What Is Love

What Is Love
mencintai orang yang sama



"Hai! " sara berdiri di depan jeje "gimana kabar mu? " kata sara sambil mengulurkan tangannya jeje melihat kal yang berdiri di samping nya kal memberi isyarat agar jeje membalas menyapa sara "tap!! " jeje menjabat tangan sara "pergi bersiap pertandingan akan di mulai" ucap jeje dia langsung pergi berbalik "minum dulu" kata kal "hm" jeje mengangguk "sampai bertemu nanti" kata sara jeje melihat sara pergi.


crist melihat jeje sudah berada di atas motor nya "bagaimana bisa? " kata crist "semuanya sudah siap!!! " kata seorang wanita cantik dengan pakaian minim para pemain mengacungkan jempol nya.


"Tuhan... Tuhan.. kabulkanlah doa ku aku mau jeje ku baik baik saja dan selamat saat pertandingan" kata Ariel "ssttt" kata jojo sambil menunjuk ke arah belakang Ariel terlihat niko berdiri "memang nya dia bertanding apa sih? " kata niko "aih.. kau bicara apa? " kata desi "ayo pesan minuman aku sudah haus" ujar memo "tidak tidak kalian jangan sembunyikan sesuatu dari ku" kata niko "bahkan aku juga dengar jeje membahas pertandingan " kata niko "di mana kau dengar? " kata jojo "hum waktu di rumah sakit" kata niko "rumah sakit? jadi kau tau jeje waktu itu masuk rumah sakit? " kata ariel "tentu saja, karena aku berada di lokasi kejadian" kata niko "apa?? " kata mereka "iya, makanya aku tau dia masuk ke rumah sakit karena jeje di serang orang" kata niko "lalu kenapa kau tidak melindungi nya" kata jojo "sudah, kalau tidak percaya aku bisa buka baju sekarang. luka goresan nya masih ada di perut ku" kata niko "haah jangan jangan jeje balapan ya? " kata niko desi langsung tersedak "aku pernah mendengar tapi siapa ya, pokoknya ada yang bilang jeje balapan" kata niko "haah, kata siapa? " kata jojo "jadi dia lagi di pertandingan apa? " kata niko "ayolah Ariel" kata niko "heii... lihat ada siapa di sini" tiba tiba datang empat pria dengan baju berantakan "sial" kata jojo "mana macan jalanan, aku ingin menantang nya balapan lagi" kata mereka "Hilih" jojo segera berdiri "wah ada tambahan anggota baru nih" kata mereka "lalu di mana macan jalanan itu berada apa dia sedang di area laga atau sedang balapan di tempat lain" kata mereka "awas kau" jojo mendorong mereka "aw... santai bro kita kita gak cari ribut" kata mereka tetapi tetap saja jojo membawa mereka pergi "nah.. tuh barusan kan" kata niko "cih.. iya iya jeje balapan" kata ariel "di mana? " kata niko "kami saja tidak tau lokasi nya, kami cuma empat kali ke sana tapi tidak ingat lokasi nya" kata memo.


"wuuuiiizzzzzzss.. " jeje menikung sara dengan cepat "astaga... aku kaget" kata sara "bum... brummm" para pemain terus saling melajukan motor nya "awas kau je" ucap crist "zruut... duaaakkkg" beberapa kendaraan terjatuh "padam kan apinya!! " kata beberapa pria berjas hitam "tidak ada cara lain aku benar-benar akan melenyap kan mu je" kata crist "wwwoooooaahh....jeje!!! jeje!!! semangat je!!! " kata jerico crist menambah kecepatan nya lagi dia semakin dekat dengan jeje "pasti crist mau melakukan sesuatu" fikir sara "bruumm.. " crist kesulitan ingin menikung jeje "sial sial sial" fikir crist "ayoooo saraaa!!! " kata beberapa orang "akhirnya" crist mencoba menikung jeje "duggg!!!" crist melemparkan sesuatu ke arah jeje "****!!! " jeje merasakan dia menabrak sesuatu membuat nya kehilangan keseimbangan dan jatuh menabrak pembatas "nong! " kata chai dalam hati "yeaah" kata crist "oooh.. apa yang terjadi" kata orang orang "jeje" beberapa orang datang membantu jeje berdiri "kau baik baik saja? " kata jerico "mustahil jeje jatuh" kata bad "tidak papa, aku masih bisa" kata jeje sambil melangkah ke tepi menukar motor nya dan melanjutkan pertandingan nya "ayoooo... jeje!!! jangan menyerah" "jeje!!! semangat!! " "ayolah!! " kata beberapa orang jeje terus menambah kecepatan dan dia berhasil mendahului beberapa pemain "waw!! " kata para penonton.


niko menatap orang di depan nya "duh.. aku jadi gak tenang" kata niko "santai saja dia selalu menang" kata memo "ke.. kenapa kenapa dia harus balapan? " kata niko "itu kebiasaan kami dari dulu" kata jojo "ya.. Tuhan.. aku gak mau dia kenapa kenapa tolong lah lindungi dia aku mempercayai mu" kata niko dalam hati.


"crist!! crist!! crist!!! " sorak para penonton ketika crist menikung sara dan menjadi posisi pertama "dasar curang" kata sara "akhirnya aku menang" fikir crist sambil terus menambah kecepatan chai mengerutkan dahinya dia belum melihat jeje "ya Tuhan" kata kal "bruuum!!! " sara tidak mau kalah dia terus mengejar crist "ayo!!! CRISSTTT!! SEDIKIT LAGI" kata beberapa orang "akhirnya aku menang" kata crist tetapi tiba tiba mata nya menunjukkan bahwa crist benar-benar terkejut melihat motor merah menikung nya dengan kecepatan tinggi "tidak... tidak mungkin" kata crist "wuuuizzz" motor merah itu melaju sangat cepat membuat crist kehilangan keseimbangan dan terjatuh "aaauhhh" kata para penonton ketika melihat motor pemain lain terjatuh akibat menabrak motor crist yang meluncur hilang kendali "yeaaah... hooo... " jerico melompat senang melihat jeje berhasil mencapai garis finish di susul dengan sara dan al "yeaahhh.. kau hebat je" kata al "selamat" kata sara "wah.. aku tekejut saat jeje sangat cepat menikung ku" ucap sam "gimana kita minum? " kata Bimo "boleh tuh" kata bad "ganti baju dulu" kata sam "tidak usah nanti lama" kata Bimo "ayo je" al menarik tangan jeje.


jojo melihat layar ponsel nya "hei seperti nya pertandingan sudah selesai" kata jojo "benarkah?" kata niko "al memposting story baru nih" kata jojo "al itu siapa? " kata niko "al itu salah satu peserta balap jeje pernah memakai ponselnya" kata jojo "hm? " niko mengerutkan dahinya "jeje pernah salah mengambil ponsel saat balapan ponsel al ada dengan jeje dan begitu sebaliknya kau jangan kwatir" kata Ariel "Hi guys.. kami akan sedikit ingin meminum apa ya, kalian mau minum apa?" "minum akohol saja" "jeje kau ingin minum apa? ayolah jangan diam saja" "kau ingin minum apa je? " "apa saja" "baiklah kita akan minum dan juga makan di sini. jangan tanya mengapa baju kami seperti orang habis balapan, kami cosplay" jojo melihat story al "dia bahkan juga dingin sekali di sana" ucap niko "dia selalu dingin dengan siapa saja kecuali dengan kak chai" kata Ariel "wah kok bisa? " kata niko "dasar bodoh, kak chai kan kakak nya" kata memo.


jeje menatap al yang sedang merekam video dengan ponsel "aku bisa memasukan ponsel mu ke dalam sup" kata jeje "hehe maaf maaf" al langsung memasukkan ponsel nya ke saku "ayo guys" kata Bimo "bersulang!!! " kata mereka sara melihat jeje yang meminum minuman nya dengan tenang dan santai "aih crist sini gabung kemana aja kau? " kata Bimo ketika crist berjalan masuk "kemarilah" kata sam crist melihat ke arah jeje dengan kesal "kenapa diam saja makan ini" kata sara sambil meletakkan sepiring makanan ke depan jeje crist pun duduk dekat al "minum minum"kata Bimo " jeje"sam melihat ada darah yang mengalir perlahan "hum hidung mu" al segera memberi tisu ke jeje "apa kau baik baik saja? " kata sara jeje tidak menjawab dia langsung pergi.


keesokan nya . .


jeje melihat kotak makanan di meja nya "hah" jeje duduk lalu membuka kotak makanan itu "sandwich buah" guman jeje lalu dia memasukan kotak makanan itu ke laci "jeje!! " dila datang "guys ayo nonton basket, tim kak niko lagi bertanding loh" kata vito "ayo je" dila menarik tangan jeje "eh" jeje terus berjalan sampai ke sebuah kursi terlihat niko dan temannya sedang bermain "yeaahhh" niko berhasil memasukkan bola ke dalam ring "semangat!! " kata rizi niko melihat jeje ada di kursi penonton langsung mencium tangannya lalu menunjuk ke jeje para gadis langsung histeris "niko!! " adhi melempar bola ke niko "tangkap leo" kata niko "hiaa! " leo melempar bola ke temannya yang lain "nikooo!! " kata aciel "hiaa!! " niko melompat menangkap bola lalu memasukkan ke dalam ring lalu kembali melihat jeje "JEJE AKU CINTA KAMU!!! " seru niko


"astaga... kok aku baru tau kak niko bisa romantis" "aduuuh.. aku meleleh" "aahhh... aku yang baper" kata para gadis "ayo teriak je! " kata mawar "cuma main gitu doang apa bagus nya" kata jeje suara peluit terdengar "istirahat guys" kata wahyu "aku mau dekatin dia ya kalian duluan saja" kata niko "haaa... dasar " kata adhi "ayo pergi" jeje berbalik terlihat archie sudah di depan nya "mau minum bersama" kata archie niko yang melihat itu langsung berhenti melangkah "pasti di tolak" kata dila dalam hati "jangan mau je" kata rizi dalam hati "aku tau, ini bisa berguna agar pecundang itu menyerah" tiba tiba jeje tersenyum singkat "aku tidak keberatan" kata jeje sambil menatap niko sekilas "sungguh, kalau begitu ayo" kata archie sambil mengulurkan tangannya jeje melihat tangan archie "gluk" mawar menelan liur nya "dia mau membuat mu cemburu jangan sampai terpancing" bisik wahyu sambil menepuk bahu niko "ayo" kata archie jeje menggerakkan tangan nya perlahan "tap!! " jeje menoleh "aku boleh ikut dong? " niko memegang tangan jeje archie menurunkan tangannya "ya tidak papa" archie tersenyum "aku yang deg deg kan" kata rizi "tangan mu! " kata jeje "cuma aku yang boleh pegang" niko menarik jeje "eh" jeje terlihat kesal "rencana ku gagal" kata jeje dalam hati.


rizi dan mawar juga pergi mengikuti jeje "aih jeje aku lama tidak melihat mu" kata bibi kantin "ya, sekarang buat kan aku mie yang enak dan jus alpokat" kata jeje "aaa.. baik lah" kata bibi kantin "aku juga sama" kata archie dan niko bersamaan membuat orang orang di sana melihat ke arah mereka jeje duduk di kursi niko juga duduk di sebelah jeje begitu juga dengan archie "rizi kemarilah" kata archie "oh iya" kata rizi "kayanya niko tidak menyukaiku dekat dengan jeje" fikir archie "jangan harap kau mengambilnya dari ku" fikir niko "oh ya kau kemana saja beberapa hari lalu? " tanya archie jeje diam lalu perlahan menatap archie "bukan urusan mu" kata jeje "aduh.. salah.. harusnya aku aku cari kata lain agar si pecundang pergi" fikir jeje "mampus lu" kata niko dalam hati "oh.. aku cuma bertanya" kata archie "pesanan" bibi kantin datang "kau tidak makan? " niko melihat rizi "aku belum pesan apapun" kata rizi "makan ini" jeje mendorong mangkok nya ke rizi "hm? " niko dan archie menatap jeje "aku tidak lapar" kata jeje sambil berdiri "kau tidak jadi makan? " kata archie "aku akan makan " jeje berjalan ke arah bibi kantin "mie mu sangat enak" jeje memberi beberapa lembar uang lalu pergi "apa maksudnya? " fikir archie "dia pergi" fikir niko .


anggel melihat jeje yang sedang berjalan dengan santai di lorong "jeje" kata anggel "jeje tunggu!! " kata anggel jeje pun berhenti anggel berjalan ke arah jeje "jeje" anggel menatap jeje "kau ingin apa? " kata jeje "gimana hari ini kita makan bersama" kata anggel sambil tersenyum "dia juga masih mengajak ku makan bersama" kata jeje dalam hati "hum.. kapan pun kau bisa tidak hari ini juga tidak papa" kata anggel niko melihat jeje sedang bersama anggel "mengapa? " kata jeje "hum.. cuma ingin makan bersama" kata anggel "jika tidak bisa hari lain waktu juga gak papa" kata anggel "ya sudah aku pergi ya jika tidak bisa" anggel berbalik "siapa yang menyuruh mu pergi? " kata jeje anggel yang mendengar jeje bicara segera kembali menatap jeje "kenapa kau membuat makanan untuk ku ? " kata jeje "hum.. maksudnya? " kata anggel "kau yang membuat makanan di pagi hari untukku, lalu mengapa masih mengajak ku makan bersama mu" kata jeje anggel terlihat kebingungan "aku tidak membuat makanan untuk mu, tapi jika kau mau aku bisa membuatkannya" kata anggel "kau tidak membuat makanan? " jeje melihat stiker beruang coklat di buku yang ada di tangan anggel .


anggel menggelengkan kepala "aku hanya ingin mengajak mu makan bersama" kata anggel "jadi siapa yang membuat nya? stiker nya sama " fikir jeje "jadi dia mengira itu makanan dari anggel" fikir niko "ya sudah" jeje pun lanjut berjalan "hum.. jeje makan bersama nya gimana" kata anggel "baik lah pulang dari kampus aku kerumah mu" kata jeje "aah.. sungguh? " anggel tersenyum "jika kau bertanya aku akan batal kan" kata jeje sambil pergi berjalan "senang berteman dengan mu je!! " kata anggel. archie melihat niko yang sedang memperhatikan jeje "ku fikir kau hanya bercanda" kata archie niko segera menatap archie "kau tau kan sekarang aku tidak bercanda, jadi tolong jaga jarak" kata niko "kau salah" archie menatap niko "apa maksud mu? " tanya niko "seharusnya aku yang berkata begitu, aku menyukai lebih dulu jadi ku harap kau lah yang jaga jarak" kata archie keduanya saling tatap leo melihat keduanya teman nya saling tatap tanpa bicara "hei apa kalian tidak normal? " kata adhi "kalian saling suka ya? cewek masih banyak bro" kata adhi leo segera mendekat "kalian bahas apa? " kata leo "mereka tidak normal" kata adhi "heh, kau yang tidak normal! jangan ikut campur" kata niko dan archie bersamaan "kalian kenapa? " kata leo "ayo mulai lagi!! " seru wahyu "ayo kita main lagi" kata leo "kalian duluan" kata archie setelah yang lain pergi niko dan archie saling tatap lagi "akan ku tunjukkkan pada mu dia adalah milikku" kata archie "kita lihat saja nanti" kata niko sambil melangkah pergi.