
Jeje melihat daging di dalam ember "pasti buat kohsoom"kata jeje sambil tersenyum lalu mengambil sepotong daging dengan tangan nya lalu mendekati kandang kohsoom "oi..oi kohsoom, anak mu sudah lumayan ya..kau lihat aku membawa apa"kata jeje "tap"jeje menoleh ketika ada tangan yang menyentuh bahunya "kau mau apa?"kata jerico "hum..aku mau memberi nya makan"kata jeje "kau bisa membuat aku di gantung tuan chai, pakai ini"jerico memberikan sebuah besi yang ujungnya bisa mencapit daging yang di pegang jeje "pakai ini agar aman, kohsoom masih galak karena dia pasti takut anak nya di ambil"kata jerico "o...gitu"kata jeje "ngomong ngomong kak chai kemana sih dari kemarin kok belum pulang..uh...aku ingin pulang ke rumah"kata jeje "ku rasa tuan chai masih mengurus perusahaan nya yang di luar kota"kata jerico "kau bolos hari ini"kata kal sambil membawa minuman, milli juga datang dengan membawa daging untuk kohsoom "aku sudah sering ke kampus sesekali tidak datang juga gak papa"kata jeje "ya ya di dunia kan kau bebas melakukan apa saja"ujar kal.
Han tersenyum melihat melihat empat pria di depannya "jadi kapan?"kata azam "besok kita tangkap dia"kata han "kita harus berhasil"ucap lion "pasti, dan kita akan mendapatkan dokumen itu"kata han sambil tersenyum .
niko melihat dari jendela kotak makanan yang dia letakan di meja jeje masih utuh "kenapa tidak di makan ya"fikir niko "kau ngapain?"wahyu datang "kau masih mengantar makanan padanya, padahal dia mengurungmu semalam ku fikir kau akan marah"kata wahyu "dengar yu, aku selalu menikmati apa yang dia lakukan padaku"ujar niko "tidak perduli dia mengurungku,menguburku, memukul ku aku akan menikmatinya dan tidak akan marah"kata niko "eh..kak niko"dila melihat niko di dekat pintu saat keluar kelas "eh"niko melihat dila "pasti mau lihat jeje kan? "kata dila "loh..dia..dia kok tau"guman wahyu "iya, apa dia tidak datang?"tanya niko "hari ini jeje tidak datang kak"ucap dila "oh.."niko langsung melihat meja jeje dari jendela "kak niko terlihat sedih"kata dila di dalam hati.
Jeje berbaring di sofa sambil mendengarkan musik dengan headset favorit nya. "sudah malam kenapa kau tidur?"tanya kal sambil meletakan makanan ringan di meja dekat jeje "aih...tidur terlalu cepat juga tidak enak"kata jeje "hum..kalian pergi saja istirahat aku juga akan tidur sebentar lagi"kata jeje "ya"kata kal tetapi dia tidak pergi dia hanya duduk agak jauh dari jeje"pasti jeje memikirkan tuan chai"bisik jerico ."bruum...brummmm"suara mobil terdengar dari luar "kalian pergi saja"ada suara dari luar tak lama kemudian chai masuk dia terdiam melihat jeje berbaring di sofa dengan headset di kepalanya matanya terpejam kelihatannya sudah tertidur pulas "tuan selamat datang"kata kal dan jerico "apa dia tidur?"kata chai "humm"jeje membuka matanya "astaga !!"jeje melompat karena terkejut melihat chai sudah berdiri di dekatnya "kalian pergilah"kata chai "baik tuan"para pengawal pergi keluar rumah lalu chai menatap jeje tanpa ekspresi "kapan kau datang kak"jeje melepas headset nya "apa yang kau lakukan malam malam begini?"kata chai "hum..hm aku menonton televisi eh bukan aku sedang mendengarkan musik sambil rebahan . Masa kau tidak melihatnya?"kata jeje chai menatap mata jeje dengan datar "kenapa malah diam saja? Apa aku salah bicara?"kata jeje "apa kau sudah makan?"kata chai "sudah"ucap jeje chai melepas jas nya beberapa pelayan datang mengambil jas nya dan barang barang lainnya lalu chai duduk di sofa "kenapa kau baru pulang?"kata jeje "kenapa kau bertanya?"kata chai plot non datang mengantar minuman untuk chai, "tinggal jawab aja susah"kata jeje dengan kesal chai tersenyum tipis melihat jeje kesal "kalau mau ketawa gak usah di tahan!"ucap jeje "aku tidak tertawa"chai mengambil minuman di meja "huh, menyebalkan"fikir jeje "apa kau sedang menungguku?"tanya chai setelah meneguk minumannya "kenapa bisa kau berfikir begitu?"kata jeje sambil membuang muka, "karena aku merasa kau tertidur tadi di sofa"kata chai "aku tidak tidur, aku cuma rebahan sambil mendengarkan musik"jeje berdiri "sudah lah aku mau tidur "jeje pergi chai hanya menatap jeje yang menaiki tangga "dia marah ya?"fikir chai.
Ke esokannya ..
Jeje memakai kaos hitam lalu memakai manset pendek di lengannya "nona sarapan sudah siap"kata milli di pintu "ya ya..aku akan datang"kata jeje sambil memakai memakai rompi anti pelurunya "aku ngantuk sebenarnya"kata jeje dia mengambil satu kaos panjang lagi dan memakainya lalu memakai hoodie dan topi lalu pergi keluar. "pagi nona"sapa para pengawal "pagi juga"kata jeje lalu dia duduk di kursi "kakak aku mau pulang, kan percuma aku punya rumah tapi aku malah tidur di rumah mu"kata jeje chai meletakan sendoknya lalu mengambil tisu "apa kau bosan di sini?"kata chai sambil menatap jeje "aih..bukan bosan, ya sesekali aku tinggal di sana lalu tinggal di sini lagian aku akan berkunjung ke sini"kata jeje . Chai masih menatap jeje "malah melihat ku, baikah tidak jadi"kata jeje sambil berdiri dan memakai sepatu "aku akan pulang tahun depan !"jeje keluar "tuan sepertinya nona marah"kata hary "biar saja, ini demi keamanan nya apa kau lupa saat kal menangkap salah satu anak buah alder "kata chai "ingat tuan!"kata hary "mereka bilang akan mencelakai nona cilik"kata lim "kenapa kita tidak katakan saja ke nona, agar dia mengerti"kata steven chai hanya menggelengkan kepalanya.
Jeje melompat dari pagar tembok "huh?"archie menoleh ke samping terlihat dari jauh jeje turun dari pagar tembok. "uhh..huam.."jeje memegang sketboard nya lalu berjalan "hum..jeje"jeje berhenti berjalan "ada barang untuk mu"gilang berjalan ke depan jeje sambil membawa sesuatu "tap"jeje mundur selangkah gilang mengerutkan dahinya melihat reaksi jeje "kenapa kau mundur?"tanya gilang tapi jeje hanya diam saja "ambil ini, tadi aku menemukannya di atas lokermu dan ku lihat ada namamu di peper bag nya jadi aku membawa nya takutnya ada yang mencurinya"kata gilang jeje menatap peper bag di tangan gilang "tidak, itu bukan milik ku"kata jeje "apa katamu? "gilang menarik tangan jeje lalu meletakan peper bag ke tangan jeje "aku pergi dulu jadilah mahasiswa yang baik"gilang ingin menyentuh kepala jeje tapi jeje menghindar "kau mau apa?"kata jeje "tidak ada"gilang langsung berbalik dan pergi.
Jeje masuk ke dalam kelas dia kembali melihat kotak makanan di mejanya "tunggu, rizi bilang dia dan mawar tidak meletakan kotak makanan. Jadi ini siapa yang meletakannya?"fikir jeje "oh jeje kau datang juga hari ini"kata dila "kau tau kemarin kak ni-- eh maksudku kemarin para dosen bertanya tentang mu"dila menghampiri jeje "oh"jeje duduk di kursinya lalu menarik kursi di dekatnya dila mengerti dia langsung duduk tak tak jauh dari jeje "terimakasih"kata dila sambil tersenyum "kau bawa apa itu?"tanya dila "batu, kalau mau kau bisa ambil"jeje menyodorkan peper bag ke dila "meskipun sikapnya dingin tapi dia sebenarnya teman yang baik"kata dila di dalam hati lalu dia menerima peper bag nya dan melihat isinya beberapa roti bakar dan juga buah cery "dia bilang isinya batu"kata dila di dalam hati "ini boleh ku makan?"kata dila jeje hanya mengangguk sekali "humm..cery nya manis "kata dila sambil tersenyum "apa tuh..mau dong"kata vito "makanan"kata dila "dia sedang apa?"niko melirik jeje dari jendela "wah..cery nya manis"kata vito "jeje kau tidak mau coba?"kata dila jeje menoleh ke arah dila "coba je ini manis"vito mengulurkan sebuah cery ke arah jeje "apa yang vito lakukan?"fikir niko "ayo kau harus coba?"kata dila jeje melihat ke arah cery yang di dekat wajah nya kelihatannya vito ingin menyuapinya, jeje mengambil cery itu dengan tangan nya lalu memakan nya "mereka tidak bohong, ini manis"kata jeje di dalam hati "manis kan?"kata vito "tapi dari mana cery ini?"kata vito "dari jeje"kata dila "o..ini manis je apa kau menanam nya atau membelinya?"kata vito "ada orang yang meletakan ini dia atas lokerku"kata jeje "wah..sepertinya ada yang diam diam menyukaimu"kata vito "hum?"dila menyadari ada niko yang berdiri di jendela "tunggu guys"dila pergi keluar "kak niko ayo masuk"dila menarik niko "oh ada kak niko"kata vito "hai guys"baim datang niko berdiri menatap jeje "hai juga"kata yang lain "kak niko coba makan kak ini ambil sendiri"kata vito sambi menyodorkan peper bag ke niko "hum..cery nya enak apakah cery ini sudah di kurung di kulkas?"kata niko sambil melirik jeje "di kurung?"dila heran "iya haha maaf ya aku teringat kejadian beberapa hari lalu saat di rumah ku aku mengurung cery di dalam kotak lalu meletakannya di kulkas dan tidak melihat nya kembali sampai wahyu yang menemukannya dan menolong cery itu"kata niko jeje langsung menatap niko dengan tajam "ya ampun kak niko pasti kau melupakan cery nya"kata baim "kak niko semakin hari makin banyak bicara ya"kata shela "oh iya ya aku baru menyadari itu"kata vito , niko menggaruk garuk kepalanya lalu tersenyum dan kembali menatap jeje lalu mengusap bibirnya "nikoooo!!"leo datang "kau di sini rupanya, rapat udah mau di mulai ayo"kata leo "iya"niko pun pergi "kak niko agak berbeda ya guys?"ujar hima "iya dia biasanya diam dan jarang merespon siapapun, tapi dia malah hum..gimana ya..pokoknya berbeda sih"ucap brox "kenapa mereka jadi membahas si pecundang itu"kata jeje di dalam hati "baiklah aku akan kembali ke kursi ku"dila berdiri "um tunggu!"kata jeje "ya"dila berbalik "apa kau tau siapa yang meletakan kotak makanan di meja ku?"tanya jeje "hah!!"dila langsung gugup dan terlihat pucat "hum..ha.."dila merasakan suhu ruangan jadi dingin "dia gugup, benar benar mencurigakan"fikir jeje "duuuh..mati aku gimana ini"fikir dila "jika aku tidak jawab"fikir dila dia kembali teringat saat jeje memukul bunga sampai terlempar cukup jauh "gimana dong"kata dila di dalam hati "tuk"jeje mengetuk dahi dila dengan jari telunjuknya "HAAAH!!"dila langsung lari keluar kelas semua mata melihat ke arah dila jeje berkedip kedip melihat reaksi aneh dari dila.
Dila terus berlari menuju kamar mandi "waduhh..dia kayanya mau mukul aku deh"kata dila "dila!"kata mawar "huaaaa!"dila kaget "kau baik baik saja?"kata mawar "ku fikir jeje mengusul mau memukul ku"fikir dila "hum..tidak papa hanya terkejut"kata dila sambil tersenyum.
Jeje berjalan keluar kelas setelah kelas nya selesai "hah!"niko langsung bersembunyi ketika melihat jeje "di..dia...d..dia membawa.ko..kotak..makanan ku"kata niko "niko ngapain di situ?"kata adhi "eh..iya ngapain dia?"kata zio "kalian sedang apa?"kata wahyu "kami melihat saudaramu tuh"zio menunjuk niko yang sedang bersembunyi "tidak seperti niko yang ku kenal"kata adhi "ku rasa juga aneh ngapain dia"wahyu langsung berjalan mendekati niko "hei saudara ku kau sedang apa?"kata wahyu "eh..sial yu, aku kaget yu"kata niko dengan nada bicara penuh tekanan "maaf maaf kau sedang apa?"tanya wahyu "dia membawa kotak makanan dari ku"bisik niko "WUUAAHH"kata leo yang tiba tiba muncul di belakang mereka "sial kau lagi!"niko terkejut "aku cuma penasaran kenapa kau berbisik bisik"kata leo "jadi..kau memberi kotak makanan ke siapa?"bisik leo "kau"niko terlihat kesal "aku tidak menyangka kau bisa jatuh cinta"kata leo "jangan keras keras bodoh"kata niko "wah..kau jatuh cinta niko"teman temannya datang "aah..HOAX HOAX..apaan sih!!"kata niko "ayolah ngaku niko"kata zio "tidak ada leo cuma ngaco!"kata niko "tidak kok aku dengar ya kan yu"ucap leo "humm..mmm"wahyu jadi salah tingkah "ayolah niko.." ayo niko" "katakan yang sejujurnya" "katakan niko siapa gadis yang bisa membuat es di hatimu mencair" "ayo nikoop jawab"kata teman temannya "HOOOAAAXXXXX!!!!!"seru niko dengan kuat sampai terdengar keluar gerbang.
Mobil berhenti jeje langsung masuk ke dalam mobil itu "gimana hari mu?"tanya kal "baik seperti biasa"kata jeje sambil meletakan tas nya ke kursi belakang "kita langsung pulang atau kau ingin membeli sesuatu dulu?"tanya kal sambil melihat jeje dari cermin "aku ing-- aaahk"tubuh jeje terdorong ke depan di saat kal mengerem mendadak "**** you kak"kata jeje "ada orang tiba tiba muncul di depan"kata kal jeje melihat ke depan ada mobil yang memblokir jalan "hei turun!!"ada seorang pria berjalan ke arah mobil kal "ada apa?"kal membuka sedikit kaca mobil "apa kau tuli? Cepat lah keluar sebelum aku membunuhmu"pria itu mengeluarkan pistol "menunduk je!"kata kal "hm"jeje langsung menunduk "cepat turun!!"kata pria itu "bruagggg!!"kal memundurkan mobil lalu menabrak orang itu "sial"pria itu menghindar dengan melompat ke atas mobil "mati kau"kal memundurkan mobil lalu memutar mobil dan terus melaju dengan cepat sampai orang itu terjatuh "naik je, pakai sabuk pengaman"kata kal "baik "kata jeje "kejar mereka"kata orang itu empat mobil langsung bergerak cepat mengejar mobil yang di bawa kal.
"me..mereka siapa?"kata jeje "aku tidak tau"kata kal "kal mereka mengejar kita"kata jeje saat menoleh ke belakang "dorr dorr dorr dorr!!"suara tembakan dari belakang "sial!!"kata kal "mereka menyerang kita"kata jeje "jeje dengar kau jangan di situ, turun lah dan bersembunyi di bawah pakai tali yang di bawah kursi agar tubuh mu tidak terbentur"kata kal "oh"jeje menurut.
Kal belok dengan cepat lalu melempar beberapa bom asap "jangan sampai lolos"kata han "halo test test monitor halo..sial..halo halo.."kata kal "hadang di sana!!"kata azam "haloo..halo..sial jawab!!"kata kal "ya ya akia memantau monitor"terdengar suara jawaban "akia..akia dengar..kami di serang OHH SHITT!! "kal tidak bisa menghindari ketika ada dua mobil menghadang tiba tiba "jeje bertahan"mobi berbalik di udara dua kali "siaalll!!"mobil masuk ke dalam toko mainan "aduhh"jeje segera keluar dari mobil dia menatap kotak makanan yang isinya sudah berserakan "ayo je!!"kal menarik tangan jeje. "dorrr dorrr dorrr!!!"kal menarik jeje agar menunduk "mereka sudah tidak ada di dalam mobi"kata lion "itu di sana"kata yang lain "hupp!!"kal menarik jeje ke dalam sebuah toko makanan "hah hah hah"jeje menatap kal yang tersengal sengal "jeje ayo lewat sana"kata kal "coba cek semua sisi"ujar han "mereka ke sini"kata jeje "jalan ke sana"kal menarik jeje masuk ke dalam lift. "hei hei itu mereka di lantai dua"kata para pengawal han "dorr dorrr dorr!!"orang orang makin panik mendengar suara tembakan, "tokonya kenapa?"kata niko di atas motor "iya ya sepertinya ada kecelakaan kita cari toko lain saja"kata wahyu "sial jalan buntu"kata kal "kita lompat saja"kata jeje "ayo"kal lari sambil memeluk jeje "pranggg!!"kaca pecah "astaga ada orang jatuh"kata wahyu "kau tidak papa?"tanya jeje kal menarik tangannya dari kepala jeje terlihat serpihan kaca menancap di sana "dorr!!"kal langsung mendorong jeje lalu membalas tembakan anggota langit "ayo!!"kal langsung menarik jeje "tunggu aku kaya pernah lihat pria itu?"fikir niko .
"baik..mereka akan segera menyusul kau dengar aku baik baik je, kau pergi ke toko itu ganti hoodie mu dan pergilah ke terus ke arah kanan aku sudah menyuruh bantuan datang"kata kal "tapi kau gimana?"kata jeje "aku akan segera menyusul mu, dengar ya jangan berhenti lari ayo sekarang cepat ke sana aku akan alihkan perhatian mereka paham"kata kal sambil mengeluarkan satu pistol darinya lalu meletakan pistol itu ke saku jeje "gunakan kalau kau sudah berani oke ayo cepat"kata kal "baik"jeje segera pergi sementara kal lari ke arah yang berbeda .
Jeje masuk ke sebuah toko "aku ingin hoodie ini berapa "kata jeje "empat ratus enam puluh lima nona"kata kasir "ambil ini hitung sendiri"jeje memberikan beberapa lembar uang lalu pergi. "kemama anak itu?"kata han "duarrrr!!"ledakan terdengar keras suara tembakan pun terdengar saling bersautan orang orang langsung panil melarikan diri, "hah hah hah hah"jeje berkeringat nafas nya tersengal sengal "huaaa!!"jeje kaget ada serangan dari belakang "trik yang bagus"kata satu pria dengan mata sipit "mati kau"jeje melempar nya dengan kaleng minuman lalu segera lari secepatnya "dengar semuanya anak itu ada di sini"kata pria itu "aku bisa mati kalau gini, tenaga ku juga hilang"jeje melihat sekitar nya "paman motormu aku pakai"jeje mengambil motor orang yang terpakir di depan rumah besar "maling!! Maling!!"kata di pemilik motor "bruum...brummmmmmm"jeje melajukan kecepatan "gawat!!"ada dua mobil dari dua arah "KAK CHAAAIII!!"jeje memejamkan matanya motor itu melayang di atas mobil hitam .
Seorang pria tersenyum puas "terimakasih tuan, senang berkerja sama dengan anda"kata pria itu "ya senang berkerja sama dengan anda juga"kata chai "degg!!"chai langsung menatap ke arah jendela "ada apa ini? Kenapa aku merasa kan sesuatu di dalam tubuh ku? Apa aku sakit? Ku rasa tidak"fikir chai.
Niko berhenti setelah lama mengikuti lima mobil yang membawa jeje "mereka berhenti di gedung seperti ini?"guman niko "kerja bagus kawan ku rutto"kata han sambil menepuk nepuk bahu pria sipit itu "kerjaan nya sangat mudah bukan?"kata rutto si pria sipit itu "ya ya ini uang mu"han memberikan tiga tas berisi uang "senang berkerja sama "kata rutto "jadi apa kita akan kembali?"kata duke kawan si sipit "kalian bisa pergi jika mau"kata han "nanti saja takutnya gadis itu bangun"kata rutto "ayo bawa gadis itu ke dalam"kata azam dua orang mengangkat tubuh jeje lalu semuanya masuk ke dalam gedung itu "aku harus menolongnya"niko mengikuti mereka.
"bruggg"tubuh jeje di jatuh kan begitu saja ke lantai yang sudah berdebu "gadis ini kuat juga butuh dua kali tembakan baru dia ambruk satu kali tembakan bius dia masih bisa membanting orang"kata rutto "aku saja kaget"kata dake "mereka seramai itu pasti aku kalah kalau melawan mereka aku harus tunggu mereka lengah"kata niko.
Chai menatap tajam ke arah bai "di serang!!"kata chai "iya tuan jerico sudah menemukan kal yang terluka tapi belum menemukan nona"kata bai "segera siapkan mobil"chai langsung berjalan dengan cepat keluar dari kantor dan segera masuk ke dalam mobil.
Akia sedang mengobati kal "auggg"kal kesakitan "jeje tertangkap tidak ya?"kata kal "semoga saja tidak"kata jerico "auuggg...langsung perban saja"kata kal "oke oke"kata akia.
Jeje masih belum sadar han berjalan mendekati jeje memeriksa saku jeje "oh..si kal pasti memberikan pistol ini padanya, tapi sayang sekali jeje tidak menggunakannya"kata han dan juga dia menemukan pisau dari saku celana jeje dan juga dari kaos kakinya "sratt"han menarik hoodie jeje sedikit terlihat jeje memakai kaos berwarna hitam "dia tidak memakai rompi"han menutup hoodie jeje lagi "pletak!"beberapa orang langsung menoleh "gawat"kata niko "coba cek kalian berdua"kata han dua pria berjalan ks arah niko "kabur...aku harus cari bantuan"niko lari dua pria itu melihat niko "ayo kejar dia"kata pria satunya.
Chai melihat kal memakai kembali bajunya "maafkan saya tuan"kata kal chai masih melihat luka di tangan kal masih mengeluarkan darah "balut dulu tangan mu"kata chai kal mengangguk "kita harus cek jeje ke lokasi yang ku sebutkan, aku menyuruh jeje lari kesana karena di sana ada akemi"kata kal "kita cek dia dulu semoga saja ada"kata lim "masuk kal cepat!"kata chai kal mengangguk dia segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping wut dan mereka pun segera pergi "berapa orang yang menyerang?"tanya chai "kira kira dua puluh lima tuan bahkan lebih "kata kal "sial"kata chai di dalam hati . "tuhan....mereka mengejar ku"kata niko "yu maafkan aku banyak menyusahkan mu"kata niko lagi "berhenti!!"kata dua pria itu "jangan om..jangan ngejar dong! Matilah aku kalau ada polisi dia pasti menilang ku"kata niko .
"cepat sedikit wut"kata chai "iya tuan"kata wut "bai kasih dia minum"kata chai bai segera mengambil sebotol minum "kal minum dulu"kata bai kal segera menatap chai "minum saja"kata chai kal segera meneguk air di dalam botol itu sampai habis."mana anak itu?"kata wahyu "kok gak datang datang"kata wahyu .
Niko semakin melajukan motornya "huaaaa!!"niko terlempar ketika menabrak polisi tidur dengan kecepatan tinggi "zruut"motornya jatuh terbanting ke dua kali niko bangun dan segera lari "AAAAAAHHHH!!"niko memejam kan mata "czzzittt"mobil itu menabrak niko tidak terlalu kuat "apa itu?"kata chai "sepertinya ada orang"kata bai "ahh!!"niko berdiri dia melihat kal di dalam mobil "ahh..pak..pak polisi pak polisi "niko mengetuk ngetuk kaca "siapa dia?"kata chai "maaf tuan dia salah satu mahasiswa di kampus yang sama dengan nona"kata kal "pak polisi tolong pak aku butuh kau, pak aku mau di bunuh pak"kata niko "tuan bolehkan--"kata kal "suruh dia masuk"kata chai pintu di buka niko langsung masuk "pak pak...aku di kejar orang tolong sembunyikan aku"kata niko dengan hidung yang berdarah "minggir ke sana dulu"kata chai mobil mlmaju sedikit dan berhenti di pinggir jalan "brumm"ada mobil hitam datang dan langsung menabrak motor niko sampai hancur "aduh...mereka datang"niko ketakutan kal segera menarik niko ke untuk duduk lalu menutupi niko dengan jasnya "heh!! Apa kau lihat pria muda ?"satu pria mengetuk kaca mobil "siapa kau?"tanya kal "jangan banyak bicara!!"pria itu menodong kan senjata "heh!"akia keluar dari mobil satunya dengan steven "pasti kalian menyembunyikannya kan"kata dua pria itu chai memberi isyarat kepada akia agar dua orang itu di tembak akia langsung mengerti setelah berkelahi "dorrr dorrr!!"suara tembakan kal membuka jas yang menutupi wajah niko, "katakan ada apa?"kata kal "pak polisi aku mohon padamu tolong aku"kata niko "mereka sudah tewas"kata kal "waduh"fikir niko "kenapa mereka mereka bisa mengejarmu?"tanya kal "begini pak aku mengikuti mereka karena aku melihat mereka membawa temanku pak, mereka menembak teman ku dua kali lalu membawanya ke tempat yang jauh kaya di gedung besar tapi sudah tidak di pakai.pak teman ku sendirian di sana banyak orang jahat ingin membunuhnya dia satu kampus dengan ku"kata kal "siapa?"kata chai "nama temanku jeje pak, mereka membanting jeje ke lantai, saat aku sedang berfikir untuk menolongnya aku ketahuan jadi aku lari , mereka malah menghancurkan motor ku matilah aku"kata niko "jeje!"kata chai "iya pak bisakan"kata niko "baik kau --"ucapan kal di potong chai "lokasinya masih jauh tidak?"kata chai "masih pak jauh sekali bahkan di sana tempatnya sangat tersembunyi pak...aku masih yakin mereka akan mengejarku juga"kata niko "kau sudah aman pergilah pulang aku kasih kau ongkos naik taxi"kata kal "pak..ini masih jauh taxi jarang mereka keburu datang lagi mengerjar ku"kata niko "tapi tolong lah dulu jeje pak, dia seorang wanita"kata niko "bawa saja dia"kata chai "baik kau akan ikut dengan kami kau masih ingat jalannya?"tanya kal niko mengangguk "tunjukan jalannya kita tolong dia"kata kal "jadi dia teman jeje"guman chai.
Jeje membuka matanya perlahan "ahkh..aw"jeje melihat sekitar nya dia sedang ada di lantai "dia bagun"kata dake "uhuk uhuk"jeje bangkit perlahan "halo"kata han "sudah lama kita tidak bertemu kan?"kata han "aku tertangkap "fikir jeje "nah...kau pasti heran kok aku disini, mana kak chai? Ya kan? Kau gadis yang cerdas juga"kata han "aku akan menghabisimu!!"jeje ingin menyerang han tapi di tahan dengan tiga orang pria "huahahahahah huahahahahahahahah kau bisa apa? Sekarang mohon kerja samanya ya.. aku butuh kau agar chai kakak kesayangan mu itu datang membawa dokumen lalu aku akan membunuh kalian semua.tapi untuk mu..hum..bisalah ada sedikit keringanan jika kau mau bergabung bersama ku"kata han sambil tersenyum "bangsat!! Kurang ajar!! Kak chai bukan pria lemah sepertimu sialan!!"kata jeje.
Kal menatap niko yang sudah terlihat berantakan "masih jauh tidak?"tanya kak "masih sedikit lagi hum..itu belok kiri"kata niko "namamu siapa?"tanya kal "aku niko pak"kata niko "ada pesan masuk"kata bai "di mana?"tanya hary "di ponsel ku lihat han mengirim vidio"kata bai "sini"chai mengambil ponsel bai "HAI...LIHAT!! LIHAT GADIS INI!! AKU AKAN MENGHABISINYA JIKA KALIAN TIDAK DATANG SAMPAI JAM SEPULUH MALAM DAN JANGAN LUPA BAWA DOKUMEN ITU HAHAHA" kak chai jangan datang kak!! Jangan datang !! Mereka memb"terlihat jeje di yang sedang di tahan tiga pria di pukul oleh han "JANGAN BERISIK!! DIAM"kata han "ohok!!!"mulut jeje mengeluarkan darah segar "nong"guman chai "pak apa itu dari di penculik?"bisik niko ke kal "iya"kata kal "hum..itu belok kanan pak"kata niko "nah itu belokan lagi kita ambil jalan kiri nah itu itu gedung nya"kata niko "di sini?"kata kal "iya pak, mereka membawa jeje ke dalam sana tadi..hum..lantai tiga kayanya pak"kata niko semua nya langsung pada keluar membawa senjata masing masing "kau diam di mobil jangan keluar"kata kal "tap--"belum selesai bicara bai menyemprotkan sesuatu ke wajah niko "hum apa ini ap--"niko merasa pandangannya mulai tidak jelas tak lama kemudian dia hilang kesadaran.
"AHHHHKH!!"jeje meringis memegangi perutnya "kita lihat saja apa kakak yang kau bela bela itu apakah dia akan datang"kata han "itu dia"kata kal "sssttt"kata chai "hahahaha HUAHAHAHAHAHAH AHAHAHA satu hal yang akan ku katakan padamu kemarilah mendekat"kata jeje sambil berdiri han pun melangkah mendekati jeje "CIH!"jeje meludahi han "kurang ajar"han memukul jeje dengan pistol nya "KAK CHAI BUKAN PRIA PENGECUT SEPERTIMU UHUK UHUK KAU HARUSNYA TAKUT SAAT DIA DATANG NYAWA MU LAH YANG AKAN HILANG!"kata jeje "kau"han memukul jeje lagi lebih keras sampai lion menarik han "jangan pukul lagi jika dia mati kita tidak dapat dokumennya"kata lion "ikat dia"kata han dua orang pria menarik jeje ke sebuah kursi "dia adik terbaik"kata chai dalam hati "maju setengah dulu"kata chai "tap tap"anggota chai datang yang lainya masih sembunyi "oh..mereka datang"kata rutto "HEI HAN LEPASKAN NONA CILIK"kata jerico "jangan coba coba membuat masalah"kata lim "lihat je! Kakak mu tidak datang"kata han "kata siapa?"chai muncul "wuah..wuah halo tuan chai"kata han sambil melihat tangan chai tidak membawa apa apa "kau tidak membawa dokumen nya?"han berjalan ke belakang jeje "kelihatannya kau sangat menginginkan nya "kata chai "jangan main main ya!!"han mengeluarkan pisau kecil dari sakunya lalu di arah kan ke leher jeje "bai datang bawa dokumennya kemari"kata chai bai pun datang membawa map biru ke depan chai "bagus sekali"kata han "lepaskan dulu dia!"kata chai kal melihat kode kode dari jari chai "aku akan melepaskannya tapi berikan dulu itu pada ku"kata han "sungguh tidak adil"kata jerico "jleb"han menusuk telapak tangan jeje "sial"kata jerico "mau tidak nih atau"han mengeluarkan sebuah senjata lagi "itu desert eagle gak sih"bisik akia "ku rasa iya.itu bukan hanya membuat tubuh berlubang tapi itu bisa membuat tubuh hancur berkeping keping"kata kal "baik baik"chai maju han tersenyum puas "setelah ini aku akan membawa jeje pergi, setidaknya aku bisa menjinaknya perlahan "fikir han lalu dia juga maju azam mendekati jeje "bettt!!"map itu di ambil langsung oleh han "tembak!!!"kata han "tuan!!"jerico menarik chai "dorrrr dorrrr dorrr"adu tembak terjadi "bawa dokumennya"han melempar dokumen itu ke lion lalu dia membuka ikatan jeje "heh !!"kal menembak han tapi han berhasil menghindarinya "jalan!!"jeje di tarik paksa "heh!! Kau"kata kal "maju kalau berani"kata han sambil menodong kan senjata ke leher jeje "akia membidik sebuah dinding "ayo maju!!"kata han "crak!! Dorrrr"peluru keluar menembus dinding han terkejut segera tiarap kal langsung menarik jeje untuk berlindung.
"kau bisa tahan sedikit?"kata kal chai mendekati jeje "nong"chai melihat gadis di depannya penuh luka "aku tidak papa kak"jeje tersenyum "ke luar keluar!! Keluar kalian!!"kata rutto "aku lawan mu!"kata kal "kak .."kata jeje saat chai masih menatap nya "aku akan menghabisi orang jika kau tidak mau mendengar tutup telinga mu dan juga mata mu"kata chai "kau bicara apa"jeje bersandar di kayu "ajari aku berperang kak, aku tidak akan seperti dulu lagi yang selalu menutup mata dan telinga ku"kata jeje "pegang ini"chai memberikan dua pistol ke jeje "siap?"chai tersenyum melihat adiknya "hm"jeje mengangguk "SERAAAANG!!"kata chai "dorrr dorrr dorrr" adu tembak terjadi di antara kedua belah pihak korban mulai berjatuhan "ayo"chai membantu jeje berdiri "hiaaaa!!"jerico menyerang dake chai meluncurkan tembakan beruntun "dorr"jeje kaget saat melepaskan tembakan "kuat juga"fikir jeje "anggap ini game mu"kata chai "game...ok"jeje menarik nafas lalu melepaskan tembakannya chai melempar satu pistolnya karena sudah kehabisan peluru "awas"chai menarik jeje agar berlindung "prangggg"kaca kaca pada pecah akia bersandar di dinding dia mengeluarkan peluru dari mulutnya lalu di masukan ke dalam pistolnya dan mulai membidik ke arah lain "dorrr!!"dia melepas satu tembakan "hiaa"rutto menendang jerico "aduh..kau hebat juga"kata jerico "hahaha binasalah"rutto mengeluarkan pisau "AAAAKHH!!"rutto terbaring tak bernyawa "hum..ulahmu akia"jerico melihat dinding tempat rutto berdiri tadi sudah berlubang "hup"chai menarik jeje kepelukannya "tembak mereka semua"chai melepaskan tembakan dengan satu tangan sementara jeje melakukan tembakan dengan dua pistol "eh..kak..pistol nya tidak bis lagi"kata jeje "hiaaa"azam maju "pegangan je"kata chai sambil menatap jeje "tendang dia!"kata chai sambil mengangkat tubuh jeje "buaggg"jeje menendang azam dengan kuat "sini"jeje di tarik ke samping meja panjang "aku tidak ada pistol lagi"kata chai sambil melihat mayat di depannya lalu dia mengambil senjata nya "dengar saat aku menarik mu segera lempar ini ke arah lawan"chai memberikan sebuah benda ke jeje "oke"kata jeje chai kembali berdiri dan melepaskan tembakan "berdiri!"ujar chai jeje berdiri chai langsung menarik jeje ke pelukannya "lempar!"kata chai "DUAAARRRRR!!!"gedung nya bergetar akibat ledakan "kak apa itu?"kata jeje "sejenis bom"kata chai sambil menarik jeje lagi untuk berlindung ."hah hah"dake berdiri lagi lalu dia mengeluarkan pisau dari celananya "ayo lagi"kata kal "hiaaa"dake maju "jrasssss!!"darah muncrat han terkejut melihat adegan yang terjadi di depan matanya kal berdiri dengan santai "brugg"tubuh dake terbelah dua "brugg!!"tubuh bagian atasnya jatuh duluan kemudian di susul dengan tubuh bagian bawahnya "kita kalah han"kata lion "tunggu di sini"kata chai jeje mengangguk "aku tau"han mengambil senjata terakhirnya lalu mengarahkan nya ke jeje yang terlihat sedang duduk di samping meja panjang "mati saja kau ****** sialan"kata han "dorrr!!"chai melihat arah tembakan han segera panik "jeje!!"kata chai azam melempar bom asap lalu kabur "jeje"chai menatap jeje "ahh..."jeje memegang perutnya "mereka kabur tuan"kata kal "kita segera kembali"chai menggendong jeje dan pergi dari situ.
Hoodie jeje di buka darah membasahi hoodie jeje dokter juga membuka kaosnya terlihatlah rompi anti peluru yang di pakai jeje. "humm"niko bangun dia sedang ada di dalam mobil dengan akemi "aku dimana?"tanya niko "di indonesia"jawab akemi "loh..pak polisinya kemana?"niko bingung "sudah..katakan saja di mana rumah mu, aku bosan menunggu mu bangun dari tadi"kata akemi "maaf"kata niko.
wahyu melihat ada mobil datang ke rumahnya "terimakasih om"kata niko "yaya ya"akemi langsung pergi "niko"guman wahyu "duh...mati aku"nikl masuk ke dalam rumah "heee"wahyu tidak jadi marah ketika melihat ada perban kecil fi dahinya lalu di tangan niko dan juga kakinya "kau dari mana anak bodoh kau tau aku cemas!!"kata wahyu "duh..keceplosan lagi"fikir wahyu "duh yu...jangan marah dong"kata niko "enak aja mulut mu itu, kau meninggalkan aku saat berbelanja dan aku menunggu mu!!! Kau tak juga datang!! Sekarang udah mau magrib baru pulang! Luka luka pula tuh mau jadi jagoan kamu??"kata wahyu "maaf aku salah"ujar niko "sekarang cerita pada ku apa yang terjadi?"ujar wahyu "aku baru saja menolong jeje yu"ucap niko "jeje??"kata wahyu "iya dia tadi tuh di culik , kan aku melihat nya masa aku tidak menolongnya? Jadi aku cari bantuan aku juga di kejar penculiknya yu, makanya aku luka luka karena aku jatuh tadi"ucap niko "astaga"wahyu langsung menampar niko "kenapa gak bilang bilang? Kan kita bisa melakukannya berdua, bagaimana jika penculiknya menangkap mu bisa binasa kamu niko!! Mati kamu"kata wahyu "seharusnya kau bilang dulu pada ku jangan pergi pergi saja seenaknya kan kamu jadi luka sendirian"kata wahyu "hum.."niko cemas "kok kau pulang dengan mobil terus motor kita kemana?"muka niko langsung pucat "duhhh...gimana nih motornya kan hancur, wahyu marah gak ya"fikir niko "yu... Hum... Hum..mo.mo.motornya"kata niko "iya motor nya mana? Jangan jangan kau tinggal ya?"kata wahyu "motornya lagi hum..tadi kan aku jatuh lal-- "kata niko "lalu kau bawa kebengkel"kata wahyu "hum..um"niko bingung harus jawab apa "ya sudah tidak papa, besok naik taxi saja dulu sekarang kita makan yuk, hum...luka mu itu sakit tidak?"kata wahyu "sakit dong"kata niko "kau sangat sangat mencintainya sampai kau harus masuk ke marabahaya "kata wahyu "aku langsung lupa kalau itu tadi bahaya hehe"kata niko "lain kali beritahu aku dulu aku bisa membantumu"kata wahyu "siap saudaraku"kata niko sambil tersenyum.
Dokter keluar dari kamar jeje "astaga tuan anda bikin kaget"kata dokter saat melihat chai sudah di depan pintu "gimana?"kata chai "nona baik baik saja tuan peluru itu hanya menggores pinggang nya karena nona memakai rompi anti peluru, luka di telapak tangannya juga akan membaik dalam beberapa hafi kedepan"kata dokter "ya udah sana"kata chai dokter pun pamit pergi chai segera masuk ke kamar jeje. Terlihat jeje berbaring dengan perban di tangannya dan juga lehernya serta bagian perutnya "milli!!"kata chai, milli mendengar tuannya memanggil segera datang "apa kau akan diam saja melihat nona mu hanya memakai kaos dalam?"kata chai "humm..maaf tuan saya akan pakaikan nona baju terbaik"kata milli chai hanya diam lalu pergi .