
jeje berjalan dengan santai mahasiswa yang lain pada sibuk masing masing "aku merasa tidak nyaman"kata jeje sambil main game "kenapa?"tanya jojo "aku merasa ada yang mengawasiku"kata jeje sambil berjalan menuju loker "mungkin karena kau kelelahan"kata memo "ku rasa iya"kata ariel "awas awas musuh dari arah kanan"kata jojo, jeje melihat ada stiker di pintu lokernya "kenapa kau diam je?"kata ariel "aku tidak pernah menempelkan stiker aneh di pintu loker tapi sekarang ada stiker kartun "kata jeje sambil melihat stiker kartun cowok memegang kepala seorang wanita "mungkin temanmu"kata jojo "ku rasa aku tidak ada teman"jeje melepas stiker itu dan menempelkannya ke loker mawar "aku keluar dari game dulu ya"kata jeje "oke oke"kata temannya jeje memasukan ponselnya ke saku lalu melihat sekitarnya "aku akan menangkap mu"kata jeje dalam hati "hai je yuk ke kelas"kata dila "pergi saja sendiri"kata jeje sambil pergi ke arah kelasnya sesampainya di kelas dia melihat sebuah box di mejanya "selamat pagi jangan lupa makan sarapanmu"begitulah yang tertulis di atas box nya "wah dari siapa tuh?"vito datang mendekat jeje membuka box itu isinya roti bakar rasa nanas dan juga satu kotak susu "pasti rizi dan mawar"jeje memasukan box nya ke laci "dari siapa je?"tanya vito "dari orang"jeje duduk di kursinya.
Niko membaca pesan dari ariel "jeje biasanya orang yang jarang mengakui kebenaran seperti contohnya jeje tau kalau memo baik tapi jeje akan mengatakan kalau memo tidak terlalu baik, dan juga jeje paling tidak suka menolak tantangan, berusahalah mencari alasan agar kau bisa dekat dengannya aku akan beri satu ide kau letakan saja sesuatu di tasnya entah itu pena mu, buku mu jadi kau bisa menemuinya"niko tersenyum "terimakasih"kata niko "menempelkan stiker udah memberi makanan udah sekarang aku harus melakukan trik dari ariel"guman niko .
Pelajaran telah selesai jeje segera keluar dari kelas sambil menguyah permen nya seperti biasa "tap tap"jeje tersenyum "masih mengikuti ku ya mari kita lihat siapa dirimu"jeje mempercepat jalannya "ke..kemana dia"seseorang melihat ke segala arah "kenapa dia cepat sekali..bagaimana ini"kata orang itu "apa dia tau"tiba tiba orang itu langsung mundur sebuah kaki sudah berada di sisi nya "oi..oi..jadi kau yang mengikuti ku belakangan ini"kata jeje sambil mengamati seorang wanita yang terlihat ketakutan.
lusy datang sambil membawa botol berisi air "kau kenapa bunga?"tanya lusy "iya belakangan ini kau terlihat tidak semangat"kata dini "kartu ku di sita papa ku, gimana aku mau semangat?"kata bunga "tumben papa mu begitu"kata nasya "aku juga tidak tau, papa ku juga sekarang makin ketat tau. Semua pengeluaran dia tanyakan semua nya padahal kan uang dia banyak"kata bunga "udah deh..gak perlu sedih lagi"kata lusy "bapak lo nyesel kali punya anak kaya lo hahahaha"kata salah satu mahasiswa yang duduk tak jauh dari bunga "heh mulut di jaga ya"kata dini "lagian gak tau malu banget sih pake nyuruh nyuruh orang buat mukulin jeje" "iya tuh gak tau malu banget" "aku sih kalau jadi orang tuanya huh langsung otw coret namanya dari kk" "aku malah sedikit bangga ke jeje yang berani dan gak kenal takut " "gak kaya yang sebelah tuh" "seharusnya kan dia di keluarkan" "heleh pasti dia ngemis ke pak ridho" "bukan guys kata kata nya sih dia gak jadi di keluarkan karena jeje maafin dia"kata mereka "hiiiih!!!"bunga kesal "marah tuh"kata salah satu mahasiswa di sana "ini gara gara jeje!"fikir bunga .
"ada ada saja manusia di sini"fikir jeje lalu dia ke kantin "bibi aku mau mie kwetiau goreng sama jus jeruk"kata jeje "jeje"mawar datang "pesan apa yang kau mau aku yang bayar"kata jeje sambil pergi ke sebuah kursi jeje melihat wanita yang mengikutinya berdiri tak jauh dari nya dan terlihat wanita itu memberi kode dengan tangan nya dia membuka lebar telapak tangannya lalu melipat ibu jarinya lalu membentuk sebuah kepalan dia menganggukan kepala ke jeje dengan lembut "aku merasa nonton adegan horor"kata jeje "aku boleh duduk di sini"kata rizi tapi jeje masih memperhatikan wanita itu jadi rizi duduk di dekat jeje begitu juga mawar "aku gabung ya"wahyu juga datang "jeje ada apa?"tanya mawar "aku harus pergi"jeje langsung membayar makanannya dan temannya lalu segera pergi "loh dia kenapa?"kata wahyu "mungkin ke toilet"kata rizi jeje masuk ke dalam kelas mengambil beberapa barang "huh!"jeje terkejut wanita itu sudah muncul di hadapannya "apa kau tidak waras?"kata jeje "nafsu makan ku jadi hilang karena kau!"kata jeje "aku ...berha..ha.harap pada.mmu"kata wanita itu "harap? Harap apa? menjauh lah dari ku "ucap jeje "aku sungguh sungguh ingin menjadi sepertimu"kata wanita itu jeje yang sudah jalan beberapa langkah menjadi mundur lagi "kau barusan bilang apa?"ucap jeje "aku..ingin..menjadi sepertimu"kata wanita itu "ku rasa dia pencandu narkoba, dia benar benar tidak waras"fikir jeje "aku tau..aku tau kalau kau berfikir aku gila"wanita itu mulai menangis "aku juga merasa aku gila"kata wanita itu "dia menangis"kata jeje dalam hati "haah bodoh amat jeje tetap mau pergi tapi wanita itu menarik tangannya "aku akan bersujud jika kau mau"wanita iti benar benar langsung berlutut jeje langsung terkejut dan langsung melihat sekitar "untung gak ada orang"fikir jeje "ku mohonnn...."wanita itu semakin menangis "hei..hum"jeje bingung "apa yang harus ku katakan?"fikir jeje "hum..kau..hm..berdirilah"jeje menarik wanita itu "duh..aku harus bilang apa?"kata jeje dalam hati "hum..dengar ya..sekarang aku harus pergi dulu..kau..hum..jangan lakukan seperti tadi oke"jeje langsung pergi.
Kal memperhatikan gadis yang sedang bercerita di depannya "coba ulang gerakan tangannya!"kata zio "seperti ini pertama begini lalu ibu jari di lipat ke dalam lalu semua jari langsung di lipat seperti ini sampai jadi sebuah kepalan wah..asli sih... Dia seperti sadako"kata jeje "jeje..dia sungguhan memberi gerakan tangan begitu?"kata kal "iya bahkan dia berlutut, kalian tau itu membuat ku langsung ingin pulang"kata jeje "itu kode s.o.s"kata lim "apa itu?"tanya jeje "dia sedang dalam bahaya dan dia membutuhkan pertolongan"kata kal "dari mana kalian tau?"tanya jeje "lihat"lim menunjukan ponselnya tentang kode s.o.s seketika jeje langsung teringat prilaku aneh wanita misterius itu.