What Is Love

What Is Love
peniru



jalanan malam terlihat begitu sunyi hanya beberapa kendaraan yang terlihat melintasi jalanan kal menatap jeje dari cermin jeje diam tak menguncap kan apapun "dia sekarang kelihatan tenang padahal dia tadi marah marah di rumah" kata kal dal hati "aku harus bilang apa ya? pasti dia kege-er ran" kata jeje dalam hati "nona kita sudah sampai" kata jerico Steven turun membuka pintu mobil untuk jeje "bahasa apa yang cocok dalam kondisi seperti ini" kata jeje "tolong" kata kal "tidak pantas kedengeran nya" kata jeje "tapi kau harus mengatakannya" kata kal "oke deh" jeje berjalan memasuki gerbang .


"kenapa dengan ku, ini cuma masalah sepele tadi kenapa jantung ku menjadi berpacu lebih cepat dari biasa nya? gejala ini kembali muncul" gumam jeje dia mengepal tangan nya "ayolah jeje dengan kakak ipar" jeje menarik nafas panjang "tok tok tok" niko menoleh ke arah pintu "jam berapa ini? ada tamu? " kata niko "guys ada yang mengetuk pintu ku malam malam" kata niko sambil menatap layar ponsel nya


"telpon polisi"


"jangan buka pintu nya"


"cepat minta bantuan"


niko membaca komentar di live nya "PECUNDANG!! " niko berdiri "itu seperti suara baby, guys aku akan buka pintu nya " kata niko dia berjalan ke arah pintu "seperti nya dia sudah tidur, tapi aku tidak perduli dia harus ikut dengan ku" kata jeje "PECUNDANG BUKA PINTU!! " niko membuka pintu terlihat jeje dengan hoodie berwarna hitam berdiri di depan pintu nya "baby apa yang ka lakukan? ayo masuk" kata niko "tidak, aku.. aku" jeje mengepal tangan nya "ada apa? tadi kau juga menelpon ku kan? ada apa? " kata niko "ini melawan jati diri ku" kata jeje dalam hati namun bayangan wajah monnie menangis kembali muncul di kepala nya "baby kau baik baik saja? aku akan mengambil kan air untuk mu" kata niko "tidak" kata jeje "kau keliatan nya sed--" kata niko "kau harus ikut dengan ku" kata jeje "aku? kemana? malam malam begini kakak mu dan saudara ku bisa menghajar ku" kata niko "tapi kau harus ikut dengan ku! " kata jeje "katakan tolong pada nya" kata kal dengan suara pelan "jangan harap" kata jeje dalam hati "tapi" kata niko "bukan nya kau mengatakan pada ku kalau kau selalu mau ikut dengan ku kalau begitu sekarang lakukan" kata jeje "baik baik tapi kita akan kemana? " kata niko "aku juga harus izin dulu ini udah jam satu" kata niko "ke rumah kakak ku" kata jeje "hah?? " niko terkejut "kau serius" kata niko "sekarang ayo" kata jeje "tunggu dulu, aku masih belum percaya dengan apa yang ka katakan" kata niko "kakak ku ingin bertemu dengan mu jadi kau harus ikut dengan ku" kata jeje "kakak mu? " kata niko "iya kau tidak percaya " jeje menatap kal "katakan" kata jeje "nyonya monnie ngidam ingin melihat mu" kata kal niko menatap jeje "ngidam? " kata niko "ayolah jangan banyak tanya ikut saja dengan ku " kata jeje "ah.. aku paham, aku tidak akan pergi" kata niko "apa? " kata jeje "memang nya kenapa aku harus pergi? yang ngidam kan kakak mu" kata niko "tapi dia ingin melihat mu jika tidak aku tidak akan datang ke sini " kata jeje "tapi aku tidak mau ikut dengan mu" kata niko "aku memaksa" kata jeje "apa begini cara nya meminta tolong pada seseorang" kata niko "kak kal" kata jeje "niko ayolah " kata kal "pak polisi ayolah yang butuh siapa jadi jangan bantu dia biarkan dia mengatakan nya sendiri kalau tidak aku tidak akan pergi oh ya aku sedang live juga nih" kata niko "jangan bertindak seenaknya ya" kata jeje "tidak mau ya sudah aku akan lanjut live " kata niko "tunggu dulu katakan apa mau mu? kau uang? atau apa? " kata jeje "aku tidak butuh uang aku mau kau berkata tolong dengan benar " kata niko "jika tidak aku tidak akan ikut" kata niko "ayolah kau jangan mempersulit keadaan" kata jeje "guys beri aku saran apa yang harus ku lakukan dia tidak mau berkata tolong dengan benar itu membuat ku malas, atau kalian mau memberi saran" kata jeje "kau masih live? " kata jeje "kenapa? jangan sok mengatur ya" kata niko "apa? " jeje menatap para pengawal nya "kata kan saja nona" kata Steven jeje mengepal tangan nya "aku kasih waktu Sepuluh detik" kata niko "10-9-8-7-6-5-4-3-" kata niko "tolong" kata jeje "tidak benar" kata niko "jadi seperti apa? " kata jeje "kau tau jawabannya" kata niko "kau meniru ku! " kata jeje "ayo katakan" kata niko "ayolah pecundang aku minta tolong" kata jeje "tidak itu masih salah" kata niko "oihh.. " jeje terlihat kesal niko menahan tawa nya dia langsung melihat layar ponsel nya "baik gini saja ayo lakukan Penukaran" kata niko "dia meniru ku" kata jeje dalam hati "katakan" kata jeje "aku akan ikut dengan mu tapi besok kau harus ikut ke dalam live ku kita live berdua" kata niko "apa? " kata jeje "mau tidak? jika tidak ya terserah kau cuma punya dua pilihan katakan tolong dengan benar atau ikut live dengan ku" kata niko "oih sial" kata jeje "pak polisi nona kecil mu ini sangat pemarah ya" kata niko "bagaimana pilihan yang lain" kata jeje "pilihan terakhir ya aku akan tidur aku sudah ngantuk nih" kata niko "dasar menyebalkan, ****" kata jeje "huam.. guys live berakhir sebentar lagi karena aku akan tidur" kata niko lalu dia menatap kal yang di samping jeje "astaga.. anak ini benar-benar merepotkan " kata jeje dalam hati "ah.. terlalu lama pak polisi aku pamit tidur ya baby good night sampai jumpa besok pagi" kata niko "pergi sana!! tidur gak usah bangun!! " kata jeje sambil berbalik "dia fikir dia siapa" jeje melangkah pergi "seenaknya saja tapi.. " jeje menghentikan langkah nya lalu kembali berbalik melihat niko yang sudah berjalan ke arah pintu "tunggu tunggu" kata jeje niko tersenyum namun tetap melanjutkan langkah nya "pecundang tunggu!! " kata jeje "ada apa? " niko perlahan berbalik "aku akan live dengan mu besok" kata jeje "sekarang bisa ikut dengan ku? " kata jeje "tentu bentar ya" niko masuk ke dalam rumah nya lalu keluar lagi menghampiri jeje "aku ikut dengan mu" kata niko "dari tadi kan bisa! " jeje masuk ke dalam mobil.


pelayan membuka pintu "kakak aku datang" kata jeje monnie dan chai menoleh ke arah pintu "aku sudah membawa orang yang kau mau" kata jeje "halo kakak" niko tersenyum "ya ampun" monnie tersenyum dan langsung menghampiri niko "kau sangat manis sekali" kata monnie "ayolah dia bukan gula" kata jeje "kau mengatakan apa? " kata monnie "oh.. dia memang manis sangat manis" jeje pergi ke dapur "depresi aku" kata jeje sambil membuka sekaleng cola dia menatap monnie sedang bicara dengan niko di sofa "ku rasa aku butuh istirahat" kata jeje "jeje kau mau kemana? " jeje menghentikan langkah nya "oih ayolah biarkan aku pergi apa lagi yang kau --? oh.. aku aku mau tidur kakak ipar " jeje tersenyum "aku benar benar lelah" kata jeje "oh baiklah good night" kata monnie sambil menatap jeje pergi "aku tau dia sebenarnya marah pada ku" kata monnie "sekarang" chai menatap niko "siapa nama ayah mu" kata chai "Shiba" kata niko "jangan menginterogasi nya" kata monnie "aku harus tau semua nya tentang nya " kata chai.