What Is Love

What Is Love
bertemu dengan nyonya soikham



chai turun dari mobil para pengawal langsung bergerak mengambil tas milik chai pintu di buka "anda ingin sesuatu tuan? " tanya may "buatkan aku jus jeruk saja" kata chai tiba tiba dia berhenti melihat adiknya ada di sofa chai pun berjalan menghampiri adiknya yang tertidur dengan ponsel berada di tangan nya "tidak papa tuan biar saya pindah kan nona baru saja tidur" kata kal chai mengambil ponsel jeje dan memberikan nya ke jerico lalu mengangkat tubuh jeje "kebiasaan buruk mu" kata chai sambil terus berjalan sampai ke kamar jeje, chai meletakkan jeje di atas ranjang membuka sepatu jeje dengan lembut lalu menarik selimut untuk menutupi jeje "good night penguasa dunia" chai mengusap kepala jeje baru pergi.


jojo menatap memo "ku rasa dia tidur" kata memo "wajar saja dia baru selesai bertanding dan langsung bermain game" kata memo "jadi gimana? " tanya niko "kita main saja" kata Ariel "tapi dia" kata niko "jeje kelihatan nya kelelahan" kata desi "jam berapa dia pulang balap? " tanya niko "ku rasa jam dua tadi dan kita main tiba tiba dia berhenti dan menghilang" kata Ariel "astaga jam dua? " kata niko "iya" kata jojo "gimana dengan mu di kampus, jeje mau dekat dengan mu gak? " kata desi "aku masih berusaha mendekati nya beberapa hari lalu dia keliatan kesal padaku " kata niko "kenapa? " kata Ariel "gak tau waktu itu ada tamu datang kampus salah satu dari mereka terlihat sangat sangat tidak baik dan mengganggu sampai jeje turun tangan saat selesai jeje mengatakan padaku kalau aku senang di goda wanita itu" kata niko "saat aku panggil dia kalian tau dia jawab apa begini aku sudah punya pacar" niko menceritakan kejadian beberapa hari lalu saat di kampus "hahahaha.. sangat memuaskan" kata jojo "apa nya yang memuaskan dia bagus mengomeli gadis itu tapi aku juga di omelin apa salah ku coba? " kata niko "ku rasa mereka gak ada beda nya jo" kata Ariel "iya" kata jojo "apa apa yang gak ada bedanya? apa kalian fikir aku senang di goda gadis lain? " kata niko "dasar bodoh" kata memo "bukan itu maksud mereka" kata desi "jadi? " kata niko "kemungkinan 1,0% jeje cemburu pada mu" kata Ariel "hah.. ma.. maasa? tau dari mana kalian? " kata niko "cewe kalau cemburu biasa nya sih ngomel dan mengatakan sesuatu yang menyakitkan" kata jojo "coba saja lagi suruh siapa gitu untuk menggoda mu" kata Ariel "haah.. jangan rasanya tidak enak" kata niko "dia dingin ke gadis lain tapi dengan jeje tidak" kata memo "itulah cinta " kata desi.


keesokannya...


"kak chaaaaiii!!! " chai menoleh ke arah tangga dia mendengar suara adiknya dari lantai atas "kak.. chaaaiii" kata jeje "kenapa kau berteriak? kemarilah" kata chai tak lama kemudian terlihat jeje muncul dengan kaos pendek dan celana pendek "kenapa? " kata chai "ponsel ku hilang" kata jeje "ponsel yang mana? " kata chai "yang.. hum.. yang biasa aku pakai main game" kata jeje "makan saja dulu ponsel mu gak akan hilang gak ada yang mau ponsel jelek mu" kata chai "apa?? " jeje berjalan dan duduk di kursi nya "kau sembunyikan ponsel ku? " jeje mengunyah makanannya sambil menatap ke arah chai "ku jual " kata chai "kau menyebalkan, tapi kapan kau pulang saat aku bertanding tadi malam pun kau gak datang" kata jeje "aku ada rapat mendadak" kata chai "pulang pagi? " kata jeje "aku pulang saat kau tidur di sofa" kata chai "apa.. aku.. haha aku tidak pernah tidur di sofa" kata jeje "dengan kaos dan celana balap" kata chai "apa kau menunggu ku? " tanya chai jeje tersenyum sinis "buat apa? kau tidak sepenting itu bagi ku" kata jeje chai hanya tersenyum melihat jeje "bahkan aku juga gak penting bagi mu" kata jeje "baik baik aku salah aku gak akan mengulangi nya lagi" kata chai "kau gak salah kau selalu benar yang kan jerico? " ucap jeje "mengangguk lah kau sebelum ku lempar busur" kata jeje jerico menganggukkan kepala nya "ya ya marah saja padaku" kata chai sambil melihat jeje berdiri dan berjalan ke arah kal yang membawa rompi anti peluru kal langsung memasang kan rompi itu ke jeje jerico datang membawa sepatu jeje "jangan lupa rapat ya.. sampai pagi" kata jeje sambil menepuk nepuk bahu chai lalu pergi chai hanya terkekeh "bai" kata chai "siap tuan" kata bai "jangan buat jadwal rapat malam di saat nona bertanding" kata chai.


di kampus..


"HEEEIII BABYY GOOD MORNING!!! " suara niko terdengar ke seluruh kampus "aku cinta kamu" niko berlari menghampiri jeje yang sedang berjalan di lorong sambil membawa sket board "kau selalu mendiam kan aku, aku salah apa? " tanya niko jeje masih terus berjalan sampai ke dalam kelas nya "kotak makanan lagi? " kata niko jeje tidak menjawab perkataan niko "kau tau tadi malam aku melihat sebuah tempat yang indah kapan kita bisa ke sana? " tanya niko "apa kau tidak ada kerjaan lain? " tanya jeje "wah.. kau langsung mau ke sana ya? " tanya niko "aku tau kau pasti tidak sabar kapan pun aku siap pergi" kata niko "dasar tidak waras" fikir jeje "pagi jeje! " dila masuk ke dalam kelas "wah.. masih pagi loh " kata vito "ssttt.. jangan ikut campur" kata niko "bel" kata jeje "bel? bel apa?" tanya niko "bel baru saja bunyi pergi sana!! " kata jeje "oh.. masa kok aku gak dengar? " kata niko "PERGILAH.. kau mau tendang hah? " kata jeje "oke oke aku pergi dulu aku sayang kamu" niko baru berjalan beberapa langkah kembali mundur mencium telapak tangan nya sendiri lalu menepuk wajah jeje "I love you" niko langsung pergi "dia kenapa? " fikir jeje dengan keheranan.


seorang wanita sedang duduk sambil melamun kesunyian dan rasa hampa yang dia rasa membuat nya tidak memiliki semangat apapun lagi di dalam dirinya "kenapa?" satu kata keluar dari mulutnya bersamaan dengan air mata dia teringat masa masa bahagia nya di mana dia selalu berkuasa dan menindas orang yang tidak dia sukai "kemana kalian di saat aku begini" wanita yang tak lain adalah bunga itu kembali menangis dengan kuat dia teringat teman teman nya "kau akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan!! kehilangan keluarga yang di anggap tempat berpulang, dan gimana rasa kehilangan teman teman yang kau anggap segala nya, dan kehilangan arti dari cinta kehidupan kau hancur kau bukan siapa siapa kau akan sendirian!! kau akan tau apa itu rasa sakit!! kau hanya di temani rasa kesendirian dan juga gelap nya malam bahkan air mata pun enggan menemani mu " bunga teringat perkataan seseorang dan seseorang itu baru dia temui beberapa waktu lalu di saat dia hendak interview "kenapa?? kenapa?? kenapa aku begini?? kenapa kau bahagia kenapa yang lain bahagia!!! " kata bunga sambil meremas rambut nya kuat kuat karena rasa sakit yang ada di dalam diri nya.


jeje keluar dari kelas "jeje" kata archie jeje menatap archie "ingin apa? " kata jeje "makan, jalan, nonton, atau liburan? " kata jeje archie terdiam "aku ingin kita bicara berdua" kata archie jeje melihat sekitar memastikan jerico tidak ada di sekitar nya "ayo" jeje pergi ke tempat biasa yang


dia datangin.


jeje menatap archie "mampusss aku di saat dia menatap ku , aku bahkan kesulitan bernafas" kata archie dalam hati "baik aku mulai coba hitung ku rasa waktu mu sudah habis, dan kau gagal" kata jeje "hum.. jangan katakan itu jeje, aku akan selalu berusaha" kata archie "kita hanya perlu menjalani nya saja da--" archie melihat jeje tertawa "huahahahah.. hahahaha " jeje langsung diam membuat archie kebingungan "kata kata yang membosankan, biasanya ungkapan itu sering keluar dari seorang pria yang menginginkan gadis lain tapi dia juga mencintai gadis lainnya" kata jeje "maksudnya aku mencintai dua orang sekaligus? " tanya archie jeje tidak menjawab "tidak jeje aku tidak mempermainkan cinta karena cinta bukan lah mainan" kata archie "aku hanya ingin membuktikan padamu kalau aku tulus dan akan ingin membuktikan nya pada mu namun mau selalu menghindari ku kau selalu tidak punya waktu untuk ku tidak pernah fokus untuk ku" kata archie jeje dengan muka datar menatap mata archie tanpa berkedip "aku tidak pernah mengindari apapun" kata jeje "lalu kenapa kau tidak bisa fokus pada ku, aku mencintaimu" kata archie "aku tidak pernah dan tidak akan pernah memfokuskan waktu dan hidup ku untuk seorang pria, jika kau kau berkata aku mencintaimu aku juga bisa mengatakan itu pada diri ku sendiri! aku gak butuh orang lain untuk mengatakan nya, cinta hanyalah kebohongan hanya sandiwara kau ingin membuktikan nya mana? mana? adakah cinta itu? apa kau merasakan nya? atau kau melihat nya? atau kau hanya bisa mengatakan? " ucap jeje "cinta itu ada dari hati" kata archie "hati? aku tidak memiliki nya? " kata jeje "kenapa? " kata archie "karena CINTA MENGHANCURKAN HATI DAN HIDUP KU!! apa kau masih mengatakan cinta ada di hati berani kau buktikan? " jeje mengulurkan sebuah pisau kecil dari saku nya archie terdiam "aku tidak akan pernah terhanyut dalam kata kata mu barusan, kau ingin menikmati kisah cinta mu maka nikmati lah tapi jangan bawa aku! itu hal bodoh yang tidak akan ku lakukan" kata jeje archie terdiam "siapa orang itu je? " tanya archie "siapa orang yang membuat mu membenci cinta? " tanya archie "98%semua nya. jadi berhenti lah menyakinkan ku akan cinta" kata jeje "aku benci dengan cinta" kata jeje "lalu bagaimana dengan niko? " tanya archie "ka ambil saja cinta nya satu kan dengan cinta mu" jeje langsung pergi meninggalkan archie "cinta itu ada meskipun tidak berwujud tapi bisa dirasakan" kata archie sambil menatap jeje yang keluar pintu meninggalkan nya.


"hei.. baby" sapa niko jeje tidak peduli dia memasukkan semuanya barang nya ke loker "itu jeje " kata vito "kau kenapa? kau keliatan kesal? " kata niko jeje menutup pintu loker nya lalu menatap niko "bisa gak berhenti mendekati ku? " kata jeje sambil pergi niko kebingungan "aku salah lagi" fikir niko "jeje kita ke--" vito melihat jeje melewati nya "kenapa dia? " kata dila.


tengah malam....


bad melambai ke jeje dan yang lainnya "sampai nanti" kata bad "ya ya sampai nanti" sahut yang lainnya "bye je" kata sara jeje hanya diam saja melihat sara berjalan melewati nya "ayo" kata kal jeje pun berjalan mengganti bajunya lalu pergi naik mobil bersama chai.


setelah agak lama mobil pun berhenti hary membuka pintu chai keluar dari mobil di susul dengan jeje "jangan main game lagi, pergilah tidur" kata chai "hum aku tau" kata jeje "good night" kata chai sambil melihat adiknya berjalan ke kamar nya "to" kata jeje sambil membuka pintu.


keesokannya...


archie melihat ke arah kelas jeje namun sampai siang hari jeje tak kunjung muncul "apa dia marah padaku? " fikir archie "mencari jeje ya? " kata dila archie terkejut dila tiba-tiba muncul "hum.. apa dia tidak datang? " tanya archie "ku rasa tidak kak, jeje kemarin kelihatan sedang tidak baik mungkin hari ini tidak datang" kata dila archie mengangguk lalu pergi.


kal mengikuti jeje dari belakang terlihat jeje sedang memilih milih camilan "kak kaaal... " mendengar jeje memanggilnya kal segera berlari "ada apa? " kata kal "ku rasa ini kurang aku butuh keranjang lagi" kata jeje "kau mau lagi? " tanya kal jeje mengangguk kal pun pergi mencari keranjang baru dan memberikan nya ke jeje dan segera membawa keranjang yang sudah penuh jeje lanjut memilih milih camilan "tap"jeje mengambil barang yang sama dengan seseorang dia menatap orang itu begitu juga sebaliknya " rasanya tidak asing"fikir jeje "apa kita pernah bertemu? " tanya wanita di depan jeje "hum.. sial kok aku gak ingat" fikir jeje "kau jeje? " tanya wanita itu "hum" jeje mengangguk wanita itu langsung maju jeje reflek mundur ketika dia tau akan di peluk "kau masih sama ya nak, aku mama kenal masih ingat di saat chai membawa mu ke rumah" kata wanita itu "mam? " jeje mencoba mengingat "mama.. apa kau lupa.. mama.. ingat jaket bulu? " kata wanita itu yang tak lain adalah mama nya chai "mama" kata wanita itu "ma.. mama" kata jeje "ya.. ya boleh aku memeluk mu? " tanya wanita itu jeje menggeleng tapi wanita itu menarik nya "mama sangat ingin bertemu lagi dengan mu nak, kenapa tidak pernah datang lagi ke rumah? " tanya wanita itu jeje menarik diri nya kal melihat itu hanya diam saja "kau datang ke sini dengan siapa? " tanya wanita itu "jangan canggung aku ini mama mu" kata wanita itu "mama baru? " fikir jeje "apa kakak ikut? " tanya wanita itu "aku sendiri" kata jeje "datang lah ke rumah bersama kakak kami selalu menyambut kalian" kata wanita itu jeje mundur selangkah ketika wanita itu hendak memegang tangan nya "jangan fikir kan papa, dia memang agak keras kepala dan bicara seenaknya" kata wanita itu "apapun yang dia katakan jangan masukan ke dalam hati, mama menyayangi kalian" kata wanita itu "aku pergi" jeje langsung berbalik "tunggu" wanita itu mengeluarkan sebuah kartu "ini untuk jajan mu kalau kuliah" kata wanita itu "tidak papa ambil ini dan pulang lah" wanita itu memasukan kartu nya ke saku jeje lalu pergi "kenapa kau bersikap begitu ke orang tua? " tanya kal "aku merasa bingung" jeje pun berjalan ke kasir "aku tunggu di mobil" kata jeje "iya" kata kal.


jeje melihat ada kerumunan orang "maka nya kalau gak bisa pakai motor jalan kaki aja, ini tuh mobil mahal" "sanggup gak kau ganti " "nangis pun kau gak akan mengubah apapun " "pokoknya ganti rugi!! atau ikut ke kantor polisi" jeje memperhatikan kerumunan itu dan melihat ada seseorang yang sedang di pukuli sampai terjatuh jeje langsung mengenali orang itu "oi.. oi" jeje mendekat semua mata tertuju pada nya "apa ini? " tanya jeje "dia menabrak mobil ku udah tau ini mobil mahal lihat sudah tergores udah miskin belagu" kata seorang pria "berapa? " tanya jeje semua orang terkejut "wah apa kau mau menjadi pahlawan? ini mobil mahal bayar seratus juta" kata pria pemilik mobil itu "setau ku mobil mu tidak sampai segitu mau cari keuntungan ya? " tanya jeje "apa maksud mu" kata pria itu "mobil ini kasih ke dia dan aku ganti dengan mobil baru" kata jeje "wah.. mobil apa? " kata pria itu "pokoknya aku mau mobil yang mahal seperti punya ku" kata pria itu jeje mengeluarkan ponsel nya "paman antar mobil yang.. cha.. chaos sp chaos kalau gak salah" kata jeje pria itu langsung melotot "antar satu ke lokasi yang aku kirim sekarang" kata jeje "wah.. kamu orang kaya ya" kata pria itu "bukan" kata jeje tak lama kemudian datang mobil besar yang mengantar mobil yang di minta jeje "mana kunci mobil mu? " tanya jeje "ini" pria itu memberikan kunci mobil nya lalu pergi melihat mobil barunya "nih" jeje mengulurkan kunci mobil itu ke orang yang tadi di pukuli "ka.. kau" pria yang fo tolong jeje menatap nya dengan canggung "mobil itu milik mu cukup ganti cat nya saja bawa pulang" kata jeje "maaf.. maaf selama ini" kata pria itu "pergilah" jeje menghampiri orang yang baru dia telpon "sudah ku tranfer paman" kata jeje "terimakasih nona soikham" kata pria itu "apa??? " pria yang meremehkan jeje langsung menghampiri jeje "anda.anda.. nona soikham.. pemilik perusahaan besar itu" pria itu langsung berlutut "maaf.. maafkan aku.. maaf" kata pria itu lalu pria itu menghampiri orang yang dia pukul "kau ambil saja mobil baru itu aku pakai mobil ini juga gak papa" kata pria itu "hum.. tapi.. " jeje tersenyum menatap pria di dekat nya "baim.. ambil saja" kata jeje "nona soikham maafkan aku" kata pria itu "tidak papa tapi ini fatal ambil ini" jeje mengeluarkan kertas yang dia isi dengan nominal besar "paham kan? " kata jeje "nona.. nona jangan lakukan ini" kata pria itu "kerja sama kita batal" kata jeje sambil pergi dia ingat itu adalah pria yang mengajukan kerja sama dua hari lalu di calista chaije "kau dari mana saja? " tanya kal "membeli kacang" kata jeje "lain kali beri tau aku dulu" kata kal "baaik" kata jeje.


di rumah..


chai mendengar kan cerita dari jeje "dia cuma bilang itu saja" kata jeje sambil rebahan "kenapa kau tidak menghindari nya? " tanya chai "aku saja lupa kalau itu mama mu" kata jeje "dia tidak ada mengatakan apa apa selain itu? " tanya chai "enggak ada" kata jeje "ini kartu nya" jeje meletakkan sebuah kartu yang di berikan nyonya soikham "kenapa kau terlihat kesal" kata jeje "jangan pakai kartu nya pakai saja kartu ku kau hanya boleh pakai uang ku" kata chai sambil melihat adiknya yang rebahan di sofa "hum.. ya udah berikan semuanya kartu yang kau miliki" kata jeje "semuanya? " kata chai "iya" kata jeje "minta sama wut dia yang memegang kartu nya" kata chai "ah.. kalau begitu traktir aku makan orang maksud ku makan kerang" kata jeje chai tersenyum "ayo siap siap kita cari restoran kerang" kata chai.