What Is Love

What Is Love
penyusup misterius



"pip pip pip..pip..pip"suara monitor memecahkan keheningan "gritt.."pintu di buka "tuan chai "dokter menunduk memberikan hormat "apa dia bisa di selamatkan"kata chai "gadis ini sudah selamat tuan dia hanya butuh perawatan yang lebih intensif , peluru dalam tubuh nya juga sudah kami keluarkan dan jika terlambat sedikit saja maka gad--" chai langsung memotong ucapan dokter "cukup! "kata chai "kalau begitu kami permisi dulu tuan"dokter pergi di ikuti dua suster wajah jeje penuh dengan lebam dan goresan tangan nya juga di perban dan tubuh nya di perban dari leher sampai pinggang chai mendekat tanpa ekpresi. tangan kanan nya bergerak perlahan menyentuh kepala jeje yang belum tersadar "minuman apa ini" makanan apa ini?" "haaah kak chai kau barusan menembak orang" "kau belum pernah melakukannya kan jadi sekarang ayo kita lakukan kau makan makanan ku aku makan makananmu" "di sini agak kotor tapi aman untuk kau bersembunyi walaupun akan ada tikus atau serangga yang akan menggigit tangan mu hahaha" "astaga kau berdarah gimana ini aku harus apa bagaimana jika kau mati" terlintas saat saat dia bersama jeje "saat nya kau istirahat aku yang selesaikan semuanya"kata chai.


"tuan ini salah satu orang yang hendak membunuh nona jeje"kata tiga orang pria dengan jas hitam chai memandang pria yang lemas tidak berdaya "apa anda ingin saya melenyapkan nya?"tanya bai sambil menatap wajah chai "panggil milli"kata chai "baik tuan"kata bai lalu pergi "ternyata benar kata orang sosok pria bernama chai adalah es kutub utara"kata afdal dalam hati "anda ingin sesuatu tuan?"milli datang lalu menunduk "kau sudah memberi makan hewan kesayanganku?'tanya chai tanpa memalingkan wajahnya dari afdal "sudah tuan semuanya baru selesai makan"kata milli "pergilah"kata chai dengan datar "zio singkirkan sampah ini dari ku dan jadikan dia sebagai sarapan lino dan lina"kata chai "sesuai keinginan anda tuan"kata zio sambil menunduk lalu pergi.


wahyu melihat niko berdiri menghadap kejendela dari tadi bahkan tidak bergerak sedikitpun biasanya niko tidak pernah bertingkah seperti itu "kau ada masalah?"wahyu duduk di sofa "atau kau memikirkan sesuatu?"tanya wahyu niko menarik nafas panjang "hanya melihat udara"kata niko pelan "jika ada sesuatu kau kan bisa cerita pada ku"kata wahyu "tidak ada apa apa"kata niko lalu dia berbalik "aku ngantuk mau tidur duluan"kata niko sambil melangkah melewati wahyu. Di kamar niko duduk di tepi ranjang "huuuh!!!"seperti orang frustasi dia mengacak ngacak rambut nya wahyu melihatnya dari pintu .


tini melihat sekitar seakan akan mencari sesuatu "hum rizi apa kau melihat jeje?"tanya tini "ibu jeje tidak masuk kelas sudah beberapa hari ini aku juga mencarinya"kata rizi, "priiittt"suara pluit niko mengambil handuk dari tas nya "kak niko ini minuman dari ku"kata dila "kak niko ini ada buah" "kak niko ini es untuk mu" "kak niko tisu dan minuman untuk mu" beberapa wanita mendekati niko "semuanya aku sudah punya minuman"kata niko sambil pergi "kak wahyu nitip ya buat kak niko"kata mereka "baik baik hum niko sedikit kurang fit jadi kalian tolong kasih niko waktu buat istirahat"kata wahyu "jadi kak niko sakit"fikir dila.Niko mencuci rambut nya di keran dekat taman kampus "dia tampan sekali"kata para gadis sambil melihat niko mengibaskan rambut nya.


"kau tidak selera makan ya"wahyu melihat niko memainkan makanan nya "entah lah yu, aku rasanya tidak ingin makan padahal aku lapar"ujar niko "kalau begitu makan lah sekarang kau bertindak aneh bukan seperti niko yang ku kenal apa kau di tolak seorang wanita idaman mu?"kata wahyu niko menatap wahyu dengan tidak bersemangat "ada yang mengganggu fikiran ku tapi aku tidak tau apa yang aku fikirkan"kata niko "ohh jadi bukan di tolak eh jangan jangan!!"fikir wahyu.


"sudah cek darahnya kan" "sudah dok semuanya stabil" "bagus lah" suara sayup sayup terdengar jeje membuka mata nya "oh tuhan dia bangun"kata suster kaget "nona jeje"kata dokter "akh"jeje hendak duduk "nona nona jangan dulu tetaplah berbaring agar luka anda cepat membaik jadi sebaiknya anda jangan banyak gerak"kata dokter jeje melihat tubuh nya sudah di balut perban putih "apa aku terluka?"tanya jeje "iya anda terluka parah nona tapi semuanya akan membaik beberapa minggu kedepan"kata dokter "di mana yang lain?"tanya jeje sambil menatap dokter dan dua suster di depannya.


"permisa kabar petang seorang penjahat internasional yang sudah menjadi buronan berbagai negara di temukan tewas di jalan angsa dua dengan tubuh hangus terbakar, dan polisi menemukan luka tusukan di bagian perutnya dengan kayu yang masih menancap kemungkinan ada seseorang membunuhnya baik di sini kita sudah terhubung dengan salah satu polisi yang ada di lokasi baik dengan pak adam?" "iya benar " "menurut anda penjahat internasional yang di temukan itu apakah dia meninggal karena kecelakaan atau di bunuh?" "baik baik, menurut saya aksara meninggal karena kecelakaan tetapi sebelum dia mengalami kecelakaan ada dugaan kemungkinan ada seseorang yang memang ingin membunuh nya dan pihak kami sangat ingin bertemu dengan orang yang sudah membuat aksara terluka parah" "wah itu sangat membuat saya terkejut apakah anda sudah menemukan orang yang membuat penjahat atas nama aksara sekarat?" "belum kami sedang mengumpulkan sidik jari terakhir dan juga kami menemukan dna yang ada di kayu yang menancap di perut aksara dan pihak forensik sedang memeriksa nya" chai melihat televisi di kamar nya dengan tenang dan santai sampai ada suara kegaduhan di luar yang mengganggu nya dia pun keluar dan menuruni tangga "ada apa?"chai melihat sekitar "tuan ada penyusup di sini dan penyusup itu membuat kekacauan dengan membakar rumah khusus pengawal dan juga membakar mobil, dan membunuh para pengawal dan membawa salah satu tawanan kabur"kata lim "dia juga mencampur obat tidur di minuman"kata jerico "cctv juga di hancurkan"kata hary "bai urus semuanya"kata chai sambil pergi menuju sebuah ruangan dan membuka sedikit pintu dia melihat orang di dalam nya dari balik pintu lalu pergi.