
cahaya remang remang terlihat di saat mata jeje terbuka perlahan dia merasa tidak dapat menggerakkan tangan kirinya "aum.. " jeje melihat seseorang tidur di sampingnya sambil memegang tangannya "jojo" kata jeje sambil perlahan menggerakkan tangan kanannya untuk menyentuh rambut orang yang sedang tidur di samping nya "kau sudah bangun" jeje menoleh ke arah pintu "oh.. apa aku mengganggu mu" kata jojo dia baru menyadari tangan jeje berada tak jauh dari kepala niko "ku fikir ini kau" kata jeje "kau butuh sesuatu? " tanya jojo "aku akan cari air" jojo menutup pintu jeje menatap orang yang ada di samping nya "hum" jeje berusaha untuk duduk "uhm? " jeje melihat orang di samping nya bergerak "dia baru tidur" ariel berjalan mendekati jeje "pelan pelan" ariel membantu jeje duduk "semalam dia tidak ada tidur ku rasa dia baru tidur dia menjaga mu sepanjang malam" kata ariel sambil mengusap wajah jeje dengan tisu basah "aku akan kembali tunggu ya" ariel pergi jeje menatap orang yang tidur di samping nya jeje ingin menarik tangannya perlahan lahan "uh.. " orang itu kembali bergerak dia mengangkat kepalanya tangannya masih menggenggam tangan jeje dia menyipitkan matanya "oh.. kau sudah bangun" kata orang itu yang tidak lain adalah niko matanya terlihat merah rambut nya acak acakan bajunya kusut ada perban kecil di tangannya jeje terdiam sesaat menatap wajah niko lalu dia menatap tangan niko yang memegang tangan nya erat erat seolah olah dia mau pergi "oh.. maaf" niko melepaskan tangan nya "apa tangan mu sakit.. aku tidak sadar memegang tangan mu " kata niko "apa yang terjadi? " tanya jeje niko mengusap wajahnya "kau tidak ingat? " tanya niko jeje mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya. dia teringat saat di berendam di bathup dia menggunakan pisau kecil nya untuk melukai dirinya sendiri sampai air di bathup berubah warna dia juga ingat dia merasa gila sampai sampai tidak dapat merasakan apapun bahkan untuk berjalan saja susah dia menjatuhkan pisau saat keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian dan merasakan kalau diri nya marah marah tidak jelas dan bahkan kehilangan kendali akan dirinya dia bahkan hanya diam saja melihat darahnya mulai membasahi sprai ranjang nya dan dia gelisah dengan kata kata yang di ucapkan bayangan nya sendiri. "tunggu" jeje menoleh ke arah niko "pecundang masih hidup bayangan itu berbohong! mahluk sialan itu juga berbohong fikiran ku juga menipu ku sendiri" fikir jeje "ada apa baby? kau merasakan sesuatu? atau ada yang sakit? " tanya niko "kau baik baik saja" kata niko "sampai kapan kita di depan pintu? " tanya jojo "sabar dulu lihat dulu gimana reaksi jeje" kata ariel "tapi aku mau melihat nya" kata desi "diam dulu kau" kata ariel "ada yang yang salah? " kata niko "bisa kah kau mendengar kan aku kali ini" kata niko sambil perlahan memegang tangan jeje "kenapa kau melakukan ini pada dirimu sendiri" kata niko dengan suara yang sangat lembut "dia memegang tangannya" kata jojo "aku tau" kata desi "kenapa kau melukai dirimu sendiri" kata niko jeje menarik tangannya "jawab aku.. " kata niko "kenapa kau melukai dirimu sendiri? apa guna nya? kau bisa tewas" kata niko "kau juga bis--" kata niko "cukup! " kata jeje "kenapa kau selalu saja sok tau" kata jeje dan niko bersamaan jeje menatap niko "aku sudah hafal kata kata mu" kata niko "bahkan semua tentang mu" kata niko "tapi kenapa kau melukai dirimu sendiri ada apa dengan mu? kau tidak perlu mengalihkan pembicaraan dengan kata kata yang biasa kau ucapkan aku butuh jawaban" kata niko "jangan sok tau hidup ku" kata jeje "aku tidak mencari tau tapi dokter memberitahu semua nya banyak luka di tubuhmu" kata niko "apa yang kau fikir kan? " kata niko "jika ada masalah kau tidak harus menyiksa diri mu kau tidak perlu melakukan apapun yang bisa melukai dirimu! ada aku.. ada hatimu di hadapan mu!! " kata niko "aku bersedia merangkul luka dan cerita apapun dari mu jangan lakukan hal ini jeje" kata niko jeje terdiam tidak ada berdebat lagi di dalam dirinya hanya ada rasa kehangatan yang mengalir dari tangannya ada rasa ketenangan yang membuat dirinya menjadi nyaman "jangan lakukan ini lagi" kata niko "kau sangat bodoh kau fikir aku melukai diri ku dengan sengaja? aku tidak sebodoh dirimu" kata jeje "aku seorang pembalap kapan pun bisa terluka dan jika ada luka di tubuhku bukan berarti aku yang membuat nya " kata jeje "aku terjatuh dari motor sudah ku katakan pada mu untuk jangan sok paling mengerti hidup ku! hidup ku aku yang jalani bukan dirimu" kata jeje niko tersenyum "mari buktikan" kata niko "luka orang jatuh dari motor dengan pisau" niko mengambil pisau buah di dekatnya jeje melihat niko "kau lihat aku akan menusuk diriku" kata niko "jojo apa yang kita lakukan? " kata ariel "kita harus menghentikan nya" kata desi "lihat tangan jeje" kata jojo "kau lihat" kata niko "crass.. " darah jatuh ke lantai di saat pisau menembus telapak tangan niko "apa sudah lihat luka tusukan dengan jatuh motor seperti apa? " kata niko "aku akan pergi naik motor sekarang" kata niko "tidak! " kata jeje niko berbalik menatap jeje "a.. " kata jeje "katakan yang sebenarnya" kata niko sambil mendekati jeje "apakah ini karena aku mencintai mu? apa cinta ku ini salah" kata niko jeje menunduk "aku tidak bisa melihat mu terluka baby.. melihat mu merasa sakit aku juga lebih merasa sakit" kata niko "tap"niko terkejut jeje memegang tangan nya " bet bet"niko melihat jeje membalut luka nya dengan sapu tangan berwarna hitam nya "kau juga bisa kehabisan darah anak bodoh" kata jeje niko kali ini mematung "ada apa ini? " memo datang "kalian berpegangan tangan? " kata ariel "hum?? " jeje melihat dan baru menyadari kalau dia masih memegang tangan niko dia langsung buru buru melepaskan tangan niko "jojo dimana ponselku" kata jeje "di.. di tunggu" jojo meraba sakunya "aku rasa di saku jaket mu" kata ariel "ini" niko menyodorkan sebuah ponsel ke jeje "oke" ariel menatap jeje yang tidak melihat siapa yang memberikan ponsel kepadanya "halo.. kak kal apa kak chai sudah pulang? " tanya jeje "tuan akan pulang nanti je, lalu kau dimana sekarang" kata kal "aku di markas biasa kau bisa menjemput ku nanti" kata jeje "baiklah bersenang senanglah " kata kal jeje langsung meletakkan ponsel nya ke atas meja "gimana perasaan mu sekarang? " kata desi "aku baik baik saja tapi ngomong ngomong kenapa kalian membawa ku ke mari" kata jeje "kau kehabisan banyak darah semalam" kata memo "kau tidak sadarkan diri apa tidak ingat? " kata ariel jeje terdiam "baby" jeje menatap ariel dia teringat ada suara niko lalu tidak ingat apapun lagi "niko membawa mu kesini " kata desi "kenapa kau bisa kehilangan banyak darah apa saat kau jatuh dari motor luka mu parah" kata memo "aku kecelakaan bukan hanya saat balapan tapi saat bermain katana" kata jeje "dan aku baru ingat darah di kamar ku adalah darah ku" kata jeje "astaga kawan kau membuat ku cemas kau tau rumah sakit ini tidak menyediakan darah untuk mu tadi malam" kata ariel "uh" jeje mendorong ariel yang hendak memeluknya "lalu darah apa yang dia pakai untuk ku? " tanya jeje "darah niko" kata jojo "suhu tubuh ku tidak menurun sampai lama akhirnya pakai darah niko suhu tubuhnya sudah pas" kata jojo jeje menatap niko "niko sekarang harus memakan makanan sehat kata dokter" kata ariel "aku tidak butuh dirinya kenapa kalian tidak menelpon kak chai? " kata jeje "kau mau kami mati? saat aku datang ke rumah nya laser tembak nya sudah mengarah ke tubuh kami apalagi kami menelpon nya bisa bisa nyawa kami langsung hilang" kata desi "ckk ayo aku tidak mau berada di sini" kata jeje "kau kuat berdiri? " kata desi "bahkan aku masih kuat melenyapkan mu" kata jeje "aku akan bawa barang barang nya" kata memo "pakai kartu ini bayar semuanya" kata jeje "aku akan bayar dulu" kata jojo "ayo je" kata ariel "aku cari taxi duluan" kata desi jeje menatap pintu ke luar "oih.. kenapa kaki ku masih terasa sakit" fikir jeje "kau baik baik saja? " kata ariel "aku.. " kata jeje "grebb! " jeje terkejut niko mengangkat tubuhnya "kenapa kau tidak memanggilku? kau butuh bantuan dari ku" ucap niko "tapi aku tid--" kata jeje "tidak masalah aku akan datang di saat kau kesulitan jangan banyak bicara" kata niko "kenapa tidak ada yang mau menggendong ku? " fikir ariel.
jeje duduk di sofa, jojo meletakan beberapa gelas jus ke atas meja "kenapa aku tidak merasakan gejolak yang mengganggu ku lagi? kenapa aku tidak gelisah lagi? apa apaan ini" fikir jeje "hei minum jus nya" kata jojo "hm.. aku akan minum" kata jeje tiba tiba pandangan nya teralihkan ke benda yang ada di bawah meja "itu seperti nya anting milik desi" jeje menunduk ke bawah meja "jeje kau sedang apa? " kata ariel sambil meletakkan makanan di atas meja "ini aku men--ah" kepala jeje terbentur "lain kali kau harus lebih hati hati" kata niko jeje menatap niko begitu juga sebaliknya "menurut mu ini adegan apa namanya? " bisik desi "aku juga tidak tau ini pertama kalinya aku melihat yang begini" bisik jojo "aku tau nama adegan ini" kata ariel "apa? " kata memo "adegan jeje hampir terbentur meja tapi niko sudah menolong nya lebih dulu" kata ariel "lebih baik kau tidak usah bicara" kata desi "tau gitu ku suruh saja kak chai menembak mu kau benar-benar menyebalkan " kata jojo "jika aku mati kalian akan kehilangan teman kalian yang keren seperti aku" kata ariel "idih.. amit amit" kata memo "diam lah mereka masih tatap tatapan" kata desi. "rasa ini... kenapa sering muncul di saat aku berada di dekat pecundang.. ada gejolak dan rasa aneh yang menjalar di tubuh ku aku ingin berhenti menatapnya tapi.. kenapa rasanya tubuhku membeku" kata jeje dalam hati "Tuhan.. aku ingin kau membantu ku menjelaskan betapa aku mencintai gadis di depan ku melalui tatapan mata ku, dan juga setiap kata kata ku... aku ingin dia merasakan gejolak yang sama dengan yang ku rasa kan aku mencintai nya Tuhan" kata niko dalam hati "bruumm" jeje mendengar suara mobil di luar "lain kali hati hati kepala mu bisa terbentur meja" kata niko jeje menatap tangan niko yang masih memegangi sudut meja "tangan mu sudah terluka" kata jeje "aku tidak dapat merasakan apapun lagi hanya rasa yang membuatku hampir kehilangan kendali akan diriku sendiri karena cinta di dalam sini" niko memegang dadanya "lebih terasa lebih kuat membuat ku tidak bisa merasakan rasa sakit" kata niko jeje melihat darah mengalir ke jari niko mau kah tos bersama ku? "tanya niko " aku merindukan tos dari mu"kata niko sambil mengulurkan tangan nya jeje perlahan menggerakkan tangannya "tuk" semuanya terdiam "tunggu tangan mu pulih kau akan mendapatkan nya" ucap jeje "tangan jeje" memo menatap teman temannya niko terdiam jeje menggerakkan ibu jarinya mengusap rambut niko "tapi satu hal yang harus kau ingat" kata jeje sambil menarik kembali tangannya "jeje mengatakan apa aku tidak dengar" bisik jojo "aku juga " kata memo "dia berbisik "kata ariel. mata niko merah mendengar kata kata yang di bisikan jeje ke telinga nya perlahan memejam kan matanya menarik nafas dalam dalam lalu tersenyum " apapun yang kau katakan aku akan tetap mencintai mu baby "kata niko sambil tersenyum jeje berdiri lalu membuka pintu " kak kal masuklah aku belum menghabiskan jus ku"kata jeje "ya aku akan tunggu di sini" kata kal "niko kau mau kemana? " kata jojo "aku ingin ke kamar mandi" kata niko "menurut mu apa yang di bisikan jeje" kata ariel "kata kata yang tajam" kata jojo.
malam harinya...
jeje berbaring di atas ranjang nya "rasa apa ini? ini terasa aneh" kata jeje "rasa itu muncul di saat aku ada di hadapan nya" kata jeje sambil menoleh ke arah ponselnya terlihat ada pesan atas nama si bodoh "Hai nona galak kenapa kau mengabaikan ku" jeje mengusap wajahnya lalu mengambil ponselnya "Hai bodoh aku sedang tidak enak badan dari tadi siang" jeje membalas pesan di bodoh
"kau sakit apa? "
"aku tidak tau rasanya tubuh ku panas dingin dan jantung ku berpacu lebih cepat membuat ku merasa buruk"
"hum.. gejala macam apa itu? Hai nona galak kenapa kau tidak memeriksa kan dirimu ke rumah sakit"
"aku baru pulang dari rumah sakit tapi aku sudah lebih baik, jantung mu mulai berpacu normal tidak seperti tadi"
"ahaa.. aku tau "
"? "
"aku baru cari tau tentang gejala mu dan di sini di tuliskan kalau kau sedang jatuh cinta"
"kau jatuh cinta pada siapa? oh ya siapa yang membuat mu merasa panas dingin? "
"hei bodoh jangan sok tau dasar brengsek "
"apa kau belum pernah jatuh cinta? "
"haha tidak"
"kalau begitu rasakan lah kau sekarang jatuh cinta"
"kalau begitu di mana rumah mu"
"wah.. wah kau mau menemui ku lagi"
"bagaimana aku bisa membunuh mu jika aku tidak menemui mu? "
"kau kejam sekali uhm.. jojo mengajak kita masuk ke dalam game"
"aku tau ayo masuk kita habiskan waktu di dalam permainan. mati di dalam pertempuran jauh lebih bagus ketimbang mati karena omong kosong".