
suara jeritan terdengar dari sebuah gedung putih besar, "aku menyuruh kalian menjaga istri dan anak ku. begitu saja gak bisa!! " kata dhika "maafkan kami tuan" kata bodyguard dhika "apa yang kalian lakukan!!! anak bungsu ku sekarang berbaring di ruang ICU" kata dhika. chai menatap jeje dari luar karena tidak ada yang boleh masuk menemui jeje, terlihat jeje sedang berbaring dengan perban di lengan nya "adik ku sakit" kata chai "chai" monnie memegang tangan chai "dia tidak bangun" kata chai dengan suara yang bergetar "chai maafkan aku.. gara gara ingin melindungi ku adik jadi terluka, adik tiba-tiba muncul menolong ku dan mama" kata monnie "LIHAT PAPA!! apa kerja bodyguard mu" kata chai dengan marah "chai" monnie mencoba menenangkan suaminya "adik ku tidak membuka mata nya" kata chai "jika terjadi sesuatu aku akan membunuh mu" kata chai menunjuk dhika "chai" monnie menarik chai pergi "kendalikan dirimu" kata monnie dengan lembut "monnie" chai memeluk istri nya "adik kita kuat dia akan bangun" kata monnie "kau baik baik saja? " tanya chai "aku baik baik saja" kata monnie "adik ku" kata chai "dia akan bangun percaya lah" kata monnie.
"HAAAH" wahyu membuka mata nya dan langsung berlari ke arah kamar niko "niko niko ada apa? " tanya wahyu "aku mimpi di tikam orang" niko mengusap usap perut nya "aku kaget" kata niko "huf.. kirain ada apa ini minum dulu" kata wahyu "tangan mu masih sakit gak? " kata wahyu "enggak kok udah mendingan, yu.. tidur bareng lah mimpi nya kaya nyata jantung ku saja masih berpacu sangat cepat" kata niko sambil menatap saudara nya itu "baik lah cepat tidur aku akan tidur di samping mu" wahyu tersenyum sambil berbaring di samping niko "terimakasih" kata niko.
chai menoleh ke arah jerico yang menyentuh bahunya "maaf tuan, tapi sebaiknya anda istirahat" kata jerico, chai memperhatikan luka di pipi jerico "lebih baik obati dulu luka mu" kata chai "ini sudah di obati tadi tuan" kata jerico "tuan anda bisa istirahat" kata kal "apa istri ku sudah tidur? " tanya chai "belum tuan" kata lim "jaga pintu ini aku akan pergi sebentar" kata chai.
"monnie" chai duduk di samping monnie "chai.. kau marah pada ku? " tanya monnie "tidak " chai mengusap rambut monnie "adik begini gara gara aku" kata monnie dengan sedih "tidak sayang.. tidak" chai menggeleng kan kepala nya "kau lebih baik istirahat dan tidur aku akan menemani mu" kata chai.
keesokan harinya...
semua mahasiswa memperhatikan seorang pria dengan jas hitam yang berjalan memasuki kampus "jadi bagaimana kondisi nya? " tanya Gilang "dia akan membaik, dia masih di rawat di rumah sakit" kata kal "baik lah aku akan mengisi absen nya terimakasih" kata Gilang dengan ramah "pak polisi" niko berlari ke arah kal yang berjalan ke arah gerbang "ada apa niko? " tanya kal "apa yang terjadi? " tanya niko.
"istri ku" chai memegang tubuh monnie yang hampir terjatuh "kau kelelahan" ucap chai "uh? " jeje membuka matanya "oih.. " jeje memegang perut nya "adik bangun" kata monnie "monnie" kata chai ketika monnie pingsan "dokter dokter" kata jerico.
dokter memeriksa jeje "bagaimana perasaan mu nona? apa terasa sangat sakit? " tanya dokter "perut sebelah kiri ku terasa tidak nyaman" kata jeje "aku harus pulang" kata jeje "nona anda tidak boleh pergi anda harus di rawat" kata dokter "tidak pap--oih" jeje meringis "akhh.. " chai datang dengan tergesa-gesa "jeje.. jangan banyak gerak" kata chai "kakak.. dia datang lagi. pergilah jaga kakak ipar.. tidak ada yang tau dia kapan datang" kata jeje "apa kau melihat wajah nya? " chai mengusap rambut adik nya "terlihat dia mencoba menculik kakak dengan sebuah mini bus aku melihat nya saat aku dalam perjalanan pulang, aku langsung menarik kakak ipar namun mereka balik menyerang mama, aku menangkis serangan itu dan itu mengenai perut ku. yang lain kembali ingin menyerang kakak ipar aku menghalangi nya dan itu membuat pisau nya menancap di tangan ku dan aku menarik kakak dan mama ke belakang sambil menangkis serangan selanjutnya .itu mengenai paha ku " kata jeje "apa mama dan kakak ipar akh" jeje memegang perutnya "jangan banyak bicara " kata chai "kakak kau mau mendengar kan aku? " ucap jeje "tentu" kata chai "pergi bawa kakak ipar sejauh mungkin. musuh ada dimana mana kita tidak tau, kakak ipar harus di jaga dengan baik, penyerang itu kita tidak kenal dan dia adalah musuh baru.bahkan gara gara mereka aku tidak bisa melihat ba--" chai terkejut jeje memejam kan mata nya "dokter!!! dokter!! " seru chai.
leo merangkul niko agar niko tenang "aku harus ke rumah sakit" kata niko dengan lemas "iya iya aku tau tapi di sana pasti dia sedang di jaga ketat " kata leo "baby.. " kata niko "baby kenapa? " niko terlihat benar benar syok "tenanglah besok kita bisa ke sana" kata wahyu sambil terus menenangkan saudara nya itu.