
Putri melirik riko lagi, pandangan dan raut wajah nya masih sama.
" lo tau apa yang lo lakuin itu salah!? " putri menatap tajam febi.
Febi hanya diam, dan bersikap layak nya tidak terjadi sesuatu.
Emosi putri kini sudah meledak, ia meninju meja kuat hingga seisi cafe terkejut.
wajah putri merah karna terbakar api amarah yang membuat nya hilang kendali.
" mentang mentang riko ngejer ngejer lo ya!! lo bisa seenak nya anggap dia sebagai remahan roti!! gue baik sama lo itu atas dasar terpaksa! untuk bantu temen gue deket lagi sama lo!!! lo itu kalo gila jangan bawa bawa orang lain!! dasar munafik!! gk tepat dengan pendirian lo!!! lihat yang lebih dikit langsung caper!! gk sadar pasangan lo itu cemburu!!! otak lo taro di mana feb!!?? nyesel gue bantu riko deket lagi sama lo!!! dan lo!!!! " putri menunjuk febi dengan emosi nya.
" jangan sampe gue liat muka lo lagi!! kalo lo masih nunjukin wajah lo!!! gue pastikan lo abis di tangan gua!!! " setelah mengucapkan itu putri pergi dari cafe dengan perasaan yang sangat marah.
riko yang melihat teman nya itu marah pun langsung mengejar nya, kali ini ia tak ingin memperdulikan febi lagi.
refan pun terkejut dan bingung dengan situasi nya saat ini, kenapa putri bisa semarah itu? ucap nya dalam hati.
refan melirik lisa yang menunduk merasa bersalah, kemudian melirik febi yang juga menunduk.
" apa yang terjadi? " ucap refan bingung
Lisa bangkit dari duduk nya, menarik kakak nya untuk segera pergi.
" ada apa sebenar nya lis? kenapa suasana tadi tegang banget? " ucap refan mulai penasaran.
" ini salah aku kak " ucap lisa sambil menundukkan kepala nya.
" salah kamu? maksud nya? " ucap refan bingung.
" andai aku tadi gk telfon kakak untuk jemput aku, pasti keadaan nya gk kayak gini " ucap lisa semakin menundukkan kepala nya.
" hm, apa yang terjadi sebenarnya? apa sakut paut nya sama kakak? " ucap refan semakin bingung.
" teman aku yang tadi punya mantan, mantan nya itu kak riko temen nya kak putri, kak riko itu terus ngejer ngejer temen aku dan terus memohon untuk balikan, tapi temen aku ini gk mau kak, tapi kak riko ini terus berusaha untuk deketin temen aku terus, hingga temen aku itu mengajukan persyaratan, temen aku ini ingin balikan asal temen aku ini bisa berteman dengan kak putri yang di kenal cewek paling di segani di kampus nya, kak putri ini bukan kaya, tapi yang membuat semua orang segan terjadap nya itu pendirian nya, kak putri itu selalu menepati apa yang dia kata kan dan walau yang dia hadapi itu akan berdampak buruk bagi diri dia sendiri tapi kak putri gk kenal itu semua.. " lisa menarik nafas nya sejenak.
" tidak sedikit orang yang selalu ingin dekat dengan dia, baik cowok mau pun cewek, orang orang yang sudah di anggap sebagai teman langsung oleh kak putri? kak putri akan melindungi dia dan akan membantu nya, walau itu akan merugikan nya seperti tadi, mungkin aja kak riko minta tolong sama kak putri untuk bisa menganggap temen aku jadi teman nya, dan tadi kak putri datang ke cafe untuk menemui kami bertujuan untuk menyatukan teman nya lagi.
" lisa menghela nafas nya berat, dan menatap mata kakak nya.
" tapi hal yang di luar kendali, teman aku suka sama kakak, dan dia mencoba bisa me dapat perhatian kakak, dan itu semua di sadari oleh kak putri, kak putri sudah menegur temen aku tapi temen aku gk peduli.. hingga kak putri marah besar dan meninju meja kuat terjadi lah kerecohan tadi " ucap lisa sambil menunduk.
" seharus nya aku gk nyuruh kakak tadi kesana " mata lisa mulai berair.