
bunga membuka matanya melihat sekeliling nya dan selang oksigen yang ada di hidung nya "aahh.. apa yang terjadi? " kata bunga jeje tersenyum di depan layar "nona" lim datang "kemana kakak? "tanya bunga " tuan pergi keluar kota ada urusan "kata lim " apa!! aku sedang sakit dan dia pergi? "kata bunga " tuan sangat sibuk nona"kata lim "kakak macam apa dia! " kata bunga dengan marah.
jeje menatap ke arah pintu lalu menatap ke arah rantai yang mengikat kaki kanan nya "aku harus pergi dari sini sebelum bunga meracuni kakak" kata jeje dia mencari cari benda yang dapat dia gunakan untuk membuka rantai yang ada di kakinya "tidak ada satupun yang berguna" kata jeje tiba tiba dia menatap ke arah kamar mandi jeje langsung berjalan ke arah kamar mandi "sabun ke rasa bisa di pakai" jeje mengambil sabun cair lalu mengeluarkan nya "uhh" jeje menuangkan sabun cair ke kakinya "crekk" jeje melihat ke arah pintu karena rantai nya mengeluarkan suara "masih susah juga bagaimana ini" jeje mengambil kain putih yang tergantung di bathup memasukkan tali itu ke celah rantai di kakinya "oke oke.. tarik" jeje menarik kain itu rasa sakit langsung terasa di pergelangan kakinya "oihh.. hah.. " jeje meringis kesakitan namun rantai itu tetap tidak terlepas jeje mengatur nafasnya lalu mendorong rantai itu dengan kaki kirinya "greet" jeje mengigit bajunya agar tidak mengeluarkan suara terlihat rantai itu berpindah posisi "ayolah... cepat" kata jeje rasa sakit semakin terasa mata jeje terlihat memerah karena menahan sakit "crekk! tuk" rantai terlepas dan jatuh jeje melihat kakinya merah dan juga berdarah "**** you!! " jeje berdiri mencuci kakinya "griitt" pintu terbuka seorang wanita masuk sambil mendorong meja kecil yang di atasnya ada beberapa makanan "slaapp!! " jeje melilitkan kain ke kepala wanita itu lalu menahannya wanita itu memberontak namun perlahan dia mulai tidak sadar kan diri "ahh.. tidak ada cari lain kita harus bertukar pakaian " kata jeje sambil menarik wanita itu ke atas ranjang.
niko menatap jojo yang sedang membagi bagikan makanan "pria itu benar jeje memiliki luka di leher dan itu lumayan dalam luka nya akibat tali itu namun jeje yang yang di temui Ariel dan aku sama sekali tidak memiliki luka" fikir jojo "hei.. orang sudah antri panjang kenapa kau melamun" kata niko "bicara sembarangan" jojo membagikan makanan lagi ke orang yang sudah antri "kenapa kau tidak ke kampus? " tanya Ariel "aku bentar lagi berangkat" kata niko "niko ponsel mu" kata desi "hum? " niko berbalik terlihat desi menyodorkan ponsel milik niko "halo" kata niko "niko aku sakit aku jatuh semalam kau tidak ingin melihat ku di rumah sakit? " tanya bunga "kau sakit? jatuh dari mana? " tanya niko "aku balapan dan jatuh" kata bunga jojo langsung menghampiri niko "aku boleh bicara? " tanya jojo niko mengangguk sambil menyerahkan ponselnya jojo membawa ponsel niko menjauh "halo" kata jojo bunga mengerutkan dahinya "dimana jeje? ".
" kau mau kemana? "jeje terdiam afdal mendekati jeje " aku mau keluar sebentar "kata jeje " kau bukannya mengantar makanan ke gadis itu"kata afdal "aku sudah memberi nya makan" kata jeje "apa yang terjadi? " afdal mengamati wanita di depan nya jeje berbalik perlahan "buaaggg!!! " afdal terjatuh ke lantai akibat pukulan keras dari jeje "hei kenapa kau memukul nya? " tanya beberapa pengawal jeje langsung lari "afdal kau tidak papa? " tanya lion "kejar!! dia pasti jeje" kata afdal sambil meraba hidungnya yang patah "dorr!! dorr dorr" suara tembakan terdengar keras para pengawal langsung membawa senjata masing-masing dan mengeluarkan mobil untuk mengejar jeje "wuzz.. wushh!! " tiga mobil keluar dari gerbang dengan kecepatan tinggi jeje menatap mobil itu pergi dari balik pohon besar "aku harus cari kakak" kata jeje sambil pergi ke arah lain "KALIAN INI BAGAIMANA? KALAH DENGAN ANAK KECIL" kata alder di telpon "maaf kan kami tuan" kata afdal "cepat tangkap dia apapun caranya jika perlu tembak biar dia tidak bisa lari" kata alder.
bunga terlihat pucat "aku tau satu hal dari seorang jeje dia tidak akan membiarkan lawannya menang dan kau bukan jeje dimana jeje aku akan memberi tau kak Chia kalau kau bukan jeje" bunga teringat perkataan jojo saat di telpon tadi "bagaimana ini" fikir bunga "griit" pintu terbuka dia orang pria dengan wajah tertutup masuk ke kamar rawat bunga "siapa kalian? " tanya bunga "diam" mereka menarik bunga "aw.. lepaskan aku!! ahh.. lepas!! " bunga mencoba melawan namun tetap saja tidak bisa membebaskan dirinya "tolong!! tolong aku!! " kata bunga "pengawal!! pengawal!! " seru bunga "tenang lah nona soikham kami cuma di perintah ka untuk menghabisi nyawa mu" kata ke dua pria itu "lepaskan jangan seenaknya!! " kata bunga "diam" salah satu pria itu memukul kepala bunga dengan pistol "aahh.. tolong!! tolong!!! " seru bunga "diam" bunga kembali di pukul lalu di masukan ke dalam koper "hei!! " kal melihat dua orang mencurigakan langsung mengacungkan senjata nya "ada apa? " jerico datang "awas kalian" dua pria itu maju menyerang "dorr dorr dorr" kal menatap ke arah luar jendela terlihat akia duduk santai di atas sebuah tali jerico langsung memanggil beberapa pengawal lainnya untuk membereskan dua mayat di depan nya kal langsung membuka koper hitam di dekat nya "aahh" bunga langsung mendorong kal "kenapa kalian lama sekali? aku hampir mati!! dasar tidak berguna! " kata bunga "untuk menjadi nona muda itu tidak mudah aku akan panggil dokter" kal keluar "hei apa maksud mu bicara begitu? " kata bunga jerico juga langsung pergi bunga terlihat kesal melihat perlakuan Jerico dan kal.
lion melihat kesana ke sini. jeje berjalan ke sebuah rumah "jojo!! jojo!! " kata jeje dia melihat sekitar nya "Ariel!! nyet!!! oihh"jeje memeriksa semua ruangan nya namun tidak ada seorang pun yang dapat dia temukan jeje langsung mengganti pakaian nya lalu pergi " aku harus pulang tidak tidak.. kemungkinan orang orang itu akan mencari ku ke sana aku tau.. kakak mungkin ada di pabrik atau ke calista chaije jadi kemana aku.. ke kantor saja deh"kata jeje sambil memakai hoodie nya lalu pergi.
bai menemui chai "tuan ada seorang pemuda yang ingin bertemu dengan anda" kata bai "suruh masuk" kata chai bai mengangguk tak lama kemudian terlihat seorang pria masuk ke ruangan chai "kak chai " kata pria yang tak lain adalah jojo "kenapa kau datang ke kantor ku? " chai meletakan gelas yang dia pegang "kak chai aku ingin mengatakan sesuatu pada mu" kata jojo chai masih menatap gelasnya yang ada di atas meja "kak chai aku tau mungkin kau akan marah mendengar ucapan ku, tapi kak chai jeje yang ada bersama mu bukan jeje asli" kata jojo "aku aku ada buktinya dan juga saksi yang pernah melihat jeje asli" kata jojo chai langsung menatap jojo "kakak senior jeje melihat jeje asli di jalan" kata jojo .
niko mengacak acak rambutnya dengan frustasi "apa kau tidak menyadari nya" kata leo "aku menyadari saat saat pertama dia berubah aku merasa itu bukan baby tapi... entah mengapa aku tidak berfikir lagi " kata niko "jika dia jeje palsu maka di mana jeje asli" kata ale "itu yang aku fikirkan kemungkinan dia ada dalam bahaya atau dia punya musuh" kata leo "aku ingat jeje itu memiliki luka di leher dan jeje yang ini tidak memiliki nya aku sempat bingung tapi melihat cara dia memperlakukan niko baik aku jadi tidak mempermasalahkan nya" kata wahyu "pantas saja aku merasa dia jauh dari ku padahal jeje ada di depan ku" kata niko "permen karet di depan gerbang itu" kata niko "dan jeje menghilang satu hari" kata rizi "aku harus cari jojo di markas" kata niko sambil berdiri memakai jaketnya lalu pergi.
jeje berhenti menatap kakinya "aahhh... sial" kata jeje dia melihat sekitar nya "paman aku boleh pakai motor mu? " tanya jeje "kamu siapa enak saja mau pakai motor ku" kata pria setengah baya itu "aku akan--" jeje menepuk dahinya dia sama sekali tidak memegang uang jeje lanjut berjalan sampai ke sebuah gedung berwarna hijau "selamat datang nona" kata security "apa kakak ada di dalam? " tanya jeje
"maaf nona tuan chai tidak datang ke sini bukan kah dia ke rumah sakit? anda kan habis jatuh dari motor"
"benar nona bagaimana kondisi mu sekarang"
"leher mu juga terluka ya?
" nona mungkin tuan chai ada di perusahaan calista chaije "
"benar nona saya baru menelpon wutt"
jeje melihat sekitar nya "aku pakai motor itu boleh? " tanya jeje "pakai saja nona" kata salah satu karyawan "oh ya.. aku minta bantuan kalian jika kalian melihat aku dengan leher tanpa perban dan aku memberikan makanan atau minuman ke kakak maksudnya tuan chai kalian harus lakukan ini. dorong makanan atau minuman itu atau dorong aku ketika aku tidak memakai perban di leher" kata jeje "tapi kenapa nona? " tanya mereka "ada orang yang menyamar menjadi aku dan akan meracuni kakak ku" kata jeje.
"dia benar-benar menghilang" kata afdal "aku sudah cari sekitar arah tempat dia biasa lari dia juga tidak ada" kata lion di telpon "mati kita " kata afdal "brumm" lion menoleh ke samping ada seorang gadis ber hoodie hitam lewat dengan motor vixion "hei.. hei.. aku menemukan nya" kata lion "di mana" kata afdal "kau putar balik cepat" kata lion sambil mengeluarkan dua pistol dari sakunya.
leo terlihat pucat dan gemetar melihat pria dingin ada di hadapan nya "katakan apa yang kau lihat" kata chai "ak.. akk" leo gugup "katakan lah " kata ale "pak.. tu.. tuan.. hum.. " kata leo "gambar ini " kata chai "gambar itu ak.. saya yang buat.. ini jeje yang... waktu itu lari dan menabrak taxi yang.. akk.. hum saya pakai tapi.. dia pasti jeje.. hum.. jeje.. suka mengatakan.. begini" kata leo "aku akan membunuh mu aku akan memutilasi mu" kata leo "lalu" kata chai "hum.. tua.. tuan.. hum.. jeje tidak.. tidak mau akrab atau berteman dengan siapa pun.. dan.. ju. juga tidak.. membuat tugas.. tapi.. jeje sekarang berubah namun" kata leo "apa mungkin jika aku bertemu jeje beberapa jam lalu dalam kondisi terluka parah dan leher masih di balut perban dan saat di kampus jeje nya sudah pulih kaya sediakala.. jeje kan manusia seperti ku" kata leo chai menatap jojo "Mmm.. maaf kak" jojo mengeluarkan ponsel nya yang berbunyi .
niko melihat sekitar markas "halo niko" kata jojo "jojo.. jojo kau dimana? dengar jojo... aku rasa jeje datang ke markas " kata niko "apa kata mu" kata jojo chai menatap jojo "lesspeaker" kata bai "baik" kata jojo "aku merasa jeje datang ke markas barusan!! dia meninggal kan catatan di meja dan juga ada pakaian berlumuran darah " kata niko "jeje pasti dalam bahaya jojo!! kita harus lapor polisi" kata niko "markas" chai berdiri.
jeje melajukan motor yang dia pakai secepat mungkin "apa?? " jeje melihat afdal sudah memblokir jalan di depan "tembak" kata afdal "dorr... dorr.. dorr" orang orang yang berada di jalanan langsung lari dan berlindung "zkiiittt... zruurtt " jeje tak sempat menghindar motor nya kehilangan keseimbangan dan jatuh "bruagg.. " jeje terlempar ke aspal "MENYERAH LAH JEJE!! " seru lion dari belakang "tidak akan!! " jeje mengeluarkan permen dari mulut nya lalu melempar kan permen itu ke arah lion dan afdal "duarr!!! duarrr!! " ledakan terjadi "kejar dia!! " kata lion. "kakak!!! lindungi dirimu!! " jeje melompati beberapa kendaraan di jalan sambil terus berlari "DORR DORR DORR DORR DORR!! " jeje menunduk sesekali "hiaaaa" jeje melempar sebuah helm ke arah orang yang ada di belakang nya "bru..aa gg" orang itu jatuh jeje mengambil pistol darinya lalu sembunyi afdal datang "Shitt!! kurang ajar!! dimana kau jeje!! " seru afdal "di sini" kata seorang anak kecil sambil menunjuk tempat persembunyian jeje "bangsat!! " jeje keluar sambil melepaskan tembakan "ini game!! " kata jeje "dorr dorr dorr" afdal menghindar sambil sesekali membalas tembakan jeje "dorr" jeje merasakan rasa sakit di bagian kakinya "jangan coba coba lagi dari ku" kata lion "dorr dorr" jeje melepaskan tembakan lagi lion menghindar "aahh... aduh.. aku baru menembak orang dan langsung kena karma" kata jeje sambil terus berlari lion langsung mengejarnya
"astaga kenapa lari lari di jalan"
"hei anak lelaki itu membawa senjata"
"ibu dia seorang wanita"
"ahh.. ya ampun itu bahaya"
"aahh.. astaga jangan menembak"
orang orang pada panik dan sembunyi "sial pistolnya tidak bisa di pakai lagi" jeje membuang pistol itu lion terus jalan sambil melepaskan tembakan
"ya Tuhan... apa apaan ini? "
"astagfirullah"
"apa mereka fbi?"
jeje melompati pagar dan berlari ke arah lain "sial kemana dia? " fikir lion
"ah.. ya ampun" kata seorang supir taxi "zruuutt bru aa gg" tubuh jeje terlempar "ahh... uhuk.. uhuk" jeje kesakitan
"apa dia tidak papa? "
"dia tertabrak mobil"
"cepat tolong"
jeje menggeliat kesakitan dan berusaha bangkit namun rasa sakit di kakinya membuatnya susah untuk berdiri "hei kau masih muda cepat tolong dia! " kata seorang pria tua jeje terus berusaha berdiri "ah.. " jeje melihat ada mobil di dekat nya "aku harus sembunyi dulu" fikir jeje sambil merayal ke arah mobil yang dia maksud "tap!" ada seseorang dengan celana hitam berdiri di dekat nya "hei kau terluka parah" kata seorang pria muda "ahh" jeje mencoba terus berjalan pria itu menunduk membantu jeje "kau?? " pria itu terkejut "seperti nya aku mengenali pria ini" kata jeje dalam hati "astaga kau ayo aku bantu kau kakak mu barusan mencari mu" kata pria itu "jeje!!" terdengar suara afdal "kakak? " suara jeje terdengar lemah "iya kakak mu, dia sudah tau semuanya, aku juga bilang aku melihat mu waktu kau menabrak taxi kuning itu ayo cepat" kata pria itu tak lain adalah leo "aku tadi di ajak ke markas tapi aku ketinggalan aku belum masuk mobilnya sudah jalan" kata leo "jeje!!! " jeje menoleh "ahh.. " jeje memegang lengan leo "ahhhk"leo menatap jeje " kau tidak kuat lagi? aku bisa menggendong mu"kata leo "tidak" jeje mendorong leo "aku tidak mengharapkan apapun aku ingin membantu mu pasti mau sedang dalam masalah" kata leo jeje melihat lion semakin dekat "brugg" jeje jatuh "biar aku gendong" kata leo "tidak perlu kau.. uh.. kau bisa mati jika tidak pergi" kata jeje "hei aku menemukan nya" kata salah satu pengawal alder "jeje ayo" leo hendak menggendong jeje namun jeje menolak "kau sudah bertemu kakak ku? " tanya jeje leo mengangguk "suruh polisi datangi dia pemanah handal 207" kata jeje sambil mendorong leo agar pergi jeje berdiri dan dengan tenaga tersisa lari ke arah lain "itu dia" kata lion leo menatap darah yang ada di tangan nya "aku tidak tau ada seseorang yang memiliki kehidupan sekejam ini" kata leo
jeje menjatuhkan lututnya darah keluar dari mulut nya satu peluru lagi mengenai lengan nya perlahan tubuhnya ambruk jeje menatap jalanan "kak.. monnie bangun lah lindungi kakak ku" kata jeje "greb" empat orang pria datang menarik jeje.
chai menatap bai sambil menyerah kan pesan yang di tulis jeje di kertas kecil "kita terlambat mungkin dia ada rumah tuan" kata wutt "halo" niko mengangkat telpon chai langsung melirik ke arah niko "niko jeje bilang telpon polisi aku baru ketemu jeje dia di kejar orang banyak" kata leo "dimana dia? " kata chai "leo kau di mana? " kata niko.
jojo mengusap rambutnya melihat leo sudah berlumuran darah "darahnya sebanyak ini" kata Ariel "apa kata adikku? " tanya chai leo menceritakan semuanya "terakhir sebelum dia lari lagi dia bilang suruh polisi datangi dia pemanah handal 207" kata leo "aku mengerti" kata kal "itu artinya yang di rumah sakit saat ini adalah jeje palsu" fikir desi "aku akan menjemput mu adikku" kata chai dalam hati.