What Is Love

What Is Love
cuek tapi perhatian



"tap.. tap.. tap" terdengar suara langkah kaki pintu terbuka melihat ada orang yang akan datang niko langsung memejamkan matanya terlihat pria berjas hitam berjalan ke arah ranjang jeje "bukan kau ada rapat? " terdengar suara jeje "tangan mu" niko membuka matanya sedikit "siapa pria itu? aku tidak melihat wajah nya" kata niko dalam hati "kak chai"jeje melihat wajah kakaknya yang memperhatikan tangannya " aku tidak papa"kata jeje "mereka melukai mu" kata chai sambil memperhatikan leher adiknya yang di balut perban "sakit? " kata chai "kak chai peluru tidak bisa melubangi tubuhku, dia hanya menggores kulitku sedikit. kau siang ini ada rapat kenapa kau datang nanti orang yang ingin menemui mu menunggu mu" kata jeje "diam kau! " chai memperhatikan adiknya "berani sekali mereka" guman chai "kak.. chai lihat aku" jeje tersenyum "aku masih utuh apa yang kau cemaskan malam ini aku akan pulang ke rumah" kata jeje dia memegang tangan chai "apa kau lupa kalau aku kuat? " kata jeje chai perlahan tersenyum "lim" kata jeje "siap nona" kata lim "kartu ku ada di meja itu, ambil lah dan pergi bayar semuanya perawatan mahasiswa lainnya dan juga bayar kerusakan di kampus ku" kata jeje "eiiii.. " chai mengerutkan dahinya "mereka membawa mu ke rumah sakit sekecil ini dan kau juga yang mau membayar semuanya lihat lah satu ruangan dia orang" kata chai "kak chaai.. kau jangan mengatai rumah sakit nya, ini dosen ku yang memilihnya " kata jeje "tapi mereka memilih nya sembarangan" kata chai "kak chai.. kecilkan suara mu" kata jeje "mereka semuanya mencoba melindungi ku kak chai.. mereka berusaha mencegah agar aku tidak menampakkan diri. tapi tapi kak chai.. aku datang" kata jeje "jadi mereka menolong adikku ? " fikir chai "mereka yang pertama melawan orang jahat itu, mereka menyuruh ku lari tapi aku tidak lari.. jangan fikir luka ku ini karena mereka membiarkan ku, mereka menolongku" kata jeje "jadi ku fikir aku harus harus membayar semuanya, kal bilang jika ada orang yang membantu kita maka kita harus membantu nya juga sebagai balasannya" kata jeje chai mengangguk "tapi tidak dengan uang mu" kata chai "tidak papa kak chai aku masih bisa balapan lagi dan aku akan mendapatkan uang lagi" kata jeje lim melihat ke arah niko "astaga orang itu badannya besar banget dia jelmaan hulk ya" kata niko dalam hati "lim bawa kartunya" kata chai "aku akan pulang nanti kau pergilah.. selesai kan perkerjaan mu lalu jemput aku" kata jeje chai mengangguk lalu mengusap kepala jeje "tunggu aku ya" kata chai lalu dia berdiri dia melihat niko yang berbaring dengan mata terpejam "dia.. " kata chai "niko" kata jeje "dia terluka karena melawan orang itu juga" kata jeje "niko" guman chai "pak.. pak polisi tolong pak teman ku di bawa orang jahat" chai teringat saat pertama kalinya "kak chai kau akan terlambat" kata jeje "hm" chai membuka pintu lalu pergi menghampiri seorang wanita "aku mau bayar perawatan adikku dan juga teman teman nya" kata chai "atas nama" kata wanita itu "jeje soikham" kata chai "oh.. yang mahasiswa itu ya? " kata wanita itu "iya berapa semua nya? ".


jeje memakai headset nya perlahan dia menoleh ke kain biru yang berada di antara mereka berdua " kenapa dia tidak bersuara? apa luka nya begitu dalam"fikir jeje "kok dia diam saja ya? " fikir niko sambil melihat kain biru itu jeje mendengar kan musik sambil memejam kan mata nya "apa dia tidur? dia pasti mengalami banyak luka akibat kejadian semalam" fikir niko. jeje membuka matanya karena merasakan sesuatu yang mendekati nya kain biru terbuka "Hai" kata niko "ngapain anak ini? " fikir jeje "gimana kondisi mu? " niko duduk di kursi sambil memegang tiang infus nya "tangan mu" niko melihat tangan jeje yang di perban "apa masih terasa sakit? " tanya niko jeje melepaskan headset nya melihat wajah niko yang penuh memar "kau tau jawabannya" kata jeje "maaf" kata niko dengan muka merasa bersalah jeje memperhatikan raut wajah niko "aku gagal melindungi mu" kata niko "sampai sampai kau terluka separah ini" kata niko dia terlihat sedih menatap leher jeje "pria macam apa aku ini" kata niko dalam hati .


archie menatap langit dari jendela dia teringat kejadian di kampus bagaimana jeje mengamuk setelah menghampiri niko yang terluka "kenapa aku jadi bimbang? " kata archie "awas archie!! " archie teringat saat niko menolong nya "apa jeje mencintai niko? ".


ridho melihat siapa yang datang langsung berdiri dan setengah berlari menghampiri orang berjas hitam itu " tuan chai"ridho memberi hormat "apa saja kerjamu? " kata chai "maaf kan saya tuan" kata ridho chai melihat kerusakan yang terjadi "adikku sedang di rawat " kata chai "maafkan saya tuan saya salah" kata ridho "tap"chai memberikan sebuah Kartu kecil ber warna hijau " 574093 ambil dan perbaiki semuanya jika sekali lagi ada Kejadian seperti ini aku akan mencabut nyawa mu"kata chai.


jeje meneguk minumannya "pergi sana" kata jeje niko terdiam "aku tidak mau" kata niko "aku mau dekat dengan mu" niko menyingkirkan kain biru itu jeje hanya melihat nya "kau sangat keras kepala ya" jeje meletakan gelas yang dia pegang "emang nya salah ? " kata niko "jangan lupa sesuatu" kata jeje niko menatap jeje "waktu mu ku rasa sudah habis" kata jeje niko tersenyum lalu mendekati jeje yang duduk di kursi "cinta tidak punya batas waktu, cinta akan tetap hidup sampai kapan pun da.. --" pintu terbuka "ouhmm.. aku.. aku gak lihat apapun" kata anggel sambil kembali menutup pintu "kenapa kau tutup pintu nya? " tanya dila "jangan masuk mereka lagi bucin" kata anggel "haah.. jangan jangan mereka udah jadian" kata mawar "lebih baik kau menjauh dari ku dan simpan cinta mu " kata jeje "baik.. baik gini saja apa jika ku lakukan hal seperti ini kau akan percaya" niko meletakkan pisau buah ke dekat lengannya jeje menatap nya dengan tenang "bahkan di saat kau sekarat aku akan hanya melihat mu tanpa melakukan apapun" kata jeje "kalau begitu jangan menyesal" niko pergi "eih.. pisaunya.. aku mau makan buah, letakan! " kata jeje niko berbalik "letakan! " kata jeje "nih" niko meletakkan pisaunya lalu pergi kembali ke ranjang nya jeje hanya diam saja dan kembali memakai headset nya.


malam harinya..


niko melihat ranjang jeje kosong "huff.. " niko menghela nafas lalu dia berjalan melihat keadaan di luar jendela "eh? " dia melihat buah buahan di samping ranjang jeje masih utuh kecuali anggur dia teringat jeje tadi meminta pisau yang mau dia bawa dan dia melihat pisau buahnya juga sudah tidak ada di keranjang buah "dia membawanya? " fikir niko "tapi.. tapi kenapa dia membawa pisau itu? apa dia berfikir kalau aku bakal mengakhiri hidup ku? itu tandanya dia.. " fikir niko mendadak dia tersenyum lebar.


mobil berhenti lim membuka pintu jeje keluar "hei kau masih marah padaku? " tanya chai "masih, jangan panggil aku " jeje masuk ke dalam rumah chai menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah jeje meletakan sebuah pisau buah ke atas meja "jeje" chai datang "aku sibuk" jeje naik ke atas tangga "oke.. good night" kata chai.


jeje mencuci wajah nya "apa apaan ini" jeje menampar pipi nya kuat kuat "buang dan hapus memori tentang nya" kata jeje "baby" "aku gak mau jauh dari mu" "cinta tidak punya batas waktu" jeje menepuk nepuk wajahnya "buang buang!! jangan dengar kan dia!! yang dia katakan semuanya hanyalah kebohongan!! jangan dengar kan dia jeje.. dia pasti akan menyakiti mu suatu saat nanti.. " kata jeje, "kita tidak boleh percaya pada siapa pun!! oke.. " jeje menganggukkan kepalanya menyakinkan kembali diri nya sendiri "ting" jeje menoleh ke arah ponselnya terlihat ada pesan masuk "pesanan anda sudah di Terima".


"halo" seorang perawat datang "ya" niko berbalik "ini ada pesanan untuk mu dari seseorang" kata perawat "terimakasih" kata niko perawat itu pun pergi "hei.. gimana? " wahyu datang "apa nya? " kata niko "keadaan mu apa sudah boleh pulang? " tanya wahyu "belum katanya pemeriksaan sekali lagi baru pulang" kata niko "halo" dokter datang "ah.. bagus sekali kau makan makanan yang manis dan buah buahan seperti ini agar daya tahan tubuh mu semakin kuat" kata dokter "hehe iya dokter" kata niko "aku akan memeriksa kondisi mu" kata dokter.


wahyu melihat pintu yang terbuka "Hai kawan" leo datang "Hai" kata niko dan wahyu "wuuihhh kalian enak banget makan kue gak ngajak aku" kata leo "iya aku juga mau" kata aciel "ambil saja" kata niko "heeeeee!!! " leo melihat merek yang terpasang di box kue "wuuih.. kaya bener kau niko ini salah satu kue yang termahal di Indonesia " kata leo "sok tau! " kata aciel "aku sungguhan cek di ponsel ayo buka ponsel mu" kata leo "biar aku cek.. " kata aciel "kalian ini perkara kue pun ribut" kata wahyu "wah.. beneran ya.. keren akhirnya aa ku bisa makan kue termahal" kata aciel "jangan norak goblok" kata leo "ah.. sudah.. sudah ayo kita makan" kata niko.