What Is Love

What Is Love
kekurangan banyak darah



angin bertiup menggerakkan rambut pendek jeje "kakak ipar!!" seru jeje "remote nya tidak berfungsi " kata jerico "tenang nona" kata akia yang sudah ada di belakang monnie bersama kal "pakai ini kita akan jinak kan bom nya" kata akia dengan suara yang sangat pelan.


"aku sangat suka ini, kau akan kehilangan segala nya!! semua nya" kata Crist "kau membuat ku membunuh kakak ku!! sekarang kau akan membunuh kaka ipar ku" kata jeje dengan nada tinggi "dan bayinya" imbuh Crist sambil tersenyum licik, "kau cari apa? " Crist menatap jeje "batrai remot" Crist menunjukan beberapa batrai dari saku nya lalu melempar nya ke udara "kakak ipar!!! " jeje berlari namun bodyguard Crist menahannya .


"dorr dorr dorr dorr" jerico melepaskan tembakan membuat Crist terkejut "bagaimana mungkin" kata Crist "itu sangat mungkin" chai datang dengan pengawal nya "jantung ini" kata Crist sambil menatap jantung di dekat nya lalu menatap chai. jeje mendekati monnie "membunuh ku bukan lah hal semudah itu, memang itu jantung manusia. tapi bukan jantung ku" kata chai sambil mengacungkan senjatanya ke arah Crist sementara kedua belah pihak saling beradu tembak Crist melirik ke arah jeje "bagaimana bisa tidak? " tanya jeje "bisa" kata kal sambil melepaskan rompi dari tubuh cai "bagaimana dengan kakak ipar" kata jeje "nona jeje awas" Steven menarik jeje "hati hati peluru ada di mana mana! " kata lim "kepala ku" kata jeje "ayo bawa nona jeje berlindung" kata hary "kau akan ku bunuh" kata chai "benarkah waktu mu tersisa sepuluh menit dan istri mu akan boom!! " chai menatap ke arah monnie, Crist langsung pergi ketika melihat jeje di bawa pergi "monnie" kata chai "dorr dorr dorr" niko menunduk "mama!! " jeje melihat cai "bawa mama ku pergi cepat!! " kata jeje sambil berlari mencoba melindungi cai.


"sedikit lagi tuan, oke bom nya jinak namun belum mati kita harus melempar nya sejauh mungkin" kata akia "aku akan membawa nya berikan pada ku" kata jeje "tidak! " kata chai "uh!! " jeje tertarik kebelakang leher nya terjerat rantai !! "ohok" chai melihat ke arah jeje "adik" kata chai "kau pilih.. adik mu mati atau kau yang mati" kata Crist "hok.. huk" mata jeje terlihat merah "kau" chai maju "bruuagg" Crist memegang kepala nya "tindakan kan ku biarkan itu" kata niko sambil memegang tiang lampu "adik" kata monnie "ah.. leherku " jeje berdiri "kakak awas!! " chai menangkis serangan yang mengarah ke monnie, lim menembak Crist dan Crist langsung membalas nya "akhh" niko jatuh ke lantai dengan keras "niko" kata leo Crist mengambil tiang lampu itu.


jeje menyerang beberapa pria di depan nya "duaaggg" darah mengalir ke leher jeje "BABYYY!! " niko berdiri dan berlari ke arah gadis itu. jeje perlahan menggerakkan tangan nya memegang kepala nya "nyalakan bom asap nya" kata Crist "ccsss... " asap putih membuat pandangan mata menjadi buram "baby" niko menahan tubuh jeje yang sempoyongan "tidak " niko melihat samar samar Crist mengacungkan senjatanya ke arah jeje "baby" niko memutar tubuh jeje "uh?" jeje dengan mata setengah terbuka memandang lurus terlihat wajah Crist dan senjatanya, dengan tenaga tersisa jeje membalik tubuh niko "DORR DORR" niko menatap jeje dengan syok.


"puff huk"darah muncrat dari mulut jeje kakinya tidak sanggup menahan tubuh nya lagi " baby.. tidak!!"niko menahan tubuh jeje "TIDAK!!! " asap perlahan menghilang niko menahan tubuh jeje "baby.. baby.. hei" kata niko "adik!!! tidak" monnie berlari ke arah jeje begitu juga dengan chai "ka-kak- ak.. aku.. ma- mm-au -menn--jadd--iih ---ad--dik -- mu-- se--la-ma--nya-" nafas jeje terputus putus "kau adiku.. selama nya.. bertahan lah" kata chai "dia berhasil kabur tuan, tapi tidak dengan tangan kanan nya" kata akia sambil memegang katana nya "adik.. bertahan ya" kata monnie .


jeje tersenyum perlahan matanya tertutup terlihat ada air mata menetes ke pipinya "baby.. " niko meneteskan air mata, chai terlihat panik dia teringat saat jeje datang tadi bagaimana jeje menagis sejadi-jadinya nya sampai akia menjentikkan jarinya "nona" jeje melirik ke akia "aku punya rencana bagus kau tidak perlu membunuh tuan chai dengar" akia menyampaikan ide nya melalui bahasa isyarat dan chai menyadari itu mereka langsung membuat rekayasa seakan-akan jeje benar-benar membunuh nya padahal itu hanya rekayasa.jeje memang membawa jantung manusia,tapi itu jantung tahanan yang ada di rumah chai yang di ambil oleh akemi dengan cepat "anak ku" kata cai sambil berlinang air mata wajah jeje terlihat mulai pucat.


di rumah sakit..


semua nya mendapatkan perawatan kecuali niko dia masih berdiri di depan ruang UGD "kenapa kau? " kata niko dengan air mata berlinang "niko" niko menoleh "yu" niko memeluk wahyu. chai yang berdiri di kejauhan menatap niko "dia.. dia terluka parah da--" wahyu menahan tubuh niko yang ambruk "tolong anak itu" kata chai sambil berjalan mendekat terlihat ada sepihan kaca di bahu niko. saat niko di angkat pintu kamar rawat jeje terbuka "bagaimana? " tanya chai "kami harus melakukan oprasi tuan tulang kepala nona jeje mengalami kerusakan" kata dokter chai terdiam tubuh nya terasa lemas "mohon urus semua nya tuan kami butuh persetujuan anda untuk melakukan oprasi ini, jika terlalu lama nona jeje tidak memiliki harapan untuk hidup" kata dokter "huff" chai langsung pergi.di ruang operasi jeje tergeletak tak berdaya


"dokter pasien kehilangan banyak darah"


"tulang nya juga banyak yang patah"


"detak jantung nya menurun"


"semua kita harus berusaha dan berdoa mulai"


jeje membuka mata nya dia memperhatikan sekitar nya ruangan itu terasa dingin gelap tidak ada cahaya terang di sana!! "tap tap tap" jeje melihat ada yang datang "apa aku sudah mati? " tanya jeje "di ambang kematian, tapi apa yang kau lakukan? " jeje menatap orang yang menyerupai dirinya "benar! kenapa dia menjadi bodoh" jeje menatap yang lain datang "aku kembali ke ruangan hampa ini" kata jeje "kau mengorbankan nyawa mu ayolah, kenapa kau jadi bodoh? "


"ada apa dengan mu? "


"kita sudah lama saling memahami "


"kau tidak seharusnya melakukan hal itu"


"kau seharusnya membunuh semua nya membiarkan semua nya mati"


"dan juga membiarkan dia mati "


"kau mau dia matikan? lalu kenapa kau malah membalik badan mu? "


"kau jangan lupa tidak ada apapun lagi di dunia ini kecuali kebencian"


"tidak ada yang memperdulikan mu, dia juga tidak dia sengaja melakukan hal itu karena ingin merebut posisi mu di keluarga kakak mu"


"dia akan menggantikan posisi mu"


"kau bodoh"


"kau Payah"


"pecundang! "


"tidak berguna"


jeje menutup telinga nya "apa terjadi? " tanya jeje "kau barusan melakukan hal bodoh"


"sangat bodoh"


"kalian lupa ya dia kan memang bodoh"


"sangat payah"


"mati saja kau"


"kau juga harus ingat kebencian lah yang membuat mu hidup"


"rasa sakit lah yang membimbing mu"


"kami bersama mu jangan lupa ajaran kami"


"tanpa kami kau tidak bisa hidup"


jeje memegang dadanya yang terasa sesak semua suara muncul di kepala nya "hah.. tolong" kata jeje "tolong aku" kata jeje "tidak ada yang menolong mu"


"kita bersama dan selalu melakukan semua sendiri"


"ku rasa kau lupa juga soal itu"


"keluarga yang kau anggap menerima mu ini juga bohong!! mereka semua bohong kau ingat keluarga adalah musuh sebenarnya"


"dimana mereka mengabaikan mu, menindas mu, menyakiti mu!! kau hidup namun transparan di mata mereka, ku yakin yang ini juga sama mungkin mereka pura pura menyayangi namun saat kau bangun mereka akan membuang mu hahaha"


"hahahahahahahaha"


"huahahahaha"


"dia benar-benar bodoh"


"benar dia bodoh sekali dia malah meragukan kita"


"bukan hanya kita, tapi dia juga ragu dengan dirinya sendiri"


"kau ada dengan kami semua selama nya"


"huahahaha"


"hahahahaha"


"lakukan semua nya sendiri habisi mereka yang mencoba menentang mu"


jeje memegangi dada nya yang terasa semakin sesak "aku.. aku tidak bisa bernafas tolong!! TOLONG!! "


"BABY!!! " niko duduk tiba tiba membuat dokter yang di samping nya terlihat terkejut, "baby.. baby.. " niko berlari keluar "baby... baby... bertahan bernafas lah" kal melihat niko seperti orang gila "niko! niko !! ada apa? " tanya kal "pak polisi baby minta tolong dia.. dia tidak bisa bernafas dia butuh bantuan" kata niko "tenang lah lihat!! perban mu bahkan belum terpasang sempurna! kalian bawa dia, aku akan periksa semua nya percaya lah niko" kata kal "niko" kata wahyu "aku dengar suara nya yu" kata niko "aku mengerti".


dokter meletakkan peluru ke dalam wadah "dokter bagaimana ini? darah nya tidak cukup"kata perawat " cari pendonor segera!! "kata dokter " haah"nafas jeje terdengar sangat berat seperti orang mengangkat beban yang di luar batas kemampuan .


chai melihat dokter di depan pintu lalu langsung menatap monnie "aku keluar bentar" kata chai "iya" kata monnie "jangan terlalu stress sayang" chai pergi "ada apa? " tanya chai "tuan kita butuh pendonor stok darah di rumah sakit ini tidak cukup" kata Steven "cari cepat! semua cari!! sampai dapat" kata chai.


di ruang rawat nya, niko duduk sambil mengusap wajah nya dia benar-benar mendengar suara jeje tadi namun..entah mengapa ini seperti mimpi dan juga nyata "dia sesak nafas bagaimana keadaan nya sekarang" kata niko "ya allah.. tolong dia ya allah" kata niko.


"akhhh!!! " Crist merintih kesakitan "diam Crist" kata feat "dia memotong tangan ku " kata Crist "bius dia" kata pria di samping feat, dokter langsung membius Crist "aakh.. tangan ku hilang" kata Crist sambil melihat ke tangan kanan nya yang sudah tidak ada hanya tersisa lengan atas nya sekitar 9cm .


chai berlutut di depan sebuah patung Budha perlahan merapatkan kedua tangan nya "aku selalu memberikan yang terbaik untuk mu,maka dari itu balas lah dengan menyelamatkan adik ku. dia adik ku satu satunya jika kau mengambil nya aku tidak akan berdoa lagi" kata chai dengan mata yang berkaca kaca "aku tidak pernah menangisi hal lain, tapi jika soal dia aku tidak dapat menahan diriku bahkan mata ku bisa buta karena menangisi nya, dia adik kecil yang ku rawat dia penyemangat ku" kata chai .


"pip.. pip.. pip.. " dokter melihat layar monitor di dekat nya "detak jantung nya terus menurun" kata dokter.


seluruh pengawal di kerah kan untuk mencari darah sesuai golongan darah jeje "pulang kalian" kata akia "kenapa? " tanya kal "ada banyak orang datang ke sini untuk mendonorkan darah nya ke jeje mereka semua sudah di cek, darah nya cocok " kata akia "kita akan selamat kan baby!! " kata orang orang yang datang ke rumah sakit .niko tersenyum melihat fans nya datang untuk membantu nya "kak niko" seorang wanita datang "terimakasih ya kalian langsung merespon story ku" kata niko "tenang saja kak niko kami akan membantu sebisa kami" kata wanita itu niko mengangguk "kembali kan baby ku ya Tuhan.. jangan ambil dia" kata niko dalam hati.