaca pecah "hiaaa"kal melepaskan tembakan korban mulai berjatuhan "han??"jerico kaget saat han datang dan diam diam membuka kamar dan merobel walpeper kamar dan mengambil map merah yang tersembunyi "ternyata kau!!"kata jerico han terkejut melihat jerico dan jeje "kejutan!!! Sekarang kau muncul"kata jeje lalu mengulurkan tangan "serahkan itu dokumen itu milik kak chai"kata jeje azam menempelkan bom di sekeliling rumah "ternyata kau sudah tau nona cilik"kata han "tentu saja dan kau ada di saat penculikan aku dan kal dan kau yang menembak kal"kata jeje "itu benar"han langsung melepaskan tembakan "tiarab"jerico manarik jeje "azam"han melempar dokumen dari atas azam menangkapnya lalu meletakan nya di mobil "pip pip"jeje yang mau menyerang terdiam "sial itu suara bom"kata jeje "betul karena kalian sudah tau semuanya kalian harus mati"han melepas tembakan walaupun jeje menghindar tetapi puluru itu melesat cepat mengenai tangan nya han lari dengan anggotanya setelah menyiram kan bensin "keluarrr"kata kal han melambai dan pergi dengan senang "jeje"jerico menarik jeje untuk melompat karena waktu tidak cukup untuk mereka lari menuruni tangga "booom!!!!"ledakan terjadi rumah tingkat itu hancur "jeje"jerico menatap jeje "aku tidak papa"kata jeje "kal"jerico melihat kal yang sudah berdiri.
Chai menahan amarah nya melihat rekaman cctv "terimakasih atas undangan makan siang nya saya ada urusan jadi tidak bisa berlama lama"kata chai "oh iya tuan silahkan"kata chan "mari saya antar"kata tiger "tidak perlu"kata chai sambil memberi salam lalu pergi .