What Is Love

What Is Love
bangkit dari rasa sakit



Anggel memperhatikan jeje yang terbaring di rumah sakit, wahyu menarik tangan niko agar niko duduk "yu..yu..dia..dia belum bangun hari semakin gelap"kata niko "aku tau..aku tau..tenang lah"kata wahyu "bagaimana ini yu"kata niko "kak"dila datang "kata jeje soda bisa memberikan ketenangan"dila menyodorkan plastik berisi soda "dia..dia bilang begitu?"kata niko dila mengangguk niko mengambil satu kaleng soda lalu meneguknya sampai habis "niko..niko..aku fi sini..tenang lah"kata wahyu "dokter dokter bagaimana..bagaimana temanku?"kat rizi saat dokter keluar dari kamar rawat jeje "dia mengalami cedera di bagian leher dan juga"dokter pun menjelaskan hasil pemeriksaan jeje "tapi dia anak yang kuat, setelah jatuh dari ketinggian dia masih bertahan sejauh ini dan dengan cedera ringan"kata dokter "hei..tap..tapi dia mengeluarkan darah"kata niko dengan muka panik.


"jeje...maaf..maafkan aku"kata anggel "aku seharusnya mendengarkanmu"kata anggel "kau jadi begini karena ku"kata anggel sambil menangis "huh.."jeje membuka mata dia melihat ada seorang wanita menangis di sampingnya dan ada infus di lengan nya "akhh"jeje bangun lalu menarik tubuhnya untuk duduk "jeje..jeje jangan bergerak kau kau sedang cedera"kata anggel "sekarang kau tau kan bahwa perkataan ku benar"kata jeje "maaf ya"kata anggel "kau jangan menangis di sini tapi menangislah di sebuah tempat yang sunyi agar kau puas"kata jeje "apa tubuhmu terasa sakit? Atau bagaimana"kata anggel "lumayan sakit ternyata"kata jeje "untung jerico punya alat pelindung"fikir jeje "kenapa kau menolongku? Bukan kah kau waktu itu tidak peduli pada ku?"kata anggel "aku kan tidak bilang begitu"kata jeje "kau memang tidak bilang tapi sifat mu itu dan kau sangat sangat penuh dengan kejutan"kata anggel "kau rela terluka karena aku"kata anggel jeje diam saja mendengar wanita sebelahnya sedang bicara "jadi"jeje memotong ucapan anggel "hem, jadi apa? Ya tuhan..aku harus bilang apa kekeluarga mu, kau begini karena aku"kata anggel "jadi apa kau terluka?"kata jeje anggel terdiam "dia ternyata berbeda dari yang ku dengar ternyata dia anak baik"fikir anggel "aku baik baik saja"kata anggel "aku harus mengatakan apa nantinya dan jad--"kata anggel "jadi apa kau masih ingin bunuh diri?"kata jeje sambil perlahan melirik wanita sebelahnya "aku tidak tau"kata anggel "dulu aku pernah melakukan hal bodoh sepertimu sampai aku sadar"kata jeje sambil menatap langit langit rumah sakit "kalau aku harus bangkit dan menerima semua rasa sakit sampai aku menyadari bahwa dengan adanya rasa sakit, aku semakin kuat dan aku bisa membuat diriku bangkit untuk membalas orang orang yang memandangku sebelah mata, dan kita tidak harus sempurna karena kita sudah lebih dari kata sempurna kita bisa melakukan apapun"kata jeje dia teringat perkataan chai "kita lebih dari kata sempurna, kita bisa melakukan apapun yang kita mau dan kita harus membuktikan pada orang orang siapa kita yang sebenarnya, kita adalah penguasa! Kita ada lah pemimpin dan mereka adalah bawahan kita...."kata chai "melakukan apapun yang kita mau dan kita harus membuktikan pada orang orang siapa kita sebenarnya, kita adalah penguasa!! Kita adalah pemimpin dan mereka adalah bawahan kita, jangan takut pada apapun jangan lari tetapi majulah! hadapi apa yang harus kita hadapi singkirkan semua penghalang, terkadang kita perlu sedikit tuli dan buta dari orang orang yang tidak memiliki kemampuan seperti kita"kata jeje "aku mendengar suara"kata dila "mungkin jeje sudah bangun"kata wahyu "ANGGEL!! ANGGEL!!"ada dua wanita dan satu pria datang "mana anggel?"kata mereka "siapa kalian?"kata niko "kami keluarga nya!"kata mereka "mereka datang"kata anggel pintu di buka "kamu"satu wanita maju menampar anggel dengan kuat "dasar anak bodoh dasar sialan"kata wanita itu "kau mau mati hah!!"wahyu terkejut "aku lelah ma...aku sudah gak sanggup, aku selalu nurut, aku selalu mengalah dan melakukan apa yang kalian inginkan tapi kalian gak pernah sedikitpun mengerti tentang aku!! "kata anggel "kamu ngelawan ya"kata seorang pria "buaggg"pria itu terlempar ke pintu jeje keluar "plak"kaki jeje berada di leher pria itu "sentuh dia aku buat pria ini tidak melihat matahari besok"kata jeje "jeje"kata rizi "siapa kamu"satu wanita datang "bruaggg"wanita itu di tekan di tembok "kalian tau, wanita itu sudah hampir mati!!, karena apa?"jeje menatap tajam pria itu "wanita itu seharusnya butuh perawatan sekarang"kata jeje "dia tidak sakit"kata pria itu "karena mentalnya hancur, dia depresi berat yang membuatnya sulit membedakan mana hitam mana putih"kata jeje "jeje"rizi menarik tangan jeje "anggel"ada satu pria datang lagi "hei..apa yang kau lakukan "tanya pria itu "kakek"kata anggel lalu anggel menjelaskan semuanya ke pria tua yang baru datang .


Pria tua itu menguncap kan terimakasih pada jeje dan setelah agak lama akhirnya dia pergi membawa anggel "akkhh"jeje memegang lehernya "suster infusnya"dila mencari suster "kau apa"niko menatap jeje "apa yang kau rasakan sekarang?"tanya niko mata nya merah dan sembab "apa masih sakit?"kata rizi "ayo berbaring lagi"kata wahyu "tidak"kata jeje "astaga infus mu mengeluarkan darah"kata dokter "tidak papa aku baik baik saja"jeje mencabut infusnya "jeje"kata mawar "anda harus di sini untuk dua hari"kata dokter "jeje kau dengarkan lah perkataan dokter"kata niko jeje berjalan ke arah niko "kau.."jeje kembali diam "apa?"kata niko "lupakan"jeje langsung pergi "jeje tunggu"kata rizi.


"kita akan mengeluarkan produk baru di perusahaan ini yaitu jus buah naga dan mangga"kata chai "kita sudah lama mendirikan perusahaan ini dan belum ada produk baru jadi aku memututuskan untuk membuat produk baru"kata chai "mengapa harus buah naga?"tanya seseorang di ruangan meeting "karena minuman jus buah naga belum ada yang membuat nya"kata chai . Setelah selesai chai langsung pergi ke perusahaan miliknya yang lain.


"aduh..aduh"kata jeje "tahan sedikit"kata seseorang yang sedang mengobati jeje "kal, kak chai belum pulang?"tanya jeje "belum"kata kal.


Anggel tersenyum saat melihat kakek nya mengusir semuanya dari rumah "besok sehabis pulang dari kampus kamu harus menemui psikolog"kata pria tua itu "iya kek, makasih ya"kata anggel "dan dua orang ini adalah pembantu kita"kata pria tua itu "sekarang aku akan belajar bangkit dari semuanya yang ku alami semua rasa sakit itu akan ku jadikan landasan terbaru ku"kata anggel dalam hati .


Dila melepaskan foto niko dari lemari belajarnya "kak niko , jeje itu anak yang baik meskipun dia sedikit nakal. Tapi dia tidak jahat, kau beruntung memilikinya"kata dila. "apa niko menyukai jeje ya"kata archie dia teringat bagaimana niko yang langsung marah di saat para petugas gagal menolong jeje dan anggel "bagaimana jika aku dan niko menyukai wanita yang sama"kata archie sambil melihat foto bersama saat kemah dia menatap wajah jeje "aku suka sama kamu je".


Niko memasukan kartu baru ke ponselnya "buat apa?"tanya wahyu "aku mau menelpon dia yu"kata niko "niko..jeje sekarang pasti sedang istirahat jika kau menelpon nya kau mengganggunya"kata wahyu "jadi aku harus apa?"kata niko "temui saja dia besok"kata wahyu "aku akan menemuinya besok"kata niko dan archie bersamaan.