
Tampaknya Raka dan Aksara akrab satu sama lain. Bahkan pembicaraan keduanya pun mengalir begitu saja. Selain itu, Arsyilla dan Adista juga terlihat seperti kakak dan adik malahan, semua itu juga karena Adista yang masih begitu muda.
"Kak Arsyilla, boleh minta nomor Whatsapp-nya enggak? misal aku tanya-tanya tentang pengasuhan boleh dong?" tanya Adista.
Terlihat bagaimana Adista ingin memperlengkapi dirinya dengan lebih baik lagi. Adista merasa dia masih muda dan begitu awam. Banyak hal juga yang tidak fia ketahui. Oleh karena itu, Adista berniat untuk bertanya-tanya kepada Arsyilla yang dinilainya lebih pintar.
"Boleh. Mau tanya, mau curhat juga boleh. Ikuti juga channelnya Mamaku yah, Mama sebenarnya yang ahli di parenting. Jadi, dari menonton YouTube siapa tahu kamu bisa dapat sesuatu," kata Arsyilla.
Aksara kemudian berkomentar kepada istrinya itu. "Kamu berusaha promosi door to door untuk menambah subscriber-nya Mama ya Honey?"
Arsyilla hanya terkekeh perlahan. Kemudian Raka malahan berkomentar. "Panggilannya sweet sekali, Honey. Wah, luar biasa Pak Arsitek ini," kata Raka.
Sebenarnya tidak hanya Raka, beberapa teman dan sahabat Aksara juga merasa panggilan sayang Aksara kepada istrinya itu terdengar sweet dan spesial. Jarang ada pasangan yang memanggil pasangannya dengan sebutan Honey.
"Sweet banget. Setuju sih, Kak Arsyilla manggil suaminya apa?" tanya Adista.
"Manggilnya Kakak," balas Arsyilla dengan jujur.
"Kenapa Kakak?" tanya Raka.
Aksara dan Arsyilla saling pandang sebelum menjawab. Hingga akhirnya, Aksara yang kali ini menjawab.
"Sebenarnya kami ini sudah bertemu sejak kecil. Banyak yang tidak percaya, tapi sebenarnya memang begitu adanya. Walau terpisah lama juga. Namun, akhirnya bertemu loh," cerita Aksara.
"Waktu Honey lahir, aku sudah berusia empat tahun. Ya, begitulah," balas Aksara.
"Ha, seriusan?"
Raka dan Adista merespons demikian dengan membelalakkan kedua matanya. Tidak mengira bahwa pasangan yang ada di depannya ini sudah bertemu bahkan sejak begitu masih kecil. Sungguh luar biasa rasanya.
"Iya, serius. Ya, cinta masa kecil, sebagai kakak dan adik, akhirnya bisa bertemu lagi dan bersatu. Kita tidak pernah tahu rencana Allah, tapi sebagaimana asam gunung dan garam di laut, pada akhirnya akan bertemu di belanga juga. Itu yang kami rasakan," balas Aksara.
"Keren deh. Salute!"
Raka berkata demikian. Dia melihat sendiri kisah cinta yang indah dan ajaib. Pertemuan sejak kecil, ketika sudah berjodoh pada akhirnya akan Allah pertemukan bagaimana pun caranya. Luar biasa sekali.
"Kalian juga keren. Pak Boss ini luar biasa," balas Aksara.
"Masak sih? Sering-sering main dan sharing dong. Rumah kita kan deketan. Nanti ajak Qiana main sama Ara dan Anna yah?" kata Raka. Bukan tanpa sebab, tapi memang rumah Raka dan Aksara sebenarnya tak terlalu jauh. Pikir Raka, kalau istrinya memiliki teman atau sahabat rasanya akan bagus. Toh, Arsyilla juga sosok yang baik, bisa menjadi figur teman dan sahabat untuk Adista.
"Siap, Pak Boss juga kalau main dipersilakan. Nanti kalau Qiana sudah lebih besar, Playdate sama Ara dan Anna," kata Aksara.
"Siap-siap. Pastilah nanti kalau Qiana sudah mulai jalan, biar main sama Ara dan Anna."
Cukup lama Aksara, Arsyilla, Raka, dan Adista mengobrol bersama. Rasanya bertemu dengan orang yang positif dan pasangan yang positif membuat Raka dan Adista sangat senang. Selain itu, Adista juga merasa vibes dari pasangan Aksara dan Arsyilla itu sangatlah positif. Senang rasanya mengenal mereka berdua.